KONKRIT NEWS
Selasa, Agustus 18, 2026, 12:51 WIB
Last Updated 2026-08-18T05:51:29Z
UINRIL

Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas, Rektor UIN RIL Sampaikan Amanat Menag pada Upacara HUT ke-81 RI

Advertisement

 


Bandar Lampung – Keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melaksanakan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/08/2026). 


Upacara yang semula direncanakan berlangsung di Halaman Rektorat dipindahkan ke Ballroom karena hujan deras. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat dan kekhidmatan seluruh peserta dalam mengikuti upacara. 


Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Nusantara, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, tenaga keamanan, tenaga kebersihan, hingga anggota UKM Pramuka. Peringatan tahun ini mengusung tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”


Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan amanat Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar.


Dalam amanatnya disampaikan bahwa 81 tahun kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan bangsa yang diwariskan kepada generasi saat ini untuk dijaga dan diisi dengan berbagai kontribusi.


“Jika dahulu mereka mengangkat senjata, hari ini kita mengembangkan ilmu dan memanfaatkannya untuk kebaikan bagi manusia dan alam raya. Jika dahulu mereka bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas,” ucapnya.


Hari ini, tugas generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.


Amanat tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani dengan tulus, merawat kerukunan, menguasai teknologi tanpa kehilangan etika, serta menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.


“Bangsa besar tidak hanya dibangun oleh ekonomi dan teknologi. Bangsa besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan,” lanjutnya.


Ia juga menekankan pentingnya kerukunan sebagai modal pembangunan. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, sedangkan Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025 mencapai 84,61.


Menteri Agama turut menyoroti tantangan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan kemanusiaan dan akhlak.


“AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” pesannya.


Menteri Agama mengajak masyarakat mendoakan saudara-saudara yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah agar diberikan ketabahan dan percepatan pemulihan.


Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seluruh elemen bangsa diajak mewariskan Indonesia yang lebih maju, lebih rukun, dan lebih bermartabat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.


“Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” serunya.