Berita Terbaru

01/02/23

Tingkatkan Kinerja, Kapolres Tulang Bawang Barat Gelar Coffee Morning

Tingkatkan Kinerja, Kapolres Tulang Bawang Barat Gelar Coffee Morning

 


Tulang Bawang Barat -- Untuk meningkatkan kinerja, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan hasil tugas – tugas kepolisian, kapolres Tulang Bawang Barat Polda Lanpung AKBP Ndaru Istimawa, S.IK gelar coffee morning pagi tadi bertempat di kantin Polres Tulang Bawang Barat bersama para PJU perwira dan beberapa Kapoksek lainnya. Rabu, (01/02/2023).

Coffe morning yang digelar kali pertama merupakan bentuk program kerja Kapolres Tulang Bawang Barat dalam membenahi setiap pelayanan serta mengevaluasi hasil kinerja personil dalam memberikan pelayanan publik serta mengecek kedisiplinan dan administrasi pelayanan.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S.IK dalam arahannya saat coffe morning, menghimbau agar setiap pembina fungsi baik satuan maupun bagian agar mengecek dengan baik setiap hasil kegiatan untuk kemudian dilaporkan secara berjenjang.

“Untuk para pembina fungsi, agar diatensi perintah pimpinan untuk kasus C3 diwilayah Hukum Polres Tulang Bawang Barat agar selalu meningkatkan patroli serta meningkatkan siskamling dengan mengedepankan fungsi Bhabinkamtibamas ditiyuh-tiyuh serta mengecek setiap personilnya yang tidak disiplin dalam melaksanakan dinas, seperti ijin tanpa dibekali surat ijin resmi, maupun meninggalkan tugas tanpa sepengetahuan pimpinan, selain itu agar setiap hasil kegiatan dilaporkan kepada saya sebelum diteruskan ke polda Lampung melalui direktorat masing – masing fungsi,” ujar Kapolres.

Lanjutnya, kita juga akan menggelar operasi “Keselamatan cartenz 2022”, saya berharap agar segera kita koordinasikan dengan baik dan saling bekerjasma, sehingga operasi keselamatan Krakatau 2023 ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, dan dalam operasi kali ini yang dikedepankan adalah fungsi lalu lintas.(*)

Seorang Suami di Way Kenanga Diduga Tega Telantarkan Anak Istri Demi Menikah Lagi Dengan Wanita Idaman Lain

Seorang Suami di Way Kenanga Diduga Tega Telantarkan Anak Istri Demi Menikah Lagi Dengan Wanita Idaman Lain

 


Tulang Bawang Barat - Seorang suami di tiyuh/desa Balam Jaya, Kecamatan Way kenanga, Tulang Bawang Barat, Lampung sudah hampir dua tahun tega meningalkan dan menelantarkan anak istrinya demi menikah lagi dengan wanita idaman lain ( WIL ) kejadian tersebut sudah hampir dua bulan dipatau wartawan media ini dari ( 5/1/2023 ) sampai ( 31/1/2023  ). 

Suami yang tega menigalkan dan menelantatkan anak istrinya tersebut Tusyanto warga tiyuh Balam Jaya Rt 04 Rw 02 Kecamatan Way kenanga Tubaba, yang menikah lagi dibawah tangan dengan wanita idaman lain ( WiL) bernama istini warga tiyuh Indraloka Jaya Rt 020 Rw 05 yang masih satu kecamatan, tanpa ijin istri sahnya atas nama Luna Aprilia. 

Suami durjana tersebut menikah dibawah tangan kurang lebih sudah hampir dua tahun lalu di desa penawar jaya kecamatan banjar margo tulang bawang  dihadapan seorang oknum yang mengaku kiyai yang bisa menikahkan juga belum jelas namanya, di saksikan oleh saksi sodara dekat dari Istini diantaranya adek kandung perempuan dan ibu khotimah dan beberapa orang lagi yang tak tampak dalam foto. 

Sebelumnya telah beredar dipemberitaan online seorang ibu dan tiga anaknya di Way Kenanga mencari ke adilan yang didampingi salah satu angota lembaga bantuan hukum ( LBH ) di Tubaba setelah hampir dua bulan berlalu masih dalam proses, wartawan mencoba kembali mencari informasi terkait berita yang firal tersebut dengan menghubungi Junaedi selaku pendaping hukum istri sah Tusyanto Luna Aprilia, Junaedi mengatakan" Yaa mas mohon maaf terkait permasalahan yang menimpa bak luna memang agak lama hampir dua bulan fakum yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan KPAI dan PPA polres Tubaba semua sedang di dalami Perbuatan pelagaran hukum yang dilakukan Tusyanto dan Istini,dalam waktu dekat ini saya akan mengadakan pertemuan dengan KPAI Tubaba yang diwakili ibu ninu,"ucap Junaedi.

Kemudian wartawan melakukan investigasi didapati saat ini Tusyanto tinggal satu rumah bersama Istini di tiyuh Indraloka Jaya rt 020 Rw 05 didapati keterangan dari kepala rukun tetanga ( RT  ) 20 membenarkan bahwa Tusyanto tingal di rumah istini tampa melapor ke ketua RT dan dari keterangan ketua Rt didapat informasi yang mengagetkan wartawan, bahwa sebelum pergi merantau dengan Tusyanto Istini adalah aparatur tiyuh Indraloka Jaya menjabat sebagai ketua RT 20 dari bukti yang didapat wartwan kembali meminta pendapat Junaedi terkait begitu mudahnya Istini dan tusyanto melangsungkan pernikahan dibawah tangan dan diduga ada unsur pembiaran dari aparatur tiyuh setempat karena ada sepasang sejoli yang belum jelas secara sah legal hukum pernikahnya bisa tingal satu rumah. 

"Kalau menurut saya gak mungkin aparatur tiyuh membiarkannya mas..pasti pernah ditegor akan tetapi Istini dan Tusyanto memang membandel dan takmengidahkan peringatan,tapi yang buat aneh Istini itu pernah menjabat ketua Rt mestinya paham mekanisme aturan. Bisa jadi kalau masnya bilang ada dugaan unsur pembiaran dari aparatur tiyuhnya saya katakan iya, tidak adanya bukti dan saksi dari apartur tiyuh yang membenarkan atau menyaksikan bahwa istini sudah menikah dengan tusyanto, hanya bermodal foto ijab kobul dan keterangan dari mulut kemulut, aparatur tiyuh  sudah diam dan tidak menidaklanjutinya dengan proses yang disahkan agama dan negara, bisa saya katakan aparatur tiyuh Indraloka Jaya  lemah dalam pengawasan dan penindakan kasus pernikahan dibawah tangan," katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan "banyak mas yang sudah terjadi dalam pantauan saya belum ada yang sampai dapat somasi atau sanksi bagi pelaku pernikahan dibawah tangan ataupun yang menikahkan, apakah iya aparatur Tiyuh Indraloka Jaya tak paham mekanisme undang-undang pernikahan, saya berharap aparatur tiyuh Indraloka Jaya segera memperjelas dan memberikan tindakan kepada Istini dan Tusyanto," pungkasnya. (*)

31/01/23

Diduga Ketua Apdesi Pringsewu Sebagai Provokator Memusuhi Wartawan, Ini Tanggapan FPII Lampung...

