Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

17/06/22

STAI Nahdlatul Ulama Kotabumi Lampung Gelar Wisuda IV

STAI Nahdlatul Ulama Kotabumi Lampung Gelar Wisuda IV


Lampung Utara - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke IV dengan Lulusan Program Study Strata Satu (S1). Kamis, (16/06/2022).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lampung Utara Ardian Saputra, Rektor STAINU dr Subhan,M.Pd, Wakil Rektor, Ketua DPRD Lampung Utara, Kapolres Lampung Utara, Kapolsek Lampung Utara, Warek II UIN Raden Intan Lampung, serta para Wali.

Dalam sambutannya, DR. Subhan, Rektor STAINU Kotabumi Lampung mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang akan diwisuda.

"Semoga setelah diwisuda kedepannya dapat menjunjung tinggi Integritas, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat banyak," ucap DR. Subhan.

Selain itu, DR. Subhan mengharapkan mahasiswa STAINU bisa menjadi penerus bangsa, dapat sukses dibidangnya masing-masing dan yang paling penting adalah dapat membanggakan kampus serta membawa harum almamater.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Lampung Utara, Ardian Saputra juga turut menyampaikan selamat kepada para wisudawan. Menurutnya, mudah-mudahan dengan adanya Mahasiswa/i yang diwisuda pada hari ini bisa menjadi awal untuk membangkitkan pendidikan yang ada di Lampung Utara. 

"Semoga mereka bisa membangkitkan dunia pendidikan di Lampung Utara, serta mampu mengembangkan bakat yang dimiliki dan menjadi agen perubahan yang baik kedepn," ungkapnya. 

Wakil Bupati yang baru saja dilantik itu juga mengharapkan, nantinya ilmu yang didapatkan di masa perkuliahan bisa sebanyak-banyaknya diamanahkan ke masyarakat banyak, karena kita sebagai anak terdidik pasti dibutuhkan perannya ditengah masyarkat banyak. 

"Saya berharap mereka bisa menyebar luaskan ilmu yang mereka dapat agar bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya. (Red)

07/03/22

HIMA Administrasi Publik UTB Lampung Gelar Dialog Kepemimpinan

HIMA Administrasi Publik UTB Lampung Gelar Dialog Kepemimpinan


Bandar Lampung - Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fisip UTB Lampung Sukses menggelar kegiatan Dialog Kepemimpinan di Aula UTB Lampung, Sabtu (5/3/2022).


Dalam Sambutannya Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Alfan Rois menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak terkait atas bantuan serta partisipasinya dalam kegiatan tersebut. "Allhamdulilah kegiatan bisa berjalan dengan lancar," ujar Alfan. 


Lanjut Alfan, ada beberapa point yang harus saya sampaikan yaitu Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik didirikan pada tanggal 22 February 1974, yang mana di Tanggal 22 februari 2022 kemarin Hima ADP Anniversary yang ke 48-tahun, namun dikarnakan Bandar Lampung PPKM, pengurus Hima tidak bisa mengadakan kegiatan besar-besaran.


"Allhamdulilah sekarang HIMA ADP bisa mengadakan Dialog kepemimpinan dengan tema Tantangan dan Peluang Kepemimpinan Mahasiswa Di Era Industri 4.0," ucapnya. 


Sambung dia, dialog kali ini menghadirkan narasumber-narasumber yang memang mempunyai dan memiliki rekam jejak yang kuat tentang kepemimpinan yaitu Narasumber 1 Bapak Drs H. Mukhlis Basri Anggota DPR RI, Dan Narasumber 2, Bapak Dr. Hasan Basri S.Sos. M.Si Wakil Rektor II UTB Lampung.


"Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi dan menambah wawasan kita tentang kepemimpinan serta bisa memotivasi kita untuk menjadi pemimpin yang baik dan bijak," pungkasnya.


