3/19/20

Warga Evakuasi Mayat Petani di Perkebunan Bersama Polsek Limau

Loading...
TANGGAMUS|konkritnews.com
Sosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak di dalam gubuk perkebunan di Gunung Buntung, Pekon/Desa Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, Kamis pagi, (19/03/2020).

Kapolsek Limau Polres Tanggamus, AKP Ichwan Hadi, mengatakan, mayat tersebut diketahui bernama Wahab (80) warga Pekon/Desa Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat.

Menurutnya, mayat saat diketemukan kondisinya telah menghitam dan dihinggapi belatung, terbujur kaku digubuk tempatnya istirahat atau menginap ketika sedang di kebun.

"Mayat pertama kali ditemukan saksi Rasun als Buang (50), warga Dusun Merbau, Pekon/Desa Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, sekitar pukul 10.00 Wib," kata AKP Icwhan, mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M, Kamis, (19/03/2020).

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Rasun, yang merupakan tetangga berkebun bahwa, ia melintasi gubuk korban, mencium aroma yang tidak sedap, sehingga ia melakukan pencarian dan mencurigai asalnya berada di dalam gubuk.

Sesampainya di pintu gubuk, saksi melihat pintu gubuk sudah dihinggapi lalat hijau, kemudian saksi berinisiatif mendobrak pintu tersebut dan melihat sesosok mayat terlentang.

"Kemudian atas penemuan Mayat tersebut, saksi turun Gunung Buntung untuk memberitahukan/melaporkan kepada Kepala Pekon Merbau, Danpos Babinsa Kelumbayan Koramil 01 Cukuh Balak, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Kelumbayan Polsek Limau, dan masyarakat Pekon Merbau, guna dilakukan evakuasi dan identifikasi," jelasnya.

Kapolsek menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, sebelum meninggal diduga mempunyai riwayat penyakit Asma.

"Mayat kondisinya sudah membusuk dan diperkirakan kurang lebih sudah 5 hari meninggal dunia," tegasnya.
Ditambahkannya, saat ini mayat korban telah dikebumikan/dimakamkan dilokasi kebun milik korban tidak jauh dari gubuk tersebut.

"Mayat dimakamkan di dekat gubuk, sebab akses jalan dari Pekon menuju kebun milik korban tidak dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua, dimana jarak tempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 2 jam," pungkasnya.
(ROBI/KN/RED)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.