Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan

29/11/21

Polsek Rawa Jitu Selatan Ungkap Kasus Pemerkosaan Terhadap Ibu Muda

Polsek Rawa Jitu Selatan Ungkap Kasus Pemerkosaan Terhadap Ibu Muda

 


Sumatera Selatan - Seorang pemuda berinisial YS (18), warga Desa Lecah, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ditangkap petugas dari Polsek Rawa Jitu Selatan.

Pemuda pengangguran ini ditangkap hari Minggu (28/11/2021), pukul 02.00 WIB, di sekitar infra, Kecamatan Rawa Jitu Timur, karena telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang ibu muda.

"Pelaku berinisial YS ini ditangkap oleh petugas kami dini hari tadi berdasarkan laporan dari korban berinisial N (22), berprofesi ibu rumah tangga (IRT), warga Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kapolsek Rawa Jitu Selatan, Iptu Poniran, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena, SIK, MH.

Aksi bejat pelaku ini, lanjut Iptu Poniran, terjadi hari Sabtu (27/11/2021), pukul 19.30 WIB, di rumah korban. Yang mana saat kejadian korban sedang menonton televisi sendirian di rumah karena suaminya tengah menghadiri yasinan rutin di lingkungan.

Korban tidak mengetahui kapan pelaku ini masuk ke dalam rumahnya, tiba-tiba saja pelaku langsung menempelkan pisau yang dibawanya ke leher korban sambil mengancamkan akan membunuh korban apabila berteriak. Pelaku lalu memaksa korban menurunkan celana yang dipakainya.

"Karena ketakutan, korban akhirnya menurunkan celananya. Dibawah ancaman pisau, korban hanya bisa pasrah di perkosa oleh pelaku, dan setelah selesai memperkosa, pelaku kembali mengancam korban kalau mau selamat jangan bilang siapa-siapa," papar Iptu Poniran.

Ia menambahkan, usai melakukan aksi bejatnya pelaku ini langsung pergi dan korban berlari ke rumah tetangganya untuk meminta pertolongan, lalu melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek Rawa Jitu Selatan. Berbekal laporan tersebut petugas kami dengan sigap mencari keberadaan pelaku dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Rawa Jitu Selatan dan akan dikenakan Pasal 285 KUHPidana tentang pemerkosaan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. (*/KN)

12/10/21

Antrean Pekerja PTPN VII Bentayan Di Toko Pasundan

Antrean Pekerja PTPN VII Bentayan Di Toko Pasundan

 


BANYUASIN---Antrean pekerja PTPN VII Unit Bentayan di Toko Pasundan setiap awal bulan setelah gajian memang tinggal nostalgia. Namun, Sadi (36), anak ke delapan dari Abah Sadar, pemilik toko yang menjajakan sembako itu masih mengingatnya sebagai periode terpenting peran PTPN VII untuk kehidupan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Sadi yang kini melanjutkan usaha orang tuanya. Namun, ia tak lagi menjadi toko sembako seperti rintisan usaha orang tuanya. Tetapi beralih berniaga aneka busana muslim dengan nama Emma Hijab. Ia juga mendapat pinjaman dana kemitraan dari PTPN VII untuk menjaga usahanya agar terus menjadi pintu rezeki keluarga kecilnya.

“Terus terang, bagi keluarga saya, nama PTPN VII itu sangat melekat. Dulu, Abah sama Emak saya pertama kali masuk desa ini tahun 1997 buka toko sembako saat bukaan PTPN VII. Setiap abis gajian PTP (PTPN VII), orang antre mau bayar bon. Jadi, hidup kami sangat tergantung sama keberadaan PTPN VII,” kata pria Sunda yang fasih beberapa bahasa daerah setempat ini.

Simbiosis mutualis yang terjadi antara PTPN VII Unit Bentayan dengan warga desa sekitar kini menjadi catatan sejarah. Kisah seperti perjalanan ekonomi keluarga Abah Sadar, orang tua Sadi, begitu banyak. Kepala Desa Sidomulyo, Sudarman mengatakan, dia tidak bisa membayangkan kehidupan masyarakat transmigrasi seperti Sidomulyo, Keluang, Bentayan, dan lainnya jika PTPN VII tidak membuka kebun di situ.

“Desa ini, termasuk beberapa desa sekitar ini kan dulunya transmigrasi umum dari beberapa daerah di Jawa. Beberapa tahun di sini, kehidupan kami sangat sulit karena belum terbiasa bertani palawija di daerah begini. Banyak yang nggak tahan dan pulang,” kata Kades ramah ini.

