Berita Terbaru

4/27/18

Program Hortikultura Ridho Dinilai Warga Fenomenal

Program Hortikultura Ridho Dinilai Warga Fenomenal


LAMPUNG TIMUR - Calon Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, dalam kunjungannya ke Kabupaten Lampung Timur. Kali ini menyambangi masyarakat petani, pengrajin, hingga penangkar bibit, di Desa Adi Rejo, Kecamatan Pekalongan, Kamis (26/4). 

Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka tersebut, terungkap bahwa, program Ridho Ficardo, dalam bidang hortikultura tidak kalah fenomenal dengan program-program yang digulirkan dalam kurun waktu 3 tahun. 

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad maryadi (48), yang berprofesi sebagai petani dan penangkar tanaman. Ia menyatakan, program bantuan pupuk, alat-alat pertanian, hingga bantuan bibit, dinilai sudah berjalan dan diterima warga dengan baik. 

Namun, Ahmad meminta, agar bantuan bibit yang sudah berjalan saat ini bisa lebih ditambahkan. 

"Kami puas Pak Ridho. Kalau bisa pak, yang saat ini setiap petani menerima 200 sampai 300 bibit, kedepannya ditambah lagi pak, insya Allah saya bersama warga turut mendoakan bapak kembali memimpin Lampung. Karena setiap ganti gubernur selalu saja ada program yang berubah. Dan kami juga ucapkan terimakasih atas bantuan bibit kelengkeng siap panen dari bapak," papar Ahmad. 

Ditempat yang sama, kesuksesan program hortikultura dari Ridho Ficardo, juga dirasakan oleh Maryadi. Dirinya menyatakan, bahwa produksi tanaman buah saat ini sudah sangat luar biasa. Dalam 1 musim bisa jutaan batang dari banyak varietas. "Mohon bantuan untuk sarana pemasarannya pak, karena kami agak kurang dalam hal ini," kata Maryadi.

Sementara itu, Marfei (50), berharap, program bantuan sumur  bor agar diteruskan dan jangan berhenti. "Air masih menjadi kendala bagi petani penangkar saat di musim kemarau. Di lanjutkan ya pak. Alhamdulillah program sumur bor ini benar-benar terasa. Kalau bisa pak, diperbanyak lagi," ucap Marfei. 

Menanggapi segala masukan tersebut, Ridho menjelaskan, sektor hortikultura bisa menjadi salah satu unggulan pertanian di Lampung, yang diharapkan bisa hidup dan menjadi bagian dari program strategis Provinsi Lampung. 

Ridho juga menegaskan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memiliki program bantuan sumur bor untuk masyarakat. "Silahkan dibuat proposalnya nanti kita bantu. Jangan khawatir, kalau untuk kemajuan tidak lama dan akan langsung terealisasi," tegas Ridho. 

Sementara itu untuk masalah pemasaran, Ridho menyatakan, banyak petani sudah bekerja keras, produksi bagus namun kesulitan dalam pemasaran, hal ini terjadi hampir di semua provinsi.

Menurutnya, bisa saja saat ini langsung membuat program jangka pendek untuk menyalurkan pemasaran. Namun, program seperti ini juga tidak bertahan lama.

"Yang ingin kita lakukan adalah yang berkelanjutan, oleh karenanya program strategis pemprov saat ini selain fokus di bidang pertanian dan industrialisasi, juga perbaikan infrastruktur untuk menunjang hilirisasi produk-produk pertanian," jawab Ridho. 

Selain itu, saat ini bersama pemerintah dirinya juga terus mengupayakan agar produk-produk pertanian dari Lampung tidak dijual keluar dalam bantuk bahan mentah. Tapi sudah di pack (terbungkus) dengan rapih agar memiliki nilai lebih dan dapat dijual dengan harga yang lebih mahal.

"Dengan begitu keuntungan akan menjadi lebih besar. Mau yang panjang atau pendek," kata Ridho, sontak dijawab panjang oleh warga masyarakat setempat, sambil bersorak lanjutkan kepemimpinan. (Red/KN)
Dari Perbaiki Jalan Hingga Minum Kopi, Cara Ridho Serap Aspirasi Warga

Dari Perbaiki Jalan Hingga Minum Kopi, Cara Ridho Serap Aspirasi Warga


LAMPUNG TIMUR - Calon Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, kali ini, memberikan waktu satu hari penuhnya bersama masyarakat Kabupaten Lampung Timur, Kamis (26/4).

Dalam kunjungannya tersebut, selain menyerap aspirasi warga, calon petahana Nomor Urut 1 ini, juga menyempatkan diri untuk ikut melakukan kerja bakti bersama memperbaiki jalan perbatasan Lampung Timur-Kota Metro, tepatnya di Jalan Hasanudin 30.A yang menuju Yosomulyo 21.C, Desa Adirejo.

