8/29/19

Mantul! Mahasiswi Unila Ini Juara Pencak Silat Tingkat Internasional

Loading...

Mantul! Mahasiswi Unila Ini Juara Pencak Silat Tingkat Internasional



Mantap betul, Fatimah, Mahasiswa Fakultas Hukum UNILA ini berhasil mengharumkan nama Lampung di tingkat Internasional bidang Kejuaraan Pencak Silat.
.
.
Gadis 21 Tahun ini, berhasil membawa 2 medali emas sekaligus dalam ajang Kejuaraan Paku Bumi Open Championship VII Tingkat Asia Eropa yang diselenggarakan di kota kembang, Bandung Jawa Barat pada tanggal 23 s.d 25 Agustus 2019.
.
.
Wanita yang tergabung dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate UNILA ini sudah banyak memperoleh juara diberbagai ajang bergengsi diantaranya yakni Juara 3 tunggal putri kejuaraan Internasional PSHT di UNS Solo tahun 2018, Juara 1 tunggal Krida Nasional PSHT CUP Madiun Jawa Timur 2018, Juara 1 beregu putri pada kejuaraan Internasional – Nasional Bappeda Open 2018, Juara 1 kelas A putri kejuaraan Nasional Lampung Champion 2019, Juara 1 tunggal putri, Juara 1 kelas A putri pada kejuaraan Internasional Paku Bumi Open yang diselenggarakan di Bandung 2019, dan sederetan prestasi lainnya ditingkat regional.
.
.
"Juara hanyalah saat kita berada di podium, setelah itu kita bukanlah juara dan jangan pernah takut dengan lawan yang hebat akan tetapi waspadalah terhadap lawan yang rajin berlatih"Katanya kepada infokyai, Rabu (28/8/2019) saat menceritakan pengalamannya.
.
.
Menjadi seorang juara tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada usaha keras yang harus ia jalani, ada harga yang harus ia bayar, dan ada hal yang harus ia korbankan dalam sebuah proses.
.
.
"Seorang pemenang sejati tak pernah lahir dengan cara instan, setiap sore ia harus disiplin latihan bersama rekan dan pelatihnya."Ujarnya
.
.
Pesilat asal Tulang Bawang ini mulai bergabung mengawali prestasi sejak tahun 2010 masuk PSHT dan disahkan sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate tahun 2012, Putri dari pasangan ayah Dulhadi dan ibu Siti Aisyah ini.
.
.
"Bermimpilah setinggi langit jika terjatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang. Ingat, negara kita butuh generasi unggul bukan generasi banyak usul."Tuturnya (puji)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.