11/13/18

Pemuda Masadepan Bangsa

Loading...
Gema Hadi Syah Putra

Konkritnews.com - Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, besar akan sejarahnya, tak hanya sejarah bangsa ini adalah bangsa yang kaya akan budaya dan sumber daya alam yang melimpah yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa ini. Kekayaan alam yang tiada habisnya adalah anugerah yang begitu besar bagi bangsa ini, apalagi di setiap wilayah berbeda-beda akan potensi alamnya.

Sungguh nikmat Tuhan begitu banyak akan bangsa Indonesia ini, diberi tanah yang subur, keanekaragaman flora dan fauna, kekayaan bawah laut yang luar biasa, kekayaan barang tambang, juga keindahan alam yang bisa dijadikan objek wisata yang tak kalah dengan objek wisata di negara lain, dan lain sebagainya. Budayanya pun selaras akan kekayaan alamnya, dimana setiap daerah dari sabang sampai marauke pasti memiliki budaya khas di setiap wilayahnya, yang mungkin tak akan dijumpai di bangsa lain kecuali di Indonesia.

Tapi banyak pertanyaan yang timbul di benak ini, kenapa bangsaku ini tidak pernah maju, apa yang salah terhadap bangsa ini, kenapa bangsa ini hanya berkembang melulu? Ditengah sumber daya alam yang melimpah ruah yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa kita ini.

Kilas balik perjuangan kala merebut kemerdekaan tidaklah mudah banyak ditemui jeritan, tangisan, bahkan tetesan darah yang berjatuhan. Akhirnya kemerdekaan pun diraih, namun demikian tak terlepas dari perjuangan yang dahsyat yang melibatkan peran para tokoh dan peran para pemuda saat itu. Sekarang bangsaku ini seakan di obok-obok, di adu domba oleh segelintir oknum yang mungkin mempunyai kepentingan dan menginginkan perpecahan.

Dalam empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Bhenika Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu yang termaktup dalam empat pilar kebangsaan yaitu Bhenika tunggal ika yang sekaligus merupakan semboyan Indonesia yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu. Bagi saya mempunyai peran penting terhadap bangsa ini untuk menjadikan bangsa yang berhasil mewujudkan integrasi nasional ditengah masyarakat yang mejemuk. Peranan pemuda dalam menjaga keberlangsungan bangsa ini sangat penting, pemuda adalah napas suatu bangsa karena ditangan pemudalah kelak mau diarahkan seperti apa bangsa ini kelak, mau lebih baik atau lebih buruk tergantung oleh pemudanya. Kalau napas suatu bangsa itu saja sudah enggan berproses, berjuang, membuat karya, menciptakan inovasi-inovasi baru, lantas mau  jadi apa kelak bangsa ini nantinya?.

Jangan sampai pemuda hari ini larut akan sejarah yang sudah terjadi kala itu, sebab kita bukan hidup di masa lampau melainkan kita hidup dimasa sekarang dan untuk menata masa depan. Jadikan sejarah sebagai ujung tombak perjuangan demi menggapai cita-cita bangsa yang mungkin belum terlaksana sebagaimana harapan daripada para pahlawan yang sudah gugur dalam perjuangannya. Para pahlawan yang sudah gugur di medan perang mungkin mereka tidak menginginkan gelar pahlawan, mereka tidak mau untuk terlalu di bangga-banggakan, tapi harapan mereka untuk para pemuda adalah lanjutkan perjuangan dan apa cita-cita bangsa ini yang belum terlaksana segera dapat dicapai.

Pemuda adalah harapan bangsa, generasi penerus harus tetap meningkatkan kualitas diri. Arah bangsa ini ditangan pemudanya bukan ditangan antek-antek asing, majunya bangsa tergantung kita para pemuda. Teringat pesan Buya Hamka yang pernah berkata teruntuk pemuda: "Bebanmu akan berat. Jiwamu harus kuat. Tetapi aku percaya langkahmu akan jaya. Kuatkan pribadimu!." Ini merupakan pecutan bagi kita pemuda bangsa Indonesia untuk tetap dapat meningkkatkan kualitas diri, tetap berkarya, demi kemajuan bangsa ini. Jangan sampai hanya terhenti dalam diskusi-diskusi yang melahirkan sebuah konsep luar biasa tanpa melahirkan hasil nyata. Bangsa ini membutuhkan hasil nyata bukan sekedar konsep belaka. Bagi saya bangsa yang akan maju bisa dilihat dari para pemuda-pemuda yang ada pada bangsanya itu sendiri.


Pemuda hari ini

Pemuda pada hari ini seolah-olah larut akan euforia kemerdekaan yang terjadi kala itu, seakan tidak ada lagi yang ingin dicapai dan selesai. Padahal pemikiran seperti itu adalah salah.  Terlebih lagi di zaman modern seperti sekarang ini dimana arus globalisasi sangat cepat. Apalagi dalam bidang teknologi untuk mencari informasi yang sedang trend sangat mudah didapatkan. Bidang teknologi dan informasi ini ada segi positif dan negatifnya.

Perlunya para pemuda untuk membentengi diri agar tidak terjerat dalam hal negatif, salah satu upayanya adalah mempertebal keimanan. (Q.S. Al-Kahfi[18]:13). Pemuda jangan sampai terjerumus kelubang kehancuran, karena harapan bangsa ini nantinya terletak dipundak pemuda. Regenerasi harus lebih hebat, torehan prestasi harus melebihi para pendahulu-pendahulu bangsa. Jangan sampai pemuda hari ini hilang arah dan bahkan tidak tau menau lagi terhadap bangsanya sendiri.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 pun menyebutkan yang artinya “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat,” Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Dari ayat tersebut diatas, sungguh tak ada ciptaannya yang sia-sia, pasti penuh dengan makna yang mendalam apabila kita mau berpikir. Karena Tuhan pasti mengetahui hal-hal yang tidak kita ketahui apalagi menyangkut kemaslahatan. Untuk itulah bagi kita pemuda, buatlah hal-hal yang mungkin akan mendatangkan kemaslahatan baik bagi diri pribadi ataupun masyarakat luas. Jangan sampai kehadiran kita di muka bumi justru hanya membuat kemudharatan atau menimbulakan kerusakan. Tongkat estafet kepemimpinan pun akan tetap berpindah tangan nantinya, maka persiapkan diri kita agar kelak kita mampu untuk mengarahkan bangsa ini jauh lebih baik dari pada bangsa hari ini.

Pemuda mempunyai peranan penting, terbukti setiap tanggal 28 oktober kita selalu merayakan sumpah pemuda. Dimana isi dari pada sumpah pemuda yaitu: pertama : kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. kedua : kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. ketiga : Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Sumpah pemuda ini adalah bentuk pengakuan dari para pemuda pemudinya dalam mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Peristiwa sumpah pemuda ini harus menjadi landasan pemuda pemudi saat ini dalam perjuangannya mengingat kejadian ini merupakan salah satu kejadian penting dalam pergerakan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Untuk itulah jangan sampai apa yang setiap tahunnya diperingati sebagai hari sumpah pemuda, hanya menjadi ceremonial yang membosankan dan hanya mampu diingat atau di kenang. Pemuda harus bisa memaknai perjuangan pemuda dahulu dan di implementasikan pada zaman sekarang ini demi kemajuan tahan airnya. (*)

Oleh : (Gema Hadi Syah Putra)
            Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung
            Fakultas Syariah dan Hukum.


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.