15/01/21

Diduga Tak Penuhi Hak Petani Sawit, KSUSB Disoal

Loading...


Tulang Bawang - Gabungan petani sawit yang tergabung di Koperasi Serba Usaha  Sejahtera Bersama (KSUSB) yang berada di kampung Mulyo Dadi Rawa Pitu, Tulang Bawang meminta haknya agar dapat di kelola langsung oleh PTPN7. 


Diketahui semenjak terbentuknya pelasma perkebunan kelapa sawit Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (KSUSB) hingga saat ini tidak ada kejelasan dan sehingga para petani tidak penah mendaptkan hasil dan menglami kerugian yang besar, Kamis (14/01/2021).


Beberapa petani sawit mengatakan sudah 13 (tiga belas) bulan lebih sejak dipanen oleh pihak pengelola yang di ketuai oleh Mustopo hingga saat ini para petani tidak penah menerima hasilnya dan anehnya para petani terkena hutang yang sangat tidak masuk akal.


Seperti halnya H. Mulyono salah satu anggota pelasma sawit yang tergabung  sebagai anggota koperasi KSUSB mengatakan dirinya tidak pernah mendapatkan hasil yang sudah di sepakati sejak awal terbentuknya pelasma yang bermitra dengan PTPN7.


"Saya selaku anggota petani  KSUSB dari tahun 2011 hingga saat ini dengan harapan mendapatkan hasil, tapi kenyataannya sampai saat ini saya tidak pernah mendapatkan hasil sepeser pun, sementara saat ini yang saya ketahui kebun sawit kami buahnya sudah bagus hasilnya pun sudah baik, seharusnya kami para petani sudah bisa mendaptkan hasil sesuai yang sudah di sepakati, saya berharap kepada PTPN7 agar bisa menertibkan kembali seperti apa yang sudah di cantumkan dalam perjanjian kerja sama dan saya berharap kepada institusi penegak hukum agar dapat membantu memfasilitasi kami para petani yang sudah dirugikan oleh pihak Koprasi KSUSB," pungkasnya.


Hal senada, Lasiman Nurhakim dan Agung mengatakan bahwasannya para petani yang tergabung di KSUSB ini tidak pernah mendapat kan apa yang jadi harapan mereka selama ini, terlebih sekarang ini sawit tersebut terus di panen oleh pihak Mustopo CS.


"Sangat saya sayangkan sekali kalau pihak Mustopa cs memanen buah sawit tersebut tanpa ada hasil yang jelas. Terlebih petani sampai terhutang yang tidak masuk akal. Para petani saat ini dalam kebingungan di karnakan sekarang ini banyak orang dari luar yang datang di kebun plasma itu bukan petani yg sudah terdaftar atau yang sudah tertuang dalam perjanjian. Sementara koprasi ini kan masih dalam sengketa kepengurusan nya. Jadi alangkah baiknya kalau dalam sistem pengelolaannya di kembalikan kepada pihak PTPN7 agar para petani bisa ada hasilnya sedikit-sedikit. Jika ini terus dipanen dan dikelola oleh pihak koperasi yang tidak jelas. Kami khawatir akan timbul masalah baru," tutur Lasiman dan Agung.


Mereka berharap kepda pihak penegak hukum agar dapat ditinjau dan dihentikan kegiatan pemanenan sawit tersebut. Karna dikhawatirkan para petani akan nekat dan dapat terjadi pertumpahan darah. (TIM)


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.