Berita Terbaru

14/04/21

Anggota DPRD Lampung Jadi Ketua PDIP Mesuji

Anggota DPRD Lampung Jadi Ketua PDIP Mesuji


Jajaran pengurus DPD PDI Lampung telah sepakat untuk mengusulkan Anggota DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati, guna menggantikan Dedi Afrizal yang mengundurkan diri sebagai Ketua DPC PDI Mesuji.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Lampung Yanuar Irawan mengatakan, keputusan ini merupakan hasil rapat pleno internal DPD di Kantor setempat, Rabu (14/4/2021).

“Habis rapat DPD PDIP tadi diputuskan untuk sementara Budhi Condrowati kita tugaskan di Mesuji menggantikan Dedi Afrizal, sudah kita usulkan ke DPP,” kata Yanuar.

Yanuar menambahkan, pihaknya tinggal menunggu keputusan DPP atas usulan ini. Apakah Budhi Condrowati tetap menjabat sebagai pelaksana harian (plh) atau berpotensi langsung didefinitifkan.

“SKnya di DPP, kita mengusulkan ke DPP, kalau petunjuk DPP nanti tetap sebagai plh atau langsung didefinitifkan itu kewenangan DPP. Intinya bunyi usulannya adalah kami tugaskan Budhi Condrowati,” tambahnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Budhi Condrowati mengatakan, sebagai kader PDIP dirinya siap mengikuti perintah partai untuk ditugaskan di Mesuji. Apalagi, dia juga merupakan Anggota DPRD Lampung dari dapil Mesuji, Tulangbawang, dan Tulangbawang Barat.

“Kita siap mengemban amanah baru sebagai Ketua DPC PDI Mesuji. Sebagai petugas partai, saya siap menjalankan perintah, ditempatkan di mana pun kita siap. Karena ini sebagai bentuk loyalitas kita,” ucap anggota Komisi V DPRD Lampung itu. (*)

13/04/21

DPD LI-Bapan Provinsi Lampung Hadiri Undangan Inspektorat Tulang Bawang

DPD LI-Bapan Provinsi Lampung Hadiri Undangan Inspektorat Tulang Bawang


Tulang Bawang - Kepala badan DPD LI-Bapan provinsi lampung, junaidi, bersama team awak media menghadiri undangan aparat pengawas Internal pemerintah (APIP) Irban dua(2) bapak irwansyah HNT, Inspektorat tulang bawang, Selasa (13/4/2021).


Dalam undangan tersebut , di sampaikan langsung oleh irban dua(2) irwansyah HNT, kepada Kepala badan DPD lIBapan provinsi lampung, junaidi, melalui via telfon, menjadwalkan pertemuan di Kantor Inspektorat Tulang Bawang, dalam agenda akan menyampaikan atas surat nomor : 011/LI-BAPAN-RI/SK/17/II/2020 tanggal 17 febuari 2020, perihal pelaporan penyalahgunaan dana desa(DD) ke Kejaksaan negeri tulang bawang, dan surat Nomor : B475/L.8./8/D.18/D.4.1/03/2021, menggala 02 maret 2021 ,Kejaksaan Negeri tulang bawang, perihal, Terkait perkembangan laporan  LI-BAPAN, tersebut telah di serahkan kepada aparat pengawas Internal pemerintah (APIP), Kabupaten tulang bawang untuk di tindak lanjuti  oleh lembaga yang bersangkutan.


Selanjutnya dewan pimpinan daerah (DPD), lembaga Investigasi badan advokasi penyelamat aset negara, provinsi lampung, menyampaikan surat ke satu Nomor :024/SRT/DPD/LI-BAPAN/AP/16/03/2021, perihal menanyakan perkembangan atas laporan penyalahgunaan dana desa(DD), bandar lampung 16 Maret 2021, Kepada Aparat pengawas Internal pemerintah (APIP), CQ. Kepala Inspektorat tulang bawang, serta menyampaikan surat kedua Nomor :028/SRT/DPD/LI-BAPAN/AP/05/04/2021, perihal menanyakan perkembangan atas laporan penyalahgunaan dana desa(DD), bandar lampung 05 april 2021, Kepada aparat pengawas Internal pemerintah (APIP) CQ. Kepala Inspektorat tulang bawang.


