KONKRIT NEWS
Jumat, Januari 09, 2026, 21:31 WIB
Last Updated 2026-02-25T14:32:19Z
DPRD Lampung

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DPRD Lampung Ingatkan Daerah Waspada Banjir dan Longsor

Advertisement

 


Bandar Lampung - Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 


Menurutnya intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal rawan bencana. 


“Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta terus memantau perkembangan cuaca serta memperkuat langkah-langkah kesiapsiagaan. Kami mengingatkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung agar waspada terhadap potensi banjir dan longsor,” ujarnya, Kamis (8/1/2026). 


Ia mengatakan, bahwa sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi, seperti Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat. 


Wilayah tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat dengan melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala serta mengikuti informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 


“Wilayah rawan longsor harus mendapatkan perhatian serius. Pemerintah daerah perlu terus memantau kondisi cuaca dan memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat,” ungkapnya. 


Selain longsor, ia juga menyoroti potensi banjir yang mengancam sejumlah daerah, di antaranya Kecamatan Candipuro di Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Way Kanan, serta beberapa wilayah di Kota Bandar Lampung. 


Deni mengatakan, kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dan kota sejatinya telah memiliki perencanaan kesiapsiagaan bencana. 


Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari sejumlah rapat koordinasi yang selama ini melibatkan BPBD Provinsi Lampung. “Soliditas dan koordinasi yang intensif antara BPBD provinsi, BPBD kabupaten/kota, serta Basarnas agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan efektif,” tuturnya.