Setelah kerja bakti bersama warga, Ridho menyambangi pemuda pemudi Karang Taruna Kecamatan Pekalongan, yang saat itu tengah melangsungkan pertandingan final open turnamen bola volley new papan 2018 di Dusun 1.

Tanpa canggung, para pemuda karang taruna, memberikan Ridho kesempatan khusus untuk melakukan service pertama tanda dimulainya pertandingan. Pasalnya, Ridho dinilai sebagai salah satu gubernur yang gemar berolahraga.

Usai melakukan beberapa kegiatan, sambil meminum secangkir kopi, Ridho memaparkan, bahwa perbaikan jalan provinsi saat ini sudah sudah mencapai 80 persen. Namun, hal itu tidak sebanding dengan jalan kabupaten yang banyak butuh perhatian.

Menurut Ridho, fokus berikutnya setelah program jalan mantap provinsi, adalah perbaikan jalan kabupaten/kota.

"Kalau bupati atau walikota-nya tidak mampu, kita beri anggaran untuk perbaikan. Kemudian, kita juga akan pilih mana jalan yang butuh penanganan khusus. Jalan yang sering dilewati kendaraan dengan tonase besar butuh penanganan yang lebih, kalau tidak ditangani khusus, nanti menunggu diperbaiki 6 tahun, 6 bulan rusak lagi," kata Ridho, kepada warga setempat.

"Selain itu saya senang hari ini, warga kompak memperbaiki jalan bersama-sama. Ditempat lain, ada lon jalan bagus malah sengaja di bolongi," canda Ridho, disambut gelak tawa warga.

Sementara itu, Yadi (57), yang berprofesi sebagai dalang, menyatakan sangat senang desanya dikunjungi oleh Ridho Ficardo. Bahkan ikut terlibat langsung turun bersama warga memperbaiki jalan.

"Semoga Bapak Ridho bisa kembali menjadi gubernur. Kami suka dengan semangat bapak. Selain itu, bapak juga masih muda dan penuh semangat. Insya Allah, Pak Ridho bisa kembali memimpin Lampung ini," kata Yadi, yang turut diamini warga. (Red/KN)

4/25/18

Dewan Konsisten Dukung Program Sempurna

Dewan Konsisten Dukung Program Sempurna


MUSI RAWAS, - Bertepatan dengan memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Musirawas ke 75 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musirawas berkomitmen dan konsisten mendukung penuh program Mura Sempurna. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Musirawas, H. Yudi Fratama, SH, saat memimpin sidang Paripurna puncak peringatan Hut Mura, Selasa (24/4/2018).

Menurut Ketua DPRD musirawas mengatakan, DPRD mura sangat menghaspesiasi berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kab Musirawas dibawah komando H. Hendra Gunawan, dan Hj.Suwarti, yang sejauh ini telah menunjukan dan menorehkan berbagai prestasi keberhasilan dalam pembangunan dikabupaten yang berjuluk bumi lan serasan san kentenan.

"Pada prinsipnya dewan sangat menghaspesiasi berbagai keberhasilan yang dicapai pemkab mura kedepan, Kita akan terus memberikan supot sesuai dengan pungsi legislatip yaitu dari mulai sisi  Aturan, Anggaran, dan Pengawasan kinerja pemerintah", katanya.

Yudi Fratama menambahkan, berbagai pencapaian keberhasilan tersebut tidak terlepas, dari Sinergisitas Pemkab Mura dengan berbagai Steakholder dan elemen masyarakat dikabupaten Musirawas, untuk itu dirinya berbarap kedepan prestasi dan keberhasilan yang telah dicapai dapat terus ditingkatkan sehingga cita - cita mewujukan musirawas sempurna benar benar dapat terealisasi.

"Berbagai keberhasilan tersebut kedepanya harus lebih meningkat, Saya berharap kepada berbagai komponen dimusirawas terus mendukung kinerja pemerintah dalam melaksanakan program - programnya", pintaknya. (Toding Sugara/Sahlin)
Pemprov Lampung Launching Toko Tani Indonesia Center

Pemprov Lampung Launching Toko Tani Indonesia Center


BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi Lampung melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat dan disaksikan langsung oleh Inspektur Jendral Kementerian Pertanian RI, Justan Riduan Siahaan, di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018).

 Acara launching bertepatan juga dengan apel siaga Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tingkat Provinsi Lampung. "Provinsi Lampung mendukung keterjangkauan dan stabilitas komoditi strategis pangan di Jakarta, khususnya pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, dengan adanya TTIC diharapkan mampu mendukung ketersediaan dan keterjangkauan komoditi strategis pangan untuk masyarakat Lampung," ujar Justan Riduan Siahaan dalam acara itu.

