25/11/20

Bukan Soal Keterbatasan, Namun Soal Kemauan, "Cerita Anak Desa Yang Menyandang Gelar Doktor"

Loading...

Lampung - Subhan Mursalin Al Charity  anak Desa Yang Bergelar Doktor. Berasal dari desa di kabupaten  Pesawaran, Lampung, tepatnya di desa Kedondong. Subhan lahir dari sosok ibu bernama Maryani binti H. Muhammad Tiar dan ayahnya bernama Mursalin bin Pane yang penuh tanggung jawab, disiplin, penuh kasih sayang serta ketangguhan hati. 

Si bungsu dari tujuh bersaudara itu hidup dengan keluarga yang sangat sederhana,  dan dia adalah Adik dari Almarhum Mujiruddin bin Mursalin, Rusman Bin Mursalin dan Aziz Mukmin Bin Mursalin serta Een Prahastalina Binti Mursalin, Zulyana Binti Mursalin dan Murtawiyani Binti Mursalin.

Subhan Mursalin Al Chathiry Suami dari Nurfaliza Al Hafidzoh itu menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1999 di SDN 01 Kedondong Kec. Kedondong Kab. Pesawaran, Lampung, kemudian pernah melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) 1 Kedondong, tetapi karena lain hal Subhan yang ajaran di sapa Uncu itu memilih pindah sekolah dan menyelesaikan sampai tingkat akhir di MTs Mathla’ul Anwar Kedondong hingga tahun 2003. Pada tahun 2006 ia menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Madrasah Aliyah (MA) Mathla’ul Anwar (Yayasan Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar) Kedondong, Pesawaran.

Usai lulus sekolah di Madrasah Aliyah Subhan melanjutkan ke perguruan tinggi IAIN Raden Intan Lampung yang saat ini sudah menjadi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung  (UIN RIL), dengan memilih jurusan Tadris Bahasa Inggris atau Pendidikan Bahasa Inggris, dan berhasil meraih gelar sarjana setelah mempertahankan Skripsinya yang berjudul “Analyzing the students’ English achievement taught Grammar Translation Method in teaching process, a study case that appear at Madrasah Aliyah Mathla'ul Anwar Kedondong Pesawaran in 2010” dibawah bimbingan Meysuri,M.Pd dan Siswoyo, M.Pd. 

Selanjutnya pada tahun 2015  dirinya melanjutkan Program Magister (S2) pada Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung pada jurusan Manajemen Pendidikan Islam dan lulus pada tahun 2017 dengan mengedepankan penelitian thesis yang berjudul “Supervisi Akademik Kepala Madrasah (Studi Pada MTSS Darul Huffaz Lampung Kabupaten Pesawaran)" dibawah bimbingan Dr. Yetri,M.Pd dan Dr. Jamal Fakhri,M.Pd.

Pada tahun yang sama (2017) Subhan kembali melanjutkan studi doktoral setelah mendapatkan kesempatan meraih beasiswa program 5000 doktor Kementerian Agama Republik Indonesia pada UIN Raden Intan Lampung 2017, program studi Dakwah dan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Pengembangan Masyarakat Islam.

Pada saat menempuh pendididikan Beliau juga dikenal aktif dalam mengikuti organisasi antara lain sebagai berikut: Pernah menjadi Koordinator Umum Bidang Keagamaan OSIS MA Mathla’ul Anwar Kedondong pada tahun 2002-2003. Ketua OSIS MA Mathla’ul Anwar Kedondong tahun 2003-2004 sekaligus sebagai Ketua Umum PMR MA Mathla’ul Anwar. Pengasuh Taman Pendidikan al-Qu’ran Tarbiyatul Aulad Tamanjaya Kedondong tahun 2001-2006. Ketua Pemuda Bidang Pendidikan dan Olah Raga Desa Kedondong untuk Dusun Taman Jaya pada tahun 2010. Pendiri Taman Pendidikan al-Qur’an al-Hidayah Cengkeh Utara Way Halim Bandar Lampung 2006 dan masih aktif sebagai pengasuh hingga sekarang, Pendiri Majlis Ta’lim (pengajian Ibu-Ibu) al-Hidayah Cengkeh Utara Way Halim Bandar Lampung 2011 dan masih aktip sebagai pengasuh (Muballigh) hingga sekarang, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Huffaz Lampung 2012-2018, Wakil Direktur Pendidikan Bidang Pendidikan Madrasah Pondok Pesantren Darul Huffaz Lampung 2018-2020, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kurikulum dan SDM Pondok Pesantren Darul Huffaz tahun 2020 hingga sekarang, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama Kota Bumi Lampung Utara 2018 sampai sekarang, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (bahasa Inggris) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama Kota Bumi Lampung Utara 2020 hingga sekarang, serta aktif sebagai President of English Center Pondok Pesantren Darul Huffaz tahun 2020. 

Selain itu, Subhan juga pernah mengikuti Pelatihan dan Pendidikan seperti; Diklat Substantif Kepala Madrasah se-Sumatera Bagian Selatan dan Bangka Belitung pada tahun 2015 dengan jumlah mata diklat 30 Jam mata diklat di Balai Diklat Keagamaan RI Palembang. 

Saat ini, Selain telah menyandang gelar Doktor, Subhan juga adalah Dosen tetap Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Kota Bumi Lampung Utara dengan mengampu mata Kuliah Bahasa Inggris 1 dan Bahasa Inggris lanjutan baik pada jurusan hukum Keluarga Islam, Pendidikan Bahasa Arab maupun Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Hadist Tarbawi, Tafsir Tarbawi, Fikh Ushul Fikh, Pengantar Ilmu Falaq dan Penyuluh Pembangaunan Agama pada Prodi Hukum Keluarga Islam.

Subhan berpesan, sebagai generasi muda khususnya putra daerah Pesawaran, secara pribadi dirinya melandasi motivasi dalam meng-upgrade potensi diri karena pentingnya kita sebagai generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai SDM yang unggul dan berkarakter.

"Mengingat modernisasi dan globalisasi dunia yang bermakna persaingan intelektual perlu dihadapi dengan cara mempersiapkan diri. Pencapaian yang saya raih, pada prinsipnya merupakan pencapaian bersama khususnya kedua orangtua saya, keluarga khususnya istri dan anak-anak saya, guru, teman, dan sahabat yang terus memberi masukan dan arahan kepada saya," ungkapnya.

Subhan mengajak generasi muda khususnya Kabupaten Pesawaran untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan global yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dihadapi. Beliau berpesan tetaplah rendah hati kepada siapapun, karena pencapaian yang kita raih saat ini pada dasarnya melibatkan orang lain di dalamnya.

"Pencapaian yang kita raih pada dasarnya ada bagian orang lain di dalamnya. ada do'a dari orang lain, dukungan, motivasi maupun kontribusi sehingga kita mampu memaknai pencapaian dalam diri kita sebagai sebuah proses dedikasi dalam berkarya," terangnya. 

Terakhir, Subhan berpesan bahwa pemuda pesawaran umumnya pemuda Lampung bahkan lebih khusus lagi pemuda muslim hendaknya mengisi dan mempersiapkan diri, tidak hanya skill dan kemampuan namun lebih utama lagi menanamkan karakter keislaman dalam setiap pencapaian yang diraih, bukan soal keterbatasan tapi semua bisa tercapai karena ada kemauan.

"Saya memiliki Motto hidup, jadilah orang yang bijaksana dengan menjaga apa yang ada pada diri kita (amanah) dan tidak menunda pekerjaan untuk hari esok," pungkas dia. (Red)

Allahul Musta’an

An Faqir Subhan Mursalin Al Chathiry


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.