4/5/20

SMA Adabiah Padang Diduga Lakukan Markup Jumlah Siswa

Loading...

Kota Padang, (Sumatera Barat) - Ungkap Dugaan Korupsi dana bos SMA Adabiah Padang tahun 2019, Dengan cara mark-up murid pada saat pengajuan dana bos, untuk mendapatkan dana lebih besar dari jumlah murid yang ada di sekolah, serta mark-up anggaran belanja di beberapa komponen. yang rugikan Negara hingga ratusan juta rupiah.

Menurut Sumber Data yang dapat dipercaya, pada tahun 2019, Pencairan dana bos SMKS Adabiah Pandang, Pada triwulan 1 sejumlah 839 murid - sebesar Rp 234.920.000,. Pada triwulan 2 sejumlah 839 murid - sebesar Rp 469.840.000,. Sedangkan jumlah murid pada tahun ajaran 2018/2019 semester genab adalah 833 murid saja.
Pada pencairan triwulan 3 sejumlah 839 murid - sebesar Rp 234.000.000,. Pada triwulan 4 sejumlah 839 murid - sebesar 234.920.000,. Sedangkan jumlah murid pada tahun ajaran 2019/2020 semester ganjil adalah 665 murid saja. Total dugaan mark-up murid pada tahun 2019 adalah 366 murid.

Seharusnya dana sejumlah 366 murid dengan total dana, sebesar Rp 102.480.000,. Tersebut dikembalikan ke kas Negara melalui Bank penyalur, dengan limited waktu selambat lambatnya pada januari tahun berikutnya, mengingat dana tersebut bukan hak SMAS Adabiah Padang, namun hal itu tidak dilakukan oleh Oknum Kepsek, Ibu Hj. Siti Bahari, S.Pd, M M, dan selaku kuasa pengguna anggaran, bahkan dengan sengaja merahasiakan lebih salur dana bos tersebut.

Tidak sampai disitu saja, tidak puas dengan hanya mark-up murid, Diduga korupsi dana bos berlanjut pada mark-up anggaran belanja di beberapa komponen, seperti Komponen nomor 1 yaitu, Pengembangan perpustakaan sebesar 20% dari total dana satu tahun, yang seharusnya digunakan untuk membeli buku kurikulum untuk murid dan guru, akan tetapi itu tidak dilakukan oleh pihak sekolah,

komponen nomor 4 yaitu, Kegiatan evaluasi pembelajaran, sebesar Rp 205.380.250,.

Komponen nomor 6 yaitu, Pengembangan profesi guru dan Tenaga kependidikan,  serta pengembangan manajemen sekolah, sebesar Rp 388.057.600,. 

Komponen nomor 8 yaitu, Pemeliharaan dan perawatan sarana dan Prasarana sekolah, sebesar Rp 308.593.139,.

Komponen nomor 10 yaitu, Pembelian alat multi media pembelajaran sebesar, Rp 181.729.800,.

lima komponen tahun 2019 tersebut, tidak di yakini kebenarannya.

Diduga semua itu adalah modus Oknum Siti Bahari, bersama beberapa stafnya, utuk mengelabui pemerintah dan masyarakat, agar dapat meraup keuntungan besar guna memperkaya diri.

Pada saat dihubungi melalui telephone seluler, kepsek ibu hajah Siti Bahari, S.Pd, M.M membenarkan perihal tersebut, namun berkilah bawasannya dana tersebut masih ada di bang, "Benar memang ada kelebihan dana bos pada tahun 2019, saya bingung mau dikembalikan ke mana dana tersebut, dan saya sudah Koordinasi ke dinas, dinas mengatakan bahwa pada caturwulan 1 nanti dikembalikan". dalihnya.

Dana itu masih, lanjut ibu Siti, "Dana itu masih mas, dan di Padang hampir semua sekolah seperti itu, coba nanti saya koordinasikan ke dinas". tutupnya.

mendengar bahasa ibu Siti sangat memprihatinkan, sebagai kepala sekolah dan kuasa pengguna anggaran, akan tetapi tidak tau aturan juklak/juknis bos, lalu bagaimana cara pengelolaan dana tersebut.

kepada Dinas terkait dan kepada penegak hukum agar dapat menindaklanjuti, memanggil siapa saja yang terlibat terkait Dugaan Korupsi dana bos di SMA Adabiah Padang, kota padang, Provinsi Sumatera Barat, yang rugikan negara hinga ratusan juta, tanpa tebang pilih, untuk memberikan efek jera dan agar virus serupa tidak merambah ke Sekolah lain. (Abdullah/Samidi)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.