Ditempat yang sama, Rektor UTB Lampung yang di Wakili Oleh Wakil Rektor IV menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor karna sedang berada di luar kota.


"Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada HIMA ADP Yang sudah membuat kegiatan yang sangat luar biasa ini. Semoga dengan apa yang diharapkan oleh pengurus Hima ADP dalam Anniversary yang ke 48 tahun ini bisa tercapai," ucap Warek IV UTB. (Alfan)

25/02/22

Viral, Ini 6 Keutamaan Manfaat Adzan Yang Harus Diketahui

Viral, Ini 6 Keutamaan Manfaat Adzan Yang Harus Diketahui

 

Foto Ist

Indonesia -Viralnya pemberitaan tentang kumandang azan dan gonggongan anjing menjadikan banyak pihak berkomentar. Namun, diluar peristiwa ini yang perlu dipahami yaitu arti dan keutamaan azan.

Dari segi bahasa, azan berarti pengumuman dan secara syar’i yaitu pengumuman masuknya waktu salat dengan ucapan (zikir) tertentu. Sedangkan keutamaan azan banyak yang belum mengetahui. Lantas, apa saja keutamaan azan?

Sebagaimana dilansir dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

1. Setan Menjauh Saat Mendengar Azan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Apabila azan dikumandangkan, maka setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar azan tersebut. Apabila azan selesai dikumandangkan, maka ia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqomah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya. Dia berkata, ‘Ingatlah demikian, ingatlah demikian untuk sesuatu yang sebelumnya dia tidak mengingatnya, hingga laki-laki tersebut senantiasa tidak mengetahui berapa rakaat dia salat. Apabila salah seorang dari kalian tidak mengetahui berapa rakaat dia salat, hendaklah dia bersujud dua kali dalam keadaan duduk.” (HR Bukhari Nomor 608 dan Muslim 389)

Ibnul Jauzi mengatakan: “Suara azan membuat setan takut sehingga pergi menjauh. Karena dalam kumandang azan sulit terjangkit riya’ dan kelalaian. Hal ini berbeda dengan salat, hati mudah diserang oleh setan dan ia selalu memberikan pintu waswas.” Sampai-sampai Abu ‘Awanah membuat judul suatu bab “Dalil bahwa orang mengumandangkan azan dan iqamah tidak dihinggapi was-was setan dan sulit terjangkit riya’ karena setan menjauh darinya.” (Fath Al-Bari, 2:87)

2. Orang yang Mendengar Azan akan Menjadi Saksi bagi Muazin pada Hari Kiamat

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidaklah suara azan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendegarnya melainkan itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR Bukhari Nomor 609)

Termasuk juga di sini jika yang mendengar adalah hewan dan benda mati sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Khuzaimah.

Dalam riwayat lain disebutkan: “Muazin diberi ampunan dari suara kerasnya saat azan serta segala yang basah maupun yang kering akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud Nomor 515; Ibnu Majah 724; dan An-Nasai 646. Sanad hadis ini hasan sebagaimana dinilai oleh Al-Hafizh Abu Thahir)

”Termasuk juga yang mendengarnya adalah malaikat karena sama-sama tidak terlihat seperti jin”. (Lihat Fath Al-Bari, 2:88-89)

3. Kalau Tahu Keutamaan Azan Pasti akan Jadi Rebutan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Seandainya setiap orang tahu keutamaan azan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR Bukhari Nomor 615 dan Muslim 437)

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud hadis adalah seandainya mereka mengetahui keutamaan azan, keagungan dan balasannya yang besar, kemudian waktu azan sudah sempit atau masjid hanyalah satu, pastilah mereka saling merebut untuk azan dengan cara mengundi.” (Syarh Shahih Muslim, 4:142)

4. Keadaan Muazin yang Istimewa pada Hari Kiamat

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Seorang muazin memiliki leher yang panjang di antara manusia pada hari kiamat.” (HR Muslim Nomor 387).

Ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang paling banyak menampakkan rahmat Allah SAW. Ada juga ulama yang menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah orang yang paling terlihat banyak mendapatkan pahala. (Syarh Shahih Muslim, 4:84)

5. Muazin Diampuni oleh Allah dan Dimasukkan ke Surga Kelak

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Rabb kalian begitu takjub terhadap si pengembala kambing di atas puncak gunung yang mengumandangkan azan untuk salat dan ia menegakkan salat.

Allah SWT pun berfirman,: ‘Perhatikanlah hamba-Ku ini, ia berazan dan menegakkan salat (karena) takut kepada-Ku. Karenanya, Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku ini dan aku masukkan ia ke dalam surga’.” (HR Abu Dawud Nomor 1203 dan An-Nasai 667. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih)

6. Muazin Lebih Utama daripada Imam

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Imam adalah penjamin sedangkan muazin adalah orang yang diamanahi. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada para imam dan mengampuni para muazin.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahih-nya Nomor 1669, dan hadis ini disahihkan oleh Syekh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib nomor 239)

Hadis ini dan sebelumnya menunjukkan bahwa seorang muazin lebih utama daripada seorang imam. Karena yang namanya amanah lebih tinggi daripada memberi jaminan, juga maghfirah (ampunan) lebih utama daripada irsyad (petunjuk).

Yang menjadi pendapat dalam Mazhab Syafii, muazin lebih utama daripada imam berdasarkan pertimbangan dalil-dalil yang ada. Sampai-sampai Umar bin Khattab berkata: “Seandainya aku bukanlah khalifah (yang mesti jadi imam salat, pen), tentu aku akan mengumandangkan azan.” (Lihat Al-Mughni, 2:54-55)

Dalam Al-Mufhim (7:2), Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa dalam azan itu diumumkan tiga hal: (1) Masuknya waktu salat, (2) Mengajak salat berjamaah dan berkumpul pada suatu tempat, (3) Menampakkan syiar-syiar Islam.

Wallahu a’lam bishawab.

14/02/22

Pisah-Sambut Rektor UIN Diwarnai Suasana Kekeluargaan

Pisah-Sambut Rektor UIN Diwarnai Suasana Kekeluargaan


Bandar Lampung - Pisah-Sambut Rektor UIN Raden Intan Lampung (RIL) diwarnai dengan suasana kekeluargaan. Pisah-sambut ini antara Prof Dr Moh Mukri MAg yang menjabat Rektor IAIN RIL 2010-2017, UIN RIL 2017-2022, dengan Prof Wan Jamaluddin PhD yang diamanahkan menjabat Rektor UIN RIL masa bakti 2022-2026.

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium UIN dan daring melalui aplikasi Zoom, Senin (14/2/2022). Turut hadir secara luring unsur pimpinan UIN dan Fakultas, serta Senat Universitas.

Direktur Program Pascasarjana (PPs) UIN RIL Prof Idham Kholid MA yang mewakili warga kampus UIN menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Prof Mukri, atas segala prestasi, capaian, dan pengabdian untuk UIN RIL. “Atas nama warga kampus, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Prof Mukri. Prof Mukri tidak hanya menjadi pemimpin yang berhasil. Dia bisa menjadi keluarga, saudara, dan teman yang baik,” ungkapnya.

Dia pun turut mendoakan Prof Mukri dan Istri berserta keluarga. “Doa kita semua, Prof Mukri dan Ibu Annisa tetap sehat, tetap dapat berkontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.

Tak lupa, Prof Idham sampaikan ucapan, harapan, dan doa untuk kepemimpinan Rektor Prof Wan. “Kepada Prof Wan, saya ucapkan selamat atas amanah yang diberikan. Harapannya tentu mampu membawa UIN dapat lebih baik,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, Prof Wan merupakan alumni dari IAIN RIL yang potensial. “Sejak awal, Prof Wan juga turut serta dalam membangun UIN seperti membangun jaringan luar negeri. Tentu harapan besar ini bukan hanya karena (unsur) akademik, tetapi semua potensi, baik dalam dirinya maupun semua yang ada di kampus ini,” tambahnya.