Diduga Ketua Apdesi Pringsewu Sebagai Provokator Memusuhi Wartawan, Ini Tanggapan FPII Lampung...

 


BANDAR LAMPUNG - Ditengah Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pihak kepolisian, pihak penegak hukum, ormas keagamaan, ormas kepemudaan, ormas masyakat mensosialisasikan, mengajak seluruh masyarakat di NKRI ini untuk saling menjaga perdamaian, menjaga ketertiban, menjaga toleransi agar tercipta keamanan dan ketertiban, seorang yang mengaku bernama Abidin Ayub dan mengaku Ketua Apdesi Kabupaten Pringewu mematik, menyulut api permusuhan sekaligus diduga memprovokasi seluruh Kepala Pekon untuk membenci dan merendahkan martabat dan profesi Jurnalis sekaligus mengajak pekerja Jurnalis untuk berperang.

Upaya provokasi tersebut disampaikan oleh Abidin Ayub dalam voice note group Kepala Pekon se-Kabupaten Pringsewu yang saat ini sudah beredar luas ditengah masyarakat.

Dalam voice note yang beredar dengan lantang dan suara keras, Abidin Ayub memprovokasi Kepala Pekon agar tidak memperdulikan karya atau tulisan wartawan bila perlu diajak perang, karena merasa sudah di Back Up penuh oleh orang kuat dari Pemerintah atau pihak yang berpengaruh secara hukum.

Hal tersebut akhirnya mendapat tanggapan keras dari berbagai pihak, terutama pekerja media dan Organisasi Pers.

Aminudin, S.P, selaku Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Lampung yang berkantor di Jalan Pulau Tegal No. 61, Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Selasa, (31/01/2023), mengatakan, apa yang disampaikan oknum Kepala Pekon yang mengaku sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu sudah melukai rasa keadilan dan kenyamanan pekerja Jurnalis.

Menurut Ketua FPII Provinsi Lampung ini, selaku Organisasi Pers yang mempunyai selagan "Garda terdepan membela Jurnalis" ini, Abidin Ayub tidak paham terhadap tugas dan fungsi wartawan.

Sebagai pilar ke empat demokrasi wartawan mempunyai fungsi, dalam tugas-tugas seorang wartawan, seperti mengumpulkan, mengelola informasi, serta menyampaikannya kepada masyarakat berdasar tujuan untuk meningkatkan intelektualitas masyarakat.

Oleh karena itu, kerja wartawan sebenarnya adalah kerja pikir, mereka sedikit banyaknya membawa misi intelektualitas. Seperti apapun hebat nya seseorang, seberapa baiknya pembangunan yang dilakukan oleh kepemimpinan suatu daerah, tidak akan sampai kepada publik tanpa peranserta wartawan. Oleh sebab itu dalam menyikapi voice note yang  sudah beredar di tengah masyarakat yang diduga berasal dari Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu, Aminudin dengan pihaknya FPII Provinsi Lampung dan seluruh Korwil FPII se-Kabupaten/ Kota di Provinsi Lampung dan seluruh media yang tergabung di FPII mengambil beberapa sikap, diantaranya :

1. Meminta kepada oknum yang ada di voice note tersebut untuk menyampaikan maksut dan tujuannya melakukan provokasi untuk membenci profesi wartawan dan minta maaf secara terbuka pekerja jurnalis.

2. Meminta kepada Abidin Ayub untuk menjelaskan kepada publik apa yang dimaksutnya orang-orang atau pejabat dibelakang mereka, sehingga Kepala Pekon tidak perlu menghiraukan  karya tulis wartawan.

3. Meminta penjelasan dari Abidin Ayub yang ikut menyebutkan PMD, Inspektorat, Polres dan Kasat Reskrim.

4. Pihak FPII akan mengirimkan surat kepada PMD, Inspektorat dan Polres Pringsewu untuk meminta penjelasan terkait institusinya dibawa oleh Abidin Ayub dalam voice note.

5. Mengajak seluruh wartawan dan tidak ragu-ragu untuk terus melakukan pengawasan dan melakukan kontrol pelaksanaan pembangunan Desa/Pekon bersama-sama masyarakat. Buktikan bahwa pena wartawan lebih tajam dari peluru polisi dan lebih baik dari bacot/mulut okmum Kepala Pekon tersebut.

Sementara terkait voice note yang diduga berasal dari  Ketua Apdesi Pringsewu sebagai berikut :

"Assalamualaikum Wr.wb

Saya Abidin Ayub selaku Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu menyampaikan atau menghimbau kepada kawan-kawan Kepala Pekon se-Kabupaten Pringsewu yang sudah menganggarkan buku digital taranisia ditahap dua dan tahap tiga yang sudah bayar atau belum segera ke Kantor Apdesi sekarang juga. Kantor Apdesi dibuka 1x24 jam, dan membawa LPJ yang sudah diganti atau lebih jelas datang ke Kantor Apdesi guna diselesaikan dengan baik. Karena 47 Pekon sudah mencairkan, sampai sekarang masih ada yang belum menyelesaikan urusannya. Karena menurut keterangan dari PMD, Ispektorat, Kasat Reskrim cair, tapi mengapa belum setor sampai hari ini? Harapan saya sebagai Apdesi Kabupaten Pringsewu, segera diselesaikan atau lebih jelas datang ke kantor membawa berkas-berkas lama untuk diganti atau dirubah karena ada kesalahan teknis, jangan takut, semua Ketua Apdesi yang tanggungjawab apabila ada masalah hal-hal itu dikemudian hari. Mulai dari hari ini yang belum merubah LPJ segera datang ke Kantor.

Ngapa ngurus-ngurus wartawan itu pak, percuma meskipun mereka lapor dimana juga. Makan enak-enak aja. Di belakang kita ini, gak main-main, ngapa harus takut. Itu wartawan yang gak ngerti, siapa yang punya itu. Suruh aja dia lapor ke polres, kemana aja. Gak ditanggapi gak. Jadi masalah buku digital ini ga usah kwatir, kan sudah dijelaskan Kasat Reskrim, PMD, Inspektorat sudah rapat, maka disuruh ganti SPJ nya itu dirubah. Itu ga ada masalah, itu wartawan yang ga ngerti, ga ngerti buku digital. Suruh dia buka itu diajar dia, orang polres sudah belajar kok dibuku itu, jadi ga usah kwatir ada wartawan masalah itu.

