6/25/20

SMKS Muhammadiyah 6 Gemolong Terindikasi Dugaan Lebih Salur dan Mark-Up Anggaran Belanja, Ini Patut Dipertanyakan...?

Loading...
JAWA TENGAH|konkritnews.com--Aroma tak sedap mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMKS Muhammadiyah 6 Gemolong tahun 2018 dan 2019 Sebesar, Rp 1.659.840.000,- terindikasi dugaan lebih salur dan Mark-Up anggaran dana belanja dibeberapa komponen.

Menurut informasi data yang dapat dipercaya kebenarannya, pada penyaluran dan pencairan dana BOS tahun 2018 sampai 2019, Diduga ada lebih salur. 

Yakni, saat pencarian dana BOS tahun 2018 sebesar Rp. 833.280.000,- diduga ada lebih salur murid penerima dana bos.

Total lebih salur dana BOS pada tahun 2018 diduga ada kelebihan murid 88 siswa, dana tersebut seharusnya dikembalikan ke Kas Negara melalui Bank penyalur selambat-lambatnya pada Januari tahun berikutnya, mengingat dana tersebut bukan hak Sekolah, akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan pihak SMKS Muhammadiyah 6 Gemolong.

Selain itu, pencairan dana BOS tahun 2019 sebesar Rp. 826.560.000,- juga serupa, yakni diduga ada lebih salur murid penerima dana BOS.

Total dugaan lebih salur dana BOS pada tahun 2019 adalah sejumlah 6 murid. Jadi, total jumlah murid lebih salur pada tahun 2018 dan 2019 adalah sejumlah 94 murid.

Tak hanya lebih salur, Sekolah tersebut diduga telah Mark-Up dana anggaran belanja dibeberapa komponen tahun 2018 dan 2019.

Keempat komponen tersebut diduga di Mark-Up anggarannya, dan keempat komponen tersebut diduga hanyalah modus oknum Kepala SMKS bersama beberapa Staf nya, untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat, terutama wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna memperkaya diri.

"Saat dikonfirmasi, Kepsek SMK Muhammadiyah 6 Gemolong, Umar Jahid Nasoka, sangat sulit di temui, tim hanya di temui Guru Kesiswaan, Kuswanto, hingga tiga kali, dan jawaban selalu sama. 

Kepala sekolah selalu tidak ada di tempat, ketika di konfirmasi mengenai dugaan lebih salur dan Mark-Up anggaran, Kuswanto tidak bisa menunjukkan bukti pengembalian dan bukti keterangan siswa yang pindah atau keluar, dia katakan data ada semua dan sekolah selalu tertib melaporkan rekapitulasi. 

"Yang tahu data rekapitulasi pengembalian lebih salur ada dibagian Tata Usaha (TU), namun saat ini tidak ada yang piket masuk," jelas Kuswanto, Rabu, (24/06/2020). 

Lebih jauh, Kuswanto juga menampik jika rekapiltulasi untuk Dana BOS 2018/2019 tidak selesai, besar kemungkinan tahun berikutnya dia pastikan tidak akan turun. 

"Jika anggaran tahun 2018 dan 2019 tidak selesai, tentu untuk tahun berikutnya tidak akan cair," elaknya. 

Kepada Dinas Kemdikbud, Inspektorat dan BPK Provinsi Jateng, agar dapat mengkroscek dan mengaudit ulang dana BOS SMKS Muhammadiyah 6 Gemolong dan kepada penegak hukum agar dapat segera menindak lanjuti terkait dugaan, lebih salur dan Mark-Up anggaran dana belanja di beberapa komponen tahun 2018 dan 2019, yang diduga rugikan Negara hingga ratusan juta, serta memanggil siapapun yang terlibat, untuk memberikan efek jera dan agar supaya virus serupa tidak menular ke Sekolah yang lainnya.
(SAMIDI/KN/RED)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.