Tampilkan postingan dengan label DPRD Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPRD Lampung. Tampilkan semua postingan

14/11/22

Guru Honorer Lulus Tes ASN PPPK Tapi Tak Dapat SK Penempatan, Komisi V DPRD Lampung Respon Cepat

Guru Honorer Lulus Tes ASN PPPK Tapi Tak Dapat SK Penempatan, Komisi V DPRD Lampung Respon Cepat



 Bandar Lampung — DPRD Provinsi Lampung tegas dan sigap merespon aspirasi masyarakat, khususnya yang berkenaan hajat hidup tenaga honorer guru di Provinsi Lampung. Hal tersebut ditegaskan Komisi V DPRD Lampung, saat menerima perwakilan aspirasi guru honor yang lulus tes ASN P3K, namun tidak mendapatkan SK penempatan.

“Ya, tadi kami menerima keluhan dari teman-teman kita guru honor swasta yang sudah lulus tes ASN P3K. Tapi tidak mendapat SK penempatan, ini menjadi PR kami untuk memperjuangkan hak mereka,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Mikdar Ilyas. Usai memimpin rapat, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan oleh teman – teman guru Honor swasta sangat tepat. Sebab, harus menjadi perhatian kita bersama dalam menyikapi persoalan tenaga honor. Terlebih, profesi guru merupakan pencetak generasi penerus bangsa. “Dalam waktu dekat kami akan konsultasi ke Kementrian terkait. Sudah menjadi catatan kami di komisi V, agar 2023 nanti tidak ada persoalan lagi,” ujarnya.

Minimal, kata Mikdar. Dari SK MenPan RB dapat sedikit dirubah untuk memberikan ruang kepada tenaga honor guru swasta dapat di SK kan. Agar rasa keadilan diterima oleh semua kalanga, sesuai kemampuan. Minimal, aturan yang ada bisa merujuk pada hasil tes atau peringkat, kemudian masa kerja, dan usia.

 “Minimal, yang sudah lulus pasing gret bisa mendapat SK atau yang lulus Tes, bisa diprioritaskan, kalo pun bertahap harus yang wajar,” tegasnya.

Sementara, perwakilan guru honor swasta, asal SMA Arjuna Bandar Lampung, Reni Yunita mengatakan bahwa jangan sampai guru honor swasta serasa di anak tirikan. Padahal, kualitas yang ada sebanding dengan yang lain.

“Kami ini pak, sama – sama mengajar. Jangan diana tirikan. Pada intinya, bapak ibu Minta keadilan, sesuai kajian,” tegas Reni.

Penegasan yang diutarakan, kata Reni. Agar pemerintah tahu bahwa perwakilan guru yang hadir disini adalah sebagai dari teman – teman diluar sana, yang sudah dinyatakan lulus Tes ASN P3K, tetapu tidak mendapat SK penempatan.

“Kalo hasil tes kami Dldiranking, tidak kalah bapak – ibu. Dan kami sudah dinyatakan lulus. Tapi, tidak mendapat SK penempatan,”tegasnya. (*)

12/11/22

FX. Siman : Para Santri Harus Menjadi Pondasi Empat Pilar Kebangsaan

FX. Siman : Para Santri Harus Menjadi Pondasi Empat Pilar Kebangsaan


 Pringsewu — Dihadapan para santri Pondok Pesantren Nurul Huda, Pekon Marga Kaya, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. Anggota DPRD Provinsi Lampung, FX. Siman, meminta santri untuk jadi garda terdepan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI.

“Santri harus jadi garda terdepan gaungkan pancasila. Karena kita adalah pancasila,” kata Anggota DPRD Provinsi Lampung, FX. Siman. Dihadapan para santri, kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK). Sabtu (12/11/2022).

Kedepan, kata pakde sapaan akrabnya. Para santri harus punya keingenan dan komitmen untuk bisa menjadi anggota DPRD. “Jadi, para Santri harus ada yang punya cita – cita jadi anggota DPRD, untuk mendalami politik. Karena, politik itu penentu kebijakan bagi negara atau daerah, bukan mempolitiki. Jangan takut, politik ini menyenangkan. Mahal banyak kawan,” kataFX. Siman, disela kegiatan.

