Berita Terbaru

8/23/19

Potensi Daerah Siap Tampil Dalam Acara "Indosiar Goes To Lampung"

Potensi Daerah Siap Tampil Dalam Acara "Indosiar Goes To Lampung"


BANDAR LAMPUNG -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membawa potensi yang dimiliki Provinsi Lampung untuk tampil dalam acara televisi nasional bertajuk "Indosiar Goes To Lampung" yang rencananya ditayangkan bulan September 2019 mendatang.

Hal itu terungkap dalam audiensi Tim Indosiar Entertainment Produksi (IEP) dengan Gubernur Arinal, di Ruang Kerja Gubernur Kamis, (22/8/2019).

Dalam audiensi itu, selain potensi Lampung, Arinal juga ingin acara tersebut menonjolkan kebhinekaan yang dipadu dengan kearifan lokal.

“Saya berharap gelaran acara musiknya nanti dapat meningkatkan persatuan dan rasa persaudaraan masyarakat Lampung, dan untuk konten acara saya harap menggunakan kearifan lokal seperti menggunakan pakaian dengan motif batik Lampung, mengenalkan keanekaragaman kekayaan kuliner dan tentu saja kita akan tunjukkan tempat – tempat yang indah untuk di kunjungi di Lampung," jelas Gubernur.

Gubernur Arinal menyambut baik niat Indosiar yang mensinergikan program – program favorit Indosiar dengan budaya dan pariwisata Lampung. Sebab, selama ini Lampung dinilai sebagai Provinsi yang potensial dan dipilih sebagai kota pertama rangkaian acara Semarak Indosiar, yang bakal digelar di lima kota di Sumatera.  

Menurut Arinal, Lampung terdiri dari berbagai suku bangsa dan latar belakang yang heterogen, namun telah terbiasa berinteraksi dan hidup secara berdampingan penuh toleransi. Lampung juga memiliki keanekaragaman kekayaan budaya dan kuliner.

Gubernur berharap Tim IEP dapat bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait gelaran tersebut. Sebab, akan melibatkan masyarakat secara luas, mengedukasi, menghibur, dan mengangkat kearifan lokal.

Sementara itu, Dept Head Operation IEP Egge DP Yulianto menyampaikan rangkaian acara "Indosiar Goes To Lampung" pada bulan September 2019 akan di gelar selama sepekan di berbagai lokasi di Lampung.

Rangkaian acara akan menghadirkan program acara seperti Cooking Master yang menyajikan kuliner khas Lampung dengan melibatkan elemen masyarakat dan Forkopimda Provinsi Lampung. kemudian akan diadakan Kompetisi dangdut terbesar mencari duta Provinsi yang untuk berlaga secara nasional.

“Indosiar Goes to Lampung akan kita kemas menjadi gelaran seni dengan tema seni menyatukan, kemudian kita juga akan mengeksplor kuliner, budaya dan wisata di Lampung,” papar Egge.

Dilanjutkannya, Potensi Pariwisata Lampung  belakangan ini makin familiar, di tunjang dengan kemajuan Infrastruktur yang telah di bangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung, seperti adanya jalan tol dan Dermaga Eksekutif Bakauheni. Hal ini  menjadikan Lampung sebagai destinasi kunjungan wisata yang makin diminati.

“Lampung saat ini makin di kenal, selain Bali, seperti pantainya, pulaunya dan beragam tujuan wisatanya, di antaranya Pahawang, Kiluan dan Way Kambas yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain itu, Lampung mudah diakses transportasi yang membuat jarak antara Lampung – Jakarta terasa makin dekat," kata Egge DP Yulianto.

Disampaikan Egge, gelaran ini akan disemarakkan dengan kehadiran artis-artis ibu kota seperti Raja Dangdut Rhoma Irama, Abdel, Jarwo, Inul Daratista, Limbad, Mansyur S, Nita Thalia, Sodiq, Tasya Rosmala, Fildan, Lesty, Duo Intan, Ramzi, Rita Sugiarto, Soneta Grup, Nassar, Janita Janet, Erie Suzan, dan sederet artis jebolan pencari bakat Indosiar lainnya.

