Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan

07/12/22

2 Kandidat Kuat Penerus Rektor Universitas Lampung Masih Wajah-wajah Lama

2 Kandidat Kuat Penerus Rektor Universitas Lampung Masih Wajah-wajah Lama

 


Bandar Lampung - Senat Universitas Lampung ( Unila ) mengadakan rapat dengan agenda penetapan calon rektor Unila periode 2023-2027, pengantaran tahapan pemilihan rektor (Pilrek), serta memikat tata tatanan pilrek periode 2023-2027.

Rapat senat yang berlangsung di ruang sidang rektorat utama, Selasa, 6 Desember 2022 ini dipimpin Ketua Senat Unila Prof. Dr. La Zakaria, S.Si., M.Si., didampingi Sekretaris Senat Unila Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos ., M.Si., dan Ketua Panitia Pilrek Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si.

Abdurrahman dalam laporannya menyampaikan, proses penjaringan telah berlangsung sejak 14 November 2022 dan telah memasuki berbagai tahapan antara pendaftaran lain, seleksi administrasi, hingga pengangkatan calon calon rektor.

Nama-nama calon calon rektor periode 2023-2027 yang telah ditetapkan pada rapat senat ini berdasarkan abjad antara Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Dr. Ayi Ahadiat., SE, MBA, Prof. Dr. Hamzah, SH, MH, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., Dr. Marselina, SE, MPM, Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., Dr. Nairobi, SE, M.Si., dan Prof. Ir. Suharso, S.Si., Ph.D.

Dari 8 calon Pilrek itu ada 2 kandidat kuat penerus Rektor Universitas Lampung periode 2023-2027 yaitu Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes yang sekarang menjabat Wakil Rektor II

Bidang Administrasi Umum dan Keuangan dengan Prof. Ir. Suharso, S.Si., Ph.D yang sekarang menjabat Wakil Rektor IV

Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. kedua calon tersebut adalah bagian dari kepemimpinan Rektor terdahulu.

Selain itu, panitia pemilihan rektor telah membagi jadwal sosialisasi visi, misi, dan program kerja calon rektor Universitas Lampung periode 2023-2027 ke dalam beberapa fakultas tujuan sesuai agenda yang telah disepakati.

Pada kesempatan itu Prof. Abdurrahman mengatakan, program pengantaran kerja bakal calon rektor di hadapan sivitas akademika akan digelar di Gedung Serbaguna Unila pada 20 Desember mendatang. Adapun jumlah anggota senat yang hadir pada rapat ini sebanyak 27 orang dari total 47 undangan.

Anna Gustina Zainal menambahkan, semua nama-nama anggota senat Universitas Lampung yang nantinya memiliki hak pilih dalam pemilihan rektor telah disampaikan ke Kemendikbudristek melalui Biro Hukum. (*)

Hermawan Dukung Penuh Prabowo Subianto Sebagai Capres

Hermawan Dukung Penuh Prabowo Subianto Sebagai Capres



 Bandar Lampung - Ketua Lembaga Advokasi Hukum DPD Partai Gerindra Lampung Hermawan, S.HI.,M.H yang merupakan anggota DPRD Kota Bandar Lampung menyampaikan sebagai kader partai Gerindra mendukung penuh pak Prabowo sebagai calon presiden di pemilu 2024.

Ia menyebut tujuan utama Partai Gerindra adalah memperoleh suara terbanyak dan memenangkan Prabowo dan itu menjadi tugas utama bagi semua kader partai Gerindra.

Tetap semboyan kita Prabowo Presiden, Gerindra menang,” ucap Hermawan dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Sejak dikukuhkannya pengurus Lembaga Advokasi Hukum indonesia raya DPD partai Gerindra Lampung yang dipimpin Hermawan, S.H .,M.H langsung tancap gas memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan  tetap konsisten menjalankan tugas partai dan fungsinya di masyarakat.

Menurut Hermawan, bayangan masyarakat bahwa hukum itu mahal, nanti bisa dijembatani oleh Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya DPD Gerindra Lampung, mulai dari kasus rumah tangga, kasus agraria hingga kasus-kasus yang berkaitan dengan kebijakan pemerintahan.

“Kami akan melakukan pendampingan sampai tingkat basis, dimana sampai ke tiap kelurahan yang akan didampingi advokat teman-teman yang ada di Lembaga Hukum ini, guna membantu masyarakat mendapatkan bantuan hukum,” ujarnya. (*)

04/12/22

Klasemen Sementara Porprov, Pesawaran Dipuncak

Klasemen Sementara Porprov, Pesawaran Dipuncak



Bandar Lampung - Kontingen Kabupaten Pesawaran bertekad melanjutkan tren positif sebagai pemuncak klasemen raihan medali pada Porprov IX Lampung 2022.

