KONKRIT NEWS
Rabu, Januari 21, 2026, 21:45 WIB
Last Updated 2026-02-25T14:45:40Z
DPRD Lampung

Sinergi Forkopimda, Ketua DPRD Lampung Hadiri Tanam Padi di Lampung Timur

Advertisement

 


Lampung Timur - Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar menghadiri kegiatan Tanam Padi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilaksanakan di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, wilayah teritorial Kodim 0429/Lampung Timur, Selasa (20/1/2026).   


Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta peningkatan produktivitas sektor pertanian di Provinsi Lampung. 


Kegiatan tanam padi bersama tersebut dihadiri oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya Raden Intan, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, Bupati Lampung Timur, unsur Forkopimda Kabupaten Lampung Timur, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.   


Wagub Jihan mengatakan, sektor pangan merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, peningkatan produksi tidak dapat dibebankan hanya kepada petani, melainkan memerlukan keterlibatan aktif pemerintah, TNI, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan. 


“Urusan pangan adalah urusan bersama. Pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani harus bergerak satu barisan untuk mencapai satu tujuan,” ujar Jihan.   


Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, produksi padi Lampung pada 2025 meningkat signifikan. Dari sekitar 2,79 juta ton pada 2024, produksi naik menjadi 3,2 juta ton pada 2025 atau bertambah sekitar 408 ribu ton.   


Dengan capaian tersebut, Pemprov Lampung menargetkan produksi padi mencapai 3,3 juta ton pada 2026 melalui penguatan sinergi program pusat dan daerah.   


Sementara itu, Pangdam XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa tanam padi serentak 2026 merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.   


“TNI AD melalui Kodam berkomitmen mendampingi petani dalam pengelolaan lahan, termasuk pada kegiatan tanam seluas sekitar 500 hektare yang melibatkan ratusan petani di Lampung Timur,” ungkapnya.   


Pangdam juga mendorong peningkatan produktivitas padi, khususnya varietas Inpari 32 Jumbo, yang ditargetkan mampu menghasilkan 8 ton per hektare dan dikembangkan hingga 10–12 ton per hektare melalui dukungan riset, teknologi, dan inovasi bibit.   


Turut hadir pula Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Elroy Koyari, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Adi Destriadi Sutisna, Kepala Bulog Subdivre Lampung Timur, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Timur.   


Juga dihadiri unsur Forkopimcam Way Jepara, koordinator penyuluh dan penyuluh pertanian, para kepala desa, gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok tani (Poktan), Brigade Pangan Way Jepara, distributor pupuk, serta masyarakat petani setempat.   


Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, diawali dengan penyambutan rombongan Forkopimda, dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan, serta peninjauan singkat area persawahan di Desa Braja Fajar.   


Selanjutnya, Ketua DPRD Provinsi Lampung bersama Pangdam II/Sriwijaya, Wakil Gubernur Lampung, Forkopimda, dan para petani melaksanakan penanaman padi secara simbolis di lahan pertanian milik kelompok tani setempat.   


Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di daerah.   


Melalui kegiatan Tanam Padi Bersama Forkopimda ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan partisipasi petani, mendorong peningkatan produksi padi di Desa Braja Fajar dan wilayah sekitarnya, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di Kabupaten Lampung Timur dan Provinsi Lampung secara berkelanjutan.