Hadir dalam audiensi tersebut Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Asisten Ekbang Taufik Hidayat, Kadis Pariwisata Qodratul Ikhwan, Head Management Production IEP Henry Bayuaji, Marcomm IEP Bambang dan Vocalist Hijau Daun Dide. (Rls)
Tinjau Lokasi Kebakaran, Ini Pesan Yang Disampaikan Dendi

Tinjau Lokasi Kebakaran, Ini Pesan Yang Disampaikan Dendi


Pesawaran, (Lampung) - Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona K. ST Meninjau kebakaran Warga Dusun 6  Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Kamis, (22/8/2019).

Kejadian kebakaran yang menimpa rumah Arifin terjadi sekitar pukul 09.30 Wib, belum diketahui secara pasti penyebab kejadian.

Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakatnya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona disela-sela waktu kedinasannya, beliau menyempatkan diri meninjau langsung korban kebakaran Ali Arifin (60) yang rumahnya ludes terbakar. 

Dendi mengatakan turut berduka atas kejadian ini, dan meminta warganya agar musibah ini harus dimaknai sebagai cobaan bagi korban untuk terus bangkit dan semangat dalam menjalankan kehidupan selanjutnya pasca kebakaran ini.

"Saya turut prihatin dan berharap agar kelurga korban dapat bangkit, Semoga Bapak Ali Arifin dan Keluarga selalu diberikan Berkah oleh Allah SWT," ucap Dendi.

Kepada seluruh masyarakat juga diminta terus waspada di dalam menjaga kondisi rumah.

“Saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta bergotong royong dalam meringankan beban korban, khususnya dalam menghadapi kondisi sulit saat ini, baik dengan memberikan semangat, berdoa maupun bantuan materil,” kata Bupati.

Setelah itu Dendi Ramadhona menyerahkan bantuan kepada korban banjir agar dapat membantu meringankan beban korban kebakaran.

(Suprihadi)

8/22/19

Pemkab Tulangbawang Tingkatkan Kinerja Sistem Teknologi Informasi PTSP-MPP

Pemkab Tulangbawang Tingkatkan Kinerja Sistem Teknologi Informasi PTSP-MPP

Tulangbawang-KN
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam kepengurusan perizinan dan non perizinan pada penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tulangbawang. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang terus melakukan penyempurnaan sistem dengan penerapan E-signature pada aplikasi sicantik cloud yang sinergi dengan aplikasi OSS.

Penerbitan Sertifikat E-signature tersebut diawali dengan koordinasi yang dilakukan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dra. Lusiana M.AP ke Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi (BJIK) pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan, Kamis, (22/08). 

"Untuk diketahui, Kabupaten Tulangbawang merupakan Daerah pertama dan satu-satunya di Provinsi Lampung yang menerapkan sistem digital E-signature. Dengan penggunaan aplikasi ini bisa mempercepat penerbitan izin, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat lebih cepat karena Pejabat berwenang dapat melakukan penandatanganan izin walaupun berada diluar ruang kerjanya," jelas Dra. Lusiana M.AP.

Tentunya, lanjut Kepala DPM-PTSP Kabupaten Tulangbawang, terobosan yang dilakukan ini, sangat sejalan dengan 25 program unggulan pro-rakyat, tentang pelayanan publik yang menjadi komitmen Bupati Tulangbawang, Hj. Winarti, S.E., M.H, untuk mewujudkannya.

"Nantinya, Pejabat yang menandatangi izin dan non izin, dapat melaksanakan tugasnya dengan cepat dan akurat, walaupun sedang berada di luar ruang kerja," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, mekanismenya adalah Pejabat berwenang cukup menandatangani izin atau approval (pengesahan) pada menu di komputer atau smart phone. Maka tandatangan tersebut akan secara langsung tercetak pada dokumen izin.

