Berita Terbaru

2/24/20

2/23/20

KPU LAMPUNG Lakukan Supervisi  ke KPU Kabupaten Pesawaran

KPU LAMPUNG Lakukan Supervisi ke KPU Kabupaten Pesawaran


Pesawaran - KPU Provinsi Lampung melakukan supervisi dan monitoring ke KPU Kabupaten Pesawaran  (23/02/2020) terkait pelaksanaan penyerahan syarat dan persebaran dukungan calon perseorangan serta tahapan pemetaan TPS pilkada serentak tahun 2020. 

Agenda supervisi ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan teman-teman KPU Pesawaran menjalankan semua tahapan pilkada serentak 2020 secara baik dan matang baik dari sisi pemahaman regulasi maupun teknis pelaksanaan terutama tahapan penyerahan syarat dan persebaran dukungan pasangan calon perseorangan. 

KPU Provinsi Lampung meminta kepada KPU Kabupaten Pesawaran untuk benar-benar  memahami aturan dan mekanisme proses penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan,  bekerja sesuai tata prosedur yang sudah ditetapkan oleh KPU RI,  dan bekerja secara teliti, cermat dan transparan. Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga integritas dan profesionalitas kerja-kerja sebagai penyelenggara pemilu/pemilihan.

Selain itu, dalam tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, KPU Kabupaten Pesawaran untuk segera melakukan proses pemetaan TPS sejak dini untuk memudahkan kerja-kerja penyusunan daftar pemilih (formulir model A. KWK) sebagai bahan pencocokan dan penelitian (coklit) yang akan dilakukan oleh PPDP.  Harapannya KPU Pesawaran dapat menyuguhkan DPT yang lebih valid dan akurat kepada masyarakat di pilkada serentak 2020. 

Pilkada serentak tahun 2020 menjadi pertaruhan integritas dan profesionalitas kerja-kerja KPU  Kabupaten/Kota kepada masyarakat. (Red)
Karang Taruna Bina Remaja, Trisno Mulyo Adakan Donor Darah

Karang Taruna Bina Remaja, Trisno Mulyo Adakan Donor Darah

Lampung Timur|konkritnews.com
DPD JPKP Lampung Timur hadiri undangan Karang Taruna di Desa Trisno Mulyo, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, dilapangan Trisno Mulyo, Minggu, (23/02/2020).

Dalam acara tersebut, di hadiri Anggota Dewan, bang hendi, dari Partai Demokrat, terlihat hadir pula camat batanghari nuban, dan beberapa ASN.

Dalam sambutan Bupati yang di wakili oleh Drs. Rusdi menyampaikan beberapa program diantaranya pengobatan gratis. "Jangan sampai ada mayarakat Lampung Timur berobat yang bayar," ujarnya. 

Beliau pun meyambut hangat dengan acara karang taruna yang sangat positif dan ini baik, dan lagi saya minta dukungan atas program Bang ipul. 

Selanjutnya, acara di lanjut dengan donor darah dan lomba mengambar anak-anak tingkat SD dan TK beserta paud.

Beberapa masyarakat antusias dapat ikut daftar donor darah, salah satunya Ketua DPD JPKP Lampung Timur ikut menyumbangkan darah untuk masyarakat Lampung Timur yang membutuhkannya.
(Helmi/KN/Red)
APSI Lampung Resmi Buka Kejuaraan Taekwondo Cup

APSI Lampung Resmi Buka Kejuaraan Taekwondo Cup


Bandar Lampung --  Kejuaraan Liga Profesional Gatam Taekwondo Cup XXV  PIALA APSI  “Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia” Se-Lampung Tingkat Pelajar, Mahasiswa dan Senior Tahun 2020 resmi dibuka, Minggu (23/02/2020).

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum APSI Lampung Hermawan S.HI,.M.H,.CM.,SHEL, Ketua Umum Gatam Taekwondo Club Indrawansyah S.pd, Direktur Bhinneka Life Lampung Amrullah, Dewan Pembinan Gatam Club Dr. Raja Agung Kusuma Karakeboka serta seluruh jajaran Anggota APSI dan Karyawan Bhinneka Life Lampung.

Dalam laporan pertanggung jawabannya, Candra Veronika selaku ketua pelaksana melaporkan bahwa Liga Profesional Gatam Cup XXV Piala APSI diikuti oleh ratusan peserta.

