3/26/20

Tersangka Penodongan Dilimpahkan Polsek Wonosobo ke Kejaksaan Negeri Tanggamus

Loading...
TANGGAMUS|konkritnews.com
Tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas), modus penodongan bernama Padrian (20), dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus oleh Polsek Wonosobo.

Pelimpahan berdasarkan lengkapnya berkas perkara tersangka yang merupakan warga Pekon/Desa Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), itu sesuai surat Kejari Tanggamus.

Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus, AKP Amin Rusbahadi, S.Sos., M.M, mengungkapkan, tersangka dilimpahkan tahap II tersangka dan barang bukti kepada Kejari Tanggamus, pada hari ini, Kamis, (26/03/2020).

"Berdasarkan surat dari Kejari Tanggamus tanggal 17 Maret 2020, perihal pemberitahuan hasil penyidikan tersangka Padrian telah lengkap, hari ini pukul 13.00 Wib, tersangka kami limpahkan," kata AKP Amin Rusbahadi mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Menurut AKP Amin Rusbahadi, pelimpahan tersangka tersebut juga sesuai dengan ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP.

"Berdasarkan hal itu, penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan guna proses persidangan," ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, tersangka Padrian ditangkap pada Jumat (09/11/2019) atas laporan korban dengan TKP penodongan di Jalan Raya Pantai Sawmil Pekon/Desa Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

"Laporan korban di Polsek Wonosobo pada tanggal 4 Oktober 2019, atas nama korban Bagus Kurniawan, warga Pekon/Desa Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat," jelasnya.

Sambungnya, modus operasi pelaku melakukan kejahatan dengan menodongkan senjata tajam, jenis pisau badik kearah perut korban, ketika korban mengendarai motor melintasi Jalan Raya Pantai Sawmil, Pekon/Desa Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, pada Jum’at, tanggal 04 Oktober 2019, sekira jam 14.00 Wib.

Tersangka mengambil paksa 3 unit Handphone korban yakni Samsung Galaxy V, Xiomi Redmi 6A Warna Silver dan Nokia 1208, serta dompet berisi uang Rp. 3,5 juta, SIM B1 Umum, ATM Bank BRI dan KTP korban.

"Atas kejadian tersebut korban dan saksi mengalami kerugian sekitar Rp. 6 juta dan melapor ke Polsek Wonosobo," ujarnya.

Ditambahkannya, atas kejahatannya, Padrian dijerat pasal 365 KUHPidana, pasal 368 KUHPidana. "Ancaman maksimal 9 tahun penjara," pungkasnya.
(ROBI/AAN/KN/RED)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.