12/02/21

Kepsek SMA N 1 Pagar Dewa TuBaba Diduga Pungli SPP

Loading...


Tulang Bawang Barat - Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengingatkan pihak sekolah tingkat SMA/SMK tidak manarik uang SPP dan sumbangan lainnya. Pelarangan penarikan uang SPP dan sumbangan tersebut diutamakan sekolah yang menerima dana BOS reguler dan BOSDA.


“Kalau ada kejadian di lapangan (sekolah menarik SPP dan sumbangan kepada wali murid), kita akan ambil tindakan, karena itu haram hukumnya,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menanggapi keluhan wali murid beberapa sekolah menarik SPP di masa pandemi Covid-19, Senin (11/5/2020).


Dia mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung telah mengeluarkan surat edaran agar pihak sekolah melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di rumah pada masa darurat penyebaran Covid-19. Menurut dia, bila masih saja ada kepala SMA/SMK yang menarik uang SPP dan sumbangan lainnya kepada wali murid, bila dapat dibuktikan langsung dapat diambil tindakan tegas.


Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung nomor 420/1062/V.01/DP.2/2020 berisikan, dalam rangka meningkatkan aksesabilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik di sekolah, serta pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, diminta kepada kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Provinsi Lampung penerima dana BOS reguler dan BOSDA, untuk tidak melakukan penarikan SPP atau sumbangan lainnya terhadap wali murid peserta didik.


Hal ini tidak berlaku kepada wali murid SMA N 1 Pagar Dewa, yang kepala sekolah nya Suharto., S.Pd., M.M. Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.


Provinsi Lampung. NNS : 41.1,12.05.06.003 NPSN : 69944348. Dengan berlasung proses pembelajaran tahun 2020/2012 pihak sekolah melakukan Pungutan Liar (Pungli).


Dengan rincian :

1./ SPP 12 Bulan. Rp 150.000- Perbulan.

Untuk siswa kls 10/1.


2./ SPP 12 Bulan. Rp

2.000.000. selama satu tahun.


3./ SPP 12 Bulan Rp

2.000.000. selama satu tahun.


Saat di konfirmasi Kepala Sekolah SMA N 1 Pagar Dewa, Suharto., S.Pd., M.M. Membenarkan pungutan tersebut, dalam pembicaraan Singat pada tgl 11 hari kamis, lebih kurang jam 08,20 wib, tepat diwarung depan sekolah SMA N 1 Pagar Dewa, Suharto., S.Pd., M.M. selaku kepala sekolah di saat mintak tangapan tentang tarikan yang ada di sekolah nya,  mengaku tarikan dan dalil Kepala Sekolah SMA N 1 Pagar Dewa. Suharto., S.Pd., M.M  tersebut, untuk biyaya Potong Rumput dan Bayat Guru honorer sama untuk Ngecat Sekolah, karna guru honorer saya banyak, sedangkan dari dana Bos tidak cukup Mas, lebih menariknya lagi kepala sekolah SMA N 1 Pagar Dewa, Suharto., S.Pd., M.M.

tulang bawang barat, tentang penarikan atau pungutan disekolah nya  mengatakan" iya saya mengaku salah tentang tarikan itu mas" menirukan ucapan kepala sekolah SMA N 1 Pagar Dewa. Suharto., S.Pd., M.M.



Sedangkan sudah jelas Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Nomor 420/1062/V.01/DP.2/2020. Namun semuanya diabaikan dan tidak di dengar oleh Kepala sekolah SMA N 1 Pagar Dewa, Suharto, S.Pd..M.M. tersebut.




Menurut narasumber yang minta nama nya tidak di publikan dalam pemberitaan, salah satu wali murid membenarkan ada tarikan dana itu, “Ia benar kami wali murid dibebani baiaya oleh pihak sekolahan SMAN 1 Pagar Dewa, Suharto., S.Pd., M.M ada tarikan, dan saya merasakan keberatan dalam hal ini. Dikarenakan mengingat keadaan perekonomian keluarga kami sedang begini, apa lagi dalam keadaan wabah virus covid-19”.




Lanjutnya kembali, kami sebagai wali murid sangatlah mengenuh dalam hal ini, dan kami berharap kepada pihak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung terutama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bisa mengurangi beban perekonomian kami ini dengan cara jangan dibebani untuk anak kami menuntut ilmu dunia pendidikan. Ucapanya



Dan kepala sekolah SMA N 1 Pagar Dewa, Suharto., S.Pd., M.M mengatakan kalau pihaknya sudah rapat Wali murid. Padahal sudah jelas surat edaran itu benar ada, karena Gubernur Lampung pernah rapat dengan kepala Dinas Pendidikan Drs Sulpakar, M.M serta Sekda, dalam hal ini memang kami diberitahu, dengan harapan Gubernur meminta tidak ada tarikan saat rapat, tetapi, kepala Dinas Pendidikan tau sendiri gimana kondisi di lapangan kalau emang tidak ada tarikan pihak sekolah mau apa, gimana sekolah bisa berjalan aktifitasnya.


Diduga kepsek SMAN 1 Pagar Dewa, Suharto., S.Pd., M.M  abaikan surat edaran, kami berharap kepada pihak pihak berwajib khusunya Dinas Pendidika  Provinsi Lampung, agar bisa mengambil tindakan tegas terhadap kepsek yang telah labrak peraturan/aturan yang sudah dikeluarkan.


Harapan kami kepada aparat penegak hukum ( APH ) POLRES Dan KEJAKSAAN Bisa menindak lanjuti dan memberikan sangsi,  agar bisa menjadi contoh untuk sekolah sekolah yang sudah membebani Wali murid". (HOLIDI/TIM)


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.