"Saya selaku ketua pelaksana melaporkan, Kejuaraan Profesional Gatam Taekwondo Cup XXV Piala APSI diikuti 200 Peserta," Ujar Candra.


Indrawansyah selaku ketua Gatam Taekwondo Club dalam sambutannya mengatakan Kejuaraan APSI ke 1, merupakan agenda kegiatan dari Gatam Taekwondo Club Lampung.

"Liga Profesional ini merupakan agenda kegiatan Gatam Club,  untuk awal tahun ini kita memperebutkan Piala APSI ke 1. Setelah ini beberapa bulan kedepan akan ada Piala Pangeran, Piala Bhinneka Life, Piala Ryamizar mantan Menhan dan saya berharap semua peserta dapat terus aktif ikut disetiap ajang kejuaraan selanjutnya agar menjadi bekal bagi adik-adik untuk melanggang ke tingkat Nasional," ucap Indrawan.

Selain itu, Hermawan dalam sambutannya mengatakan Piala APSI ke 1 merupakan partisipasi dan apresiasi atas semangat Gatam Taekwondo yang selalu komitmen menempa atlet Taekwondo melalui ajang kejuaraan yang menjadi prioritas program kerja mereka.

Gatam Taekwondo Club kita ketahui sudah 25 kali mengadakan kejuaraan, tentunya kami apresiasi hal tersebut. maka dari itu kami ikut berpartisipasi untuk ikut mengadakan kejuaraan Taekwondo Piala APSI ke 1 dan saya berharap adik-adik peserta yang dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi dapat bertanding secara Profesional juga menjaga Sportifitas, karena adik-adik ini merupakan generasi bangsa kedepan nantinya.

Disela-sela sambutan, Hermawan juga turut mengapresiasi Bhinneka Life Lampung yang selalu komitmen mendukung disetiap kejuaraan Gatam Taekwondo Club dan diakhiri dengan  membuka secara simbolis pertandingan.

"Saya juga turut mengucapkan Apresiasi  kepada Bhineka Life yang selama ini selalu mensuport kejuaraan Gatam Taekwondo Club, dengan mengucapkan bismillahirrohmannirrohiim Piala APSI ke satu resmi saya buka," tutup Hermawan.

Opening Kejuaraan Liga Profesional Gatam Taekwondo Cup XXV Piala APSI ke 1 ditandai dengan tinjuan mematahkan papan oleh ketua Umum APSI Lampung Hermawan  yang menandai resmi dibukanya pertandingan yang merebutkan Piala APSI Lampung ke 1. (Red)
Bupati Tanggamus Siap Berikan Suport dan Dukungan Dalam Melestarikan Seni Budaya Lampung 'Cangget Bakha'

Bupati Tanggamus Siap Berikan Suport dan Dukungan Dalam Melestarikan Seni Budaya Lampung 'Cangget Bakha'

Tanggamus|konkritnews.com
Dalam rangka melestarikan seni budaya kegiatan Adat Seni Khik Budaya Lampung (Cangget Bakha), Bupati Tanggamus siap memberikan suport dan dukungannya, bagi Muli Mekhanai (Bujang Gadis) di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Minggu, (23/02/2020).

Di rangkaian Pecinta Budaya Indonesia Jaya, serta melestarikan budaya Lampung, Pemuda Pemudi, Pugung bersama Pemerintah dan sejumlah lembaga yang ada di Kecamatan Pugung menggelar ‘Cangget Bakha’ di halaman kantor Kecamatan Pugung, Sabtu malam, (22/02/2020), Sekira Pukul 20.30 Wib.

Turut hadir di kegiatan tersebut, Bupati Kabupaten Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M, Ketua Desranada Kabupaten Tanggamus, Ny. Nuraini Lubis, Ketua Ikatan Warga Adat Pepadun Tanggamus (IWAPTA) Juanto Muhajirin, S.E, Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Camat Pugung, Drs. Hardasyah, M.M, Koramil Pagelaran 05-0424/Tanggamus, Kapten Inf. Rahmad, Kapolsek Pugung, Ipda Okta Devi, S.H, Kepala Pekon/PJ se-Kecamatan Pugung, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tamu Undangan dan Muli-Mekhanai Pubian Pugung Bersatu Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

Acara Adat Seni Khik Budaya Lampung, yang dirangkai, Ulang tahun Pubian Pugung Bersatu (P2B), merupakan pelestarian sekaligus mengenalkan, melestarikan budaya Lampung, berupa 'Cangget Bakha', atau tarian pemuda pemudi yang di bawakan saat bulan purnama, atau setelah panen.