Dalam launching TTIC ini,  terdapat kesepakatan bersama antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung bersama Perum Bulog Divre Lampung dan PT. Indoguna Utama tentang kepastian distribusi pangan. Juga terdapat pengiriman beras organik ke TTIC Jabodetabek sebanyak 10 Ton.

Menurut  Justan TTIC Lampung harus mampu menunjukkan dan meyakinkan bahwa Pemerintah hadir dan siap memastikan ketersediaan komoditi strategis seperti beras kepada masyarkat, khususnya masyarakat Lampung. "TTIC telah dimulai sejak tahun 2016, dan hingga kini telah tersebar di 19 Provinsi di Indonesia. Tahun lalu, TTIC telah terbukti berhasil meredam gejolak harga/instabilitas, dan tahun ini harus lebih baik lagi. Dan tahun ini TTIC berada di Provinsi Lampung," ujarnya.

Justan Riduan menjelaskan Provinsi Lampung telah menyangga dan mendukung stabilitas komoditi pangan di Jakarta. "Beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung seperti Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Way Kanan dan Lampung Utara menjadi kabupaten penyangga komoditas strategis di Jakarta, khususnya pada saat HBKN," jelasnya.

Seperti diketahui, Lampung merupakan daerah surplus beras yang secara terus menerus mengirim ke Jabodetabek. "Lampung memiliki beras yang cukup, bahkan surplus beras. Dan juga terdapat peraturan Gubernur yang mengatur agar padi tidak keluar dalam bentuk gabah. Bukan hanya beras, Lampung juga mendukung komoditi strategis lainnya," ujar Justan Riduan.

Oleh sebab itu, Justan berharap Peresmian TTIC mampu menjadi momentum untuk mempersiapkan dan merencanakan dalam menyediakan bahan pokok strategis dengan harga terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Lampung, khususnya pada HBKN pada bulan ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat menjelaskan Lampung merupakan produsen dari beberapa komoditi pangan seperti beras, jagung, gula, bawang, singkong, dan daging. "Tidak salah jika Lampung ditetapkan sebagai lumbung pangan Nasional, karena sekitar 35% kebutuhan pangan di Jakarta tersebut disuplai dari Lampung," jelas Taufik.

Ia menjelaskan berbagai komoditi tersebut akan diutamakan terlebih dahulu untuk Lampung. Kalau sudah tercukupi, baru akan mensuplai keluar Lampung. "Bukan hanya ketersedian saja, tetapi juga keterjangkauan bagi masyarakat Lampung lebih diutamakan. Untuk itu, kita akan mensosialisasikan ke masyarakat bahwa kita memiliki TTIC dengan harga terjangkau dan kualitasnya baik," jelasnya

Pengembangan TTIC di Provinsi Lampung berperan dalam upaya stabilisasi harga pangan dan peningkatan akses pangan di kabupaten/kota. Apel Siaga Persiapan HBKN merupakan langkah konkret dalam menyediakan pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat Lampung dalam menghadapi HBKN 2018.

Kegiatan ini, ujar Taufik Hidayat, sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak. "Melalui TTIC dan Apel Siaga HBKN diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak, terutama untuk terlaksananya keterjangkauan dan ketersediaan komoditi strategis pangan untuk masyarkat Lampung," harap Taufik.

Adapun komoditi strategis yang tersedia di TTIC Provinsi Lampung diantaranya beras premium (Rp8.800/kg), beras organik (Rp18.000/Kg), beras 'SJ' (Rp12.800/kg), beras srikandi (Rp12.000/kg), beras 'dua koki' (Rp12.800/kg), beras siger tiwul (Rp15.000/kg), Beras merah (Rp 25.000/bks), minyak goreng (Rp10.500/kg), Gula pasir (Rp12.000/Kg), Bawang Merah (Rp26.000/kg), Bawang Putih (Rp20.000/kg), Cabe Merah (Rp21.000/kg), madu manis besar (Rp110.000/kg), madu manis kecil (Rp50.000/kg), madu pahit besar (Rp120.000/kg), madu pahit kecil (Rp50.000/kg), Kopi Arabica (Rp40.000/kg), Kopi Blend (Rp30.000/bks), dan Jambu (Rp15.000/kg). (Rls)
Kepala BNN Ajak Masyarakat Lampung Bangkit Melawan Narkoba

Kepala BNN Ajak Masyarakat Lampung Bangkit Melawan Narkoba


BANDAR LAMPUNG -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Heru Winarko mengajak masyarakat Lampung bangkit melawan narkoba. Pasalnya, Lampung tidak saja merupakan daerah transit tapi juga menjadi daerah tujuan pemasaran narkoba, baik dari dalam maupun luar negeri. "Generasi hancur karena narkoba, segera lakukan perbaikan bersama kita perangi narkoba," ungkap mantan Kapolda Lampung ini, pada acara Dialog Interaktif tentang Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018) di Ruang Abung Balai Keratun.

