20/12/20

Penggunaan Dana BOS Afirmasi Kinerja di Lampung Tengah Disoal

Loading...


Lampung Tengah - Dua belas Kepala Sekolah di periksa Tipikor Polres Lampung Tengah, sebagai saksi terkait penyimpangan dan pengondisian BOS Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan BOS kinerja. Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2019/2020.

Anggaran sebesar Rp 13.204.000.000,- untuk di salurkan ke 176 Sekolah terdiri dari SDN sebayak 154 SD, 16 SMP,  4 SMA dan 2 SMK dengan siswa penerima sebanyak 4.490 siswa/i, bahwa kemudian berdasarkan Observasi dan Investigasi LSM TOPAN RI Propinsi Lampung serta Data yang di peroleh dari lapangan, menurut Julio Anggota LSM TOPAN RI yang turun kelapangan, timnya menemukan adanya indikasi Markup harga dan kejanggalan-kejanggalan lainnya.

Semestinya mengacu dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 31 Tahun 2019 Tentang Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah tahun Anggaran 2019-2020 telah selesai dan telah di terimanya serta di tanda tangani serah terima oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah dan LPJ para kepala Sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi sekabupaten Lampung Tengah.

Tablet yang sesuai spesifikasi yang menurut peraturan Menteri itu dengan Rp. 2.000.000,- seyognyanya mendapatkan tablet yang berkualitas, bukan ADVAN yang harganya dibawah itu. 

lanjutnya, diduga selain dari indikasi Mark up harga, sebagai kepala sekolah mengeluh, mereka hanya ketimpangan nomor rekening saja, semuanya dikondisikan oleh Kabid Dinas Pendidikan yang mengatur semua pembelian melalui SIPLAH untuk loyalitas kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah dengan modus Operandi di duga mendapatkan persenan dan Cashback, tutupnya.

Salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa dirinya adalah salah satu dari 12 kepala sekolah yang sudah dipeiksa selama 4 jam di Tipikor Polres Lampung Tengah. Adapun diantaranya dari Kecamatan Pubian, Padang Ratu, Anak Tuha, Gunung Sugih, dan kurang lebih ada 3 mobil barang bukti yang sudah di sita, katanya akan di serahkan kepada Kejaksaan sebagai barang bukti.

"Mulai dari Laptop, Android merk ADVAN, Proyektor dan banyak lagi saya tidak hapal," tutupnya, Jumat (18/12/2020).

Seperti pemberitaan sebelumnya, Sariman selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah sudah menerima Somasi dari Aliansi LSM TOPAN RI-PPWI-MEDIA berjanji akan memanggil Riyanto selaku Kabid pada masa itu, dan akan memberikan informasi setelah pemanggilan sebagai bentuk klarifikasi dengan adanya dugaan penyimpangan Anggaran Dana BOS Afirmasi dan Kinerja. Akan tetapi, Sariman bungkam seakan-akan ada yang di tutupinya dan berusaha dilindunginya.

Sampai berita ini di terbitkan kembali tidak ada konfirmasi lagi. saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telpon selulernya tidak ada tanggapan atau balasan terkait kebenaran informasi telah diperiksanya 12 Kepala Sekolah dan munculnya nama Riyanto dan Erna yang di duga pihak dari SIPLAH yang sudah terkondisi.

Sumber : radarnews.id 

(Samidi/KN)


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.