Pak gak, perlu didengar itu. Kita tahu inspektorat sudah menyuruh merubah ini semua. Dari Polres sudah tahu, kok jadi bingung?,masalah itu, kan tempo hari komplin dengan inspektorat, sekarang sudah dirubah inspektorat. Kok lurah jadi penakut benar sih, sudah jelas kita ini ada orang dibelakangnya. Kasat reskrim orang kita, inspektorat sudah menyuruh perubahan. Wartawan mau ekpost kemana aja, gak digubris gak, gak laku gak itu. Coba kita fikiran dewasa dulu, jadi kalau gitu mumet. Dikit-dikit wartawan itu mumet. Kecuali kalau kita tidak tahu kalau Polres sudah tahu. Sekarang sudah dikumpulkan Polres, Kasat Reskrim, Inspektorat, PMD sudah nyatu semua, siapa lagi mau memproses kita?. Kok jadi bingung gitu, coba kita Kepala Pekon itu menyikapinya yang pintar dulu, dikit-dikit kalau wartawan goyang seperti itu sudah ketakutan. Bila perlu kita serbu, kok takut amat sama wartawan, bingung saya jadinya. Wartawan sekumpel seperti itu takut, terkecuali ga ada yang megang kita. Apa mau dipanggil wartawan itu apa Kasat Reskrim yang mau memanggil Kepala Pekon itu nanti ujung-ujungnya?. Itu akhirnya kalau kita gak setor, kan gak enak akhirnya. Masa takut dengan wartawan segedek kuku aja takut masalah ekspost, kecuali inspektorat belum tahu, Kasat Reskrim belum tahu, PMD belum tahu. Dia orang sudah menyuruh ngerobahkan LPJ itu, SPJ suruh dirubah, cuman Kepala Pekon pun ga datang, bingung jadinya kan. Jadi terserah sama kamu orang kalau takut merubah, nanti saya laporkan sama Kasat kalau takut seperti itu.

Bila perlu suruh wartawan itu laporan ke Kasat Reskrim, biar dia laporan kesana, berani gak dia?. Ngapa kita jadi bingung, jadi takut. Aneh, kita ini lurah loh, kok takut amat dengan kata-kata begitu dari wartawan, bila perlu kita perang kok rame-rame, mau besok mau lusa, mati sudah!. Berenti jadi lurah sudah jangan setengah-setengah kalau jadi lurah itu, itu kalau saya. Bubar, ya bubar, kan gitu. Gak usah takut!, kalau perang, perang semua, kalau mati, mati semua. Ngapain takut-takut. Kalau takut jadi lurah, mending serahkan saja SK nya sekarang ini di Kecamatan atau dimana. Buat apa takut!, kita ini ngolah Dana Desa kok takut. Mana mau dapat duit, melarat iya ujung-ujung nya!.

(Rls)

Sumber : FPII Provinsi Lampung.

Polsek Banjar Agung Tangkap Dua Pelaku Curat Yang Beraksi di Salah Satu Ponpes

Polsek Banjar Agung Tangkap Dua Pelaku Curat Yang Beraksi di Salah Satu Ponpes

 


Tulang Bawang - Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) berhasil diungkap petugas dari Polsek Banjar Agung, Polres Tulang Bawang, Polda Lampung.

Dua pelaku curat yang berhasil ditangkap tersebut yakni berinisial HO (20), berstatus pengangguran, warga Kampung Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo, dan AR (15), berstatus pengangguran, warga Kampung Sukamaju, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

"Hari Minggu (29/01/2023), petugas kami berhasil menangkap dua orang pelaku curat yang beraksi di Ponpes. Pelaku HO ditangkap sekitar pukul 16.00 WIB, saat sedang berada di rumahnya di Kampung Agung Dalem, dan pelaku AR ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB, juga saat sedang berada di rumahnya di Kampung Sukamaju," kata Kapolsek Banjar Agung, AKP M Taufiq, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, Selasa (31/01/2023).

Lanjutnya, pelaku HO ini selain terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di perkebunan karet Kampung Sukamaju, ia juga menjadi pelaku utama dan mengajak rekannya AR untuk melakukan aksi curat di Ponpes Nurul Ikhlas 2, Kampung Agung Dalem.

"Dari tangan pelaku HO ini, petugas kami berhasil menyita barang bukti (BB) berupa sepeda motor merek Tossa yang digunakan oleh para pelaku saat beraksi," ungkap AKP Taufiq.

Kapolsek menjelaskan, menurut keterangan dari korban Marjanudin (32), berprofesi wiraswasta, warga Desa Sendang Ayu, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, yang bekerja di Ponpes Nurul Ikhlas 2, hari Rabu (04/01/2023), sekitar pukul 22.00 WIB, ia memasukkan sepeda motor Honda Beat warna merah, BE 4026 QL, miliknya ke dalam mess tempatnya tinggal dengan posisi berada di ruang depan.

Setelah itu, korban menuju ke bagian dapur untuk membantu istrinya memasak. Sekitar pukul 24.00 WIB, korban dan istrinya masuk ke dalam kamar untuk beristirahat dan melihat sepeda motor milik korban masih ada di ruang depan.

"Hari Kamis (05/01/2023), sekitar pukul 04.00 WIB, korban bangun dan melihat pintu depan messnya sudah terbuka dan sepeda motor miliknya yang terparkir di ruang depan sudah hilang. Akibat kejadian ini, korban langsung melapor ke Mapolsek Banjar Agung," jelas perwira dengan balok kuning tiga di pundaknya.

AKP Taufiq menambahkan, hasil pemeriksaan terhadap pelaku HO, diketahui bahwa sepeda motor Honda Beat milik korban sudah dijual oleh pelaku ke kawasan Register 45 Mesuji seharga Rp 1,5 juta. Sementara pelaku AR yang juga ikut beraksi hanya mendapatkan pembagian uang sebesar Rp 50 ribu.

Para pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Banjar Agung dan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (*)

Drs. Nukman Beberkan Visi & Misi Kabupaten Lampung Barat dalam Wawancara Nominasi Paritrana Award Tingkat Provinsi Lampung

Drs. Nukman Beberkan Visi & Misi Kabupaten Lampung Barat dalam Wawancara Nominasi Paritrana Award Tingkat Provinsi Lampung

 


Lampung Barat - Penjabat Bupati Lampung Barat (Lambar) Drs. H Nukman M.M menghadiri acara Wawancara Nominasi Paritrana Award Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2022, di Hotel Golden Tulip Sprighill Bandar Lampung, Selasa (31/01/2023).

