27/11/20

Ketua Lmp Ingatkan Program BPNT Jangan Dijadikan Alat Politik Dalam Kampanye Pilkada

Loading...

Lampung Timur - Disampaikan Salah satu ketua Organisasi kemasyarakatan Kabupaten Lampung Timur. Laskar Merah Putih (LMP) meminta agar program pemerintah pusat tidak dijadikan alat politik pilkada, Dinas Sosial sebagai penyelenggara dapat bersikap netral.

Itu ditegaskan Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Lampung Timur Kamis (28/11/20).

Kepada beberapa awak media, Amir Faisol,S.H menyampaikan, penyelenggara pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dapat melaksanakan tugasnya secara profesional.

"Kita semua tau, saat ini kita Lampung Timur  sedang pesta demokrasi (Pilkada Red), karena itu kita tegaskan agar para pihak penyelenggara tidak ikut melibatkan diri dalam pesta demokrasi atau memihak kepada salah satu paslon, jika mau, tentu tidak sulit bagi pejabatnya, tapi kami akan terus pantau itu, LMP ini tersebar sampai Desa," tegas Amir Faisol.

Harapan itu disampaikan, agar proses demokrasi dikabupaten Lampung Timur dapat  berjalan sebagai mana mestinya.

"Kita dari ormas tentu juga wajib melakukan kontrol serta nengingatkan pada penyelenggara, agar dapat menjaga netralitasnya dalam melaksanakan tugas, seperti penyaluran program bantuan pemerintah misalnya, tentu ada saja peluangnya, karena itu kita ingatkan untuk tidak melibatkan diri dalam kondisi saat ini, kerjakan saja tugas dan kawajiban masing-masing OPD," tandas Amir Faisol.

Pada bagian lain Kasie Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Efransyah, mewakili Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Maida Ulfah. Jumat (27/11/20) menyampaikan tahap akhir realisasi penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2020 sekitar Desember mendatang.

"Tapi untuk tepat hari atau tanggal berapa kita belum tau pasti, tapi biasanya tiap awal bulan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selalu dipersilahkan untuk mengecek kartunya di masing-masing E warung, apabila sudah ada saldo atau belum," ujarnya.

Dikatakanya, tiap tahap ada sebanyak 88.900 KPM yang masing-masing menerima 200 ribu rupiah, untuk ditukarkan dengan, beras 10 kg, telor 15 biji, kacang hijau setengah kilo, buah fir 1 kg, kentang 1 kg kepada E warung.

"Dan mengenai tehknisnya, karena kita adalah daerah geografis, dan kita serahkan pada masing-masing wilayah, atau sesuai kesepakatan KPM dan E warung," tutupnya.

(Samidi/KN)


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.