Kedatangan PTPN VII buka lahan untuk kelapa sawit sekitar tahun 1995 menjadi penolong bagi hampir semua penduduk desa. Di tengah kesulitan mencari makan karena tanaman padi, jadung, dan palawija sulit berhasil, PTPN VII membuka lapangan kerja untuk berbagai pekerjaan.

Setiap hari, penduduk desa bergegas menuju lahan PTPN VII. Ada yang menjadi buruh di pembibitan, mengolah lahan, dan pekerjaan apa saja. Mereka mendapat upah yang kemudian menjadi penghasilan pendamping sekaligus penyelamat program transmigrasi di wilayah itu.

Abah Sadar dengan Toko Sembakonya adalah salah seorang yang jeli mengintip peluang. Pria asal Pandegelang, Jawa Barat yang sebelumnya adalah peserta trans di Desa Karangagung Ulu, agak jauh dari lokasi, mendekatkan diri. Ia membuka kios di Pasar Lama dengan memberi kesempatan kepada pekerja yang bekerja di PTPN VII untuk bon alias utang ke tokonya.

“Nah, Abah Sadar, orang tuanya Sadi ini dulu beruntung sekali. Dia buka toko sembako, boleh diutang pekerja PTPN VII, setiap gajian baru bayar. Selain Abah Sadar, banyak juga yang lain yang bertumbuh bersama keberadaan PTPN VII di Bentayan ini,” cerita Sudarman.

Kini zaman sudah berubah. Abah Sadar memang sudah tiada. Tetapi Sadi dan anak-anak penerus generasi tua yang mencatatkan namanya sebagai mitra nonformal PTPN VII masih terus mengingatnya sebagai jariah perusahaan BUMN ini.

Saat ini, Sadi bersama beberapa rekan pelaku usaha kecil di Desa Sidomulyo masih terus menjalin hubungan baik dengan PTPN VII. Untuk mendukung usaha para pelaku usaha kecil, pada 2020 PTPN VII menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp60 juta kepada tujuh orang. Mereka berusaha dalam berbagai bidang. Ada toko busana muslim, toko sembako, bengkel, ternak, dan pedagang keliling.

Ari, salah satu penerima dana pinjaman kemitraan yang membuka toko sembako mengaku sangat terkesan dengan keberadaan PTPN VII di Bentayan. Ia mengaku mendapat pinjaman Rp20 juta dari PTPN VII. Tokonya berada di jalur jalan utama terlihat cukup megah pada bangunan dua unit ruko dua lantai. Dagangannya juga penuh dan terlihat lengkap.

“Sebenarnya, kalau mau ngomong nilai pinjaman dari PTPN VII memang tidak seberapa. Tetapi, bagi kami PTPN VII adalah penolong keluarga kami. Kalau nggak ada PTP (PTPN VII), nggak tahu kami seperti apa. Tetapi, alhamdulillah sekarang desa kami sudah seperti ini,” kata Ari sambil menunjukkan berbagai kemajuan desanya.

Kondisi yang disampaikan Ari tidak berlebihan. Sebab, masyarakat desa-desa di seputaran PTPN VII Unit Bentayan saat ini sudah menemukan pintu rezeki sehingga jauh lebih mandiri dan sejahtera dari masa awal.

Komoditas perkebunan, yakni karet dan kelapa sawit saat ini menjadi mata pencaharian utama warga. Kedatangan PTPN VII Unit Bentayan menanam kelapa sawit menjadi model bagi warga untuk ikut mengadu peruntungan dengan komoditas ini. Orang-orang yang pernah ikut kerja membuka lahan dan berbudi daya kelapa sawit membawa pulang ilmunya untuk mengganti tanaman palawija yang tak kunjung menghasilkan.

Hal yang mirip dilakukan dengan komoditas karet yang di PTPN VII menjadi andalan utama. Warga sekitar juga menanam karet dan cenderung meninggalkan tanaman pangan.

“Di sini sekarang hampir semua orang punya kebun karet atau sawit. Jadi, bukannya sombong, kalau secara ekonomi saat ini sudah cukup mapan dan jauh lebih baik dari sebelum PTPN VII masuk. Tetapi, kami tidak lupa dengan PTPN VII,” kata Ari.

Sebagai gambaran umum, Sadi dan Ari yang juga aktif mengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Sidomulyo, mengaku mengelola dana hampir Rp1 miliar untuk diputar. Setiap bulan, kata Sadi yang menjadi ketua Bumdes, setidaknya ada transaksi rata-rata Rp100 juta.