Untuk sementara Kabupaten Pesawaran menduduki peringkat teratas dengan 7 medali emas, 6 perak, 9 perunggu diikuti Bandarlampung 6 emas, 11 perak dan 7 perunggu.

Bupati Kabupaten Pesawaran mengapresiasi raihan medali yang dicapai oleh atlet-atlet Pesawaran, dia menyebutkan hasil yang dicapai merupakan kerja keras seluruh elemen di perhelatan Porprov IX Lampung.

"Kita patut bersyukur Pesawaran menduduki peringkat teratas sampai di hari ke-2 Porprov Lampung, semoga tren positif ini tetap terjaga," ungkapnya, Minggu (4/12/2022).

Ditambahkan Dendi, dirinya meminta seluruh atlet dan official agar tetap fokus sehingga bisa mempertahankan klasemen raihan medali.

"Tetap waspada dan fokus, semua pihak harus bertekad mengharumkan nama Kabupaten Pesawaran dalam even 4 tahunan ini," tambahnya.

Terpisah, Ketua Panitia Tim Teknis Porprov IX Kabupaten Pesawaran Yusak mengungkapkan, Kabupaten Pesawaran berpotensi menambah medali di hari ke dua pertandingan pada cabang olahraga Muaythai.

"Hari ini kita turun di 12 nomor Muaythai, dan ini merupakan babak final yang mana berpeluang menambah Raihan medali emas," ungkap Yusak di Sekretariat Porprov kontingen Pesawaran Hotel G. Syariah Bandar Lampung.

"Semoga dari 12 nomor final ini medali emas dapat didulang oleh atlet-atlet kita, dan kita tetap kokoh berada di puncak klasemen," pungkasnya. (Red)

02/12/22

Swarnafest 2022, Yok Join Guys

Swarnafest 2022, Yok Join Guys



 ðŸ””[SWARNAFEST 2022]🔔


Tabik pun!!!

Salam Budaya 👋🏻

Halo Swarnawan dan Swarnawati 🙌🏻


Akhirnya, hanya perlu menghitung beberapa hari lagi kemeriahan festival kebudayaan tahunan terbesar di ITERA akan kembali hadir!🥳

Wah, siapa nih yang ga sabar ikutin keseruan Swarnafest 2022🤩 

Pastinya ga kalah menarik dari tahun sebelumnya karena bakal banyak banget penampilan keren dari Finalis ITGT, ukm kebudayaan, penampilan teater, pameran seni dan budaya, pasar swarna, special guest star and many more coming soon‼️

Jangan lupa terus pantau dan nantikan informasi terbaru, hanya di Swarnafest ITERA yaaaa😉


📢 For more information :

Instagram : @swarnafestitera

Line : @280iznyc

____________________________________

#swarnafest2022

#kementriansenidanbudaya

#kmitera

#itera

01/12/22

GAW : Gugatan Baru Terhadap Direksi PTPN VII Sudah Dilayangkan Kembali

GAW : Gugatan Baru Terhadap Direksi PTPN VII Sudah Dilayangkan Kembali


Bandar Lampung - Setelah bergulir beberapa waktu lalu hingga sampai pada agenda persidangan yakni pembacaan gugatan, gugatan Triguntoro (Karyawan PTPN VII) terhadap Direksi PTPN VII yang terregistrasi di Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas I A dalam perkara Nomor: 187/Pdt.G/2022/PN.Tjk melalui Surat Kuasa Hukumnya tanggal 29 September 2022 resmi dicabut.

"Atas permintaan Klien, Gugatan terhadap Direksi PTPN VII tersebut memang Kami cabut untuk disempurnakan", terang Gindha Ansori Wayka, Kamis 01 Desember 2022 di Bandar Lampung.

Menurut Direktur Kantor Hukum Gindha Ansori Wayka-Thamaroni Usman (Law Firm GAW-TU) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Cinta Kasih (LBH-CIKA), pencabutan ini karena alasan substansial.

"Ada alasan substansial yang harus diperbaiki dalam gugatannya, yang menurut hemat Kami perlu diperbaiki secara sempurna mulai dari surat kuasa, termasuk Posita (Fundamentum Petendi) dan Petitum (Tuntutannya) dalam gugatan karena tidak memungkinkan hanya direnvoi saja", ujar Pengacara Muda Terkenal di Lampung ini.

Ditambahkan oleh Gindha, pencabutan gugatan itu merupakan hak dari Penggugat dan diperkenankan dalam hukum, sehingga tidak mesti jadi penyesalan karena gugatan dicabut sebagaimana yang disampaikan oleh Pengacara Direksi PTPN VII melalui siaran persnya dan dimuat di dalam beberapa media.

" Pengacara dan siapapun harus tahu bahwa sebelum putusan dibacakan, Penggugat masih punya hak untuk menarik gugatannya (mencabut), sehingga tak mesti ada kata-kata penyesalan dari Pengacara atau Kuasa Hukum Tergugat, karena gugatannya Kami cabut", tambah Praktisi Hukum yang akrab disapa GAW ini.