Dalam wawancaranya, Nukman yang didampingi Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Lambar Sri Wiyatmi membeberkan visi dan misi Kabupaten Lambar secara umum.

Tak hanya itu, orang nomor satu di negeri di atas awan itu, menjelaskan mengenai profil Kabupaten Lambar diantaranya memiliki luas wilayah 211.659 hektar terbagi dalam 15 Kecamatan dan 131 Pekon lima Kelurahan. 

"Jumlah penduduk Lambar di tahun 2021 sebanyak 302.749 jiwa. Sebagaian besar berprofesi sebagai petani," Jelas Nukman. 

"Sebagian besar wilayah adalah kawasan hutan atau kawasan berpungsi lindung dengan luas 108.859 hektar dan 103.082 hektar merupakan hutan budidaya," Lanjutnya. 

Disisi lain, bentuk dukungan di Tahun 2022 dari Pemkab Lambar dalam optimalisasi pelaksanaan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Dan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (Perlindungan Pekerja Rentan/Pekerja Informal) melalui dukungan APBD

"Kita juga melakukan perlindungan non Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lambar sebanyak 370 guru dan tenaga pendidikan di Lambar,  217 orang tenaga non ASN, 1. 557 orang perangkat pekon," Sebutnya. 

Nukman juga menyuplik rencana inovasi Pemkab Lambar Tahun 2023 terkait kepatuhan ataupun dukungan optimalisasi pelaksanaan, sesuai Inpres No 2 Tahun 2021 dan Inpres No 4 Tahun 2022.

"Salah satunya dengan peningkatan alokasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Lambar, untuk pembayaran iuran kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Pegawai Pemerintah Non ASN dan Masyarakat Lambar yang termasuk dalam kriteria Pekerja Rentan, Keagamaan, atau Pekerja Ekosistem Kelurahan," Pungkasnya. (*)

Ibu Riana Sari Arinal Sampaikan 3 Hal Penting dalam Rakor PKK Tahun 2023

Ibu Riana Sari Arinal Sampaikan 3 Hal Penting dalam Rakor PKK Tahun 2023

 


BANDAR LAMPUNG ---- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal menyampaikan 3 hal penting dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PKK Tahun 2023 di Gedung Balai Keratun Lt. III, Selasa, (31/01/2023). 

Tiga hal penting itu, pertama, fokus dalam upaya penurunan angka stunting. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa TP PKK adalah mitra pemerintah yang diminta ikut menurunkan stunting dengan target minimal 14% di tahun 2024.

Kedua, PKK diminta turut serta mengendalikan laju inflasi dan penurunan angka kemiskinan melalui  program-program TP PKK. 

Ketiga, selaku mitra Pemerintah, TP PKK diminta untuk terus lakukan komunikasi dan jalin kerjasama yang baik dengan para mitra dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah masing-masing. 

Ibu Riana meminta kepada TP PKK Kabupaten/Kota, agar dapat turun langsung melakukan pembinaan di tingkat dasawisma sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk program dan kegiatan TP PKK. 

Ibu Riana Sari Arinal mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta Kegiatan Rakor PKK Tahun 2023.

"Ini merupakan rapat perdana yang kita laksanakan secara offline setelah pandemi Covid-19, kegiatan ini memiliki peran yang sangat penting dalam mengevaluasi kinerja TP PKK Provinsi Lampung serta mensinergikan rencana program dan kegiatan ke depannya," ujar Riana. 

Menurut Ibu Riana, kegiatan Rakor ini mengacu pada pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TP PKK Tahun 2022 silam. 

Dia berharap hasil dan rumusan Rakor ini dapat dilaksanakan dengan baik. 

"Hal ini sebagai bentuk kontribusi kita bersama dengan Pemerintah dalam mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya," pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, Ketua Bidang I dan Ketua Pelaksana kegiatan rakor Mamiyani Fahrizal menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakor ini mengusung tema "Pemantapan Program TP PKK Provinsi Lampung Mewujudkan Ketahanan Keluarga untuk Lampung Berjaya".

"Kegiatan ini bertujuan untuk  Mengevaluasi Pelaksanaan Program Kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Tahun 2022," ujar Mamiyani.

Pelaksanaan rakor sendiri berlangsung lancar.  Setelah dibuka oleh Ibu Riana, dilanjutkan dengan Pemaparan dan Evaluasi Program Kerja tahun 2022 oleh Sekretaris TP PKK Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri.

Kemudian dilakukan pembahasan, untuk menyepakati prioritas program, dan kegiatan TP PKK Provinsi Lampung Tahun 2023.  Lalu dilanjutkan dengan penguatan komitmen, dukungan dan sinergi seluruh mitra kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung. (*)

Pemprov Lampung Gerak Cepat Antisipasi Dan Cegah Penyakit LSD Pada Hewan Ternak

Pemprov Lampung Gerak Cepat Antisipasi Dan Cegah Penyakit LSD Pada Hewan Ternak

 


BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan Gerak Cepat dalam Pengendalian dan Pecegahan Penyakit Kulit Berbenjol/ Lumpy Skin Disease (LSD) yang mulai merebak kembali di sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera pada tahun 2023.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si mengatakan, Lumpy Skin Disease/LSD merupakan penyakit hewan menular yang menyerang pada ternak sapi/kerbau yang disebabkan oleh Virus cacar (Pox Virus/Poxviridea)

Penyakit LSD dengan gejala pembengkakan pada kelenjar pertahanan di sekitar kulit yang berlanjut menjadi nodul, pendarahan dan nekrosis, lesi cacar pada selaput lender saluran pencernaan dan pernapasan, leleran kental pada mata dan hidung serta menyebabkan gangguan pernapasan.

Penyakit ini di tularkan melalui gigitan serangga (nyamuk, lalat penghisap darah dan caplak) yang dapat menyebar antar ternak jarak dekat maupun jarak jauh (alat tranportasi yang tercemar virus LSD);

Meskipun penyakit ini tidak menular ke manusia (bukan zoonosis) namun menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karena penurunan produksi susu, abortus, kerusakan kulit, penurunan berat badan dan menyebabkan kematian ternak serta kerugian tambahan dengan adanya pembatasan pergerakan ternak untuk perdagangan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si menambahkan, bahwa pada tahun 2023, setelah merebak kembali LSD di beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera,  Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Lumpy Skin Disease di Provinsi Lampung nomor : 524/112/V.23/D1/2023 tanggal 18 Januari 2023, dimana dalam surat tersebut disampaikan agar dapat melakukan identifikasi dan melakukan pengawasan kesehatan hewan pada sentra-sentra peternakan sapi dan kerbau.

