Advertisement
Bandar Lampung - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diminta tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menegaskan momentum ini harus dijadikan ajang evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pendidikan di daerah.
Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang membayangi dunia pendidikan di Kota Bandar Lampung, mulai dari ketimpangan kualitas antar sekolah, keterbatasan infrastruktur, hingga beban kerja guru yang belum diimbangi sistem pendukung yang memadai.
“Hardiknas seharusnya menjadi refleksi bersama. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi riil di lapangan yang masih membutuhkan banyak pembenahan,” ujar Asroni.
Sebagai mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Komisi IV DPRD menilai sejumlah program belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan utama sekolah dan peserta didik.
Ia juga menyoroti efektivitas penggunaan anggaran pendidikan yang dinilai perlu lebih tepat sasaran agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.
“Anggaran pendidikan harus dipastikan memberi manfaat langsung di ruang kelas, bukan sekadar laporan administratif,” tegasnya.
DPRD, lanjutnya, akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan distribusi anggaran pendidikan guna mendorong perbaikan yang lebih konkret.
Asroni berharap, momentum Hardiknas menjadi titik awal pembenahan serius agar kualitas pendidikan di Bandar Lampung semakin merata dan mampu mencetak generasi yang kompetitif di masa depan.