"Sehingga, mereka tidak perlu lagi membubuhkan tandatangannya berulang-ulang pada dokumen izin yang akan diterbitkan," terangnya.

Dra. Lusiana M.AP juga memastikan, aplikasi E-signature merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang, dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan pemanfaatan sistem teknologi informasi untuk memberikan ketepatan waktu, kecepatan, dan kemudahan dalam penyelenggaraan PTSP di MPP Bergerak Melayani Warga (BMW) Tulangbawang.
(Novan)
DPD KPK Tipikor Bandar Lampung Tandatangani Fakta Integritas

DPD KPK Tipikor Bandar Lampung Tandatangani Fakta Integritas


Lampung - Dalam momentum pelantikan pengurus dan Rapat Kerja (Raker) Dewan Pengurus Wilayah Komisi Pengawas Korupsi (DPW-KPK) TIPIKOR Lampung yang dinahkodai Dr. Abdurrahman Sarbini yang biasa dipanggil papi mance, Dewan Pengurus Daerah KPK TIPIKOR Kota Bandar Lampung tandatangani Fakta Integritas, Kamis (22/8/2019).

Hermawan, selaku ketua DPD KPK TIPIKOR Bandar Lampung menuturkan bahwa prosesi hari ini adalah pengukuhan atau pelantikan DPW dan DPD se Provinsi Lampung serta rakerda oleh DPP KPK TIPIKOR. pengukuhan tersebut langsung dipimpin oleh ketua DPP KPK TIPIKOR Bapak Dr. Marwan yang didampingi sekjen serta beberapa DPW KPK TIPIKOR hadir diantaranya DPW KPK TIPIKOR Papua, Maluku, dan segenap anggota.

Pada momentum tersebut seluruh jajaran baik DPW dan DPD KPK TIPIKOR se Provinsi Lampung menandatangani fakta integritas dalam hal pencegahan dan pengawasan tindak pidana korupsi yang marak terjadi dinegara ini.

Masih menurut Hermawan advokat muda yang juga ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Lampung ini, setelah pelantikan lalu raker yang diisi oleh pembicara dari KRIMSUS POLDA Lampung.

"Komitmen kita dengan hadirnya KPK TIPIKOR Bandar Lampung ini adalah sebuah ikhtiar kita untuk memantau, mengawasi dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi oleh penyelenggara dan swasta khususnya di kota Bandar Lampung.

Selain itu, sesuai arahan dari DPW maka kita DPD KPK kota Bandar Lampung dengan waktu yang tidak lama membentuk kepengurusan sampai tingkat kecamatan dan segera membangun sinergitas dengan pihak-pihak yang berwenang dalam rangka memajukan kota Bandar Lampung bersih adil dalam kemakmuran tanpa korupsi. sambung pembina Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat (YLHBR) Advokat Bela Rakyat (ABR) itu.

"KPK TIPIKOR Kota Bandar Lampung berupaya terdepan dalam hal pencegahan serta mendorong penyelenggaraan pemerintah kota Bandar Lampung bersih dari KKN, untuk itu kita juga akan bersilturahmi dan membuat komitment bersama walikota Bandar Lampung. Ini perlu segera kita laksanakan di hari-hari mendatang, tutupnya. (Red)

8/21/19

Apes Hindari Lobang, Pengendara Roda Dua Tabrak Pedagang Nasi Uduk

Apes Hindari Lobang, Pengendara Roda Dua Tabrak Pedagang Nasi Uduk

Metro-KN
Karena kaget, sepasang remaja hindari jalan berlobang di Jalan Budi Utomo, Metro Barat, Kota Metro, Rabu pagi, (21/08/2019), sekira pukul 08.30 WIB.

