07/02/21

Kebutuhan Mahasiswa, Jika Tak Disiapkan Akan Menjadi Bencana

Loading...
Foto Ilustrasi


Bandar Lampung - Bangsa Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Meskipun memiliki keragaman budaya, Indonesia tetap satu, terpaut dalam satu semboyang yaitu Bhineka Tunggal Ika.


Sudah 75 tahun yang lalu Founding Father Bangsa, yaitu ayahanda Ir. Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang bukan diberikan sebagai hadiah, melainkan kemerdekaan yang diperoleh dengan penuh perjuangan darah, derai air mata, nyawa dan harta yang tak ternilai harganya. Hal tersebut merupakan momentum yang menandai pernyataan sikap bangsa Indonesia untuk lepas dari belenggu penjajahan yang menguasai bangsa Indonesia.


Bangsa Indonesia akan menyentuh umur 100 tahun pada tahun 2045 mendatang. Pada tahun 2045 Indonesia digaung-gaungkan akan terjadinya Bonus Demografi yakni fase dimana masyarakat Indonesia 70% dalam usia produktif 15-64 tahun, sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2021-2045. Hal ini dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu Bonus Demografi atau Bencana Demografi.


Bonus demografi merupakan tantangan generasi milenial saat ini, sehingga dibutuhkan spirit kepemimpinan agar bonus demografi ini dapat digunakan untuk membangun bangsa dan negara. Dalam menghadapi Bonus Demografi pada tahun 2045 yang harus dipersiapkan ialah kualitas sumber daya manusianya, terutama para mahasiswa yang berperan sebagai Agen Of Change, Sosial Of Control, dan Iron Stok. Untuk mempersiapkan bonus demografi peran dari mahasiswa sangatlah penting untuk menjadi garda terdepan sebagai tameng, dan kekuatan dalam menyukseskan Indonesia Emas, sehingga nanti dapat mewujudkan Masyarakat Indonesia adil makmur yang di ridhai Allah SWT.  


Dalam menyongsong Bonus Demografi kebutuhan mahasiswa bukan hanya sekedar kemampuan akademik saja, karena kedepan di Indonesia akan  semakin besar persaingan di dunia kerja, maka mahasiswa tidak bisa menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja jika ingin menjadi seorang sarjana yang sukses.


Kemampuan dalam memimpin dan berkomunikasi serta membangun jaringan menjadi hal yang sangat menentukan bagi seorang sarjana, kemampuan dalam memimpin dan berkomunikasi serta mencari jaringan tentu tidak hanya dapat dipelajari dalam kampus saja, kemapuan kemampuan ini hanya bisa dapat dengan ikut serta secara aktif dalam organisasi apapun jenisnya, baik intra kampus maupun extra kampus.


Oleh sebab itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hadir sebagai salah satu alternatif  organisasi extra kampus bagi mahasiswa sekarang. Mengapa kita harus bergabung dengan organisasi extra kampus? 


Sebenarnya bergabung dengan organisasi extra kampus maupun organisasi intra kampus sama baiknya, namun ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh organisasi extra kampus khususnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tidak dimiliki oleh organisasi intra kampus.


Apasih kelebihan HMI itu ?" pasti kepo kan.


Himpunan Mahasiswa Islam atau yang disingkat HMI merupakan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, yang di bentuk dua tahun pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 5 Februari 1947, HMI juga merupakan organisasi mahasiswa yang di himpun oleh mahasiswa yang beragama islam. HMI didirikan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI) atau yang sekarang dikenal dengan Universitas Islam Indonesia (UII) yang bernama Lafran Pane seorang tokoh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan suatu organisasi yang bernafaskan islam dan bersifat independen, atau bebas dan merdeka tidak tergantung dan memihak dengan kelompok atau golongan tertentu.


Usia HMI sekarang 74 tahun berkiprah serta mengawal kebangkitan bangsa dan tetap selalu konsisten dalam mencetak para cendekiawan muda serta pemimpin-pemimpin yang hebat dan visioner, itu membuktikan bahwa HMI organisasi yang tua dalam ilmu serta pengalaman dan berdaya saing tinggi. HMI sudah lebih dari 200 cabang di kabupaten/kota di Indonesia bisa dibayangkan bagaimana jaringan dari anggota HMI itu sendiri, HMI membuka ruang gerak bagi mahasiswa untuk bisa berkenalan dan membangun relasi dengan mahasiswa-mahasiswa diseluruh Indonesia.