lebih lanjut di sampaikan kepala badan LI-BAPAN provinsi lampung, junaidi beserta team awak media saat di minta informasi terkait kedatangan kami di kantor Inspektorat tulang bawang, dijelaskan bahwa tujuan kami datang ini, guna memenuhi undangan melalui via telfon tanggal 09 april 2021, dari Irban (2) Inspektorat, bapak    Irwansyah. yang mana dalam komunikasi via telfon mengatakan kita jadwalkan pertemuan saja pada tanggal 13 april 2021, agar kita bisa bertemu secara langsung ujarnya tegas, karna jika membalas surat dengan tertulis terlalu panjang untuk di ceritakan, ungkapnya. (*)



(Rls/KN)

Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Skala Besar, Berikut Tujuan dan Rutenya

Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Skala Besar, Berikut Tujuan dan Rutenya


Tulang Bawang - Polres Tulang Bawang bersama TNI dan Instansi terkait menggelar patroli gabungan skala besar dalam menyambut bulan Ramadhan 1442 H.


Patroli skala besar ini berlangsung hari Senin (12/04/2021), pukul 16.00 WIB s/d selesai, dengan tujuan tempat-tempat keramaian.


Sebelum memulai kegiatan patroli, semua personel yang terlibat melaksanakan apel gabungan terlebih dahulu yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Nelson F Manik, SH.


Wakapolres mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, mengatakan kegiatan patroli skala besar ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari arahan pimpinan bahwa dalam melaksanakan kegiatan harus ada sinergitas tiga pilar (TNI, Polri, dan Pemerintah).


Adapun tujuan dari pelaksanaan patroli skala besar ini adalah untuk mengingatkan warga masyarakat agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes), diantaranya memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun sehingga tidak terpapar dan menyebarkan Covid-19.


"Selain itu, kegiatan patroli skala besar ini juga untuk menekan angka kriminalitas menjelang bulan Ramadhan tahun 2021 sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kompol Nelson, Selasa (13/04/2021).


Wakapolres menjelaskan, sebanyak 84 personel gabungan yang terlibat dalam kegiatan patroli skala besar ini, terdiri dari 39 personel Polres, 10 personel Kodim 0426, 10 personel Lanud Pangeran M Bun Yamin, 10 personel Sat Pol PP, 10 personel Dinas Perhubungan, dan 5 personel BPBD.


"Rute dalam patroli skala besar ini dimulai dari Polres Tulang Bawang - Pasar Unit 2 - Kampung Tunggal Warga - Pasar Unit 2 - Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya - Tugu Kuning - SPBU Unit 2 - Polres Tulang Bawang," jelas Kompol Nelson.


Kegiatan patroli skala besar tiga pilar ini berjalan dengan lancar dan kondusif, serta kegiatan berakhir pukul 18.00 WIB.(Holidi/KN)

Budhi Condrowati Ajak Masyarakat Tubaba Perangi Radikalisme

Budhi Condrowati Ajak Masyarakat Tubaba Perangi Radikalisme


Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara dan sumber hukum tertinggi dari segala sumber hukum di Indonesia saat ini mulai terkikis oleh perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati saat melangsungkan giat Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Balai Tiyuh Karta Raharja, Desa Karta Raharja, Kecamatan Tulangbawang Udik, Tuba Barat, Senin (12/4).

Dihadiri kapolsek Tumijajar AKP M Taufiq SH dan Surya Jaya Rades S.STP .MIP dari unsur pemerintahan sebagai narasumber, sosialisasi tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Di hadapan tokoh masyarakat setempat, lurah Rudiyanto, para RT, RK, dan kader posyandu, Budhi mengajak masyarakat untuk memerangi radikalisme dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila agar hidup guyub rukun saling menghormati.

“Bangsa Indonesia saat ini banyak mendapat ancaman dari dalam negeri sendiri, seperti radikalisme, intoleransi, terorisme, ujaran kebencian dan hoax. Maka, dengan digelarnya sosialisasi ini, kita berharap masyarakat khususnya para pemuda bisa membentengi diri dengan memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan empat pilar kebangsaan,” jelas Wakil Ketua PDI Perjuangan Lampung ini.

