9/22/20

Keren Nih! Mahasiswa ITERA Buat Kotak Sampah Pintar Pengolah Limbah Plastik Lhoo

Loading...


Dua mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dari Program Studi Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Fisis (JTEIF), Mochamad Donny Renaldi dan Herwin Junion Siboro, mengembangkan tempat sampah pintar berbasis Internet of things (IoT). Alat ini dikhususkan menampung sampah plastik, dan dilengkapi beberapa fitur seperti pemadat sampah, pendeteksi khusus sampah plastik, sensor kapasitas, suhu, hingga pemberitahuan jika tempat sampah penuh melalui email dan sms. 


Alat yang diberi nama Electronic Dustbin (LectroBin) tersebut dapat dioperasikan secara otomatis dan dapat dimonitoring melalui web dan gawai. Salah satu mahasiswa pencipta alat Mochamad Donny Renaldi menjelaskan, fitur pertama pada tempat sampah ini adalah adanya komponen pemadat (compactor) dan pemanas (heater) yang berguna untuk mengkompresi dan memadatkan sampah yang ditampung. Tujuannya adalah agar hasil akhir sampah berbentuk balok sehingga mengurangi pemakaian lahan pada tempat pembuangan akhir (TPA), ketika sampah dibuang. Hasil akhir olahan sampah berupa adonan plastik berbentuk padat juga dapat dimanfaatkan untuk bahan daur ulang kembali seperti kerajinan, bahan baku paving block, bahan bakar minyak, atau kemabali diolah menjadi biji plastik. 


“Tempat sampah ini dirancang sedemikian rupa agar dapat menerima sampah plastik dan akan menolak sampah seperti logam atau besi dan juga menolak sampah jenis organik. Tempat sampah ini juga terhubung dengan mobile web atau aplikasi sebagai user interfacenya,” ujar Donny, Senin (21/9/2020).


Dua mahasiswa yang dibina oleh tim dosen Teknik Elektro ITERA, Ir. Arief Syaichu Rohman, M.Eng.Sc., Ph.D., dan Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T. menyebut latar belakang pembuatan alat tersebut, karena menilai pengolahan sampah sebagai hal penting belakangan menjadi masalah, karena lahan tempat pembuangan akhir (TPA) semakin langka, di banyak negara, termasuk di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.


Pengelolaan sampah yang kurang efektif dapat mengakibatkan bahaya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yang mungkin dapat melampaui batas-batas geografis wilayah.

Hampir di seluruh kota di Indonesia pengolahan sampah masih menggunakan pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa usaha pengurangan dari sumber secara maksimal, untuk itu kami mencoba membuat trobosan alat ini.


“Untuk itu diperlukan sebuah metode atau inovasi baru dalam pengolahan sampah khususnya sampah plastik, karena sampah jenis ini menjadi penyumbang volume terbesar dibanding sampah jenis lainnya,” ujar mahasiswa pencipta alat, Herwin Junion Siboro.


Sampah plastik juga memiliki material yang sulit terurai secara alami, sehingga pengolahan sampah plastik dengan landfill atau opendumping tidak cocok diterapkan. Terlebih apabila pengolahan akhir sampah plastik adalah dengan cara pembakaran yang dapat menyebabkan masalah kesehatan akibat polusi udara.


Selain menjadi alat dalam memenuhi tugas akhir, ke depan alat tersebut juga ditargetkan dapat dikembangkan dan dipasarkan. Target pemasaran dari alat yang dihasilkan ini adalah perusahaan-perusahaan penyedia hunian terlebih seperti developer perumahan atau apartemen, lalu serta perusahaan yang bergerak dibiduang pengolahan limbah. Selain itu produk ini juga dapat dipasarkan langsung kepada masyarakat luas dikarenakan tempat sampah merupakan salah satu kebutuhan alternatif manusia dalam menjaga lingkungan. 


Produk ini dapat dikembangkan sesuai dengan pertumbuhan teknologi sekaligus mengikuti kebutuhan pasar, sehingga konsumen dapat selalu merasa puas akan produk yang telah beredar. Upaya pemasaran yang dilakukan adalah dengan mengadakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkait yang membutuhkan produk ini, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. 


Pemasaaran langsung kepada masyarakat luas juga dapat dicoba mengingat produk ini merupakan salah satu kebutuhan yang harus ada disetiap rumah. Produk ini akan dijual dengan kisaran harga sebesar Rp 2.000.000/unit dan dapat disesuaikan juga dengan kesepakatan pihak perusahaan atau client apabila ingin menambah spesifikasi. (*)



Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.