Di Kesempatan tersebut, Bupati Dewi Handajani pada sambutan nya siap memberikan suport dan dukungannya, dalam hal ini Pemerintahan Kabupaten Tanggamus yang ia pimpin.

"Saya Bupati Tanggamus siap memberikan dukungan dan suport, karena ini untuk melestarikan seni budaya Lampung yang ada di Kabupaten Tanggamus, saya sangat mengapresiasi serta mendukung kegiatan Muli Mekhanai Pubian Pugung Bersatu, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, serta teruslah untuk melestarikan Seni Budaya Adat Istiadat Lampung Pepadun yang ada di Kabupaten Tanggamus," harap Bupati Tanggamus yang biasa disapa Bunda Dewi.

Lanjutnya, "Pentas Seni Budaya Lampung Pepadun "Cangget Bakha" Muli Mekhanai Pubian Pugung Bersatu Kecamatan Pugung Kabupaten, merupakan salah satu kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus, semoga kegiatan Cangget Bakha, dapat diagendakan sebagai kegiatan tahunan, sebagai Destinasi Wisata Kebudayaan Adat Istiadat Lampung yang ada di Kabupaten Tanggamus," tutur beliau.
Acara ‘Cangget Bakha’ merupakan acara yang ditunggu para bujang dan gadis. Di acara ini, bujang-gadis diantar orang kampung dan disampaikan gelar masing-masing.

Artinya, muli-mekhanai (gadis dan bujang) adalah marwah sebuah desa. Kehormatan sebuah desa adalah menjaga muli-Mekhanai nya.

Adat menempatkan muli-mekhanai sangat tinggi, dalam kegiatan itu, para muli-mekhanai mengenakan pakaian pengantin adat Lampung. Pembawa acara juga menggunakan bahasa Lampung.

Disisi lain, Ketua Ikatan Warga Adat Pepadun Tanggamus, Hi. Juanto Muhajirin, yang juga sebagai penasehat di (P2B) ini, menyampaikan Insha Allah kedepan penyelenggaraan kegiatan muli-mekhanai di Kecamatan pugung dapat terlaksana dengan baik.

"Mohon maaf  kepada seluruh rekan-rekan dan seluruh tamu undangan, apa bila masih terdapat kesalahan-kesalahan yang di bawakan oleh adik adik kita pada malam hari ini, sebab baru pertama kali ini adik-adik kita mengadakan kegiatan seni budaya semacam ini, di Kecamatan pugung. Insha Allah kedepannya akan lebih baik lagi," ucapnya.

Saya, lanjut Juanto, "atas nama Ketua IWAPTA juga mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita yang ada di Kecamatan Pugung, atas partisipasi dan dukungannya sehingga dapat terlaksananya kegiatan seni budaya Cangget Bakha ini," ujarnya.

Ucapan rasa terima kasih juga Ia sampaikan, kepada adik-adik yang sudah mau mengembangkan, seni budaya adat lampung pepadun yang ada dikecamatan Pugung ini.
(Robi/KN/Red)
Event Kejuaraan Water Swiming dan Lanal Cup 1 tahun 2020

Event Kejuaraan Water Swiming dan Lanal Cup 1 tahun 2020

Pesawaran|konkritnews.com
Kejuaran Renang Laut di ikuti lebih kurang 418 peserta yang diadakan dipantai Klara Pangkalan TNI AL Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

Turut hadir dalam acara tersebut, Komandan Korem, Komandan Berigif Lanal Lampung, Polda Lampung, Dispora Provinsi Lampung, Bupati Pesawaran, Serta para peserta dari berbagai Kabupaten se-Provinsi Lampung, Sabtu, (22/02/2020)

Dalam sabutannya, Ketua PRSI Lampung, Ade Utami Ibnu, menyampaikan apresiasi kepada Danlanal, Letkol (Mar) Amrul Ardiyansyah, yang telah mengadakan Event Water Swiming yang baru pertama kalinya diadakan di Pangkalan TNI AL Lampung yang sudah membludak para pesertanya. Menurut Ade Utami, Event ini merupakan Event terbesar yang diikuti 418 peserta ini luar biasa sudah setara Nasional.