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud yakni Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi dari segala sumber hukum di Indonesia, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mulai saat ini kita bersama-sama perangi radikalisme dan terorisme serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan,” ajaknya.

Usai acara, Budhi Condrowati secara door to door menyambangi masyarakat sekitar. (Ist)

12/04/21

DINILAI LAMBAN SIKAPI KASUS OKNUM CAMAT, IWOS PERTANYAKAN KINERJA INSPEKTORAT

DINILAI LAMBAN SIKAPI KASUS OKNUM CAMAT, IWOS PERTANYAKAN KINERJA INSPEKTORAT


Oku Selatan - Hebohnya berita diduga  selingkuhnya oknum camat FR bersama pasangannya H,wanita berambut pirang yang digrebek oleh anggota  Polsek Sekincau Lampung Barat  beberapa hari yang lalu,membuat para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam organisasi IKatan Wartawan Oku Selatan (IWOS) turun kejalan dan mendatangi dinas inspektorat.


Diberitakan bahwa oknum camat inisial FR (50),asal desa Kota Batu Kecamatan WRS tersebut dipergok'i oleh beberapa wartawan dan anggota polsek sekincau di hotel SUMBER ASIH Sekincau lampung Barat, pasangan  bukan suami istri yang sah tersebut diduga sudah melakukan hubungan wik- wik dikamar nomor 525 dihotel tersebut.


Saat itu oknum  Camat FR membawa H wanita berambut pirang menggunakan mobil Daihatsu Terios warna hitam yang notabene aslinya adalah

mobil dinas camat plat merah bernopol BG 1820 VZ, namun diduga di tengah perjalanan plat merah mobil dinas diganti plat pribadi BE 2127 X berwarna hitam guna untuk mengelabui petugas dan masyarakat saat menuju hotel di daerah Sekincau Lampung Barat.

Lalu didapat informasi bahwa plat nomor polisi BE 2127 X ternyata tidak terdata di samsat daerah  lampung.


Senin lalu  05/04/2021,diperoleh keterangan bahwa oknum camat FR sudah diperiksa oleh inspektorat OKUS,,

Entah apa yang terjadi

hasil dari pemeriksaan  terhadap oknum camat FR tidak juga ada klarifikasi ,padahal sudah beberapa kali awak media yang bertugas di Oku selatan mempertanyakannya termasuk juga soal kebenaran vidio penggrebekan oknum camat yang sudah diterima inspektorat.

Hal ini akhirnya membuat publik meragukan kinerja inspektorat dalam memberikan sangsi hukum kepada oknum pegawai tersebut.


Setelah seminggu berselang,

senin 12/04/2021..

Puluhan wartawan yang tergabung dalam organisasi IWOS sepakat mendatangi kantor  inspektorat,

Saat dikonfirmasi apa saja tindakan dan sangsi saat seorang PNS yang berstatus Camat Memakai Mobil dinas lalu diubah plat hitam pribadi untuk digunakan diduga melakukan perbuatan  mesum tersebut,Inspektur Ramin Hamidi.SE.MM mengatakan," terkait viralnya berita nya oknum camat,kami sekarang sedang bekerja dan akan terus mendalami pemeriksaan kepada FR,menurut hasil sementara bahwa oknum FR sudah melanggar kedisiplinan dan etika dan ini kategori pelanggaran berat,nanti hasilnya akan kami sampaikan ke Bupati,soal sangsi apa yang akan diterapkan itu wewenangnya Bupati" ujar inspektur dihadapan puluhan wartawan.


Sementara itu berpedoman pada undang-undang Hukum Pidana ( KUHP) pasal 236 dijelaskan bila seseorang menggunakan plat nomor palsu bisa dipidana dengan hukuman 6 tahun penjara.


 Terkait dengan ASN "nakal " yang menyalahgunakan wewenangnya juga diatur pada PP.53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yaitu pada pasal 7..dijelaskan ada sangsi ringan,sedang dan berat bagi ASN yang melanggar.


