KONKRIT NEWS
Senin, Juni 15, 2026, 15:48 WIB
Last Updated 2026-06-15T08:48:49Z
Bandar Lampung

Gelar Diskusi Publik, MEDIKUM Bedah Solusi Atasi Kejahatan Jalanan di Lampung

Advertisement

 


Bandar Lampung - Meningkatnya angka kejahatan jalanan yang terjadi belakangan ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan penegakan hukum. Di balik maraknya tindak kriminal tersebut, terdapat berbagai faktor sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya kondisi generasi muda saat ini.


Ketua Umum MEDIKUM, Windy Bintang Pratama, menilai bahwa sebagian pemuda saat ini cenderung memiliki pola hidup yang konsumtif. Keinginan untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan ekonomi maupun akses terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian individu mengambil jalan pintas yang bertentangan dengan hukum.


"Sebagai kaum muda, kita harus berani melihat persoalan ini secara jujur. Salah satu tantangan yang dihadapi generasi saat ini adalah budaya konsumtif yang semakin kuat. Ketika keinginan lebih besar daripada kemampuan, sementara pendidikan dan pembinaan karakter tidak dirasakan secara merata, maka potensi munculnya berbagai bentuk penyimpangan sosial menjadi semakin besar," ujar Windy Bintang Pratama.


Melalui kegiatan *Diskusi Publik Cepat Tanggap Isu Terkini: Jalan Tengah Atas Maraknya Kejahatan Jalanan*, MEDIKUM berharap dapat membangun kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton terhadap persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam merangkul pemuda-pemudi yang tidak memiliki kesempatan merasakan bangku sekolah maupun perguruan tinggi.


"Kami berharap kegiatan ini dapat mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk turun langsung ke masyarakat, merangkul saudara-saudara kita yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Mereka tidak boleh ditinggalkan. Justru mereka harus menjadi bagian dari gerakan pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan karakter yang dilakukan oleh kaum intelektual muda," lanjutnya.


Menurut Windy, kehadiran sejumlah narasumber yang berasal dari unsur legislatif, aparat penegak hukum, akademisi, advokat, serta tokoh masyarakat sengaja dihadirkan untuk memberikan sudut pandang yang komprehensif mengenai akar permasalahan dan solusi atas maraknya kejahatan jalanan.


"Kami menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat dan mahasiswa, mulai dari aspek hukum, kebijakan publik, kondisi sosial, hingga upaya preventif yang dapat dilakukan bersama. Kami berharap dari forum ini lahir rekomendasi, gagasan, dan langkah konkret dalam menekan angka kejahatan jalanan, khususnya di Provinsi Lampung."


Menutup pernyataannya, Windy menegaskan bahwa penyelesaian persoalan kejahatan jalanan tidak cukup hanya mengandalkan tindakan represif, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih edukatif, produktif, dan inklusif bagi generasi muda.


"Pemuda tidak boleh hanya menjadi objek yang disalahkan ketika kejahatan terjadi, tetapi harus menjadi subjek perubahan yang mampu menghadirkan solusi. Karena sejatinya, masa depan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita membina dan memberdayakan generasi mudanya hari ini."