29/11/20

Ratusan Juta Dana KIP di Pertanyakan Keberadaannya

Loading...

 


Oku Selatan, (Konkritnews.com) - Pemerintah melalui kesepakatan tiga kementerian yaitu Kementerian Pendididikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengeluarkan kebijakan berupa bantuan biaya pendidikan untuk keluarga kategori kurang mampu, miskin, rentan miskin, disabilitas yang berasal dan memiliki Kartu Keluarga Sejatera (KKS) dan penerima Program Keluarga Harapan(PKH).

Bantuan biaya pendidikan tersebut dikucurkan pemerintah dalam setiap tahunnya melalui  Program Indonesia Pintar (PIP), untuk dapat melakukan pencairan dana bantuan  tunai PIP setiap siswa yang sudah terdata dimulai usia pendidikan  6 tahun hingga usia 21 tahun,siswa akan mendapatkan hak nya  yaitu melalui sarana Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Adapun besaran bantuan dana pendidikan KIP bervariasi 

untuk SD sederajat sebesar Rp.450.000.-/siswa/tahun.

SMP sederajat sebesar Rp.750.000.-/siswa/tahun.

SMA sederajat sebesar Rp.1.000.000.-/siswa/tahun.

Kegunaannya adalah untuk memenuhi sarana prasarana siswa yang bersangkutan untuk membeli seragam sekolah, buku, sepatu, transportasi dan lain sebagainya, sehingga melalui bantuan tunai KIP ini Pemerintah mengharapkan tidak ada lagi siswa yang putus sekolah dikerenakan kurangnya biaya pendidikan.

Namun sangat disayangkan, program yang sudah digulirkan semenjak tahun 2012 yang lalu,masih saja banyak ditemui kejanggalan dan belum sampai ke siswa penerima.

Dibeberapa sekolah dikabupaten Oku Selatan ditemukan puluhan siswa yang tidak menerima bantuan KIP padahal nama siswa terdata dan dinyatakan sebagai penerima dana KIP yang dimaksudkan, parahnya lagi dibeberapa titik ada sekolah yang tidak mendapatkan bantuan KIP tersebut selama beberapa tahun terakhir ini.

Berdasarkan sumber data yang bisa dipercaya ke akuratannya, bahwa SD Kepayang yang sekarang berubah nama menjadi SD negeri 06 Mekakau Ilir,

Ditahun 2018 yang lalu mendapatkan bantuan dana KIP sebesar Rp.24.300.000,- untuk  54 siswa dan ditahun 2019 yang mendapatkan dana sebesar Rp.21.600.000,-untuk 48 siswa.

Tapi janggalnya, ditahun 2018 dari 54 siswa yang mendapatkan bantuan masing- masing 450 ribu tersebut hanya 30 siswa yang sudah dicairkan.

Sama hal nya ditahun 2019 dana yang disalurkan pemerintah yaitu untuk 48 siswa tapi yang dicairkan cuma untuk 24 siswa. Kejanggalan demi kejangggalan tidak hanya sampai disitu, saat awak media menyambangi dikediamannya(jum'at 27/11), 2 dewan guru dari SD Kepayang kecamatan mekakau ilir menceritakan bahwa berapa tahun ini siswa disekolahnya tidak lagi mendapatkan bantuan KIP tersebut

"Kami sudah lama tidak lagi menerima bantuan KIP itu, entahlah pak mengapa," Jelas ibu Desi.

"ya pak, cucu saya dulu sempat mendapat uang bantuan itu,tapi mengapa sekarang tidak cair lagi, tempo hari sempat kami cek pakai kartu KIP nya tapi isinya kosong," timpal rekan bu Desi menambahkan.

Begitupun saat dikonfirmasi dengan Kepala Sekolah SD Kepayang Ardinawar, beliau juga heran dan mempertanyakan keberadaan dana bantuan KIP untuk puluhan siswa disekolah tempatnya mengajar yang tidak kunjung cair selama beberapa tahun ini.

Kepsek Ardinawar menjelaskan "Dulu di tahun 2017 memang sekitar 40 an siswa disekolah kami mendapatkan bantuan KIP itu, tapi tahun  2018 sampai sekarang sudah tidak lagi, jadi mengenai hal ini tentu akan kami pertanyakan ke Dinas Pendidikan di kabupaten," terang Kepsek dengan ramah.

Masih di kecamatan yang sama, 2 sekolah lainnya pun mempunyai permasalahan yang sama yakni SD Swasta  Selabung Belimbing dan SD Negeri Tebing Kemuning.

Tahun 2018 SD Selabung Belimbing mendapatkan kucuran dana KiP berjumlah Rp.12.150.000,- untuk 27 siswa dan ditahun 2019 mendapatkan dana sebesar Rp.11.700.000,- untuk 26 siswa.

Demikian juga untuk SD negeri Tebing Kemuning, Tahun 2018 mendapat bantuan KIP sebesar Rp.17.550.000,- untuk 39 siswa dan ditahun 2019 mendapatkan  dana sebesar Rp.14.850.000,- Untuk 33 siswa.

Di konfirmasi awak media pada jum' at (27/11), M.Nasur  Kepsek SDS Selabung Belimbing kaget dan terheran, ia menjelaskan sudah lama sekali tidak pernah mendapatkan lagi dana KIP untuk siswanya.

"Waduh pak, mengenai data penerima KIP itu kami tidak tau lagi sebab sekolah kami adalah sekolah swasta, kami pikir tidak mendapatkan bantuan KIP," terangnya panjang lebar.

Dan kepsek SD Tebing Kemuning juga menambahkan "Jujur saja pak,kami juga sekitar dari 2018 itu tidak lagi mendapatkan dana KIP untuk siswa tersebut,kalau pun siswa kami dapat,ya alhamdulillah," Tutup kepsek yang sepakat juga ingin mempertanyakan kejelasan bantuan dana KIP ini ke pihak-pihak terkait.

Dari beberapa temuan soal kejanggalan tidak terealisasinya anggaran dana KIP di sekolah tingkat SD bahkan sampai tingkat SMA ini tentu menjadi tanda tanya besar mengapa Dana KIP yang seyogya untuk membantu siswa kurang mampu secara ekonominya tersebut belum juga cair, sedangkan pemerintah melalui kementerian sudah mengucurkan anggarannnya dalam setiap tahunnya.

Padahal program KIP ini terus berkelanjutan hingga siswa yang bersangkutan meneruskan ke sekolah berikutnya,dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk mencari dimana akar masalah ini sebenarnya.

( YL/Dan/Kn)


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.