Kadispora Lampung yang mewakili Gubernur, Arinal Junaidi menyapaikan akan terus membantu kegiatan kegiatan Lanal Lampung dan PRSI Lampung untuk kedepan  dengan diadakan nya Even-even di bidang kejuaran renang di Pantai Klara sekaligus dapat mempromosikan tempat Wisata yang sangat indah aman dan nyaman, tempat anak bermain di tepian Pantai Klara yang nampak jelas terlihat pemisah dari yang dalam ke yang dangkalnya air di Pantai Klara Pangkalan TNI AL  Lampung.

Komandan Lanal, Letkol (Mar) Amrul Ardiansyah Mengucapkan terimakasih kepada PRSI Lampung, Basarnas, Bank Lampung, BNI, BRI dan Telkomsel yang telah bekerjasama dengan Korp Marinir mensukseskan Event Water Swiming ini sampai dengan puncak acara pembagian hadiah para pemenang kejuaran.

"Bagi peserta yang belum berhasil, teruslah berlatih sampai menjadi juara jangan menyerah dan bagi yang sudah juara tetap di pertahankan prestasi kalian, kami Lanal Lampung akan terus mengadakan Event even tiap tahunnya dan akan berkerja sama dengan PRSI Lampung untuk menjadikan para Atlit renang yang bisa sampai kekancah Nasional dan Internasional yang bisa membuat harum nama Provinsi Lampung kedepannya, terutama di bidang Olahraga Renang ini," ucapnya.
(Samidi/KN/Red)

2/22/20

Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak, Ini Pesan TEC Untuk Masyarakat Lampung Selatan

Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak, Ini Pesan TEC Untuk Masyarakat Lampung Selatan


Lampung Selatan - Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Anak adalah buah hati generasi penerus bangsa yang diharapkan menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria dan diharapkan menjadi anak yang berbudi pekerti luhur. 

Namun belakangan ini, bisa kita ketahui baik berita di koran, berita di TV, media online, atau media sosial lainnya sering terjadi adanya kasus kekerasan terhadap anak. 

Oleh sebab itu, dibawah Kepememimpinan Gubernur Lampung Ir.H.Arinal Djunaidi dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung gencar melakukan Sosialisasi Perda Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Anak di Provinsi Lampung.


Salah satunya adalah Anggota DPRD Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra (TEC). Politisi senior Partai Golkar Lampung ini mengajak Akademisi Universitas Tulang Bawang M. Ridho Erfansyah, SH., MH, dan Drs. Rusfian Effendi, MIP guna melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 13 Tahun 2017 di Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (22/2/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut, KH. Mukhtar Lutfi.TB, H.Riza Mirhadi,SH, DR (C) Riza Yuda Patria,SH, M.Kn, H.Benny HN Mansyur, S.Sos, SH, Sugeng Kristianto,SH, Maulidya Herlita, Henny Maria Ulfa, Nazirhan,SH, Ariyansah, Erwandi,SE, Arifin Indra Jaya,S.Sos, Aryono Agus, S.Kom, dan Yudha Sukarya. 

Dalam sosialisasi yang dihadiri 320 orang lebih peserta yang terdiri dari 16 Desa, masing-masing Desa mengirimkan 20 orang peserta Se-Kecamatan Tanjung Bintang, TEC memaparkan bahwa Pemerintah, orang tua, masyarakat, dan semua unsur lainnya berkewajiban untuk menjamin hak-hak dasar anak dan melindungi anak dari tindakan kekerasan, baik berupa fisik, seksual, penganiayaan emosional, ataupun pengabaian terhadap anak.


TEC yang juga Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini menyampaikan, pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak di Provinsi Lampung. Perda tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak Legislatif (DPRD) dengan Eksekutif (Kepala Daerah) yang di dalamnya mengatur kepentingan umum. 

"Perda ini penting untuk disosialisasikan, guna untuk mengedukasi masyarakat dan sebagai salah satu wujud kepedulian DPRD dan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pemenuhan hak-hak anak termasuk salah satunya adalah hak untuk dilindungi dari hal-hal yang mengancam fisik dan jiwa anak-anak," ujar TEC.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung ini berharap, dengan terbitnya Perda Nomor 13 Tahun 2017, tidak ada lagi anak-anak di Provinsi Lampung khususnya di Lampung Selatan yang tidak mendapatkan pemenuhan hak-haknya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

"Tidak boleh ada anak-anak di Lampung Selatan yang tidak mendapatkan fasilitas kesehatan dan putus sekolah karena tidak punya biaya. Tidak boleh ada anak-anak di Lampung Selatan yang mengalami gizi buruk dan busung lapar karena kemiskinan," tutup TEC. 