“Jadi, kalau perkiraan saya, uang beredar di Desa ini setiap bulannya lebih dari Rp10 miliar. Yang paling besar itu dari perdagangan karet dan sawit. Apalagi sekarang harga karet cukup tinggi, bisa Rp12 ribuan. Artinya, daya beli masyarakat cukup lumayan,” tambah Sadi.

Tentang pinjaman dari PTPN VII, Sadi mengaku sangat membantu usahanya. Meskipun relatif kecil, tetapi dari niatnya membantu usaha kecil sangat terlihat. Ia mengatakan, pinjaman dari PTPN VII hanya ada jasa administrasi 0,25 persen per bulan.

“Enaknya pinjaman PTPN VII itu simpel. Dapat Rp7 juta ya utuh Rp7 juta dengan jasa administrasi 0,25 persen. Ada tenggang waktu tiga bulan lagi untuk mulai cicilan. Kalau KUR, bunganya 0,31 persen, ada potongan administrasi notaris, terus satu cicilan harus mengendap nggak bisa dicairin,” kata Sadi.

Kepada PTPN VII, Sadi berdoa agar PTPN VII Unit Bentayan kembali bertumbuh dan berjaya lagi. (Rls/KN)

24/08/21

Dua Pabrik Gula PTPN VII Segera Masuk Holding

Dua Pabrik Gula PTPN VII Segera Masuk Holding

 


OGAN ILIR---Komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada gula putih pada 2024 dipacu dengan pendirian PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Perusahaan ini akan menjadi perusahaan pengendali operasional (operational holding company) untuk semua industri gula yang saat ini dimiliki PTPN Grup. Dua diantaranya milik PTPN VII yang saat ini dikelola PT Buma Cima Nusantara (BCN).

Pembentukan PT SGN dan rencana strategisnya disampaikan Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy pada kunjungan kerja di PT BCN Unit Cintamanis, Ogan Ilir, Sumsel, Senin (23/8/21). Ia mengabarkan tentang berbagai kemungkinan posisi korporasi, status karyawan, strategi bisnis, hubungannya dengan PTPN VII, dan kemungkinan kepemilikan saham oleh pihak lain. Selain itu, Chief Ryan juga menginspeksi operasional giling yang saat ini sedang berlangsung.

“Untuk diketahui, Bapak Presiden beberapa waktu lalu mengadakan Ratas (rapat terbatas) dengan Menteri BUMN, Menteri Pertanian, dan menteri terkait. Materi utamanya tentang swasembada gula pada 2024. Dari Ratas itu, disepakati pembentukan PT SGN, Sinergi Gula Nusantara. Dan, dua pabrik kita (Bungamayang dan Cintamanis) akan diakuisisi dalam PT SGN itu,” Ryan yang datang didampingi SEVP Operation II Dicky Tjahyono dan Kabag Tanaman Wiyoso.

Ryanto menambahkan, yang akan diambil alih oleh PT SGN hanya dua pabrik beserta tanah dan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan kebun, akan kembali dikelola oleh PTPN VII sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

Tentang apa pengaruhnya kepada PT BCN, Ryanto mengatakan secara personel kebijakan ini tidak akan merugikan kepada karyawan. Dalam masa konsolidasi selama sekitar tiga tahun, status karyawan dua pabrik ini akan tetap sebagai karyawan PTPN VII yang ditugaskan di PT SGN.

“Saya mendapat jaminan dari Holding bahwa tidak ada yang berubah dari sebelumnya, terutama menyangkut hak-hak normatifnya. Dan saya sampaikan, bahwa akuisisi ini adalah upaya percepatan dan mendorong kinerja industri gula di PTPN Grup agar lebih dinamis dan progresif guna mendukung swasembada pada 2024,” kata dia.

Menurut Ryan, dua pabrik gula PT BCN memiliki keunggulan pada kapasitas terpasang yang besar dan berumur relatif belum tua. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa karyawan di dua pabrik ini akan memiliki peluang kemajuan yang lebih menarik dibanding yang lain.

Ryan juga berpesan pada masa persiapan launching PT SGN ini, saatnya seluruh insan utama yang ada di PT BCN untuk menunjukkan keunggulannya. Sebab, dari prestasi dan segala keunggulan itu akan menjadi pertimbangan manajemen PT SGN berkiblat kepada dua pabrik ini.

“Ini adalah kesempatan kepada bapak-ibu semua di PT BCN untuk membuktikan bahwa kita bisa berprestasi. Semua orang di Holding sedang memperhatikan kita. Mereka sedang menimbang apakah kita bisa menjadi patron atau tidak. Caranya, maksimalkan kinerja giling yang sedang berjalan ini dengan maksimal,” kata dia.