Saat kejadian, MJ (nama inisial) pengendara sepeda motor jenis Honda Revo, menjelaskan kepada Wartawan Konkritnews, sepasang kekasih ini ingin pulang ke Lampung Timur dari arah Metro Kibang, Lampung Timur tepatnya di Jalan Budi Utomo Kota Metro, ingin menyalip kendaraan roda empat, dan saat sedang menyalip mereka kaget dikarenakan ada lobang.

"Sepeda motor saya oleng dan tak bisa dikendalikan, dan akhirnya aku tumburlah etalase pedagang nasi uduk itu." Jelas MJ (nama inisial) menerangkan kronologi kejadian kecelakaan. 

Kejadian Laka Lantas ini tidak ada korban jiwa, hanya MJ (nama inisial) yang luka lecet di bagian telapak tangan menahan benturan motor di aspal dan kakinya rada pincang meringis kesakitan.

MJ (nama inisial) berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, "Jalan Budi Utomo, Kota Metro, agar segera diperbaiki minimal tambal sulam supaya tidak ada lagi kejadian seperti saya ini, biar hal ini jadi perhatian Pemerintah Kota Metro dan Penertiban Pedagang di pinggir jalan." Harap MJ. 
(Samidi) 
Miris, Hanya Uang Transport Yang Akan Diterima Pemain dan Pelatih Lampung FC

Miris, Hanya Uang Transport Yang Akan Diterima Pemain dan Pelatih Lampung FC


Bandar Lampung - Tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan para Pemain dan Pelatih Lampung FC, kerja keras dan pengorbanan waktu mereka seolah tidak dihargai oleh para elit manager atau pengurus salah satu Tim sepak bola kebanggan Lampung yang saat ini mengikuti kompetisi Liga 3.

Zulkifli Anwar selaku pelatih Lampung FC asal Padang sangat mengeluhkan carut marutnya management skuad Lampung FC itu. Dirinya mengaku tidak ada kejelasan yang diberikan oleh management kepada pelatih dan para pemain Lampung FC.

Menurut pelatih yang berdarah Minang itu, dirinya bersama skuad anak asuhnya di Lampung FC sampai saat ini belum pernah mendapatkan gaji atau honor sesuai dengan yang dijanjikan oleh pihak management Lampung FC.

"Kita sudah bekerja keras dengan Lampung FC, Bahakan laga terbesar kami sudah pernah melawan Timnas U-23 dengan skor akhir 0-2. Hal itu adalah bentuk prestasi buat skuad Lampung FC namun berbanding terbalik dengan apa yang kami dapatkan," papar Zulkifli Anwar saat di wawancarai awak media, Selasa (20/8/2019).

Sambung Zul, hari ini harusnya kami bermain melawan tim sepak bola Bina Muda di stadion Pahoman Bandar Lampung, namun para pemian mogok bermain karena tidak adanya kepastian tentang honor mereka selama ini.

"Saya kasian melihat anak-anak asuh seperti sapi perah yang hanya dimanfaatkan talenta dan tenaganya namun sampai saat ini tidak ada apresiasi ataupun imbalan berbentuk honor yang diberikan oleh pihak management Lampung FC. Saya sudah malang melintang menjadi pelatih di Indonesia, tetapi baru kali ini kami mendapat perlakuan buruk. Kita tahu dalam sepak bola banyak mafianya, namun saya berharap Lampung FC tidak seperti itu," paparnya.

Ditambahkan Zulkifli, dirinya meminta Ketua Umum Lampung FC, Eva Dwiana merespon cepat apa yang menjadi persoalan tersebut sehingga para pemain Lampung FC kembali bersemangat dan tidak ada lagi aksi mogok bermain.

Tidak hanya itu, sejak awal pun skuad Tim Lampung FC merasa ganjal, dengan menghuni mes yang tidak layak dan makanan yang tidak sesuai standar atlit.

