Berita Terbaru

4/4/20

Warga Desa Keluhkan Besarnya Biaya Pernikahan Yang Diminta Kepala Desa

Warga Desa Keluhkan Besarnya Biaya Pernikahan Yang Diminta Kepala Desa


Lampung Utara - Desa Warga Desa Bumiraharja Kecamatan Abung Surakarta Lampung Utara keluhkan biaya Pernikahan Yang Terlalu Besar. Pasalnya setiap ada acara pernikahan selalu dimintai dana kirasan Rp. 1.800.000 (satu juta lapan ratus ribu rupiah)  sampai Rp 1.900.000 (satu juta sembilan ratus ribu rupiah).

Menurut salah satu warga disina yang diberi inisial (NI)  selama ini,  memang setiap warga di sini yang akan melaksanakan penikahan selalu dipatok biasa oleh kepala desa dengan kisaran diatas. Hal itu sudah menjadi tradisi Sejak lama di daerah ini. 

Dirinya sangat menyayangkan patokan dana yang diutarakan oleh kades, sedangkan sudah jelas aturan seperti itu tidak ada. Bahkan bukan hanya dirinya saja, tetangga yang lain juga sama dimintai uang sebesar Rp 1.800.000 ribu rupiah hingga 1.900.000 ribu rupiah. 

"Saya juga bingung, Kenapa biaya sebesar itu hanya terjadi di Desa Bumiraharja saja, sedangkan didesa tidak ada yang nama dana pernikahan seperti itu, " Kata dia

Sementara Ketua PPN Desa Bumiraharja (Tin) membenarkan bahwa setiap Warga yang akan melaksanakan pernikahan di mintai dana berkisaran 1.800.000 Ribu Rupiah hingga 1.900.000.

"Kegunaan dana itu banyak Mas, 600000 untuk buat buku nikah, dan sisanya dibagi untuk RK, Hansip, RT dan Kepala Desa," terangnya. 

Dijelaskannya, Aturan biaya tersebut memang sudah menjadi ketetapan dari kepala desa, hasil itu berdasarkan musyawarah. 

Memang, dirinya pernah memberikan masukan tentang biaya itu, sebab terlalu memberatkan warga. Namun tidak mendapatkan tanggapan. " Ya saya juga mau berbuat apa mas, sudah memberikan masukan namun ditolak, disini saya hanya menjalankan perintah dari kades, " Jelasnya. 

Terpisah, ketika dikonfirmasi melalui via telpon seluler, Kades Bumiraharja, Rukito juga membenarkan bahwa telah melakukan pungutan dana tersebut dengan dalih hasil musyawarah desa.

"Ya memang benar, tapi itu berdasarkan hasil musyawarah desa. Dan dana itu sudah ada pos pos nya masing masing," ucap Kades Bumiraharja, Sabtu (4/4/2020). (Albet)
Pejabat Lampura Beserta Aparat Penegak Hukum Mengikuti Video Comference Gubernur Lampung

Pejabat Lampura Beserta Aparat Penegak Hukum Mengikuti Video Comference Gubernur Lampung


Lampung Utara - Plt. Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, S.E., M.M., bersama Kapolres Lampung Utara, Dandim 0412 Lampung Utara, dan Ketua DPRD Kab. Lampung Utara, mengikuti Video Conference Gubernur Lampung  Arinal Djunaidi dengan Bupati/Walikota se-Lampung di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lampung Utara, Jumat (03/04/2020).

Video conference diadakan dalam rangka Percepatan Penanggulangan Gugus Covid-19. Dalam kegiatan ini Gubernur Arinal menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan penanganan serta antisipasi terhadap berkembangnya Covid-19.
Ikut serta mendampingi Plt. Bupati LU yaitu Pj. Sekdakab. LU dan Para Kepala OPD yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19. (Albet)
 Terdapat 17 ODP,  Desa Melungun Ratu Lakukan Penyemprotan

Terdapat 17 ODP, Desa Melungun Ratu Lakukan Penyemprotan


Lampung Utara - Dalam rangka menjaga penyebaran virus  Covid-19, Desa Melungun Ratu Kecamatan Sungkai Tengah Kabupaten Lampung Utara melaksanakan penyemprotan disinfektan dan memberi bantuan alat cuci tangan di beberapa tempat keramaian, sekaligus menyambangi 17 warganya yang masuk dalam Orang dalam pengewasan.