Selain itu melakukan pembinaan kepada peternak untuk melaporkan jika menemukan kasus kesakitan atau kematian pada sapi atau kerbau, dengan disertai atau tanpa tanda klinis yang mengarah pada LSD;  Meningkatkan pengawasan pemasukan sapi dan kerbau serta produknya ke wilayah masing-masing.

Kemudian melakukan analisa resiko untuk melaksanakan vaksinasi LSD di wilayah masing-masing; Melaporkan kasus kesakitan atau kematian melalui iSIKHNAS dan merespon setiap laporan kejadian yang diduga LSD ataupun penyakit hewan menular lainnya dan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung

dan Balai Ve teriner Lampung;  Melakukan Komuikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada peternak, petugas teknis dan masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian secara cepat, tepat dan terintegrasi secara langsung atau melalui media sosial.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung  juga memastikan bahwa penyakit LSD sampai saat ini belum terdeteksi di Provinsi Lampung. 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung  juga Telah mengirimkan Viral Transport Media (VTM) ke Kabupaten/Kota yang di fasilitasi Balai Veteriner Lampung untuk segera mengambil dan mengirimkan sampel jika ada ternak yang di curigai LSD.

Kemudian meminta kepada Kementerian Pertanian untuk mengalokasikan Vaksin LSD ke Pemerintah Provinsi Lampung, mengingat Lampung sebagai salah satu Lumbung ternak nasional, lalu lintas perdagangan ternak keluar dan transit di Provinsi Lampung cukup tinggi.

Ir. Lili Mawarti, M.Si juga mengatakan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan langkah-langkah Pengendalian dan Pencegahan Penyakit LSD sejak tahun 2021 melalui surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan penyakit LSD ke Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung sebagaimana surat nomor :524/642./V.23/D.1/2021 tanggal 24 Juni 2021.

Pada Tahun 2022 setelah ditetapkannya Provinsi Riau sebagai Daerah Wabah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 242/KPTS/PK.320/M/3/2022 tanggal 02 Maret 2022 Tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease/LSD) di Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Surat Edaran Pelarangan Pengiriman ternak terkait Penetapan Wabah LSD di Provinsi Riau ke Kabupaten-Kota se-Provinsi Lampung sebagaimana surat nomor: 524/427/V.23/D1/2022 tanggak 07 Maret 2022, Pelarangan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan dan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI.

Surat Edaran terkait pelarangan ini sekarang tidak berlaku lagi mengingat LSD sudah terkendali di Provinsi Riau dan sekitarnya dan sudah dilakukan vaksinasi LSD di wilayah tersebut.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga telah melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE/Penyuluhan) kepada masyarakat, peternak, pelaku usaha dan Petugas teknis terkait pada tanggal 10 Maret 2022 melalui webinar dengan Tema “Lumpy Skin Disease Ancaman Baru Dunia Peternakan Indonesia “ yang bekerjasama dengan Balai Veteriner Lampung dan Balai Karantina Lampung;

Melakukan Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dengan Kabupaten Kota dan pelaku usaha (pengemukan Sapi) pada tanggal 15 Maret 2022; Pada bulan Oktober 2022.

Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengeluarkan surat ke Kabupaten Kota untuk Peningkatan Kewaspadaan dan Pengendalian Penyakit Hewan menular strategis (PHMS) nomor : 524/2057/V.23/D1/2022 tanggal 31 Oktober 2022. (*/KN)

30/01/23

Rakerda, Gerindra Lampung Harus Jadi Basis Prabowo

Rakerda, Gerindra Lampung Harus Jadi Basis Prabowo

 


Bandar Lampung - Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP Partai Gerindra, H. Ahmad Muzani menginstruksikan kepada seluruh kader, baik pengurus maupun simpatisan untuk menjadikan Provinsi Lampung sebagai basis Prabowo Subianto dan Partai Gerindra pada Pilpres dan Pemilu 2024. 

Hal itu disampaikan Ahmad Muzani pada Rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Gerindra Provinsi Lampung di Graha Wangsa, Bandarlampung, Senin (30/1/2023).

“Memang Bapak Prabowo tidak muda dan beberapa kali maju. Tapi memperjuangkan orang lemah, terpinggirkan tidak pernah kalah. Prabowo jadi presiden bukan akhir perjuangan tapi awal untuk perjuangkan Indonesia,” ujar Ahmad Muzani di hadapan dua ribuan kader Gerindra.

Pada Pilpres sebelumnya, Prabowo belum menang di Provinsi Lampung. Tahun 2024 harus menang. PAC, ranting daerah terpencil tidak penah mengeluh, ini bagian ber- Gerindra. Ranting dan PAC tak berfikir nyaleg dan dewan, tapi perjuangan tak surut. Inilah menjadikan kekuatan partai Gerindra sebagai partai terbesar kedua di Indonesia.

Kebulatan semangat tekat partai Gerindra, menjadikan Provinsi Lampung basis Gerindra dan Prabowo. Kalau itu maunya Gerindra, partai lain tak usah tersinggung. Prabowo jadi presiden untuk Indoneia. Tidak hanya untuk Gerindra dan yang memilih.

Ahmad Muzani juga memuji Provinsi Lampung. Semua suku, agama, etnis ada di Lampung, tapi hidup rukun gotong royong bahagia di Lampung. Itulah hebatnya orang Lampung, dapat menerima orang luar Lampung.

Pada Rakerda Partai Gerindra Provinsi Lampung dihadiri Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, Ketua Partai Gerindra Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Ketua-ketua DPC Partai Gerindra 15 Kabupaten/Kota se Lampung, anggota DPRD Lampung dan Kabupaten/Kota dari Partai Gerindra, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi se-Sumatera. (*)

Nikah Tanpa Sepengetahuan Suami, Wanita Ini Ditangkap Polisi

Nikah Tanpa Sepengetahuan Suami, Wanita Ini Ditangkap Polisi



Tulang Bawang Barat --- Merasa dikhianati cintanya, AD (42) melaporkan Istrinya YL (32) ke polisi karena ketahuan menikah lagi.AD yang tinggal di Kampung Ujung Gung Ilir Kec. Menggala Kab. Tulang Bawang melaporkan istrinya YL ke Polres Tulang Bawang Barat.

YL menikah dengan laki-laki lain MT tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari sang suami syah yang bernama AD ( 40)

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S.IK yang diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Dailami, S.H mengatakan, pelapor yang merupakan suami sah mendatangi Mapolres Tulang Bawang Barat, Sabtu (14/11/2022). Dia melaporkan sang istri karena mengkhianati cintanya dengan menikah dengan laki-laki lain.