Sementara, Akademisi UTB M. Ridho Erfansyah, SH., MH dalam paparannya menjelaskan, dalam BAB II Pasal 3 disebutkan, perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak, untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan, diskriminasi dan ketelantaran, demi terwujudnya anak Lampung yang cerdas, bertaqwa, produktif, dan kompetitif, menuju Lampung maju, sejahtera dan berjaya.


"Dalam BAB III Pasal 4 juga disebutkan, setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan usia dan perkembangan psikologinya. Atas harkat dan martabatnya, nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan, beribadah menurut agamanya, memperoleh pelayanan kesehatan, dan memperoleh pendidikan dan pengajaran sesuai dengan minat dan bakatnya."

Kemudian dalam Pasal 5 juga disebutkan, setiap anak diwajibkan beribadah sesuai dengan ajaran agamanya, menghormati orang tua, wali dan guru, melaksanakan etika dan akhlak yang mulia, mencintai keluarga, masyarakat dan menyayangi teman, mencintai tanah air bangsa dan negara, serta memperjuangkan masa depannya sendiri.

"Kita berharap, Provinsi Lampung menjadi Provinsi ramah anak, dan tidak ada lagi anak yang menjadi korban eksploitasi dan korban kekerasan, mereka harus kita lindungi bersama agar menjadi generasi penerus yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat bangsa dan negara," tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Drs.Rusfian Effendi, MIP, yang menekankan untuk membentengi anak dari bahaya kejahatan, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“dalam Perda ini juga disebutkan untuk memberikan perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan Napza (narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya),” pungkas Rusfian. (Red/KN)
Program PTSL Diduga Jadi Ajang Pungli Kepala Tiyuh Sumber Rejo

Program PTSL Diduga Jadi Ajang Pungli Kepala Tiyuh Sumber Rejo


Tulang Bawang Barat -- program pemerintahan pusat tentang pembuatan Sertifikat Prona, PTSL, Yang di tandatangani oleh SK 3 Menteri menetapkan bahwa ketentuan biaya pembuatan Sertifikat Prona, PTSL untuk wilayah Propinsi Lampung hanya Rp.200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah) sesuai dengan Undang-Undang PTSL.

Meskipun demikian masih banyak oknum yang nakal dalam pembuatan Sertifikat Prona, PTSL untuk masyarakat dengan biaya yang tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam aturan yang berlaku.

Kasus seperti ini seperti tidak ada habisnya, padahal seharusnya Implementasi tentang Program Prona, PTSL, Dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan masing-masing wilayah yang sudah di tetapkan, tetapi masih saja ada oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi.

Kali ini terkuak di Tiyuh Sumbe Rejo Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat  Lampung Diduga telah melakukan praktek pungli terhadap masyarakat yang membuat Sertifikat Prona.

Berdasarkan keterangan dari beberapa masyarakat yang enggan disebutkan namanya kepada media mengatakan kepada di Tiyuh Sumbe Rejo telah ada Pembuatan Sertifikat Prona, PTSL Tahun 2019 telah dibebankan Biaya Rp.1.200. 000 ,- (Satu Juta Dua Ratus ribu Rupiah) dan salah satu penerima uang adalah bapak Mur. Mareka sudah membuat Surat Peryataan di atas materai dan sudah di tandatangani beberapa Masyarakat yang menurut mereka tanpa adanya unsur pemaksaan dan benar apa yang mereka sampaikan.

Awak media pun mendatangi kediaman bapak Mur untuk mengkonfirmasi tentang adanya pembuatan Sertifikat Prona, PTSL tesebut, tetapi  Bapak Mur tidak ada di kediamannya. Rabu, (19/02/2020).

Kemudian guna mendapatkan keterangan lebih lanjut, awak media langsung mendatangi rumah Kepala Tiyuh setempat akan tetapi beliaupun tidak ada dikediamannya dan bertemu istrinya saja.

"Ada keperluan apa ya  mencari Bapak Kepalo Tiyuh?, Kepala Tiyuh sedang tidak di rumah. Tinggalkan nomor telepon saja," ucap istri kepala Tiyuh itu.