Ketua IWOS Oku selatan,Kaomi Jagabangsa mengatakan .." Hal yang dilakukan oknum camat itu sudah mencoreng nama baik kabupaten oku selatan,dan ini tidak bisa dibiarkan.

kita semua mewakili masyarakat butuh kejelasan status hukum oleh pemerintah daerah kepada oknum camat itu, jangan sampai diulur- ulur dan bahkan berlarut-larut seperti ini..

Inspektorat harus berani memberikan sangsi yang keras kepada setiap pegawai yang menyalahi aturan tidak terkecuali oknum camat itu,dan bila perlu di pecat saja oleh Bupati " Desak wartawan senior ini geram.


Tambahnya,"Dan bila giat kritis kita hari ini tidak juga di gubris,nanti kita adakan demonstrasi dengan membawa massa yang banyak lagi " tutupnya kesal.



( YL/SA/Kn)

Budiman AS Soroti Trotoar Licin dan Minimnya Jalur Khusus Penyandang Disabilitas

Budiman AS Soroti Trotoar Licin dan Minimnya Jalur Khusus Penyandang Disabilitas


Anggota DPRD Provinsi Lampung Budiman AS menyoroti masih minimnya jalur khusus penyandang disabilitas dan tuna netra di Kota Bandar Lampung.

“Sangat disayangkan, Bandarlampung tidak memiliki jalur khusus penyandang disabilitas dan juga jalan-jalan trotoar yang ada di Kota Bandar Lampung belum memadai untuk para penyandang difabel dan tunanetra,” ucap Budiman, Minggu (11/4).

Atas dasar itu, dirinya meminta Pemerintah Kota Bandarlampung untuk lebih peka terhadap situasi ini, mengingat ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat.

Selain jalur untuk kaum difabel, dirinya juga menyoroti trotoar yang ada di Kota Bandarlampung. Menurutnya, Pemerintah Kota Bandarlampung hanya mengedepankan nilai estetika dari trotoar-trotoar yang berada di sepanjang jalan protokol saja, tanpa memikirkan fungsi dari trotoar-trotoar yang sebenarnya.

“Trotoar-trotoar itu kan tempat pejalan kaki. Akan sangat tidak nyaman dan justru membahayakan ketika trotoar-trotoar dipasang keramik yang cukup licin untuk pejalan kaki, terlebih saat hujan,” tegas Ketua DPC Demokrat Bandarlampung ini.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bandar Lampung, mencatat selama setahun terakhir atau selama masa pandemi Covid-19, sebanyak tujuh penyandang tunanetra tewas tertabrak kendaraan bermotor di Bandar Lampung. Kecelakaan itu terjadi, karena tidak ada trotoar dan jalur khusus bagi penyandang disabilitas.

Menurut Ketua Pertuni Kota Bandar Lampung Bambang Sukoco, selama masa pandemi banyak anggotanya yang beralih profesi sebagai pedagang keliling, karena order memijat sepi. Akibatnya, banyak anggotanya berkeliaran di jalanan.

Dia mengatakan jalan-jalan trotoar yang ada di Kota Bandar Lampung belum memadai untuk para penyandang disabilitas dan tunanetra. “Saya berharap di Kota Bandar Lampung memiliki jalur khusus seperti di Kota Bandung dan Jakarta, sehingga memudahkan dan memberikan rasa aman kepada kami,” kata Sukoco dilansir dari Lampungpro.co.

Bambang Sukoco menambahkan karena belum memadainya jalan trotoar yang ada di Kota Bandar Lampung, ada tujuh anggota Pertuni meninggal di jalan raya selama pandemi Covid-19. “Sejak 2020 tujuh anggota kita meninggal di jalan raya, ada yang terserempet dan ada yang jatuh dari trotoar. Biasanya kejadiannya di Enggal dan depan Gereja Tanjungkarang,” kata dia. (*)

Aprilliati Tanamkan Ideologi Pancasila ke Mahasiswa UIN

Aprilliati Tanamkan Ideologi Pancasila ke Mahasiswa UIN


Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Provinsi Lampung yang juga merupakan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Provinsi Lampung Aprilliati SH, MH saat melangsungkan sosialisasi Pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di hadapan mahasiswa Tarbiyah, UIN Raden Intan Lampung, Senin (12/4).