"Kami disini seperti ikan teri dikumpulkan begitu saja di sebuah rumah yang dijadikan mes. Makan seadanya tidak ada standar makanan atlit, kasian anak-anak ini butuh perhatian serius dari pemilik Tim Lampung FC," pungkasnya.

Disisi lain, penanggungjawab Lampung FC, Faisal Yusuf, saat dikonfirmasi melalu telepon selulernya mengatakan pihaknya akan bertanggungjawab atas adanya persoalan tersebut.

"Saya selaku penanggungjawab Lampung FC akan segera menyelesaikan apa yang menjadi keluhan dari pelatih dan para pemain Lampung FC. Terkait gaji atau honor itu memang tidak ada, kita ini ada di liga amatir, jadi tidak ada kontrak bagi para pemain dan pelatih yang ada itu uang transport. Saya juga sudah pernah memberikan uang transport memang jumlahnya belum sesuai," ungkap Faisal.

Faisal juga mengatakan bahwa kompetisi Liga 3 masih belum berakhir, dan pihaknya berjanji akan menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab management Lampung FC terhadap para pemain dan pelatih. (Putra)

8/20/19

Monitoring Dan Evaluasi Kegiatan Padat Karya Tunai Desa Way Lunik

Monitoring Dan Evaluasi Kegiatan Padat Karya Tunai Desa Way Lunik


Lampung Utara - Dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan padat karya tunai di desa Way Lunik yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) anggaran tahun 2019. Saat ini, Selasa (20/08/2019) tim monitoring dan evaluasi kegiatan padat karya tunai dari kecamatan abung selatan kabupaten Lampung Utara yang diwakili oleh seketaris camat (sekcam) Anom Sauni berserta timnya turun langsung kelapangan menuju lokasi pembangunan di desa tersebut, yang didampingi langsung oleh kepala desa Marestri, berserta babinsa Sertu Basri dan babinkantipmas Bripka Eko Erdiansyah.

Setelah sampai ditempat lokasi pembangunan terlihat para pekerja sedang beraktifitas dalam mengerjakan pembuatan Drainase tipe 50/50 dengan tujuan volume 979M didusun 1.2.3.4, dan disela-sela pengontrolan pembangunan tersebut, Anom sauni selaku seketaris camat (sekcam) kecamatan Abung Selatan yang melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan padat karya tunai bersama time menyampaikan kepada media Konkritnews bahwa tujuan monitoring kegiatan tersebut
tentunya mengharapkan pembangunan yang lebih berkualitas dikarnakan yang mengerjakanya masyarakat setempat.

Apabila masyarakat setempat yang mengerjakannya, mereka akan merasa memiliki, sehingga hasilnyapun akan berkualitas dan juga apabila masyarakat setempat yang mengerjakannya akan dapat menambah penghasilan serta meningkatkan kesejahtraan masyarakat desa itu, ungkapnya.

Sambung kepala desa Way Lunik Marestri, menambahkan bahwa dirinya dalam melaksanakan pembangunan desa Way Lunik akan benar-benar perhatikan pelaksanaan pekerjanya hingga bangunan tersebut dapat sesuai dengan yang diharapkan.

Begitupun dengan ketua Badan Permusayawarah Desa (BPD) Sumardi terlihat ikut andil dalam pemantauan pembangunan desa itu dengan melihat kehadirannya dalam pelaksanaan monitoring. (Joni)
Pererat Sinergitas Polri Dan Wartawan, Waka Polres dan PWI Lampung Barat Bersilaturahmi

Pererat Sinergitas Polri Dan Wartawan, Waka Polres dan PWI Lampung Barat Bersilaturahmi


Lampung Barat - Waka Polres Lampung Barat Kompol Vicky Dzulkarnain melaksanakan pertemuan dengan PWI Lampung Barat, Selasa (20/08/2019).