Kenapa demikian, lanjut Pakde sapaan akrabnya. Dalam membangun sebuah daerah, butuh politik yang cerdas. Karena, tugas pokok DPRD adalah penganggaran, pembuatan Perda dan pengawasan. Fungsi kontrol tersebut, sangat penting. Untuk mengawal kebijakan dari kepala daerah, gubernur dan bupati agar tepat sasaran.

“Apa yang sudah rancang dan disusun oleh pemerintah mengenai pembangunan, harus diawasi. Apakah sesuai dengan Bugeting dan penganggaran. Kalau tidak melalui politik, susah,” ujarnya.

Oleh karena itu, para santri harus mempersiapkan diri menuju ke arah sana. Namun, dirinya berpesan kepada para pemuda, untuk jadi anggota DPRD dengan mengedepankan kearipan kebijakan yang direalisasikan.

“Pondasi pancasila, menjadi hal utama untuk membangun bangsa dan derah lebih baik. Sehingga, pemahaman pancasila dikalangan pemuda dan santri harus matang. Dan saya, Hari ini bisa hadir sangat berterimakasih, bisa bertemu dengan para santri, di pondok pesantren ini. Mohon doanya, ketika menjadi wakil rakyat untuk tetap amanah dan berada ditengah – tengah masyarakat,” tegasnya.

Ustad Husen : Kami Bangga Pak Siman Bisa datang ke Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Husein Pringsewu

Ustad Husen : Kami Bangga Pak Siman Bisa datang ke Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Husein Pringsewu


Pringsewu - Sambutan hangat dari Pihak Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Husein, Pekon Marga Kaya, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, diberikan Anggota DPRD Provinsi Lampung, FX. Siman, yang sudah hadir bersama para santri.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, Ustad Husen mengucapkan terimakasih atas kehadiran dari Anggota DPRD Lampung, FX. Siman. Terlebih, yang bersangkutan merupakan tipe pekerja.

“Bangga dan terimakasih atas kehadiran Pak Siman, beliau ini (Pak Siman) anggota DPRD yang cari kerja dan kerja. Diantaranya, menyapa masyarakat secara kontinu,” kata ustad Husen, dalam kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK). Sabtu, (12/11/2022).

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada para santri untuk mengikuti kegiatan dengan baik, dengan menyimak penjelasan dari pemateri.

“Mohon dengan khuyuk mengikuti kegiatan, ada dua Narasumber, pahami ilmu yang disampaikan. Sehingga, usai mengikuti kegaitan bisa menyampaikan ke masyarakat lainnya,” kata dia.

Kenapa demikian, kata Ustad Husen. Tidak semua DPRD Lampung mau menyempatkan hadir ditengah – tengah masyarakat dan para santri. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada peserta kegiatan untuk mendoakan kesehatan atas Anggota DPRD Provinsi Lampung ini.

“Mari kita berdoa untuk kesehatan pak Siman, semoga dalam mengemban amanah, untuk tetap konsisten menyapa masyarakat. Karena, tidak semua DPRD seperti ini,” tegasnya.

Ruang Rapat Paripurna DPRD Lampung Sering Sepi, Hanifal: Rapat Virtual Lebih Baik Ditiadakan, Banyak Anggota tak Hadir

Ruang Rapat Paripurna DPRD Lampung Sering Sepi, Hanifal: Rapat Virtual Lebih Baik Ditiadakan, Banyak Anggota tak Hadir



Bandar Lampung - Rapat Paripurna Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung tahun anggaran 2023 yang digelar pada Rabu (9/11/2022) malam.

Pasca merebaknya covid-19, berbagai kegiatan banyak yang diselenggarakan secara virtual atau dalam jaringan (daring).