Sebagai daerah yang stategis dan garis pantai yang cukup panjang, Provinsi Lampung saat ini harus mengawasi jalur laut. Itulah sebabnya, Heru meminta seluruh aparat untuk meningkatkan pengawasan khususnya pelabuhan-pelabuhan tikus karena rawan menjadi tempat masuk penyelundupan narkoba melalui sarana kapal laut.


Dalam acara dialog yang bertema "Membangun Jejaring Pencegahan Narkoba Berbasis Keluarga dan Masyarakat" tersebut, Heru mengatakan jika Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah dengan tingkat penyalahgunan narkoba yang cukup tinggi.  Heru meminta adanya perbaikan sistem pencegahan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) mengingat banyaknya pengedalian narkoba yang dilakukan dari dalam lapas.

 Selain itu, Heru juga mengungkapkan BBN akan melakukan program peremajaan (replanting) di areal lahan bekas tanaman ganja yang telah dimusnahkan. "Pada peringatan Hari Anti Narkoba mendatang, kita panen replanting ladang ganja menjadi ladang kopi dan jagung di tiga kabupaten yang berada Daerah Istimewa Aceh. Ke depan bukan hanya Aceh tapi juga akan dilakukan diseluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Lampung," ujarnya.

Disamping itu, Heru mengungkapkan akan meningkatkan kapasitas dan fasilitas rehabilitasi di Lokarehabilitasi BNN Kalianda Lampung Selatan. "Yang semula untuk 250 orang akan ditingkatkan kapasitasnya, karena yang dilayani bukan hanya dari Lampung tapi juga dari daerah lain seperti dari Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan," katanya.

Sementara itu, Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno dalam sambutannya mengapresiasi perhatian yang Kepala BNN dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung.  Ia mengatakan, hasil penelitian  BNN dan Pusat Kesehatan Universitas Indonesia Tahun 2017, menunjukkan jika  penyalagunaan narkoba di Provinsi Lampung berada dalam urutan 3 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera dan urutan ke 8 dari 34 provinsi. Untuk itu diperlukan langkah langkah bersama untuk memerangi dan memberantas peredaran narkoba di Provinsi Lampung . "Mari kita perangi narkoba, katakan tidak pada narkoba," kata Didik.

Pada kesempatan tersebut, Pjs. Gubernur Didik juga juga menyerahkan sertifikat hibah tanah seluas 1.937m2 kepada BNN Lampung yang diberikan kepala Kepala BNN Heru Winarko. Penyerahan tanah hibah tersebut yang tertera dalam SK Gubernur Lampung nomor 5/434/B.XI/HK/2015  tentang Hibah Tanah Miliki Pemerintah Provinsi Lampung kepada BNN Provinsi Lampung. (Rls)
Absen Apel, 119 Pegawai Setda Mura Dibina

Absen Apel, 119 Pegawai Setda Mura Dibina


MUSIRAWAS, - Tidak Kurang dari 119 pegawai di Sekretarian Daerah (Setda) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Rabu (25/04/2018)  diberikan  pembinaan oleh Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Pembinaan bagi 119 pegawai yang terdiri  66 PNS dan 53 honorer atau Tenaga Kerja Sukarela (TKS) tidak disiplin (indisipliner) karen tidak mengikuti apel pagi atau bolos apel pada Senin (23/4) tanpa alasan.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala BKPSDM Mura, H Rudi Irawan , S.Sos, M.Si, Selasa (124/04/2018) di ruang kerjanya.

Dikatakan Rudi, untuk Teknis pembinaan akan dibagi dalam dua sesi yakni pagi dan siang. Dimana untuk pagi hari pembinaan dilakukan terhadap PNS dan langsung dilanjutkan siang pukul 13.30 WIB untuk para TKS. Hal ini dilakukan mengingat jumlahnya banyak dan ruangan yang akan digunakan tidak memadai dan agar pembinaan berlangsung efektif.

Intinya, lanjut H Rudi Irawan, pihaknya akan mengingatkan kembali kepada mereka (pegawai, red) tentang kewajiban-kewajiban mereka sebagai aparatur sipil negara. Dan langkah ini akan diberlakukan secara menyeluruh, tidak hanya terpaku pada pegawai di Setda saja namun seluruk OPD (organisasi perangkat daerah). 

Dimana sebenarnya selain memang ada pegawai yng tidak disiplin, ada juga yang belum menjalankan system administrasi. Misalnya, ada pegawai yang dinas luar (DL) namum tidak melapor atau menjalankan administrasinya sehingga dianggap tidak masuk atau tidak hadir tanpa alasan.