Vicky Andreas Fiqrulloh selaku ketua PWI Lampung Barat serta jajaran Pengurus PWI dan turut hadir dalam silaturahmi tersebut Kabag Kesra Pemkab Lampung Barat Syafaruddin.

Perbincangan sangat akrab terlihat saat Waka Polres dan ketua PWI serta Kabag Kesra bertemu, kegiatan ini di gelar merupakan wujud silaturrahmi awal dalam mempererat dan meningkatkan sinergitas antara Polri dan PWI.

Dalam kesempat itu waka polres Kompol Vicky menyampaikan pertemuan pertama ini saya selaku waka polres lambar baru, ingin mengajak bagaimana kita bisa silaturahmi dan hubungan yang baik. 

Adapun moto saya bagai mana kita mencari sejuta kawan dan bisa bekerja sama dalam segi apapun, sehingga keagraban dan persaudara terus solid"Terang waka.

Sementara Ketua PWI Lampung Barat Viki mengucapkan Terimakasih atas undanganya yang telah meluangkan waktu untuk silaturahmi dengan PWI Kita support dan dukung langkah-langkah waka Polres dan selama ini juga hubungan polres dengan PWI sangat baik dan  Kita support serta dukung langkah-langkah waka Polres dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. (*)
Seperti Sapi Perah, Skuad Lampung FC Tak Digaji

Seperti Sapi Perah, Skuad Lampung FC Tak Digaji

Zulkifli Anwar, Pelatih Lampung FC

Bandar Lampung - Tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan para Pemain dan Pelatih Lampung FC, kerja keras dan pengorbanan waktu mereka seolah tidak dihargai oleh para elit manager atau pengurus salah satu Tim sepak bola kebanggan Lampung yang saat ini mengikuti kompetisi Liga 3. 

Zulkifli Anwar selaku pelatih Lampung FC asal Padang itu sangat mengeluhkan carut marutnya management skuad Lampung FC. Dirinya mengaku tidak ada kejelasan yang diberikan oleh management kepada pelatih dan para pemain Lampung FC. 

Menurut pelatih yang berdarah Minang itu, dirinya bersama skuad anak asuhnya di Lampung FC sampai saat ini belum pernah mendapatkan gaji atau honor sesuai dengan yang dijanjikan oleh pihak  management Lampung FC.

"Kita sudah bekerja keras dengan Lampung FC, Bahakan laga terbesar kami sudah pernah melawan Timnas U-23 dengan skor akhir 0-2. Hal itu adalah bentuk prestasi buat skuad Lampung FC namun berbanding terbalik dengan apa yang kami dapatkan," papar Zulkifli Anwar saat di wawancarai awak media, Selasa (20/8/2019). 

Sambung Zul, hari ini harusnya kami bermain melawan tim sepak bola Bina Muda di stadion Pahoman Bandar Lampung, namun para pemian mogok bermain karena tidak adanya kepastian tentang honor mereka selama ini. 

"Saya kasian melihat anak-anak asuh seperti sapi perah yang hanya dimanfaatkan talenta dan tenaganya namun sampai saat ini tidak ada apresiasi ataupun imbalan berbentuk honor yang diberikan oleh pihak management Lampung FC. Saya sudah malang melintang menjadi pelatih di Indonesia, tetapi baru kali ini kami mendapat perlakuan buruk. Kita tahu dalam sepak bola banyak mafianya, namun saya berharap Lampung FC tidak seperti itu," paparnya. 

Ditambahkan Zulkifli, dirinya meminta Ketua Umum Lampung FC, Eva Dwiana merespon cepat apa yang menjadi persoalan tersebut sehingga para pemain Lampung FC kembali bersemangat dan tidak ada lagi aksi mogok bermain. 

Tidak hanya itu, sejak awal pun skuad Tim Lampung FC merasa ganjal, dengan menghuni mes yang tidak layak dan makanan yang tidak sesuai standar atlit. 

