KONKRIT NEWS
Jumat, Januari 09, 2026, 17:26 WIB
Last Updated 2026-01-09T11:34:08Z
DaerahHukum dan KriminalLampung

Ketua Dewan Penasihat DPD GRANAT Lampung Tegaskan Peran Strategis Konselor P4GN Selamatkan Generasi Bangsa

Advertisement


Lampung — Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung, H. Hanan A. Rozak, menegaskan bahwa permasalahan narkoba bukan semata-mata persoalan hukum, melainkan persoalan kemanusiaan, kesehatan, dan ancaman serius terhadap masa depan bangsa.


Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Konselor P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang diselenggarakan oleh DPC GRANAT Lampung Timur di Alodia Hotel Bandar Lampung, Jumat (9/1/2026).


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah unsur penting, antara lain Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Brigjen Pol Sakeus Ginting, SIK., MH, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra, Wakil Bupati Lampung Timur H. Aswar Hadi, SE., M.Si, Kepala BNNK Lampung Timur, jajaran pengurus DPD GRANAT Lampung, para Ketua dan pengurus DPC GRANAT se-Provinsi Lampung, serta para narasumber dan fasilitator diklat.


Selain itu, pelatihan ini juga diikuti oleh para peserta Pelatihan Konselor P4GN DPC GRANAT Lampung Timur, yang berasal dari berbagai latar belakang dan dipersiapkan menjadi ujung tombak pencegahan dan rehabilitasi narkoba di tengah masyarakat.


Dalam sambutannya, Hanan A. Rozak menyampaikan bahwa narkoba telah merusak sendi kehidupan masyarakat, menghancurkan keluarga, dan melemahkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, upaya penanggulangan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum oleh aparat kepolisian dan BNN, tetapi harus diperkuat dengan langkah pencegahan dan rehabilitasi yang berkelanjutan.


“Di sinilah peran konselor menjadi sangat strategis. Konselor bukan hanya pendamping, tetapi juga penolong, pendengar, penguat, sekaligus penunjuk jalan bagi korban penyalahgunaan narkoba untuk kembali menemukan harapan dan masa depan,” ujar Hanan.


Ia menegaskan, sebagai organisasi yang fokus pada gerakan anti narkoba, GRANAT berkomitmen mendukung penuh pendekatan humanis dan rehabilitatif, sejalan dengan kebijakan nasional P4GN. Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat, salah satunya melalui peran konselor yang bekerja langsung di lapangan.


Hanan juga menekankan bahwa pelatihan konselor P4GN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi moral dan sosial jangka panjang. Para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang benar tentang adiksi narkoba, menguasai teknik dasar konseling yang etis dan profesional, serta mampu menjadi agen perubahan yang dapat bersinergi dengan keluarga, sekolah, dan lembaga terkait.


“Satu konselor yang bekerja dengan hati dapat menyelamatkan satu keluarga, satu generasi, bahkan satu masa depan,” tegasnya.


Di akhir sambutannya, Hanan A. Rozak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, fasilitator, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pelatihan ini. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta untuk menjalankan peran mulia sebagai konselor P4GN.


“Selamat berjuang menjadi Konselor P4GN. Ingat, Anda adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” pungkasnya. 


Sementara itu, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, dalam keterangannya menegaskan bahwa pelatihan konselor P4GN merupakan bagian dari langkah strategis GRANAT dalam memperkuat sumber daya manusia di tingkat daerah dan kabupaten/kota.


“Pelatihan ini adalah bentuk keseriusan GRANAT dalam membangun kapasitas kader dan relawan anti narkoba. Konselor yang lahir dari pelatihan ini diharapkan mampu bekerja secara profesional, beretika, dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” kata Tony Eka Candra.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara GRANAT, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BNN, serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan aparat. GRANAT siap menjadi mitra strategis dalam mendukung program nasional P4GN,” tegasnya.


Menurut Tony, kehadiran para peserta pelatihan dari berbagai wilayah di Lampung menunjukkan semangat kolektif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif melakukan edukasi, pendampingan, serta deteksi dini di lingkungan masing-masing.


“Ketika konselor hadir di tengah masyarakat, maka upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sasaran. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Lampung dan Indonesia,” tambahnya. (Putra)