Sebagaimana diketahui, pegawai Setda Mura yang dihukum akibat tidak apel pada Senin (23/4) cukup banyak. Rinciannya yang paling banyak yakni pegawasi Bagian Umum yakni ada 27 orang meliputi 13 PNS dan 14 TKS. Selanjutnya Bagian Pembangunan dan Ekonomi masing-masing 15 pegawai. Sementara yang paling sedikit yakni Bagian Keuangan yang hanya tiga pegawai meliputi dua PNS dan satu TKS. (Sahlin/KN)
Gubernur Alex Noerdin Apresiasi Kemajuan Musi Rawas

Gubernur Alex Noerdin Apresiasi Kemajuan Musi Rawas


MUSIRAWAS – Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pasangan Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti atas kinerjanya sehingga daerah ini dapat maju dan berkembang. Gubernur berkeyakinan kedepan Musi Rawas akan setara dengan daerah lainnya di Propinsi Sumatera Selatan bahkan di Nusantara ini.

Keyakinan Gubernur Sumsel ini disampaikanya pada saat meyampaikan Pidato pada Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Musi Rawas ke 75, Selasa, (24/4/018), dengan tema "kita satukan tekad untuk mewujudkan Mura Sampurna dan sukseskan  Asian Games ke 18, Jakarta - Palembang 2018".

Keyakinan Gubernur Sumsel ini bukan tidak beralasan,  selama dua tahun kepemimpinan H Hendra Gunawan dan Hj Suwarti bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mura telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan, menambah fasilitas kesehatan,  pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan serta meminimalisir Karhutla sesuai dengan instruksi dari bapak Gubernur.

Gubernur pada kesempatan itu mengajak selurh masyarakat agar terus mendukung dan mendoakan pemimpin musi rawas saat ini serta harus bangga terhadap daerah sendiri. Kepada Bupati, Gubernur mengharapkan agar untuk memajukan daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD namun harus dapat menarik dana dari luar baik itu APBN maupun investor untuk ikut serta membangun kabupaten Musi Rawas ini.

Seperti yang Gubernul lakukan dimana selama 2 tahun terakhir, pihaknya telah menarik anggaran dari luar lebih dari Rp 70 Triliun, sementara APBD Provinsi Sumsel hanya pada kisaran Rp 8 Triliun. Selain itu, Gubernur juga mengharapakan sepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk ikut serta mendukung penuh pelaksanaan Asian Games 2018 ini.

Dikatakannya, Asian Games ini bukan sebuah tujuan namun hanya sebagai alat untuk mencapai even yang lebih besar lagi, kedepan kita terus berjuang Sumsel akan menjadi tuan rumah Olimpiade Internasional maupun Piala Dunia.

Sementara itu, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan dalam pidatonya meyampaikan selama dua tahun kepemimpinannya banyak kemajuan dan prestasi yang telah di raih, dengan semangat Kerja Cerdas, Iklas dan Sabar daerah ini telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, menambah dan meningkatkan fasilitas kesehatan,  pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan serta meminimalisir Karhutla bersama-sama dengan Polri dan TNI.

Namun, lanjut Bupati, kemajuan yang diraih ini belumlah dapat menyelesaikan persoalan di Kabupaten Musi Rawas, masih banyak yag harus diperbaiki dan dibangun, untuk itu dirinya mengharapkan kepada Gubernur, Anggota DPR RI, DPD RI dan seluruh pihak untuk ikut serta membangun daerah ‘’lan serasan sekentenan’’ ini.

Terkhusus bidang olahraga, Bupati mengharapkan kepada Gubernur dapat mendukung penuh dunia olahraga khususnya di bidang sepak bola Kabupaten Musi Rawas dengan membangun Stadion di Ibu Kota Musi Rawas. Harapan ini bukan tidak beralasan, pada tahun 2017 lalu, Bola Kaki Musi Rawas tercatat 3 kali menuai prestasi ditingkat Nasional dan mewakili Propinsi Sumatera Selatan Persimura masuk pada 8 besar Nasional Piala Soeratin U15 tahun 2017, 8 besar Nasional Pertiwi Cup 2017 dan 8 Besar Nasional Liga 3 2017.

Diakhir sambutanya Bupati mengucapakn terimah kasih kepada Seluruh undangan yang telah hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Mura ke 75 tahun ini dan dirinya mengharapkan dukungan dan doa sehingga daerah ini dapat terlepas dari status tertinggal dan membahana di Bumi Nusantara ini.

Hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Mura ke 75 diantaranya Gubernur  Sumatra Selatan, H Alex Noerdin, DPR RI, Ir HA Hafisz Tohir, DPD RI Hj Asmawati, SE, MM, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kasdam II Sriwijaya, Brigjen TNI Safrial, PSC, M.Tr, Bupati Muratara, Walikota Lubuklinggau, Bupati Surolangun Jambi, Wabup PALI, Anggota DPRD Sumsel, Dirut Bank Sumselbabel, Ketua DPRD Merangin Jambi, FKPD Musi Rawas, Mantan Bupati Musi Rawas, Pimpinan dan Anggota DPRD Mura, Pimpinan OPD, Pengurus PKK, Camat dan Kades serta undangan lainnya.

Rapat Paripurna ini merupakan puncak dari peringatan HUT Kabupaten Mura ke 75 yang jatuh pada tanggal 20 April 2018.  Adapun rangkaian kegiatannya diantaranya Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2018 di Desa Temuan Sari, Muara Kelingi, Festival Lan Serasan Sekentenan, Funbike 2018 serta beragam perlombaan yang dilaksanakan di Pemkab Musi Rawas dan seluruh kecamatan di Wilayah Kabupaten Musi Rawas. (*)
4 Pejabat Fungsional RSUDAM Dilantik

4 Pejabat Fungsional RSUDAM Dilantik


Bandar Lampung - Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno melantik dan mengambil sumpah jabatan empat Pejabat Fungsional Ahli Utama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Pelantikan digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (24/4/2018).

Keempat pejabat fungsional yang dilantik tersebut: dr. Etty Ning Laksmi Hendrayanti, dr. Saut Hutagalung, Sp.U, dan dr. Hasudungan Sibuea, Sp.Jp, ketiganya sebagai Dokter Ahli Utama pada RSUD Abdul Moeloek, serta drg. Rita Kustari Ariswati sebagai Dokter Gigi Ahli Utama pada RSUD Abdul Moeloek.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.18/M Tahun 2018 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama yang ditetapkan di Jakarta pada 15 Maret 2018 lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dalam kesempatan ini, Pjs. Didik Suprayitno mengingatkan kembali tentang cita-cita nasional Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 salah satunya memajukan kesejahteraan umum. Menurutnya hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat.

“Sebagaimana Nawacita Presiden Jokowi yaitu mengedepankan unsur-unsur pelayanan publik. Oleh karena itu saya berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa memberikan pelayanan publik sesuai SOP-nya,” ujar Didik.

Didik juga menambahkan agar para pejabat yang baru dilantik bekerja secara profesional, tanggap, terampil dan dapat menjadi kebanggaan keluarga dan daerahnya. “Selamat bekerja dan jadilah kebangaan keluarga dan Provinsi Lampung,” kata Didik. (*)

Komisi IV DPRD Bandarlampung Pantau Pelaksanaan UNBK

Komisi IV DPRD Bandarlampung Pantau Pelaksanaan UNBK


Bandar Lampung - Untuk mengetahui dari dekat palaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung melaksanakan monitoring pelaksanaan UNBK,  Rabu, 25/4/2018

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, H. Handrie Kurniawan, SE. MIP, (F PKS) disela sela monitoring di SMPN 11 Bandarlampung.

Pelaksanaan UNBK yang  dimulai sejak tanggal 23 April dan akan berakhir pada tanggal 26 April 2018 bertepatan dengan pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Bandarlampung. Oleh karena itu kegiatan  reses ini, kami pergunakan untuk memantau pelaksanaan UNBK, tandas Handrie
Ada 6 SMP yang kami monitor yaitu SMPN 2, SMPN 3, SMPN 11, SMPN 14, SMPN 22 dan SMPN 29.

Untuk monitoring SMPN 3 dan 11 yang masuk dalam dapil 3 dan 4 dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, H. Handrie Kurniawan, SE. MIP, Irpan Setiawan (F PDIP), H. Abdul Malik (F PAN) dan Imam Santoso, SH (F Gerindra).

Pelaksanaan UNBK di SMPN 2 dan SMPN 14, monitoring dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, Drs. H. Abdul Salim (F PAN), Nani Mayasari (Nasdem), H. Syarif Hidayat, ST. MM (F PKS) dan Julius Gultom, SE (F PDIP).

Monitoring di SMPN 22 dan SMPN 29 dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV, Drs. H. Suwondo. MPd (F Golkar), Pebriani Poska, SP. MM (F Demokrat), dan H. Ali Yusuf Tabana, SH. MM.

Secara umum pelaksanaan UNBK Tingkat SMP di Bandarlampung berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala terutama di Sekolah sekolah yang kami pantau, tandas Handrie Kurniawan. (Red)
Jika Terbukti Bersalah, Eko Kuswanto Terancam Pidana 6 Tahun

Jika Terbukti Bersalah, Eko Kuswanto Terancam Pidana 6 Tahun


BANDAR LAMPUNG - Sempat ada miskomunikasi, akhirnya Aliansi Pers Peduli Demokrasi Lampung, resmi melaporkan Direktur Eksekutif Rakata Institut, Eko Kuswanto ke Polda Lampung, terkait dugaan pelecehan terhadap media dan wartawan melalui media sosial (facebook).