Kegiatan tersebut di hadiri Sekertaris camat Sungkai Tengah(Lilik Sugiono),
di dampingi tenaga kesehatan Puskesmas di wakili bidan desa ,dari Koramil   di wakili Babinsa(Heri Sofyan) polsek di wakili Babinkamtimas (Andik Sudarsono) danmelibatkan seluruh perangkat desa, 

Kegiatan tersebut berjalan lancar dan  antusias masyarakat dalam menerima kegiatan tersebut. Penyemprotan di mulai dari kantor desa,menuju gedung paud,masjid-masjid,gedung posyandu,puskesdes, gereja,Sekolah SD dan Pondok Pesantren.Setelah melakukan penyemprotan kepala desa bersama rombongan menyambangi 17 ODP dengan memberikan pengarahan agar mengisolasi diri secara mandiri, sekaligus memberikan bantuan alat cuci tangan guna memberikan kesadaran tentang bahaya virus Covid-19.

Saat di wawancarai Team DPC PWRI Lampung Utara,Kepala Desa Melungun Ratu ( Suhaili ZA) dirinya menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka pencegahan virus Corona guna memutuskan tali rantai penyebarannya, terlebih di desa tersebut ada 17 warganya yang baru pulang dari Jakarta di mana daerah tersebut masuk ke dalam zona merah,
" Kegiatan ini kami lakukan untuk pencegahan penyebaran Virus Covid-19,dengan melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga dan tempat-tempat keramaian,sekaligus memberikan arahan kepada warganya yang masuk kedalam Orang Dalam Pengawasan agar mengkarantina diri secara mandiri dan melapor kepada tenaga kesehatan ketika ada gejala-gejala yang mirip dengan Virus tersebut, selain itu kami juga memberikan bantuan alat untuk mencuci tangan guna melakukan gaya hidup sehat," Ungkapnya

Di tempat yang sama pihak puskesmas yang di wakili bidan desa(Citra yunisa firdalina,S.Tr. Keb)
Menjelaskan, dirinya selalu berkordinasi bersama kepala desa dalam melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut, terkait kedatangan 17 warga ODP yang datang dari daerah zona merah,"Kami dari tenaga kesehatan telah mendata dan meriksa kesehatan Meraka masing-masing, sejauh ini belum ada gejala-gejala yang di tunjukkan dan pemeriksaan perkembangan lebih lanjut selalu kami pantau hingga 14 hari kedepan,dan ketika ada gejala tersebut maka akan kami lakukan tindakan dan di laporkan ke posko penanganan yang ada di sungakai tengah,"Jelasnya

Di tempat terpisah Sekretaris Kecamatan Sungkai Tengah(Lilik Sugiono) mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi dengan cepat dan tanggap yang di lakukan oleh kepala Desa Melungun Ratu ketika mendengar ada 17 warganya yang baru datang dari rantau,
" saya mewakili pemerintah kabupaten mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas di laksanakan kegiatan tersebut,langkah ini cukup tepat dalam merespon, ketika ada ODP langsung segera mengambil tindakan pencegahan karena lebih baik mencegah daripada mengobati, karena virus tidak bisa di sepelekan, bencana ini bukan saja untuk negara tapi Dunia," Tutupnya. (Albet)
Tersambar Petir di Gubuk Persawahan, Seorang Warga Ulu Belu Meninggal Dunia

Tersambar Petir di Gubuk Persawahan, Seorang Warga Ulu Belu Meninggal Dunia

TANGGAMUS|konkritnews.com
Musibah tersambar petir terjadi di sebuah gubuk persawahan Dusun Air Lingkar, Pekon/Desa Pagar Alam, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Jumat, (03/04/2020) sore.

Akibat sambaran petir tersebut, seorang pemuda 22 tahun bernama Ahmad Habibi (22), warga Dusun Sidodadi, Pekon/Desa Air Abang, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus meninggal dunia di TKP.

Seorang rekan korban, bernama Sunisman alias Maman (43), warga Pekon/Desa Air Abang mengalami luka robek Kepala sebelah kiri, pasca petir mengantam gubuk yang digunakan berteduh tersebut.

Sementara tiga rekan lainnya bernama Suwono (46), Hadi Suwono (41), Yasir (31) yang juga warga Pekon/Desa Air Abang hanya mengalami shock dan tidak mengalami luka.

Kapolsek Pulau Panggung Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora, S.H, mengatakan korban tersambar petir saat berteduh digubuk ketika hujan turun, sebab korban bersama temannya hendak memancing di area tersebut.

"Kejadian sekitar pukul 15.30 Wib di sebuah gubuk persawahan di Dusun Air Lingkar, Pekon/Desa Pagar Alam, Kecamatan Ulu Belu," kata Iptu Ramon mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M, Jumat, (03/04/2020) malam.

