KONKRIT NEWS
Kamis, Juni 25, 2026, 13:46 WIB
Last Updated 2026-06-25T06:46:32Z
Bandar LampungDaerah

Groundbreaking Masjid Babul Jannah Dimulai, Kemenag Lampung Targetkan Rampung Sebelum HAB 2027

Advertisement

Lampung — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung resmi memulai pembangunan Masjid Babul Jannah melalui kegiatan groundbreaking yang dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna, Kamis (25/6/2026), di halaman kantor setempat.


Turut hadir Area Manager BSI Area Lampung Luthvy Indaka, Branch Manager BSI KC Bandar Lampung Diponegoro Rosi Dahlia, perwakilan Bank Eka, perwakilan Kesra Pemerintah Provinsi Lampung, Pejabat dan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung.


Dalam sambutannya, Zulkarnain mengatakan pembangunan Masjid Babul Jannah menjadi momentum penting bagi Kanwil Kemenag Lampung yang selama ini belum memiliki masjid representatif sebagai pusat ibadah dan pembinaan keagamaan.


"Hari ini menjadi hari yang istimewa karena bertepatan dengan bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Di bulan penuh keberkahan ini, kita memulai pembangunan rumah Allah yang insyaallah akan menjadi pusat ibadah dan kemaslahatan bagi seluruh ASN maupun masyarakat," ujar Zulkarnain.


Menurutnya, sebagai institusi yang mengemban tugas di bidang keagamaan, keberadaan masjid yang layak menjadi kebutuhan mendasar. Selama ini aktivitas ibadah di lingkungan kantor masih memanfaatkan ruangan yang terbatas dan belum sepenuhnya representatif.


Ia mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang menjadikan pembangunan masjid sebagai prioritas utama saat hijrah ke Madinah.


"Ketika Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang dibangun adalah masjid. Ini menjadi inspirasi bagi kami bahwa di mana pun diberi amanah, pembangunan rumah ibadah harus menjadi perhatian," katanya.


Zulkarnain mengungkapkan pembangunan masjid tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bank Eka memberikan bantuan sebesar Rp75 juta, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan bantuan Rp100 juta. Selain itu, sumber pendanaan juga berasal dari zakat, infak, sedekah ASN, serta dukungan para mitra dan donatur.


Masjid Babul Jannah dirancang memiliki kapasitas sekitar 180 hingga 200 jamaah dengan ukuran awal bangunan 12 x 20 meter. Pembangunan dilakukan secara efisien dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.


"Kami berupaya meminimalkan biaya pembangunan. Desain dan arsitektur dibantu secara sukarela, sementara pelaksanaan konstruksi akan menggunakan tenaga profesional tanpa melalui pihak ketiga yang mengambil keuntungan berlebih. Yang penting masjid ini fungsional, nyaman, dan dapat dimakmurkan," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Babul Jannah, Makmur, menjelaskan pembangunan masjid merupakan ikhtiar bersama keluarga besar Kanwil Kemenag Lampung untuk menghadirkan sarana ibadah yang lebih representatif dan nyaman.


"Masjid ini tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga pusat pembinaan keagamaan, penguatan spiritualitas ASN, serta ruang syiar Islam yang menyejukkan dan membawa kemaslahatan," ujarnya.


Makmur menyebutkan pembangunan masjid akan berlokasi di area parkir belakang Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Adapun kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp1,26 miliar.


Sumber pendanaan akan berasal dari donasi ASN Kementerian Agama se-Provinsi Lampung, dukungan mitra kerja seperti BSI dan Bank Eka, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), lembaga dan badan usaha, serta masyarakat yang ingin berpartisipasi.


Ia menambahkan, pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesai sebelum peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Tahun 2027.


Terkait penamaan masjid, Makmur menjelaskan bahwa nama "Babul Jannah" memiliki makna "Pintu Surga". Nama tersebut dipilih sebagai simbol harapan agar masjid menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan, keberkahan, serta membuka jalan kebaikan bagi seluruh jamaah dan para dermawan yang berkontribusi dalam pembangunannya.


"Semoga masjid ini menjadi pusat ibadah yang hidup, memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam pembangunannya," pungkasnya.