“Pelapor datang ke kantor dengan bukti dan akta nikah. Dalam laporan itu pelapor sakit hati dan merasa dikhianati karena sang istri menikah lagi. Bahkan pernikahan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuannya alias diam-diam,” ujar Dailami, Senin (30/01/2023).

Menerima laporan itu, Unit PPA Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat mendatangi rumah yang dijadikan sebagai lokasi pernikahan atau rumah suami ketiga terlapor di Desa Kantong Menggala Mas Kec. Tulang Bawang Tengah Kab. Tulang Bawang Barat.

Tersangka YL melangsungkan pernikahan yang ke 3 tersebut dengan menunjukkan akta cerai dengan suami yg pertama serta membuat surat pernyataan diatas materai bahwa siap mempertanggung jawabkan perkawinannya sehingga penghulu dan saksi saksi yakin bahwa status YL adalah Janda. Padahal dianya telah terikat perkawinan syah dengan Korban AD ( 40) sejak tahun 2020.(perkawinan ke 2 )

Polisi juga menyita barang bukti yaitu 1 (satu) buah akta nikah a.n. saudara AD dan saudari YL dan 1 buah kartu tanda penduduk (KTP) atas nama terlapor,” jelasnya.

Lanjut Kasat "Kronologis Penangkapan Pada hari Senin tanggal 30 Januari 2023 sekira pukul 10.00 wib saudari YL datang ke Polres Tulang Bawang Barat dan telah dilakukan pemeriksaan sebagai Saksi, mengakui perbuatan menikah tanpa persetujuan suami yang sah atau perbuatan zina, kemudian dilakukan gelar perkara yang dipimpin oleh kasat reskrim yang menetapkan status saksi YL menjadi tersangka. Pukul 14.00 telah dilakukan pemeriksaan YL sebagai tersangka selanjutnya dilakukan dilakukan penahanan di rutan Polres Tulang Bawang Barat.

“Atas perbuatan ini, YL ditetapkan tersangka dengan melanggar Pasal 279 Subsider 280 lebih subsider 284 K.U.H.Pidana, dengan ancaman pidana 7 tahun penjara,” katanya.(*)

 Gubernur Arinal Djunaidi Mengikuti Kegiatan Peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) Tahun 2022

Gubernur Arinal Djunaidi Mengikuti Kegiatan Peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) Tahun 2022

BANDARLAMPUNG -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti kegiatan Peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) Tahun 2022 secara Virtual dari Mahan Agung, Senin (30/01/2023).

Pada kegiatan yang mengusung tema "Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju", Gubernur Arinal didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Irfan Farulian, Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung Presley Hutabarat, Inspektur Provinsi Lampung Fredy, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnardi, dan beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Adapun Laporan Transparansi dan Akuntabilitas (LTABI) Tahun 2022 merupakan perwujudan transparansi dan akuntabilitas Bank Indonesia, sesuai dengan pasal 58 ayat (2), ayat (6), dan ayat (7) dari UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah beberapa kali, yang terkini yakni dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Pada Peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) Tahun 2022 tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2022 dan Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah (KEKSI) 2022, sekaligus menggelar Seminar Nasional dengan narasumber Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Odo R.M Manuhutu, dan Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. (*)

Polsek Banjar Agung Olah TKP Penemuan Mayat Tergantung di Pohon Jengkol

Polsek Banjar Agung Olah TKP Penemuan Mayat Tergantung di Pohon Jengkol

 


Tulang Bawang - Polsek Banjar Agung, Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki dengan posisi tergantung di pohon jengkol.

Penemuan mayat tersebut diketahui hari Minggu (29/01/2023), sekitar pukul 11.30 WIB, di perkebunan karet yang ada di Kampung Banjar Dewa, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

"Hari ini petugas kami melakukan olah TKP peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki dengan posisi tergantung di pohon jengkol. Korban diketahui berinisial KI (64), berprofesi tani, warga Kampung Banjar Dewa," kata Kapolsek Banjar Agung, AKP Taufiq, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK.

Korban ini, lanjut AKP Taufiq, pertama kali ditemukan oleh saksi Samidi (52), berprofesi tani, warga Kampung Banjar Dewa. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia (MD) dengan posisi tergantung menggunakan tali tambang, kaki menekuk ke belakang dan lutut tergantung.

Kapolsek menjelaskan, menurut keterangan dari saksi, saat baru pulang dari kebun, ia diminta oleh istri korban untuk menjemput korban ke kebun karet milik korban karena sudah dari tadi korban belum juga pulang ke rumah.

"Saat tiba di lokasi, saksi kaget karena mendapati korban dalam keadaan MD dengan posisi tergantung di pohon jengkol. Sehingga saksi langsung pulang dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga serta menghubungi petugas dari Polsek Banjar Agung," jelas perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas kami langsung datang ke TKP dan melakukan olah TKP serta memintai keterangan para saksi. Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan kuat penyebab korban MD adalah karena gantung diri.

AKP Taufiq menambahkan, menurut keterangan dari keluarga korban, penyebab korban nekat melakukan aksi bunuh diri diduga mengalami depresi akibat menderita penyakit yang tidak kunjung sembuh.

"Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan, dan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai sebuah musibah. Korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka dan rencananya hari ini juga akan dimakamkan di TPU Kampung setempat." Tutup Kapolsek. (*)

29/01/23

"Aiptu Supartono" Jadilah Polisi Yang Memiliki Jiwa Penolong Dalam Melayani Masyarakat

"Aiptu Supartono" Jadilah Polisi Yang Memiliki Jiwa Penolong Dalam Melayani Masyarakat

 


Tulang Bawang Barat -- Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung dalam melaksanakan tugasnya berupaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Disamping itu diharapkan juga anggota Polri harus memiliki jiwa penolong dan profesional dalam bekerja.

Dikatakan Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S.IK melalui Kasat Binmas AKP Aladin Effendi, S.H, bahwa pihaknya dalam hal ini Polres Tulang Bawang Barat terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat diwilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, harapannya terciptanya komunikasi dua arah yang baik demi terwujudnya kamtibmas yang aman,” kata Kasat Binmas pada Minggu (29/1/2023).

Untuk itulah, kami selalu mengingatkan kepada para anggota Bhabinkamtibmas Polres Tulang Bawang Barat untuk selalu disiplin dan secara sungguh-sungguh mengamalkan isi yang terkandung dalam Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi pedoman setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Seperti yang dilakukan oleh Aiptu Supartono anggota Bhabinkamtibmas Polsek Lambu Kibang yang sering membantu menolong warga binaannya dan anggota bhabinkamtibmas lainya.

“Niatkan diri kita jadi polisi itu melakukan pengabdian, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan baik didasari dengan keikhlasan,” pungkasnya.