Iptu Ramon menjelaskan, kronologis kejadian bermula sekitar pukul 13.30 Wib, korban bersama 4 orang temannya pergi ke daerah persawahan tersebut bertujuan hendak memancing. 

Namun, sekitar pukul 14.30 Wib setibanya di daerah persawahan, hujan turun sehingga korban dan teman-temannya berteduh disebuah pondok yang ada dipersawahan tersebut. 

Lalu, pada saat korban dan teman-temannya sedang berteduh, sekitar pukul 15.00 Wib, terjadi geledek yang disertai petir sebanyak tiga kali dan menyambar korban.

"Akibat sambaran petir tersebut, korban langsung tersungkur dan meninggal dunia di TKP. Sementara, rekannya bernama Sunisman mengalami luka lecet di Kepala akibat terbentur tiang gubuk," jelasnya.

Sambungnya, atas peristiwa tersebut, tindakan kepolisian yang telah dilakukan dengan mendatangi TKP, mendatangkan tim medis dan meminta keterangan saksi. 
Ditambahkan Iptu Ramon, atas peristiwa itu keluarga menerima kematian korban serta membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum maupun otopsi.

"Keluarga telah menerima dan menolak dilakukan visum maupun otopsi, dan malam ini korban langsung dimakamkan di pemakaman umum Pekon Air Abang," imbuhnya.

Kesempatan itu, Kapolsek menghimbau kepada petani maupun masyarakat yang berada di persawahan, saat terjadinya hujan agar meninggalkan area terbuka, sebab sangat rentan sambaran petir.

"Saat cuaca hujan disertai petir, kami himbau masyarakat meninggalkan area terbuka seperti persawahan maupun lapangan, sebab area terbuka rentan terjadinya sambaran petir," pungkasnya.
(ROBI/KN/RED)

4/3/20

4/2/20

Pulang Kerja, Seorang Pegawai BRI Tersambar Petir

Pulang Kerja, Seorang Pegawai BRI Tersambar Petir


Lampung Timur - Seorang Pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Raman Utara Lampung Timur tewas tersambar Petir di Persil 10, Desa Kota Raman, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur. Kamis (02/04/20). Informasi itu diakui dari salah seorang Pegawai BRI membenarkan peristiwa tersebut. 

"Kejadiannya sekitar pukul 17.00,Wib ketika sedang mengendarai sepeda motor di tengah hujan  deras tiba tiba tersambar petir tepatnya di Persil 10," ujar rekan kerjanya yang enggan disebutkan identitasnya.

Dia juga menambahkan, bahwa korban itu atas nama Iwan, yang berdomisili di daerah Metro Kibang, Lampung Timur yang bekerja di BRI Raman Utara.

"Namanya Iwan tinggal di Metro Kibang memang bekerja sebagai pegawai BRI Raman, saat musibah itu terjadi posisi dia hendak pulang dengan memakai jas hujan," tambahnya.

Kini jasad korban telah di bawa ke Rumah Sakit Islam Kota Metro dan dilanjutkan ke rumah Duka, Desa Margo Toto kecamatan Metro Kibang. (Helmi)
Cegah Covid-19, GPN Tanggamus Bagikan Sarung Tangan

Cegah Covid-19, GPN Tanggamus Bagikan Sarung Tangan


TANGGAMUS  - Dewan Pengurus Daerah tingkat II Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kabupaten Tanggamus, menggelar bakti sosial (Baksos) dengan membagi-bagikan sarung tangan bagi para pedagang di pasar Gisting. Kamis, (02/04/2020).

Bukan tanpa alasan kegiatan baksos ini digelar, mengingat wabah Corona virus desease atau Covid 19 ini tengah marak di tengah-tengah masyarakat, maka dari itu GPN Tanggamus berinisiatif membantu untuk melawan virus covid 19 ini dengan membagikan masker, selain ke para pedagang, juga pengendara ojek pangkalan yang biasa mangkal di pasar Gisting tersebut.

Umroh Mahendra selalu ketua umum GPN Tanggamus menyampaikan bahwa, maraknya wabah corona yang cukup mematikan ini, mengetuk relung hatinya untuk ambil bagian demi membantu pemerintah daerah, yang cukup ekstra dalam bekerja dengan bahu-membahu guna menekan dan mencegah penyebaran Corona virus desease ini di kabupaten yang berjuluk bumi Begawi jejama ini. 