Menurut Aprilliati, dunia kampus harus diperkenalkan dengan program-program yang ada di DPRD, baik itu Perda maupun Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan seperti yang ia sosialisasikan pada hari ini.

“Selain dihadiri langsung oleh dekan yang juga sebagai narasumber, dalam sosialisasi ini juga kami mengundang para mahasiswa yang sebagian besar mahasiswa Fakultas Tarbiyah, dan juga dihadiri oleh Senat, DPM maupun Himpunan Mahasiswa di Fakultas ini,” jelasnya.

Ini tak lepas karena Kampus merupakan tempat mencetak karakter dan jati diri mahasiswa yang merupakan pemuda generasi bangsa. Untuk itu, ia berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan empat pilar kebangsaan.

“Kita bukan lagi bicara tentang konsepsi Pancasila, melainkan bagaimana cara mengimplementasikannya di tengah masyarakat,” ucap Anggota Komisi V DPRD Lampung ini.

Sementara, Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Nirva Diana, M.Pd mengapresiasi dengan adanya sosialisasi ini. Menurutnya, produk DPRD Provinsi Lampung semacam ini harus bisa sampai ke masyarakat, tak terkecuali mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Pada usia ini, mahasiswa masih mencari jati diri. Jangan sampai mereka terjerumus oleh faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila seperti intoleransi, ujaran kebencian, hoax, radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Senada, Kapolsek Sukarame Kompol Warsito menilai pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang disosialisasisakan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung Aprilliati perlu ditindaklanjuti oleh mahasiswa ke lapisan masyarakat.

“Sebab, sebagai generasi penerus, mahasiswa perlu dibekali oleh Pancasila dan empat pilar kebangsaan. Artinya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di lingkungan kampus, rumah maupun di tengah masyarakat,” jelasnya. 

RMD Desak Pemerintah Putus Paham Radikal

RMD Desak Pemerintah Putus Paham Radikal



Pemerintah Indonesia didesak ambil tindakan untuk memutus mata rantai penyebaran paham radikal. Hal tersebut diutarakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, disela kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Senin (12/04/2021).

Menurut Mirza, paham radikal tentu sangat berbahaya bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga selain Pemerintah, seluruh unsur elemen masyarakat memiliki kewajiban dalam menjaga kesatuan dan persatuan.

“Selain Pemerintah, saya juga minta seluruh unsur elemen masyarakat turut menjaga kesatuan dan persatuan. Karena menjaga NKRI ini adalah kewajiban kita semua,” tegas Sekertaris Komisi V DPRD Lampung tersebut.

Mirza sapaan akrabnya menekankan bahwa dalam memutus paham radikal di tengah masyarakat. Maka Pemerintah harus lebih responsif dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Contohnya seperti ini, jika ada kejadian yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan, maka Pemerintah harus segera merespon guna mengantisipasi supaya tidak menimbulkan kejadian yang diluar dugaan,” pinta Mirza.

Mirza juga menambahkan, saat ini selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui 85 anggota Dewan telah gencar mensosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai bentuk komitmen dari Eksekutif dan Legislatif dalam memutus rantai penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

“Selain Sosperda, kita (85 anggota Dewan, red) rutin setiap dua bulan sekali turun ke Tengah-tengah Konstituen, untuk mensosialisasikan Wawasan Kebangsaan dan memperkuat kesatuan dan persatuan. Dan juga ini sebagai bentuk komitmen kita dalam memutus rantai penyebaran paham radikal,” pungkasnya.(*)

FX Siman :Pahami Nilai Pancasila

FX Siman :Pahami Nilai Pancasila


Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan digelar di Balai Adat Jawa, Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Senin (12/04/2021).

Kegiatan terbatas dengan standar protokol kesehatan yang dibuka oleh anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan Metro-Pesawaran-Pringsewu Drs.FX Siman ini dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA, Kepala Kesbangpol Pringsewu Sukarman, S.Pd., Camat dan Kapekon, dengan para peserta terdiri dari aparatur pekon, Karang Taruna dan mahasiswa setempat, menghadirkan narasumber tokoh pemuda Pringsewu Andreas Andoyo, .Sos., M.TI dan Sudewi, SE, MM.