Sebelum berita ini diterbitkan Kepala Tiyuh Sumber Rejo sempat berkomunikasi dengan salah satu awak media mengatakan agar permaslahan Prona ini jangan dulu dinaikan beritanya. Diketahui bahwa pada Hari Jumat (21/02/2020) Kepala Tiyuh  sempat mendatanggi salah satu rumah awak media dengan ke tiga temannya dan salah satu menunggu di dalam mobil. Salah satu temannya menyampaikan kalau pembuatan prona, PTSL 2018 bukan 2019 karena 2019 itu adalah pembenahan saja. Tapi kalau di tahun 2018 memang benar ada pengajuan Prona PTSL salah satunya saya adalah panitianya, " ungkap salah satu teman dari kepala Tiyuh tersebut.

Kepala Tiyuh kuga membenarkan hal tersebut. "Kalau mau diberitakan silahkan saja ngak apa-apa, Kalaupun ada warga yang mengatakan ada penarikan dana Rp.1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) itu tidak benar adanya karena mungkin pada saat rapat mereka tidak mengikuti rapat tersebut," ucap kepala Tiyus Sumber Rejo.

Untuk itu kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polres Tulang Bawang Barat dan Kajari agar dapat segera menindak tegas oknum nakal tersebut dan memberikan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku agar memberikan efek jera bagi oknum sekaligus menjadi contoh penegakan hukum yang baik dan benar. (Riki/KN)
Kepala Sekolah MTs Pelita Purwodadi Diduga Salah Ambil Kebijakan

Kepala Sekolah MTs Pelita Purwodadi Diduga Salah Ambil Kebijakan

Tanggamus|konkritnews.com
Diduga memanipulasi penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) oleh Yayasan Pendidikan Islam MTs Pelita Purwodadi, Pekon/Desa Purwodadi, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Sabtu, (22/02/2020).

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan taraf pendidikan, salah satunya melalui PIP, program bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), PIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak sekolah usia 6-21 tahun, yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Juga termasuk para siswa/i MTs Pelita Purwodadi sebanyak 140 siswa/i terdaftar sebagai  penerima bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP), dari 200 siswa/i, yang mengecam pendidikan di Madrasah tersebut. Adapun kegunaan nya untuk kebutuhan siswa/i MTs Pelita, yang dipimpin oleh, Sholehuddin, S.Pd.I tersebut.

Namun sayang, dalam hal ini diduga ada kebijakan yang bukan wewenang Kepala Sekolah telah ia putuskan, dan ter-indikasi adanya dugaan memanipulasi siswa penerima PIP, yang menurutnya siswa penerima bantuan tersebut tidak lagi mengecam pendidikan di Sekolahnya, tapi tetap menerima bantuan, dan bantuan tersebut di alih-kan ke salah satu murid yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan PIP, dengan alasan kebijakan di ambil agar dana tersebut tetap diterima dan bisa bermanfaat bagi siswa lainya yang ada di ruang lingkup Madrasah nya.

“Pertama, itu karena memang si Adil memang berhak secara, apa namanya, situasi kondisi lah. Kedua, hampir semua anak di kelas satu tersebut kita pesen. Yang ketiga, kebijakan kita, biar apa namanya, dana itu tetap, apa di diterima oleh siswa, ya kita coba ya, dan itu pun tetep ke siswa, untuk kebijakan, memang berpikir ya namanya kebijakan, kita juga mengertilah tentunya sangat mungkin tidak lepas. Nah ini kita tetap upaya coba supaya anak kita semua yang kita upayakan itu sekolah itu terfasilitasi semua, ini demi kita coba gitu,” terang Sholehuddin.

Dan saat dipinta ketegasan, terkait apakah kebijakan itu adalah wewenang pihak sekolah? beliau mengakui bahwasannya hal tersebut bukan wewenang pihak sekolah, “Sebenarnya ya enggak ada pak, masalah itu, ya enggak ada, tapi ya ini apa namanya kebijakan,” tegasnya saat dikonfirmasi diruang Kerja Kantor Kepsek, yang juga turut hadir Ketua Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Kabupaten Tanggamus, Ibnu Mizar.

Untuk diketahui, Bantuan yang akan diterima yakni berupa dana dengan besaran yang telah ditentukan sesuai tingkatan pendidikan sebagai berikut. Peserta didik SD/MI/Paket A mendapatkan Rp450.000,-/tahun, Peserta didik SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp750.000,-/tahun, Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C mendapatkan Rp1.000.000,-/tahun.
(TIM/ROBI/KN/RED)