''Alhamdullilah kami bisa hadir di tengah-tengah Masyarakat, untuk membantu pemerintah tanggamus mensosialisasikan dan menghimbau untuk bergerak bersama melawan covid-19 dengan cara-cara yang telah di tetapkan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti menjaga lingkungan sekitar, rajin mencuci tangan, olahraga secara teratur, serta berjemur pada sinar matahari sesuka dengan waktu atau jam yang telah ditetapkan,''jelas ketua GPN ini.

Umroh melanjutkan, dimana semua ketahui bersama, wabah virus Corona di Lampung sudah mencapai 11 orang, dan berharap tak ada penambahan dalam angka tersebut, dengan upaya prefentif pemerintah provinsi, daerah dan masyarakat, khususnya Organisasi-organisasi di kabupaten Tanggamus seperti GPN ini dengan bekerja secara bersama-sama dalam menekan penyebaran covid 19 ini.

'' Untuk kegiatan GPN hari ini, yakni membagikan sarung tangan secara gratis dengan warga dan pedagang di pasar Gisting, Alhamdulillah kehadiran kami di terima baik oleh warga dan para pedagang pasar, dan kegiatan ini tak akan berhenti sampai disini, rencana pada hari Senin (6/4/20) GPN Tanggamus berencana akan membagikan masker dan sarung tangan di pasar kotaagung serta perempatan lampu merah kota agung,''ucapnya.

Tambah Umroh, diharapkan Melalui gerakan ini, keluarga besar GPN Tanggamus ingin mengingatkan dan membantu pemerintah mensosialisasiakan kepada masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak terpapar virus korona, tema kali ini "Gerakan Pemuda Nusantara Peduli & Mengabdi untuk masyarakat. 

'' Dan kita do'a kan bersama-sama, yang tengah menjalani pengobatan covid 19 ini, semoga cepat di beri kesembuhan, serta wabah yang sudah menjadi pandemi saat ini segera berlalu,  insyaallah kedepan kegiatan bakti sosial seperti ini akan terus kami gelar di setiap pasar di kabupaten Tanggamus, semoga baksos kami ini bisa bermanfaat untuk semua,''tutupnya.

Salah satu pedagang di pasar Gisting Suroyo mengatakan, kegiatan yang digelar oleh GPN ini sangat berarti atau bermanfaat bagi para pedagang dengan membagikan sarung tangan, hal ini sangat di apresiasi seluruh pedagang yang ada, sebab pedagang hampir setiap waktu berinteraksi dengan para masyarakat yang tengah berbelanja, dengan adanya sarung tangan ini bisa membantu dan sangat bermanfaat.

''Kami sangat apresiasi kegiatan baksos ini, mengingat sarung tangan masih cukup langka di pasaran saat ini, terimakasij atas kehadiran GPN yang sudah membagikan sarung tangan gratis kepada kami, semoga virus Corona ini cepat selesai dan berlalu, karena semenjak covid 19 ini mewabah imbasnya pasar jadi sepi,'' tandasnya. (Rls)
Diberitakan Langgar Maklumat Kapolri, Kadisdikbud Pesawaran Angkat Bicara

Diberitakan Langgar Maklumat Kapolri, Kadisdikbud Pesawaran Angkat Bicara


Pesawaran - Terkait pemberitaan Dinas Pendidikan Pesawaran tentang   Sosialisasi DAK TA. 2020, Senin (30/3/2020) beberapa hari lalu yang diadakan di SKB Gedong Tataan Dinas Pendidikan Pesawaran yang mengundang kepala sekolah SMP dan operator, Fauzan Suaidi selaku Kepala dinas pendidikan Angkat bicara saat di wawancarai awak media diruang kerjanya Rabu,(1/4/2020).

Menurut Fauzan selaku kepala dinas, kegiatan itu terkait pembagian Modul Sosialisasi DAK Th.2020, bukan mengumpulkan massa seperti yang diberitakan beberapa media online.

"kami tidak mengumpulkan masa melainkan hanya mengundang kepala sekolah dan operator untuk membagikan  Modul sosialisasi DAK agar dipelajari, setelah di ambil langsung pulang karena sosilisasinya akan dilanjutkan melalui online".Terangnya.

Fauzan melanjutkan, karna kita tau bahwa saat sekarang ini memang tidak boleh sosialisasi secara manual dan mengumpulkan masa , sementara modul itu harus dibagikan untuk di pelajari oleh pihak sekolah untuk pengiriman data ke pusat.