Menilik di sektor tanaman, Ryanto terus mengingatkan bahwa kesuksesan produksi dan produktivitas tetap ada pada kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan. Ia mencontohkan, saat ini masih terjadi losses atau kehilangan produksi dari ruas tebu yang tercecer, tebangan tidak mepet, dan kurang peduli.

“Kalau soal teknis, saya sangat percaya kepada bapak-ibu semua. Saya hanya mengingatkan, dari yang remeh seperti tebu tercecer tidak diambil, tebangan tidak mepet, dan hal kecil lainnya diperhatikan. Ini domainnya para mandor, asisten, manajer, dan semua. Harus turun lapangan dan terus ingatkan,” kata dia.

Sementara itu, SEVP Operation I Dicky Tjahyono yang membidangi karet dan gula mengapresiasi kinerja PT BCN Unit Cintamanis. Hingga hari ke 80 musim giling 2021, unit ini masih on schedule dan mencatatkan kenaikan siginifikan.

“Masih ada sekitar 60 hari lagi giling PG Cintamnis. Harus terus dijaga konsistensi dan terus ditingkatkan agar target tahun ini tercapai. Sambil berjalan, kita juga terus persiapkan on farm untuk buka giling tahun 2022,” kata dia.

Secara umum, dua industri gula PTPN VII mengalami perbaikan kinerja pada musim giling 2021. Di Unit Cintamanis, kata dia, produktivitas on farm (tanaman) naik rata-rata 10 ton per hektare dari 48 ton menjadi 58 ton. Demikian juga dengan rendemen, pada 2021 rata-rata menembus 7 persen. Sedangkan losses atau angka kehilangan relatif lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

“Kami optimis pada musim giling 2021 ini target bisa tercapai karena ritme kerja, baik pasokan tebu maupun operasional pabrik sudah stabil,” kata Dicky.

Dua industri gula PTPN VII pada musim giling 2021 ini memasang target produksi 101 ribu ton gula kristal. Secara nominal, dari gula yang diproduksi akan menyumbang keuntungan Rp112 miliar. (Rls/KN)

06/04/21

Lapas Kelas IIB Muara Dua Adakan Razia

Lapas Kelas IIB Muara Dua Adakan Razia


MUARA DUA - Dalam rangka memperingati HUT Pemasyarakatan ke 57, Jajaran Lapas kelas IIB dibantu dengan perwira dan diback up oleh puluhan anggota polres oku selatan lakukan razia terhadap penghuni warga binaan di lingkungan Lapas. Dengan menerjunkan sebanyak 80 personel yang terdiri dari 30 petugas lapas dan dibantu sebanyak 50 personel dari satuan Polres OKU Selatan, Selasa (6/4/2021).


Kalapas kelas IIB Muara Dua OKU Selatan Sumsel, Surahmat, Am.d.IP., S.Sos didampingi Kabag Ops. Polres OKU Selatan Akp. Hardan memimpin langsung razia terhadap warga binaan di Lapas tersebut.


Pantauan awak media, Razia dimulai pukul 11.00 s.d 12.00 Wib, petugas menyisir dan menggeledah tiap-tiap blok yang dihuni warga binaan. Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menyita beberapa macam barang yang dilarang masuk ke dalam lapas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban bagi penghuni lapas.


Kalapas kelas IIB Muara dua OKU Selatan Surahmat, Am.d.IP., S.Sos menjelaskan, razia tersebut dalam rangka HUT Pemasyarakatan ke-57, dimana razia itu dilakukan secara serentak di 18 kantor wilayah yang berlangsung pada tanggal 5-6 April 2021, yang bertujuan menjaga komitmen untuk menciptakan pemasyarakatan maju, yaitu dengan deteksi dini memberantas narkoba untuk menciptakan sinergitas APH (aparat penegak hukum), jelas Kalapas. 


Ada beberapa barang yang ditemukan pada saat razia diantaranya sendok, garpu, potong kuku, sikat gigi, kaca, jarum, dan alat kosmetik berupa bedak. Ketika ditanya apakah akan ada sanksi yang akan diterapkan bagi penghuni lapas yang kedapatan membawa barang yang dilarang, kalapas menjawab pihaknya akan berikan sangsi  berupa teguran terlebih dahulu.


Usai menggelar razia Kalapas Kelas IIB Muara Dua, OKU Selatan menambahkan, "kami membuka pintu selebar - lebarnya kepada masyarakat bila ada laporan - laporan yang tidak sesuai dari lapas atau melanggar ketentuan yang seharusnya. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada satuan Polres OKU Selatan yang sudah membantu kami dalam razia kali ini, sehingga kegiatan  berjalan aman, tertib dan terkendali," pungkas Kalapas. (YL/KN)

30/03/21

Andie Dinialdi Anggota DPRD Provinsi Sumsel Gelar Reses

Andie Dinialdi Anggota DPRD Provinsi Sumsel Gelar Reses


Sumatera Selatan - Reses merupakan cara komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala,hal ini merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses.