Wabup Pringsewu dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota DPRD Provinsi Lampung yang telah melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini.

Sosialisasi ini menurutnya sangat penting dalam rangka meningkatkan dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih di negara yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan agama.

“Pemahaman yang komprehensif terhadap Pancasila yang dilahirkan oleh segenap potensi bangsa, para pejuang dan juga ulama serta tokoh agama-agama lainnya, serta pemahaman terhadap UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika juga merupakan modal utama untuk membangun bangsa dan negara yang terdiri dari banyak ragam suku bangsa dan agama atau kepercayaan”, ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Drs.FX Siman mengatakan sosialisasi yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, agar lebih dipahami oleh seluruh elemen masyarakat. (Ist)

Azwar Yacub Harap Masyarakat Jaga Kerukunan

Azwar Yacub Harap Masyarakat Jaga Kerukunan

Hal itu disampaikan olehnya saat memberi sambutan pada acara Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Sepangjaya – Kecamatan Labuhan Ratu – Bandar Lampung. Acara yang berlangsung pada hari Senin (12 April 2021) di kediaman tokoh masyarakat setempat Jln. M Nur. Kelurahan Sepangjaya.

“Sebagai warga masyarakat yang berada di tengah-tengah dan hidup berdampingan, sudah wajib menjaga kerukunan dan keakraban. Disamping itu juga kita rajin bersilaturahmi antar masyarakat. Itu adalah kunci bagi kita untuk mengamalkan Pancasila san Wawasan Kebangsaan,” kata Azwar Yacub.

Dia juga meminta untuk terus menjaga protokol kesehatan selama Covid 19 yang hingga kini masih terjadi di Bandar Lampung dan Provinsi Lampung.

“Kepada saudara saya, marilah kita membatasi keramaian, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Disamping itu juga kita akan melaksanakan ibadah Puasa di Bulan Ramadhan ini, marilah kita melakukan ibadah secara khusuk dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt. Aamiin Ya Robbalalamiin,” katanya.

Sementara itu Danramil Kedaton Mayor.TNI Anang Nugroho menekankan kepada seluruh elemen masyarakat agar selalu bersatu untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Wawasan Kebangsaan harus kita tanamkan kejiwa kita sebagai alat untuk menjaga kedaulatan NKRI. Dengan empat pilar kebangsaan yakni; Pancasila UUD 45
Bhinekatunggal Ika dan NKRI itulah yang menjadi pemersatu bangsa. Dengan demikian kedaulatan tetap terjaga dengan seutuhnya,” kata Danramil Mayor TNI Anang Nugroho. 

11/04/21

AR Suparno : Kemajuan Tekhnologi Dibentengi Dengan Pancasila

AR Suparno : Kemajuan Tekhnologi Dibentengi Dengan Pancasila


Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampung AR Suparno kembali turun ke Dapil dalam rangka mensosialisasikan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di Kecamatan Kedamaian, Minggu (11/4).

Dihadiri Camat Kedamaian, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat, sosialisasi tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Dalam arahannya, AR Suparno yang merupakan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung ini mengatakan, tujuan digelarnya sosialisasi pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan ini agar para peserta yang mayoritas adalah pemuda setempat yang datang pada hari ini dapat mengimplementasikan dan menyebar luaskan ilmu yang didapatkan mengenai makna dan nilai yang terkandung dalam Pancasila di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat.

“Saat ini nilai-nilai Pancasila mulai terkikis oleh perkembangan zaman, salah satunya melalui gadget. Sebab, dari gadget kita bisa mendapatkan informasi apapun, baik informasi yang benar, maupun informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Jangan share berita hoax,” jelas Politisi PDIP Lampung ini.