"Kami disini seperti ikan teri dikumpulkan begitu saja di sebuah rumah yang dijadikan mes. Makan seadanya tidak ada standar makanan atlit, kasian anak-anak ini butuh perhatian serius dari pemilik Tim Lampung FC," pungkasnya. (Putra)
Puncak Mas Mencari Bakat, Yok Ramaikan

Puncak Mas Mencari Bakat, Yok Ramaikan


Bandar Lampung - Hai Muli Mekhanai Lampung yang berbakat !!! Tabik pun...
Sebentar lagi bakal ada event yang kece banget lho.. yakni *PUNCAK MAS MENCARI BAKAT* yang akan di laksanakan pada tanggal 6 dan 7 September 2019 .
.
Di acara keren ini akan ada kompetisi *Modeling, Cover Dance dan Solo Song*..
.
Syarat dan ketentuan nya..
Untuk kompetisi Solo Song :
- Menyanyikan 1 Lagu (Bebas)
- peserta membawa Minus One sendiri
.
Kompetisi Cover Dance :
- Grup / Personal
- Peserta Wajib Membawa Minus One

Kompetisi Modeling :
- Tema Casual Colorfull
.
Untuk registrasi nya hanya dengan Rp.100.000 (semua kompetisi) Woooww....
.
Dan Kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa :
- Uang Tunai
- Voucher
- Goodie Bag
- Paket menginap di pulau Tegal Mas
- Piala (1,2,3)
- Sertifikat
.
Ayo Jangan sia-siakan kesempatan emas ini.. Tunjukan bakat mu dan jadilah bintang..!!
.
.
Info lebih lanjut hubungi :
- Rudi ( 0822 7984 3005 )
- Anita ( 0898 9180 488)

Terima Audiensi, Staf Ahli Gubernur Lampung Malah Kucilkan BOPI

Terima Audiensi, Staf Ahli Gubernur Lampung Malah Kucilkan BOPI

Indrawansyah, Anggota Bidang Pertandingan UTIPRO Lampung

Bandar Lampung - Universal Tekwondo Indonesia Profesional (UTIPRO) Lampung kecewa atas statmen Hanibal selaku staf ahli Gubernur Lampung yang mengungkap bahwa Undang-undang itu tidak selalu benar. 

Bermula saat UTIPRO melakukan audiensi dengan Gubernur Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh Hanibal selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, UTIPRO yang diterima diruang kerja Staf Ahli tersebut pada Selasa (20/8/2019), memaparkan maksud dan tujuan kedatangannya. 

Dalam kesempatan itu, Indrawansyah selaku anggota bidang pertandingan UTIPRO memaparkan tentang keinginan pihaknya melibatkan Gubernur Lampung sebagai pelindung dalam gelaran Kejuaraan Nasional Taekwondo Lampung Open II Piala Menpora, dan ingin membentuk Bandan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Lampung. 

Dikatakan Indrawansyah kepada media, bahwa Hanibal, staf ahli Gubernur Lampung bidang kemasyarakatan dan SDM tersebut mendukung akan diadakannya Kejurnas Taekwondo Lampung Open II Piala Menpora tersebut. Namun untuk pembentukan BOPI, Hanibal menolak mentah-mentah karena menurutnya Undang-undang tidak selalu bener. 

Meskipun diterangkan oleh Indrawansyah, bahwa pembentukan BOPI sah dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0009 Tahun 2015 tentang kedudukan, fungsi, tugas, dan susunan organisasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Dalam BAB V, BOPI Provisini dan Representasi, menyebutkan bahwa BOPI dapat membentuk BOPI Provinsi.

Diterangkan Indrawansyah, Bahwa BOPI Provinsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat terbentuk apabila adanya permohonan dari Gubernur, instensitas kegiatan olahraga profesional di provinsi yang bersangkutan dinilai sudah memerlukan pengawasan dan pengendalian dan/atau adanya permintaan dari pengurus organisasi olahraga profesional di Provinsi. 

