06/01/21

Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Siap Bina Santri Nya Jadi Hafidz Qur’an

Loading...


Lampung Utara - Banyaknya sejumlah anak usia dini yang kerap menggelandang dan menjadi pemulung serta pengemis diseputaran Jalan Protokol Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, tepatnya didepan Gedung Pemerintahan Kabupaten Lampura, menjadi salah satu masalah sosial yang patut mendapat perhatian serta penanganan serius, Rabu (06/01/2021). 

Hal inilah yang membuat Kepala Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) dan Panti Asuhan yang bernaung dalam Yayasan Nurul Muttaqin Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, membuat satu konsep pembinaan sosial bagi anak-anak terlantar, gelandangan, dan pengemis yang ada seputaran wilayah setempat.

Ustad Muryadi S.H.I.,M.Pd.I., Selaku Kepala yayasan mengatakan, selama ini pihaknya senantiasa menawarkan kepada anak-anak terlantar yang kerap ditemuinya untuk belajar Agama bersamanya, di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Nurul Muttaqin.

“Saya sering kalau melihat anak-anak Gelandangan dan Pengemis yang ada di Lampumerah dan didepan Pemkab Lampura,  selalu saya tawarkan untuk Mondok dan Sekolah ikut saya di Ponpes.  Tapi, mirisnya mereka terkadang lebih memilih menjadi pengemis daripada melanjutkan sekolah,” Ungkap Murhadi. 

Lanjutnya, Panti Asuhan dan Ponpes Nurul Muttaqin yang berlokasi di Jalan MT.Haryono Rejomulyo, tepatnya depan Puskesmas Wonogiri 1, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampura ini, siap membina anak-anak terlantar tersebut untuk menjadi Hafidz Qur’an bahkan berpendidikan minimal S1 dan Pihak Yayasan Nurul Muttaqin siap bersinergi dengan Pemkab Lampura, dalam hal ini melalui Dinas Sosial, dan akan berperan aktif turut serta dalam mencerdaskan anak bangsa serta memiliki ahlak yang mulia. 

“Pada prinsipnya, melihat masalah sosial seperti ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kita bersama untuk mencerdaskan anak bangsa,” Ucap Muryadi.

Dijelaskan Muryadi, Konsep ini baru kami jalankan sekitar satu tahun ini. Sebelumnya, kami lebih fokus pada pelayanan anak asuh Panti asuhan, anak-anak yatim, yatim piatu, gelandangan dan terlantar.  Dan ketika para santri lulus dari yayasan yang dibawa bukan sebagai anak Panti asuhan, melainkan lulusan Ponpes, dirinya juga menyampaikan pihaknya telah meluluskan anak asuh program Pendidikan S1, jurusan Sarjana Komunikasi Islam di UM Metro, “Sekarang mereka juga telah menjadi pengasuh di Panti Asuhan dan Ponpes Nurul Muttaqin,” Paparnya. 

Pihak Ponpes juga sekarang sedang menguliahkan dua santri, "Satu kami kuliahkan di DCC Kotabumi dengan Jurusan Komputer (Semester IV) dan satunya di Mahad Aly Bogor dengan Jurusan Bahasa Arab. Dan Insyaallah di tahun 2021 ini kami akan memberangkatkan lagi 5 Anak asuh ke Mahad Aly Bangil Pasuruan Jawa Timur dengan jurusan Ilmu Fiqih dan Dakwah,” terangnya.

Muryadi juga menjelaskan, "Anak-anak yang dibina dalam Panti asuhan kami saat ini berjumlah ±65, dan yang dibina melalui jalur Ponpes ±30 anak.  Serta untuk mengangkat derajat dan moral anak-anak Panti asuhan semua data-base mereka juga kami masukan sebagai data anak santri Ponpes,” imbuhnya.

Diketahui, Yayasan Nurul Muttaqin berdiri pada Tahun 1994 dan didirikan oleh Hj. Qomariyah dan untuk Panti asuhannya didirikan pada tahun 2004, Serta dilihat dari catatan yang ada, Para santri yang menimba ilmu di Yayasan Nurul Muttaqin ini berasal dari Kotabumi, Lampung Tengah, Waykanan, Baturaja, Palembang, "Ada juga yang berasal dari Jakarta dan saat ini Santri tersebut sudah Lulus dibawah asuhan Panti Asuhan Nurul Muttaqin,” jelasnya.

Dalam hal menghadapi pandemi global Covid-19, pihak Yayasan Nurul Muttaqin mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan, Jadwal para santri untuk pertemuan 10 anak perkelompok dalam kurun satu bulan sekali dengan pembatasan waktu dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.  (Albet/KN)


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.