"Kita tahu bahwa saat ini tidak boleh sosialisasi tatap muka atau mengumpulkan masa, dan kami juga tau terkait maklumat Kapolri, makanya kami undang kepsek atau operator sekolah untuk mengambil Modulnya saja dan setelah itu langsung pulang," pungkasnya. (Red)
CURHATAN SUWANDI (UG/MASYARAKAT) KEPADA PEMERINTAH RI

CURHATAN SUWANDI (UG/MASYARAKAT) KEPADA PEMERINTAH RI


CURHATAN DARI SUWANDI (UG/MASYARAKAT) KEPADA PEMERINTAH

*PEMERINTAH Yth* : 

Kami di suruh diam di rumah, kami ikuti. Untuk membatasi ataupun memutus penyebaran virus CORONA yang mewabah. Kami di anjurkan untuk bekerja di rumah saja, Anak anak kamipun di liburkan sekolahnya dan di gantikan dengan metode pembelajaran jarak jauh. Itupun kami ikuti karena kepatuhan kami sebagai warga negara atas himbauan pemimpin kami. Tapi pernahkan Bapak Bapak pikirkan tentang kondisi kami, terutamanya kami para warga Bapak yang penghasilannya harian...?? 
Yang kalau *"ora obah ora mamah"*...? Para tukang ojol, transportasi online, pengamen, para kru, tukang sorak, pemain orgen, pedagang gorengan, abang tukang bakso, tukang perabot keliling dan para pekerja harian lain yang begitu banyak di Republik tercinta ini...??

Mungkin Bapak Bapak yang mendapatkan fasilitas dan gaji dari negara tidak akan menjadi masalah, yang kebutuhan dapur, sumur dan kasurnya di tanggung negara. Yang kalau panik sedikit saja langsung memborong kebutuhan sembako setinggi bukit. Lhaaa kami....?? Yang terkadang untuk beli sayur saja terkadang ngutang dulu pada Mbak sayur yang juga kami tahu terkadang modalnya dari rentenir keliling. 

Juga dengan anak anak kami yang Bapak suruh belajar dengan metode jarak jauh atau via online yang butuh alat komunikasi hp smart ataupun laptop untuk menunjang semua itu. 
Bagaimana dengan saudara kami yang lain yang anaknya mungkin saja 3, 4 atau 5 yang bersekolah yang harus mempunyai hp ataupun laptop untuk menunjang proses pembelajaran tersebut. Yang hanya punya hp jadul yang terkadang pulsanya menunggu masa tenggang baru di beli. Mungkin bagi Bapak Bapaknya yang mampu untuk menyediakan semua itu tidak menjadi masalah. Bagaimana dengan kami pak...??? yang jangan kan untuk beli hp dan laptop, beli pulsa dan paketnya saja terkadang kami tak mampu. Apakah hal demikian Bapak juga pikirkan...?? 

Bapak kami yang terhormat... kalau hanya sekedar memberi himbauan tampa ada solusi atas kondisi ini, itu sama saja Bapak menyuruh kami menghindar dari mulut macan tapi menghadapkan kami pada mulut buaya. Kepentingan Bapak adalah bagaimana mata rantai virus ini putus dan tidak berkembang... tapi masalah kami bagaimana kami harus mencari sesuap nasi pagi dan petang untuk keluarga kami yang kalau tak keluar rumah tak makan seperti profesi Saudara Saudara kami yang kami sebutkan tadi. Kami ingin sekali bekerja di rumah seperti yang Bapak sarankan... tapi tolong tunjuki kami... para tukang ojek, penjual gorengan keliling, buruh bangunan dll caranya bekerja dari rumah agar kami dapat mematuhi himbauan Bapak itu.. tunjuki kami Paaak...!!

 Karena kredit kami, cicilan panci dan motor kami tak pernah mendengarkan himbauan Bapak agar berhenti menagih sejenak...!! Jangan hanya sekedar memberi himbauan.
Begitu juga tempat ibadah kami terutamanya Mesjid, Bapak tutup atau batasi kami berjamaah atas dasar CORONA yang mewabah. Tapi mall dan pusat pusat perbelanjaan lainnya Bapak biarkan buka yang potensi penyebaran virusnya lebih besar dari tempat ibadah kami dan di datangi berbagai lapisan masyarakat.
Pak.... kami tidak menuntut banyak... tapi tolong kami beri solusi atas semua ini.... kalau hanya sekadar himbauan tampa solusi.... kami juga punya jalan sendiri.... toh ujung dari semua bencana dan wabah ini adalah mati... dan tampa itu pun kematian itu pasti, sekarang, esok atau nanti.........!!!
"Kullu nafsin zaikatulmaut".
(SAMIDI/KN/RED)