2/28/20

Oknum Kepsek SDN 15 Tanjung Raya, Diduga Sunat Dana PIP

Loading...
OKU Selatan|konkritnews.com
Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah satuan bentuk pelaksanaan dari Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yaitu program unggulan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna mendukung program wajib belajar 12 tahun berupa pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Program PIP telah mulai diberlakukan sejak tahun 2015 yang lalu sesuai dengan yang tertuang dalam Permendikbud nomor 12 tahun 2015.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, terkait adanya dugaan pemotongan/sunat dana bantuan PIP di SDN Tanjung Raya, atau yang sekarang berubah menjadi SDN 15 Buay Sandang Aji (BSA) OKU Selatan.

Awak Media Online Tabir News dan Media Online Konkrit News, melakukan Investigasi kelapangan, hasil Investigasi didapatkan keterangan bahwa pencairan dana bantuan PIP untuk tahun ajaran 2019/2020 yang semestinya diterima  450 ribu/siswa, namun ternyata hanya direalisasikan 350 ribu/siswa.

Terjadi dugaan pemotongan dana sejumlah 100 ribu/siswa dikalikan 61 siswa penerima bantuan tersebut, awak media mencoba ingin mengkonfirmasi ke Kepala Sekolah, Nurhaida, namun disayangkan beliau tidak ada ditempat dan hanya beberapa dewan guru yang bersedia memberikan keterangan. Rabu, (26/02/2020)

"Ibu Kepsek hari ini tidak masuk pak, ada saudaranya yang meninggal dunia, semua urusan mengenai sekolah saya yang menangani berkas administrasinya, soal pemotongan dana PIP tersebut memang benar adanya, tapi itu sudah kami lakukan sesuai keputusan rapat komite tahun 2018 lalu," jelas Herianto yang juga merangkap sebagai operator sekolah tersebut. 

Terkait dugaan adanya pemotongan/sunat dana PIP oleh Kepsek yaitu Nurhaida, Salah satu wali siswa, Sastra, saat ditemui dikediamannya menjelaskan, "Benar sekali, memang terjadi pemotongan sepihak dari SDN Tanjung Raya yang semestinya diterima siswa Rp 450 ribu, tapi karena dipotong 100 ribu jadi kami seluruh wali siswa hanya menerima 350 ribu saja, dana itu diberikan bukan disekolah, tapi diantarkan oleh guru dari rumah ke rumah. Heran sekali mengapa ini terjadi tanpa adanya musyawarah yang melibatkan Komite dan Wali Murid," terang sastra secara gamblang. Selasa, (25/02/2020).

Dihari dan ditempat yang sama, awak media mengkonfirmasi ke Sekretaris Komite, Hendri. Dalam keterangannya bahwa pihak kepengurusan Komite Sekolah tidak dilibatkan dalam hal realisasi Dana PIP tersebut.

"Kami tidak ikut dilibatkan dalam rapat program sekolah, apalagi soal dugaan pemotongan dana PIP, saya juga kurang tau, kalau pun ingin jelas silahkan tanyakan langsung ke Ketua komite," tegasnya.

Demikian pula ibu Herawati, selaku Ketua Komite SDN Tanjung Raya, saat ditanyakan langsung dikediamannya di Kampung Rengas Muara Dua.

"Saya tidak tau menahu tentang dugaan pemotongan dana PIP di SDN Tanjung Raya, karena saya tidak dilibatkan dalam pembagian dana tersebut, karena pada bulan Agustus yang lalu saya sudah menyampaikan permohonan pengunduran diri saya dari Ketua Komite, walau masih, saya sampaikan secara lisan Kepada Ibu Kepala sekolah, Nurhaida, dengan demikian saya akan buatkan surat pengunduran diri secara resmi kepada pihak sekolah, dan bila ditemukan ada penyalahgunaan tanda tangan saya terkait realisasi bantuan KIP maka akan saya permasalahkan," pungkas Ibu Guru yang tercatat sebagai tenaga pengajar di SMA 1 Tiga Dihaji ini.

Dilain sisi, menurut sumber data, realisasi dana bantuan PIP dari tahun 2015 sampai tahun 2019 jumlah siswa yang mendapatkan penyaluran dan yang dicairkan pemerintah pusat setiap tahun rinciannya.

SDN Tanjung Raya tahun 2015, disalurkan Rp 12.600.000 kepada 30 siswa, dicairkan Rp 12.600.000 kepada 30 siswa. Tahun 2016, disalurkan Rp 18.675.000 kepada 47 siswa, dicairkan Rp 18.675.000 kepada 47 siswa. Tahun 2017, disalurkan Rp 26.100.000 kepada 65 siswa, dicairkan Rp 24.975.000 kepada 60 siswa. Tahun 2018, disalurkan Rp 25.425.000, kepada 63 siswa, dicairkan Rp 20.025.000 kepada 49 siswa. Tahun 2019, disalurkan Rp 22.050.000 kepada 53 siswa, dicairkan Rp 14.625.000 kepada 35 siswa.

Dari beberapa kejanggalan dalam realisasi dana PIP tersebut, termasuk selisih jumlah siswa penerima bantuan dan dugaan punglinya,
hingga sampai diterbitkannya berita ini Kepala SDN Tanjung Raya belum bisa di konfirmasi ulang, hanya melalui pesan singkat Kepsek, Nurhaida membalas.

"Keadaan Desa Tanjung Raya nanti Bapak akan paham dan mengetahui," ujarnya.

Setelah itu nomor kontak whatshap awak media lansung diblokirnya, sungguh ibarat pepatah, lain dicucuk lain benanah, lain yang ditanya lain juga jawaban.
(Yeli/Mawan/KN/Red)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.