Sementara masa reses merupakan masa dimana para Anggota Dewan bekerja di luar gedung DPRD,untuk menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing. Pelaksanaan tugas Anggota Dewan di dapil dalam rangka menjaring, menampung aspirasi konstituen.


Tujuan reses adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapilnya sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam  pemerintahan.



Istilah reses di Indonesia lazim dikenal di DPR-RI, sedang bagi DPRD reses mulai diterapkan dan didasarkan pada PP No. 25 Tahun 2004, dalam PP tersebut mencantumkan istilah reses. Meski reses itu masa istirahat, selama masa itu para anggota DPRD tetap melaksanakan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat diluar gedung DPRD. Sedangkan didalam PP No. 1 Tahun 2001 tidak ditemukan istilah reses. Istilah reses ini terdapat dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 162 Tahun 2004 


Anggota DPRD secara perorangan atau kelompok wajib membuat laporan tertulis atas hasil pelaksanaan tugasnya pada masa reses sebagaimana ketentuan Pasal 64 ayat (6) PP No 16 Tahun 2010, kemudian disampaikan kepada pimpinan DPRD dalam rapat Paripurna.


Sedangkan untuk biaya kegiatan reses didukung pada belanja penunjang kegiatan pada Sekretariat DPRD. Dana yang tersedia pada penunjang kegiatan reses pada prinsipnya adalah untuk dipertanggungjawabkan, bukan hanya untuk dilaksanakan apalagi untuk dihabiskan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan yang didukung dengan bukti-bukti pengeluaran yang lengkap dan sah. Pengeluaran biaya hanya dapat digunakan untuk tujuan sebagaimana yang tersedia dalam anggaran Sekretariat DPRD. Di luar hal tersebut dapat dikategorikan menyalahi anggaran sebagaimana ketentuan Pasal 53 dan 61 PP No 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.



Demikian yang dilakukan anggota dewan provinsi sumatera selatan dapil 5 Andie Dinialdi. Dalam masa reses ke 1 perseorangan yang diagendakan mulai tanggal 22 hingga  tanggal 29 maret 2021, Bung Andie Gondang sapaan akrabnya mengunjungi kegiatan kerja ke kabupaten Oku dan kabupaten Oku selatan.


Pada Minggu (28/3/2021) Andie mengagendakan kunjungan/ reses di kecamatan buay rawan dan didesa Kota Way kecamatan Buay Pemaca,diisi dengan acara ramah-tamah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat dan pembagian sembako kepada masyarakat yang sempat hadir.


Masih ditempat yang sama setelah giat reses selesai, bung Andie yang juga mantan Ketua Karang Taruna OKU Selatan priode tahun 2015-2020  ini,melanjutkan giat kelapangan yaitu melihat pembangunan talud atau beronjong penahan banjir yang merupakan wujud aspirasinya untuk anggaran tahun 2020 yang lalu.


Dihari yang berbeda, Senin (29/03/2021), Anggota DPRD Provinsi Sumsel itu kembali melanjutkan kegiatan resesnya di desa pilla kecamatan warkuk ranau selatan,bung Andie memberikan puluhan bungkus sembako kepada masyarakat yang hadir.


Dalam pidatonya ditegaskan bahwa kehadirannya tersebut dalam rangka kegiatan reses yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang bukan hanya di bidang infrastruktur saja,bila ada keinginan,kebutuhan dan keluhan dari masyarakat misalkan dibidang pendidikan dan kesehatan tolong sampaikan ke kami.


"Nanti aspirasi tersebut akan kami tuangkan berupa laporan kepada gubernur melalui rapat paripurna, mudah-mudahan apa yang diusulkan, salah satunya nanti bisa di akamodir." Jelasnya panjang lebar.


Sementara itu kades Desa Pilla Reza Fahlevi menyambut baik kedatangan anggota dewan provinsi tersebut,Kades Reza  mengusulkan untuk pembangunan Semenisasi jalan lingkar desa yang juga sebagai penunjang jalan wisata.

"Terimakasih pak dewan sudah berkenan hadir didesa kami,kiranya proposal untuk semenisasi jalan lingkar desa yang kami usulkan bisa diwujudkan " tutup Kades Reza mewakili masyarakatnya.


( YL/SA)