7/26/20

Diduga Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET, Ketua Gapoktan Janjikan Sejumlah Uang ke Wartawan

Loading...
LAMPUNG TIMUR|konkritnews.com
--Ketua Gapoktan Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, berusaha mengiming-imingi atau menjanjikan sejumlah uang kepada wartawan.

Saat hendak dikonfirmasi terkait keterlambatan pupuk bersubsidi tidak sampai disitu saja, Ketua Gapoktan tersebut mengaku jika memberikan jatah kepada sejumlah oknum.

Berawal dari adanya beberapa Ketua Kelompok Tani di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, yang mengeluhkan terlambat pupuk bersubsidi mulai dari awal bulan puasa, hingga saat ini belum juga tiba.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan dengan harga yang sudah ditetapkan Ketua Gapoktan yang melebihi HET.

Sedangkan menurut SY, salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa tersebut mengatakan bahwa, semua uang untuk membeli pupuk sudah diberikan kapada Ketua Gapoktan setempat.

Kemudian, wartawan mendatangi Ketua Gapoktan dikediamannya, guna mengkonfirmasi terkait informasi yang disampaikan oleh masyarakat tersebut.

Menurut Ketua Gapoktan, Manto, bahwa keterlambatan terjadi lantaran adanya kesalahan dalam pengiriman ternyata dikirimkan ke perusahaan yang salah.

Saat ini sudah dikirim ke PT yang tepat dan masih menunggu pupuk turun, dibenarkannya masalah harga pupuk memang kami jual diatas harga HET ke kelompok tani.

"Saya minta sama kawan-kawan wartawan, tolong  jangan diberitakan atau di ekspos, karena dampaknya ke pengecer-pengecer lainnya, sebab semua pengecer semua sama, enggak mungkin jual harga HET (Harga Eceran Tertinggi) karena semuanya yang kerja mau ada hasilnya," kata Manto, Sabtu, (25/07/2020).

Dalam kesempatan itu, Manto juga membeberkan terkait jatah -jatah yang harus di berikan, dari keamanan hingga menyebutkan kemungkinan Camat setempat juga mendapat jatah.

"Tolong jangan di beritakan, nanti kita berbagi saja, karena semua ada jatahnya, tidak menutup kemungkinan didalam ini ada pak Camat juga di kasih, keamanan juga dikasih, KPD, Kepala desa, semua itu dikoordinatori oleh pak Sentot selaku ketua Gapoktan se-Kecamatan Sekampung Udik, serta bendahara pak Gito, pokoknya semua ada jatahnya tanpa terkecuali, karena tanpa tanda tangan mereka dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) pupuknya takkan bisa turun," beber Manto.

Saat itu, Manto juga melempar kata-kata yang kurang pantas kepada para wartawan seolah-olah merendahkan jurnalis.

"Jangan munafik mas, saya tau maksud dan tujuan sampean (kalian-red), sampean ini nanti saya kasih, karena semua orang butuh uang," kata Manto kepada para wartawan.
(Tim)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.