Begitupun dalam pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung. Anggota DPRD setempat diperbolehkan untuk mengikuti rapat paripurna secara virtual, begitupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Hal itu berlaku sampai saat ini. Seperti ketika Rapat Paripurna Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung tahun anggaran 2023 yang digelar pada Rabu malam (9/11/2022).

Pantauan Topikindonesia.id di lokasi, hanya terdapat sekitar 36 DPRD Lampung yang hadir secara langsung (termasuk unsur pimpinan di dalamnya) dari total 85 Anggota DPRD setempat.

Meski demikian, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay menyatakan bahwa peserta rapat sudah kuorum, atau lebih dari separuh legislator yang hadir. Sebab sisanya mengikuti secara virtual.

Terkait hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Hanifal berharap rapat yang bisa diikuti secara virtual dihapuskan. Sebab, covid-19 sudah tak lagi merebak.

“Kita berharap kedepan tidak ada lagi yang virtual. Lebih baik ditiadakan saja. Karena Pimpinan, Pak Mingrum juga pernah menegur ketika penyampaian RAPBD kemarin, banyak OPD tidak hadir di ruangan paripurna, jadi suasana di ruangan rapat sepi,” tuturnya saat diwawancarai di Komisi II DPRD Lampung, Rabu malam (9/11).

“Jangan sampai pimpinan nyuruh OPD hadir secara fisik di ruang rapat, tapi dewannya banyak yang tidak hadir,” sambung legislator asal Dapil VI: Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji itu.

Selain menyebabkan ruang rapat sepi, peserta yang ikut Paripurna secara virtual juga tidak terpantau secara langsung.

Sebab, tak ada monitor di ruang rapat Paripurna DPRD Lampung yang memperlihatkan gambar anggota yang ikut rapat secara virtual.

“Teman-teman yang secara virtual ini juga harus bisa dibuktikan kehadirannya dalam rapat. Artinya memang mereka ikut menyimak. Kalau selama ini kan tidak langsung terpantau,” ucapnya.

Lebih lanjut Hanifal menjelaskan bahwa Rapat Paripurna DPRD Lampung akan menghasilkan keputusan yang menyangkut masyarakat umum.

“Maka alangkah baiknya kalau rapat ini memang dihadiri serius oleh seluruh Anggota DPRD Lampung, maupun OPD terkait,” terangnya.(*)

11/11/22

Mingrum Sosialisaiskan Pancasila di Hadapan Siswa SMAN 1 Padang Ratu Lamteng

Mingrum Sosialisaiskan Pancasila di Hadapan Siswa SMAN 1 Padang Ratu Lamteng



Lampung Tengah — Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay menggelar sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK), di SMA N 1 Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah, Jum’at (11/11/2022)

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Lampung menyampaikan bahwa semua pihak khususnya kalangan pelajar, untuk menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan cara saling menghargai satu sama lain, tidak memaksakan kehendak yang belum tentu diinginkan oleh orang lain atau kelompok.

“Contohnya kalau disekolah, tidak boleh membedakan atau mengkelompokan teman satu dengan lainnya, bahkan jangan sampai menghasut yang dapat menimbulkan perpecahan atau konflik dalam kelompok,” kata Mingrum.

Selanjutnya, Mingrum juga menyebutkan bahwa saat ini masih dalam suasana memperingati hari pahlawan. Untuk itu, para pelajar harus mampu memperjuangkan cita-cita luhur para pejuang bangsa, yang mana saat ini dalam mengisi kemerdekaan kita dituntut harus berkontribusi untuk bangsa dengan cara – cara yang elegent.

“Perkembangan teknologi semakin masif, ini salah satu potensi dan ancaman bagi generasi penerus jika tidak pandai memilah dan memilih cara menggunakannya, untuk itu sebarkan pesan optimisme,semangat persatuan dan berlomba-lomba memberikan informasi yang edukatif, jangan sebaliknya, itu merupakan cara berjuang dan mengisi kemerdekaan di era saat ini,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMA N 1 Padang Ratu beserta jajaran dewan guru, Ketua Komite serta Kepala Desa Setempat.