Lebih lanjut Gindha Ansori Wayka, yang didampingi Tim Hukum Triguntoro lainnya yakni Iskandar, Ari Fitrah Anugrah, Ramadhani dan Ronaldo, menjelaskan bahwa sesungguhnya gugatan terhadap Direksi PTPN VII sudah dilayangkan kembali.

"Sudah Kami layangkan kembali gugatan terhadap Direksi PTPN VII melalui e-court, saat ini kami hanya menunggu proses verifikasi dari Pengadilan Negeri Kelas Tanjung Karang Kelas IA" ujar Pengacara yang juga Dosen Perguruan Tinggi Swasta Terkenal di Lampung ini.

Ditanya waktu melayangkan gugatan, Gindha menjelaskan bahwa pada hari yang sama dengan pembacaan penetapan pencabutan perkara sebelumnya di Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas IA.

"Pada tanggal 29 November 2022 dengan Nomor Register Pendaftaran PN TJK-112022CLN, pada hari yang sama dengan Penetapan Pencabutan perkara sebelumnya oleh Majelis Hakim, Kami sudah layangkan Gugatan Baru terhadap Direksi PTPN VII melalui E-Court", jelas Pria Kelahiran Negeri Besar Way Kanan ini.

Terkait substansi isi Gugatan yang dirubah, Gindha menjelaskan bahwa Direksi PTPN VII menerapkan sanksi terhadap Penggugat melebihi ketentuan sanksi yang ada dalam Surat Keputusan Direksi Surat Keputusan (SK) Direksi Nomor: SDM/KPTS/270/2018 tanggal 13 Juli 2018 tentang Sanksi Pelanggaran Disiplin Tata Tertib dan Disiplin Karyawan PTPN VII  yang menyebutkan bahwa untuk peringatan ketiga sanksi yang diberikan yakni hanya Pemotongan gaji 50 % selama 6 bulan, Penundaan kenaikan pangkat berkala/ golongan selama 1 (satu) tahun penilaian, Penurunan golongan 1 (satu) Tingkat dari golongan saat mendapat peringatan dan Penurunan dan/pencabutan jabatan.

Namun anehnya menurut Gindha, terbitnya Surat Direksi Nomor: SDM/I/RHS/014/2021 tanggal 07 Januari 2021, Perihal Peringatan Ketiga terhadap Kliennya selaku Penggugat diberikan sanksi berupa Penurunan Jabatan 1 (satu) tingkat dari jabatan saat ini dan Pemberian sanksi finansial sebesar Rp. 3.185.988.275 (Tiga Milyar Seratus Delapan Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah).

"Sanksi yang dijatuhkan terhadap Penggugat tidak sesuai dengan SK Direksi dan melebihi apa yang sudah diatur, karena Gaji/Tunjangan Penggugat di potong melebihi 6 bulan dan diwajibkan membayar sanksi financial, sementara dasar penjatuhan sanksi financial tidak dimuat dalam pertimbangan hukum proses penerbitan Surat Peringatan Ketiga tersebut, sehingga dalam hal ini Direksi PTPN VII  Kami anggap telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum", jelas Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa  Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung ini.

Sebelumnya, Direksi PTPN VII digugat oleh Karyawannya yang bernama Tri Guntoro karena dianggap telah merugikan Keuangan PTPN VII sebesar   Rp. 3.185.988.275 (Tiga Milyar Seratus Delapan Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah), padahal kejadian yang merugikan PTPN VII tersebut terjadi pasca dipindahnya Tri Guntoro (setelah bulan Februari 2020) ke Unit lain berdasarkan Surat Keputusan Direksi, sehingga tidak benar dalam hukum membebankan sesuatu apalagi menerapkan sanksi terhadap Karyawan atau siapapun yang tidak dilakukan langsung oleh yang bersangkutan. 

Gindha menambahkan bahwa Kliennya dalam hal ini Penggugat dan Timnya sejak bertugas di Unit Tulung Buyut tahun 2015 hingga Februari 2020 (sebelum di mutasi) telah mampu meraup Rp. 85 (Delapan Puluh Lima) Milyar keuntungan untuk PTPN VII dan membantu beberapa persoalan underweight di PTPN VII.

"Giliran untung diam dan giliran rugi dibebankan pada bawahan, ini tidak benar terkait cara-cara dalam memimpin sebuah manajemen perusahaan, untung tak di reward giliran rugi disanksi, jika kondisi PTPN VII untung maka dianggap pengabdian yang memang harus diberikan oleh Karyawan, giliran rugi mencari kambing hitam, ini jelas masuk dalam Perbuatan Melawan Hukum", pungkas Gindha. (Red)