Untuk itu, lanjut dia, kita sebagai warga negara harus bisa memilih dan mensortir, serta menjaring informasi yang beredar di sosial media. “Musuh bangsa saat ini yakni terorisme, radikalisme, hoax, intoleransi dan anti Pancasila. Nah, sosialisasi ini merupakan bagian dari pencegahan itu, agar masyarakat dapat mengerti dan menghindari faham-faham yang menyimpang Pancasila,” jelasnya lagi. (*)

Gandeng Pemuda Muhammadiyah Pesibar

Gandeng Pemuda Muhammadiyah Pesibar


Anggota DPRD Lampung Fraksi PAN, Joko Santoso menggandeng Pemuda Muhammadiyah Pesisir Barat pada sosialisasi pemibinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Minggu (11/4) di Lamban Apung.

Sosialisasi yang berlangsung ketat dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 ini menghadirkan sejumlah narasumber. Diantaranya, Camat Pesisir Tengah, Bhabinkantibnas, Ketua DPD PAN Pesibar Khoirul Anwar dan Anggota DPRD Pesibar F PAN, Hermansyah.

Pada kesempatan ini Joko, menyampaikan pentingnya pondasi nilai Pancasila pada generasi muda kedepan terutama untuk Pemuda Muhammadiyah Pesibar.

“Pemuda adalah calon pemimpin kedepan sehingga perlu dibentengi dengan Ideologi Pancasila. Sosialisasi ini sifatnya mengecas kembali tentang makna yang terkandung dalam Pancasila,” ungkap Joko.

Wakil rakyat asal Dapil IV (Tanggamus, Lambar, dan Pesibar) ini mengharapkan silaturahmi kepada Pemuda Muhammadiyah Pesibar ini dapat berkelanjutan.

“Mungkin saya baru pertama kali bersilaturahmi dengan pemuda di Pesibar, saya harap silaturahmi semacam ini harus terus dilakukan,” urainya.

Dia juga mengharapkan, kedepan Pemuda Muhammadiyah untuk terus mengambil perannya terutama untuk Pesibar.

“Saya titip Pemuda Muhammadiyah Pesibar ke ketua Dongah Irul dan Pak Hermansyah untuk terus menjalin tali silaturahmi dan dibantu jika ada persoalan,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV ini.

Sementara perwakilan PDM Pesibar, Suhendar menyoroti degradasi moral masyarakat saat ini.

“Kami mengapresiasi atas kunjungan yang dilakukan Mas Joko semoga silaturahmi kita tetap terjalin. Sosialisasi semacam ini memang sangat penting sekali ditanamkan nilai-nilai Pancasila kepada kaum muda,” kata Suhendar yang juga Ketua MDMC Pesibar.

Turut hadir pada kegiatan ini, PDM, Laziz MU, MDMC, Kokam dan IPM, KNPI dan Pelajar. (Red)

Kostiana Imbau Pemuda Bentengi Diri Dengan Pancasila

Kostiana Imbau Pemuda Bentengi Diri Dengan Pancasila


Para pemuda sebagai generasi bangsa wajib menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampung Kostiana saat kembali mensosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Kedamaian, Minggu (11/4).

Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini, nilai-nilai Pancasila mulai terkikis di kalangan anak muda karena arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat membangkitkan kembali semangat Pancasilais bagi para pemuda untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Lampung ini juga menjelaskan, ancaman bangsa ke depan bakal lebih besar lagi. Bukan ancaman dari luar saja, melainkan juga ancaman dari dalam, seperti radikalisme, intoleransi, berita hoax maupun terorisme.

“Akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan berita terorisme pengeboman bunuh diri di Makassar dan penyerangan orang bersenjata di Mabes Polri. Ini merupakan akibat dari kurangnya pemahaman terhadap Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan,” urainya.

Untuk itu, lanjut dia, melalui sosialisasi ini, dirinya berharap agar generasi muda penerus bangsa dapat memahami nilai-nilai Pancasila untuk menghindari faham-faham yang bertentangan dengan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ayo tumbuhkan kembali semangat Pancasila di tengah masyarakat melalui pemuda sebagai generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Lampung Herdaus mengatakan, nilai-nilai Pancasila mulai terkikis dengan pesatnya kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.

“Faham radikalisme, intoleransi, terorisme dan hoax akan sangat mudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita, jika kita tidak membentengi itu dengan empat pilar kebangsaan,” kata dia.