Laporan tersebut dengan nomor LP 672/IV/2018/SPKT, Selasa (24/4/2018), dengan atas nama pelapor Erlan Heryanto, dari media Online Binar.com. Laporan tersebut ditandatangani oleh KA Siaga SPKT II Polda Lampung, Kompol Sulpandi. 

Kuasa hukum pelapor yakni Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan, kliennya sudah di BAP langsung oleh Penyidik Subdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung. Kelengkapan alat bukti seperti screenshoot percakapan Facebook sudah diterima penyidik.

"Alhamdulillah laporannya sudah diterima, tadi sudah diterima dengan baik dan diproses cepat dan lancar, baik dari SPKT, maupun konsul ke penyidik," ujar Wahrul di Graha Jurnalis Polda Lampung, Selasa (24/4/2018).

Wahrul mengatakan, dalam laporannya, Eko disangkakan dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun. 

Dijelaskan Wahrul, pelaporan ini sebagai bentuk efek jera terhadap Eko Kuswanto, agar tidak menghina media, dan mengkotak-kotakkan.

"Tidak baik mengkotak kotakan media. Inikan sudah membuat suasana gaduh. Kita ingin suasana yang kondusif," ungkapnya. 

Ditambahkan Wahrul, dalam pemeriksaan di dalam BAP, ada lima saksi yang dicantumkan baik dari rekan wartawan maupun yang melihat langsung.

"Jadi di BAP, ada lima saksi yang dicantumkan, terkait percakapan Facebook tersebut yakni dari rekan wartawan, dan yang melihat postingan," katanya. 

Sementara pelapor yakni, Erlan berterima kasih terhadap Polda Lampung, atas pelayanan yang maksimal. 

Pihaknya juga meminta maaf atas, pemberitaan kawan-kawan media yang sempat menyebutkan Polda menolak laporan tersebut. 

"Kami yang menaikan berita tersebut, meminta maaf sebelumnya. Dan kami ucapkan banyak terima kasih," katanya. 

Ditempat yang sama, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Wawan Sumarwan, akan terus mengawal proses laporan dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan. 

"IWO Lampung akan konsisten mengawal kasus ini. Kedepan tidak ada lagi bentuk bentuk kriminalisasi dan pelecehan terhadap profesi wartawan," ungkapnya.

Wawan berharap, penyidik Polda Lampung yang menangani pelaporan dari wartawan agar profesional dan transparan. 

"Kita harap profesional dan transparan dalam melakukan penyidikan," ucapnya. (*/KN)

4/24/18

Mengenal Sosok Kandidat For HmI 1 Cabang Bandar Lampung

Mengenal Sosok Kandidat For HmI 1 Cabang Bandar Lampung


Biodata

Nama : Fajri, S.E
Lahir : Sidomulyo, 13 mei 1990
pendidikan : S1. fakultas syariah prodi ekonomi islam  IAIN Raden Intan Lampung 2009
Komisyariat : syariah UIN Lampung
Organisasi : HmI Cabang Bandar Lampung
Moto : Laksanakan setiap tugas dengan sebaik-baiknya.

SIAP IKUT SERTA DALAM PEMILIHAN KETUA UMUM HmI Cab. Bandar Lampung periode 2018/2019.

Visi :
Menjadikan organisasi HmI yang melahirkan generasi milenial yang aktif serta kreatif.

Misi : 
1. HmI Cabang Bandar lampung harus bangun dari zona nyaman menuju organisasi yang siap bergerak dan mampu memberikan peran aktif bagi pembangunan daerah.

2. Merubah gaya pengkaderan, HmI harus menciptakan kader - kader yang aktif baik skil dan mental, agar kedepan lahir sosok - sosok pemimpin muda dari HmI

3. HmI Cabang Bandar Lampung 
harus lebih luas mengepak kan sayap nya, harus lebih berani membuka diri, berani tampil berbeda dari yang lain nya. dan menjalin kerja sama di berbagai bidang. baik pemerintahan, pengusaha, kepemudan dan element organisasi lain nya. (Red)
Yustin Ficardo Tumbuhkan Minat Baca dan Potensi Anak

Yustin Ficardo Tumbuhkan Minat Baca dan Potensi Anak


BANDAR LAMPUNG - Duta Baca Provinsi Lampung, Yustin Ridho Ficardo, tak bosan-bosannya untuk terus  mengingatkan kepada seluruh orangtua, agar menanamkan minat baca pada anak dengan cara membaca buku minimal 15 sampai 30 menit sehari.