Dengan terbangunnya relasi dan kaderisasi anggota HMI, sudah terbukti bahwa HMI selalu mencetak para pemimpin-pemimpin hebat, itu semua terbukti dengan alumni HMI yang menjadi pemimpin seperti : Muhammad Jusuf Kalla (Wapres RI 2014-2019), Akbar Tanjung (menteri sekrestaris negara 1998-1999), Mahfud MD (Mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI 2014-2019), Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), (Ahmad Bastian (DPD RI), Anis Baswedan (Gubernur DKI. Jakarta) Ir. Arinal Djunaidi (Gubernur Lampung), Imam Syuhada (DPRD Provinsi Lampung), Pattimura (DPRD Provinsi Lampung), Erwan Bustami (Ketua KPU Provinsi Lampung), Wahdi (Walikota Terpilih Kota Metro), Hermansyah (Bawaslu Provinsi Lampung) Dedi Triadi (Ketua KPU Kota Bandar Lampung), Rifki Darmawan (Ketua KPU Way kanan), Yuhadi (DPRD Kota Bandar Lampung), Umar Ahmad (Bupati Tulang Bawang Barat),  Dan masih banyak lagi yang belum bisa disebutkan. Jaringan ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi mahasiswa guna membangun karir para sarjana kedepan.  


HMI menjadi organisasi yang sangat tepat guna mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa depan melalui proses perkaderan yang intensif dan profesional.


Selain dari pada itu, HMI juga selalu melatih para kadernya untuk membaca dan berdiskusi agar semakin tajam dan kritis dalam menganalisis dan memecahkan masalah dalam realita sosial.


HMI setiap tahunnya selalu membuka peluang bagi para mahasiswa untuk menjadi anggota HMI.


Bagaimana cara bergabungnya ???


Mahasiswa baru yang ingin bergabung di HMI harus melalui beberapa tahapan, yaitu :


1. Mengikuti  Masa Perkenelan Calon Anggota (MAPERCA) terlebih dahulu sebagai gerbang awal mengenal HMI.

2. Screening Test, melatih ingatan serta kecakapan.

3. Basic Training (LK 1), untuk menjadi anggota HMI harus mengikuti Basic Training (LK1) yang diadakan oleh komisariat permasing-masing Fakultas yang ada di Universitas . Materi yang diberikan di basic training ini yaitu materi tentang Ke-Islaman, Ke- Organisasian, kepemimpinan, Managemen, Nilai-Nilai dasar perjuangan, Mission HMI, sejarah HMI, Konstitusi, Manajemen aksi, manajemen konflik, dan sebagainya.


Setelah mengikuti LK 1 anda secara resmi telah menjadi bagian dari HMI dan dapat berkontribusi dalam segala kegiatan yang diadakan oleh HMI.


Di Provinsi Lampung, khususnya di kota Bandar Lampung HMI terdapat 13 Komisariat di 4 Universitas, Yaitu Universitas Lampung (Fakultas Sospol, Teknik, Pertanian, Ekonomi, Hukum, KIP), UIN Raden Intan Lampung (Fakultas Tarbiyah, Usuludin, Dakwah, Ekonomi Bisnis Islam, Syari'ah), Darmajaya, dan Universitas Bandar Lampung. 


Tentunya tahapan-tahapan diatas itu sangat mudah jikalau anda mempunyai niat yang tulus dan ikhlas, yakin usaha sampai.


Mari bergabung tunggu apalagi, kalau bukan anda siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, mahasiswa milenial harus Ber-HMI.


"HMI bukan sekedar Himpunan Mahasiswa Islam tapi Harapan Masyarakat Indonesia"

-Jendral Soedirman.


"Saya bisa mendapatkan spirit, tradisi membaca, berdebat dan keterampilan berorganisasi karena HMI"

- Akbar Tanjung


"Keterampilan organisasi akan mengantarkan anda kepada pekerjaan dan masa depan yang cerah, semua itu saya dapatkan di HMI"

- Anis Baswedan




Penulis : Ryki Setiawan ( Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Bandar Lampung) 


Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.