Sosialisasi ini, menurutnya merupakan salah satu upaya pencegahan terorisme, radikalisme, dan intoleransi sejak dini. (*)

IMS : Pancasila Tidak Boleh Memudar

IMS : Pancasila Tidak Boleh Memudar

Dalam penyampaiannya, IMS menegaskan bahwa Pancasila merupakan pandangan hidup setiap warga negaranya.

“Ketika Pancasila memudar, maka pandangan jadi tidak jelas alias kabur. Maka langkah pun akan menjadi tidak menentu,” kata IMS, Minggu (11/4).

Melalui sosialisasi tersebut, legislator asal Fraksi Partai Gerindra itu berharap, nilai-nilai Pancasila bisa teramalkan dan terus hidup dalam setiap hati dan pikiran rekyat Indonesia, khususnya masyarakat Provinsi Lampung.

“Karena sebagai pandangan hidup, maka Pancasila penting untuk dibumikan, diamalkan, dan dijalankan,” ungkapnya.

Peserta dalam sosialisasi yang mengendepankan protokoler kesehatan tersebut adalah para utusan Peradah atau Perhimpunan Pemuda Hindu Kabupaten Lampung Tengah.

Hadir dalam acara itu Ketua Peradah Lampung Tengah Gede Hendra dan pemateri dari Kesbangpol kabupaten setempat Hendri Gunawan serta pemateri kedua Sekretaris PHDI I Made Wikantera. (*)

Angga Satria Gandeng Pertina

Angga Satria Gandeng Pertina


Anggota DPRD Provinsi Lampung, Angga Satria Pratama, melangsungkan kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila di desa Karang Anyar, Gedong Tataan, Pesawaran, Minggu (11/04/21). Acara tersebut melibatkan anggota PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Seluruh Indonesia) cabang Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu.

Sosialisasi Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini dihadiri oleh Kadispora kabupaten pesawaran Toto Sumedi, S.Sos, MM., ketua KONI Pesawaran Alfi Darwin, Ketua PERTINA Kabupaten Pesawaran Supriyadi dan Ketua Pertina Kabupaten Pringsewu Ngatino. Hadir juga Hartono, S.Sos, MA., dosen fisip unila dan Piter Samuel Hari Komtek Pertina dan mantan atlet tinju berprestasi Provinsi lampung selaku narasumber untuk memberikan materi pada acara tersebut.

“Tujuan acara kali ini, adalah untuk meningkatkan rasa cinta NKRI dan bela negara untuk para atlet tinju di Lampung. Para atlet olahraga ini adalah salah satu contoh bentuk kepahlawanan, pasca kemerdekaan yang harus dijunjung dan didukung disetiap langkahnya,” ucap anggota Komisi II DPRD provinsi lampung itu.

Dalam acara ini juha dihadiri oleh beberapa atlet yang siap membawa nama harum Provinsi Lampung di kancah Nasional maupun Internasional. Para atlet ini telah diseleksi dan dilatih untuk bertanding di Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua dan SEA GAMES XXXI di Hanoi 2021. Diseleksi lebih dari 100 atlet tinju terbaik Provinsi Lampung dan terpilihlah 3 nama, yaitu Rusdianto Suku, Nabila Maharani dan Ananda Febri Aryani.

Diakhir kegiatan, Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lampung tersebut juga ikut berlatih Bersama dengan para atlet yang hadir pada acara tersebut. Hak itu sebagai bentuk support dan motivasi bagi para.

Angga pun mengaku bahwa olahraga bela diri merupakan jenis olahraga yang ia tekuni sejak dulu.

“Dari dulu saya memang sangat hobi dengan bela diri. Dimulai dari mempelajari Silat, Muaythai, Kickboxing, Boxing, Kempo, hingga MMA, semua sudah saya coba. Semoga dengan adanya acara ini semangat motivasi bela negara dan cinta NKRI para atlet tinju Provinsi Lampung dapat terus meningkat.

“Saya juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat menginspirasi para pemuda, untuk mencintai olahraga bela diri dan meraih prestasi di even-even olahraga baik nasional maupun internasional,” tambah Angga. (Rls)