Hal itu disampaikan Yustin, saat menghadiri acara Lomba Mewarnai Anak tahun 2018, di Mal Bumi Kedaton (MBK), dalam rangka kegiatan Gebyar IGTKI se-Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, dan Hari Kartini serta Hardiknas, Selasa (24/4).

Kata Ibu tiga orang anak ini, di era kepemimpinan M Ridho Ficardo sebagai Gubernur Lampung, beliau (Ridho) terus menggerakakan program 'Gerakan Lampung Membaca'. Program ini tidak lain untuk upaya mewujudkan pembangunan sumber daya manusia Lampung yang cerdas dan berkualitas, hingga mengarah ke desa bahkan pelosok wilayah. 

"Pak Ridho pernah berpesan, bahwa hakikat dari pembangunan indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya, Gerakan Lampung membaca adalah salah satu investasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas pendidikan di Lampung," papar Yustin. 

Lanjut Yustin, untuk menumbuhkan minat baca itu harus di biasakan dan harus diusahakan. Untuk itulah orangtua wajib mengikuti pola perkembangan, potensi, hingga memotivasi, serta mendidik anak ditengah arus globalisasi yang kian hari semakin pesat. 

Menurut istri Gubernur Lampung (non aktif) ini, jika anak-anak di ibaratkan sebagai bibit, maka peran orangtua bukan hanya menyiram. Namun dibutuhkan tanggung jawab untuk membantu bibit tersebut tumbuh dengan baik.

Ibu dari 3 orang anak ini juga mengatakan, dalam proses menumbuhkan, kita dapat mengikuti perkembangannya serta tahu bagaimana memperlakukannya dengan tepat pada setiap fase, dari mulai biji, batang, daun, hingga berbuah. 

"Kita semua sepakat satu hati satu tekad, yaitu memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita," ucap Yustin. 

"Anak-anak akan tumbuh sesuai potensi yang mereka miliki, tugas kita sebagai orangtua adalah menumbuhkan motivasi dan tahu cara menyiapkannya," jelasnya lagi. 

Dalam kegiatan itu, Yustin Ridho Ficardo, menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan Lomba Mewarnai Anak 2018 yang diselenggarakan oleh IGTKI Kecamatan Kemiling. 

Selain disertai dengan kegiatan mewarnai, acara ini juga diisi dengan mendongeng. Hal itu dilakukan, agar anak-anak penerus masa depan Provinsi Lampung, bisa meningkatkan imajinasi hingga minat baca. (Tim)
WFS Dampingi APPD  Laporkan Direktur Rakata Institute ke Polda Lampung

WFS Dampingi APPD Laporkan Direktur Rakata Institute ke Polda Lampung


BANDAR LAMPUNG - Aliansi Pers Peduli Demokrasi Lampung memberikan kuasa persoalan hukum dugaan pelanggaran pidana Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto kepada kantor Advokat Wahrul Fauzi Silalahi, Selasa (24/4/2018).

"Kemarin Senin (23/4) laporan kami dinyatakan kurang lengkap oleh Polda Lampung, maka kami meminta bantuan hukum dan mengkuasakan kepada saudara kami Wahrul Fauzi Silalahi untuk melaporkan dan menuntut pidana Direktur Rakata Institute," kata Kordinator Aliansi Pers Peduli Lampung di kantor Advokat WFS dan Rekan, Selasa (24/4/2018).

Sementara, Wahrul Fauzi menyambut baik permintaan pers yang tergabung dalam Aliansi Pers Peduli Demokrasi Lampung.

"Kita hari ini (Selasa) sudah meeting gelar perkara terkait penistaan oleh Saudara Eko Kuswanto dan ini terpenuhi pelanggaran  UU ITE dan siang ini kita akan melapor ke Polda. Tidak ada alasan bagi Polda Lampung untuk tidak menerima," tegas mantan Direktur LBH Bandar Lampung.

Ia pun turut menyesalkan adanya pengkotak-kotakan yang dilakukan Direktur Rakata Institute yang dibuktikan lewat undangan melalui Whatsapp dan terbroadcast ke semua media.

"Loh profesi wartawan jangan dikotak-kotakan dengan mengundang 7 wartawan dan amplop. Ini bahaya memprovokasi umat, memprovokasi pemberi informasi. Apalagi dia sebagai Direktur Lembaga Survey Rakata Institute yang juga berstatus sebagai akademisi," tegas dia. 

Selain itu saat ini merupakan tahun politik. Sikap Rakata Institute dapat membuat gaduh iklim politik Lampung. 

"Karena jangan sampai Eko ini memprovokasi pendukung masing-masing paslon," ujar Wahrul. (*)