Ia menambahkan kehadiran polisi ditengah masyarakat harus benar-benar membawa manfaat dan membantu mengatasi setiap persoalan sosial yang ada dilingkungan warga.

“Tanamkan jiwa penolong, terlebih bagi anggota Bhabinkamtibmas yang setiap saat membaur dengan masyarakat di desa binaannya,” imbuhnya.(*)

Kabid Dikdas Tanggamus : "Tidak Ada Keharusan Menggunakan LKS, Guru Sudah Membuat LKPD"

Kabid Dikdas Tanggamus : "Tidak Ada Keharusan Menggunakan LKS, Guru Sudah Membuat LKPD"

 


TANGGAMUS--Praktik jual beli buku LKS di Sekolah tidak akan terlaksana bila pihak sekolah melarang murid menggunakannya, sebab sudah ada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dibuat oleh para guru menurut keterangan Ida Bagus selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kabupaten Tanggamus mempertegas atas larangan adanya jual beli buku.

Lalu siapa yang salah dalam hal ini?, adanya pembiaran murid menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS), ada dugaan pihak sekolah yang masih menggunakan LKS sengaj membiarkan praktik jual beli nya. Berdalih akan kebutuhan dan permintaan para wali murid adalah hal yang rancu.

Musyawarah kesepakatan atas permintaan wali murid pun menjadi dasar hal itu terjadi dan mirisnya ini di fasilitasi oleh pihak sekolah.

Seperti yang di sampaikan oleh Ibu Legiem salah seorang tenaga pendidik di SDN 1 Tanjungrejo, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus diberita sebelumnya, bahwa keberadaan buku LKS adalah permintaan orang tua murid. Dan praktik semacam ini tidak memungkinkan terjadi di Sekolah Dasar hingga SMP Wilayah Kabupaten Tanggamus.

Benarkah, kewenangan seperti ini tidak harus melalui persetujuan Dinas Pendidikan setempat seperti yang di sampaikan Ibu Legiem. 

"Ya kalo kewenangan ya tidak, tapi ini permintaan dari wali murid, apakah harus di wenangkan dari sana, kalo memang kita disini butuh," kata Legiem.

Disini ia menempatkan kebutuhan buku LKS bagi siswa adalah hal mendesak dan wajib, ia mengumpamakan saat kita butuh piring lalu harus menunggu laporan terlebih dahulu baru boleh di pakai, lalu apa fungsi Dinas Pendidikan bila hal-hal seperti ini tidak musti  dilaporkan, sedangkan buku itu dibeli bukan sebatas pakai.

"Saya butuh nya ini loh piring, terus apa kita harus lapor kesana, sedangkan piring sudah mau dipakai sekarang," terangnya.

Memang masih menjadi pertanyaan, apakah praktik jual beli buku LKS di Sekolah ini diketahui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus?. 

Dan sudah kah pihak distributor mengantongi izin dari Dinas terkait untuk melakukan jual buku, dan apakah Dinas Pendidikan telah memiliki contoh buku yang akan di jual, sebab ini menyangkut pembelajaran bagi siswa.

Menanggapi ditemukannya penggunaan buku LKS di SDN 1 Tanjungrejo, Kecamatan Pulaupanggung, Kabid Dikdas Ida Bagus menjelaskan tidak ada kesamaan penggunaan LKS dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus tidak pegang contoh buku LKS, serta tidak ada keharusan, sebab para guru sudah membuat lembar kerja untuk digunakan oleh para siswa siswi.

"Gak ada pak. Kesamaan pengunaan LKS karena hal tersebut diserahkan ke Sekolah masing-masing dan tidak ada keharusan juga menggunakan LKS, karena guru sudah membuat LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), Bagus mempertegaskan lebih lanjut, selain ada aturan Permen larangan jual beli buku LKS oleh tenaga pendidik, pegawai dan koperasi di sekolah,” tutup Kabid Dikdas Kabupaten Tanggamus, Ida Bagus.

(ROBI)

Kepala Desa Kibang Tri Jaya Terima Surat Pangilan Penyidik Tipidkor Polres Tubaba

Kepala Desa Kibang Tri Jaya Terima Surat Pangilan Penyidik Tipidkor Polres Tubaba

 


Tulang Bawang Barat - Akhirnya penyidik Tipidkor Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung, melayangkan undangan atau pangilan kepada kepala tiyuh/desa Kibang Tri Jaya kecamatan Lambu kibang Asrofi, untuk dilakukan verifikasi terkait penyelewengan dana desa untuk insentif guru ngaji dan linmas dari info narasumber yang disampaikan kepada wartawan pada sabtu (28/1/2023 ) sekira 9,30 WIB yang tak mau disebutkan namanya, surat pangilan dari penyidik tipidkor sudah diterima oleh Asrofi.

Surat pangilan tersebut disampaikan oleh salah satu angota dari polres Tubaba yang diterima aparatur tiyuh/desa kibang Tri Jaya pada rabu ( 25/1/2023 ) sekira 16,00 WiB. 

Takluput dari pantauan wartawan beberapa hari yang lalu telah dipangil dua aparatur Tiuh Kibang Tri Jaya pada selasa ( 24/1/2023 ) yaitu sekertaris tiyuh dan bendahara yang datang mengunakan kendaraan roda empat Toyota Ras hitam di antar kepala tiyuh Asrofi,tiba di Polres Tubaba sekira 9,30 WIB untuk memberikan keterangan seputar dugaan penyelewengan dana desa untuk insentif limas dan guru ngaji, 

Menurut informasi yang didapat wartawan dari pendampinh limas dan guru ngaji Junaedi tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan segera menghadirkan saksi dari guru ngaji linmas lama dan baru untuk melengkapi penyelidikan yang dilakukan tipidkor Polres Tubaba, " Setelah kepala tiyuh Asrofi menghadiri pangilan penyidik tipidkor polres tubaba saya akan mendampingi guru ngaji limas lama atau baru untuk memberikan keterangan ketipidkor,"ucap Junaedi. 