Meskipun sudah dipaparkan maksud tujuan agar gubernur Lampung dapat meminta untuk pembentukan BOPI, namun Hanibal staf ahli gubernur tersebut malah mengatakan tidak mungkin, dengan alasan BOPI itu organisasi kecil. Atas statmen itulah Indrawansyah dan rekan-rekannya yang hadir dengan niatan baik pada saat audiensi tersebut sangat merasa kecewa terhadap salah satu pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Lampung itu. 

Indrawansyah mengatakan bahwa sebagai staf ahli Gubernur, harusnya Hanibal tidak mengeluarkan statmen yang mengkerdilkan BOPI. 

"BOPI ini organisasi Nasional bukan abal-abal. Trek recordnya di tingkat Nasional sudah tidak diragukan lagi. Saya sangat menyangkan atas ungkapan yang dikeluarkan oleh staf ahli Gubernur Lampung itu," ucap Indrawansyah. 

Menurut Indrawansyah, selaku Pejabat harusnya Hanibal bisa bersikap bijak dalam mengeluarkan kata-kata dan dapat merangkul semua organisasi, bukan malah mengecilkan organisasi. 

"Saya selaku penggiat Olahraga Profesional sangat kecewa atas statmen dari Hanibal selaku staf Ahli Gubernur Lampung. Saat  Audensi  Hanibal terkesan Emosi dan  mengecilkan kami. Pejabat seharusnya dapat menampung dan menerima masukan-masukan dari masyarakat ini malah seolah tidak menghargai. Padahal saya selaku penggiat Olahraga Profesional yang dulunya bernaung di KONI Lampung tidak ada pembinaan serius, dan memutuskan untuk pindah ke BOPI. Dan pada saat kami jelaskan mengenai rencana mengusulkan membentuk BOPI, staf ahli malah tidak merespon baik, justru mengucilkan dan mengatakan tidak mungkin Gubernur mau menjadi ketua BOPI organisasi kecil.

Sambung Indrawansyah, pihaknya ingin memajukan olahraga Lampung, terlepas dari amatir atau profesional seharusnya jangan dipermasalahkan, dan harus tetap didukung karena setiap warna negara memiliki hak yang sama dalam mengembangkan olahraga. Namun dalam hal ini BOPI menjadi PR pemerintah Lampung untuk dapat  segera dibentuk.

"Kami merasa di Anak tirikan,  dan banyak atlet atlet kami yg memiliki kemampuan bersaing untuk mengharumkan Provinsi LAMPUNG TERCINTA namun terjegal dengan beberapa Oknum bahkan banyak atlet kami yang mengikuti event-event nasional maupun internasional dan saat ini di berdayakan menjadi PNS. Apakah kami selaku putra putri daerah dan anak anak bangsa harus diam  dan merelakan prestasi kami di jegal oleh perbedaan kepengurusan, apakah ini yg disebut kebhinekaan," ungkapnya.

Menurut Indrawansyah, kita bisa lihat perkembangan olahraga Lampung terpuruk, banyak atlet atlet Lampung yang berpotensi besar yang memiliki tiket mengharumkan nama Lampung justru pindah domisili untuk membawa nama provinsi lain di karenakan kurangnya pembinaan serius dari pengurus cabang olahraganya dan masih menggunakan unsur kedekatan dan diutamakan keluarga, baru bisa mengikuti kegiatan.

Dengan adanya Badan Olahraga Profesional, Indrawansyah ingin terlibat langsung dalam mengembangkan Olahraga di provinsi Lampung melalui BOPI tidak hanya Taekwondo tapi seluruh cabang olahraga yang lainnya.

"Waktunya yang muda berkarya, lupakan perbedaan satukan niat dan tujuan walaupun kita berbeda kepengurusan dengan tujuan membawa nama harum merah putih khususnya Lampung," tutupnya. (Red)