Angota LBH Junaedi yang juga di dampingi tim advokad Bela Rakyat ( ABR ) Holidi mengatakan bahwa terkait kasus yang menjerat kepala tiyuh Asrofi dengan sangat serius dikawal dan dipantau oleh dua lembaga bantuan hukum ( LBH ), keterangan tegas disampaikan oleh dua tim ( LBH ) tersebut, 

"Kami kawal dengan serius permasalahan yang terjadi ditiyuh kibang tri jaya  dan saya harapkan penyidik tipidkor polres tubaba dapat mengungkap kebenaran dari prilaku melawan hukum yang dilakukan Asrofi bukan hanya insentif saja akan tetapi dari semua pekerjaan yang direalisasikan di RAB APBT tiyuh kibang trijaya di tahun 2022 termasuk pekerjaan onderlah yang diduga proyek siluman dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Asrofi dengan meminjamkan dana desa kepada oknum APH tanpa ada berita acara musawarah dengan apartur atau BPT sebagai wakil masarakat yang mengawasi kebijakan dipemeritahan tiyuh, yang berimbas di gelapkannya dana desa yang di pinjamkan oleh Asrofi kepada oknum APH dengan dalih untuk modal usaha sesuai dengan kuitansi tanda Terima uang Rp 45,000,000 yang ditandatanganni oleh oknum tersebut," Pungkas . (TIM)

28/01/23

Team Tekab 308 Presisi SatReskrim Polres Tulang Bawang Barat dan Polsek Gunung Agung Ungkap dan Tangkap Pelaku Curanmor R2 (Curat)

Team Tekab 308 Presisi SatReskrim Polres Tulang Bawang Barat dan Polsek Gunung Agung Ungkap dan Tangkap Pelaku Curanmor R2 (Curat)

 


Tulang Bawang Barat --- Team Tekab 308 Presisi SatReskrim Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung bersama Tekan 308 Polsek Gunung Agung kembali telah melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku Curanmor R2 Berdasarkan Laporan polisi nomor : LP / B /  02  / I/ 2023 / SPKT / POLSEK GUNUNG AGUNG / POLRES TULANG BAWANG BARAT / POLDA LAMPUNG, Tanggal 14 Januari 2023 Dengan Korban Heri Yulianto.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S.I.K, melalui Kapolsek Gunung Agung IPTU Irwan Susanto, S.E, M.M membenarkan adanya penangkapan tersebut ” benar bahwa telah di ungkap dan ditangkap pelaku Curanmor R2 sebanyak 1 (satu) orang. Hasil kerja keras Team Tekab 308 Sat. Reskrim Polres Tulang Bawang Barat dan Tekab 308 Polsek Gunung Agung yang telah membuahkan hasil lagi. 

Saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan ini. Hal ini merupakan keberhasilan Polsek Gunung Agung dan Takab 308 Polres Tulang Bawang Barat dalam kesungguhan serta keseriusan, tetap atensi pada tindak pidana yang telah meresahkan masyarakat, ” ujarnya.

“Saat ini pelaku yang berhasil ditangkap inisial AR , 30 thn, buruh, Dwi Kora kecamatan Gunung Agung, 

Lebih lanjut kata Kapolsek" kronologis Kejadian Pada hari Jum'at tanggal 13 Januari 2023 sekira pukul 21.00 wib telah terjadi Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan 1 (satu) Unit Sepeda Motor yamaha vixion No. Pol BE 6310 ST No. Sin : 3C1-878820 No. Ka : MH33C1005CK877774 Warna Merah Marun di Tiyuh Dwikora Jaya Rt/RW 012/004 Kec. Gunung Agung Kab. Tulang Bawang Barat, Korban/Pelapor An. Heri Yulianto dan Pelaku belum diketahui.

Awal Kronoligis ungakap Pada awalnya sekira pukul 19.00 wib Korban/Pelapor berangkat melayat/takziah kerumah saudaranya yang meninggal dan ibu Korban/Pelapor An. Wadinem berangkat mengaji di TPA dan meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong dan terkunci, sekira pukul 21.00 wib Korban/Pelapor pulang kerumah dan mendapati sepeda motor miliknya tersebut telah hilang tidak berada ditempatnya, dan mengecek kekamar melihat lemari kamar dalam keadaan acak acakan dan uang RP 500.000,- (lima ratus ribu rupian) yang disimpan di lemari juga hilang, kemudian korban melihat BPKB, STNK dan kunci kontak yg disimpan dibawah kasur juga hilang, pelaku masuk dan keluar melalui pintu dapur mengambil barang barang tersebut dan keluar melalui pintu yang sama, Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih senilai Rp. 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupian) Dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke polsek Gunung Agung.

Kronologis awal mula Pengungkapan Pada hari Sabtu tgl 14 Januari 2023 sekira jam 21.00. wib. Tim tekab 308 polsek Gunung Agung dan Timm Tekab 308 Polres tubaba mendapat informasi keberadaan Sepeda motor Yamaha V-xion warna Merah Marun dengan Nopol : BE 6310 ST, noka MH33C1005CK877774, nosin 3C1-878820 An. BUDI SANTOSO berada di Tiyuh Indraloka Jaya Kec. Way Kenanga Kab. Tuba barat,  kemudian Tim 308 Polsek Gunung agung dan Tim Tekab 308 polres tubaba bergerak menuju Tiyuh Indra loka jaya. Dari hasil keterangan Sdr. SUGITO (pembeli) yg beralamat di Tiyuh Indraloka Jaya Sdr. SUGITO membeli motor Yahama V-xion tersebut dari Sdr. Ridwan sebesar Rp. 5.500.000,- (Lima Juta lima ratus ribu rupiah) Transaksi Pembeli motor tersebut di SPBU Indraloka tiyuh Indraloka Jaya Kec. Way Kenanga Kab. Tuba barat, kemudian Tim tekan 308 Polsek gunung agung dan Tim Tekab 308 polres Tubaba mengamankan sepeda  motor berserta BPKB dan STNK tersebut ke Polsek gunung agung.

Ditambahkan Kapolsek Gunung Agung Pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2023 sekira pukul 01.00 wib Pengembangan kembali dari hasil penyelidikan team tekab 308 Polres Tulang Bawang Barat dan team tekab 308 Polsek Gunung agung. Diketahui keberadaan pelaku an.AR berada di daerah pasiran jaya kec.Dente teladas lalu team berangkat menuju ke dente teladas via Rumbia untuk melakukan penyisiran di jalan karna diduga pelaku membawa kendaraan mobil fuso dump truck. team tekab 308 Polres dan Polsek berhasil mengamankan pelaku an.AR di dermaga penyeberangan Pos Antasena PT.Bratasena Kec.Dente teladas pada saat akan menyebrangkan mobil fuso yg di kendarainya. pada saat di lakukan interogasi pelaku mengakui bahwa Hb benar telah mengambil sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dan uang sebesar Rp.500.000 lalu pelaku langsung di bawa kepolsek Gunung Agung guna di lakukan Penyelidikan " Tegas IPTU Irwan.

Barang Bukti berupa sepeda motor Yamaha V-xion warna Merah Marun dengan Nopol : BE 6310 ST, noka MH33C1005CK877774, nosin 3C1-878820 An. BUDI SANTOSO berserta BPKB dan STNK.

Pasal yang dilanggar Pasal 363 KUHPidana dan Pasal 53 Jo 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(*)