Kemudian, Prof Mukri sampaikan sambutan dalam acara tersebut. “Pagi ini merupakan momentum sekali dalam hidup saya. Saya senang, saya bahagia. Saya menjadi salah satu Rektor terpanjang IAIN-UIN Raden Intan Lampung. Begitu juga capaian-capaian, baik secara fisik, jumlah mahasiswa, maupun capaian lainnya. Itu menjadi nyata karena kerja sama kita bersama,” terangnya.

Prof Mukri juga menceritakan secara singkat proses kepemimpinannya di kampus hijau ini. Dia berharap, tongkat estafet kepemimpinannya ini dapat dilanjutkan agar bisa lebih baik.

Sementara itu, Prof Wan juga turut mengapresiasi kepemimpinan dari Rektor sebelumnya. Menurutnya, pisah-sambut atau regenerasi ini merupakan sunnatullah.

“Saya banyak belajar dari beliau (Prof Mukri). Seperti yang sering dikutip, ketika kita dikelilingi orang-orang baik, maka kesuksesan tinggal menunggu waktu,” ungkapnya.

Prof Wan mengajak seluruh warga kampus untuk dapat bersinergi dan bahu-membahu mengembangkan serta memajukan kampus UIN RIL. “Saya bukan apa-apa kalo tidak dibantu. Mari  kita bersama dalam membangun UIN Raden Intan Lampung ini,” tandasnya.

Acara ini sekaligus dengan serah-terima Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN RIL. Tak hanya itu, segenap sivitas UIN memberikan cinderamata untuk Rektor sebelumnya Prof Mukri. (Rls/KN)

10/02/22

Jawab Dengan Undang - Undang, Jangan Asbun (Asal Bunyi)

Jawab Dengan Undang - Undang, Jangan Asbun (Asal Bunyi)

 


Kita sekarang hidup di Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia apapun Organisasinya Harus Taat terhadap Undang - Undang yang Berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia

 Kita Mulai Bahas Undang - Undang No 3 Tahun 2005 di Pasal Satu Ayat 2 Yang isinya adalah Keolahragaan Nasional adalah keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

1. Dari segi Pancasila sila ke 4 Yaitu "Kerakyatan Yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan"

Bagaimana Mungkin melakukan Permusyawaratan Tanpa Hikmat Dan Kebijaksanaan, sedangkan Hikmat Itu Mempunyai Arti suatu pengertian dan pemahaman yang mendalam mengenai suatu kejadian dan situasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Arti Dari Kata Hikmat adalah Kebijakan dan Kearifan, Sedangkan Kebijaksanaan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai Arti Kepandaian Menggunakan Akal Budinya, 

jika Memang Musyawarah itu Terjadi Tanpa Hikmat dan Kebijaksanaan maka Rusaklah Hasil Dari Musyawarah Tersebut? 


2. Undang - Undang No 3 Tahun 2005 menjelaskan bahwa:

1. Pasal 38 (1) Pengelolaan olahraga pada tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu oleh komite olahraga kabupaten/kota. (2) Komite olahraga kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk oleh induk organisasi cabang olahraga kabupaten/kota dan bersifat mandiri. (3) Pengorganisasian komite olahraga kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh masyarakat yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.  

Oleh karena itu Pemerintah kabupaten/kota sebagai penangungjawab yang di bantu oleh komite, dalam artian bahwa rangkap jabatan sebagai pejabat public sekaligus sebagai ketua komite sangat memungkinkan akan menimbulkan kerancuan dalam pengembangan organisasi profesional dalam bidang olahraga. Penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan tentu hal sangat berbeda. Pejabat public adalah penentu kebijakan, sedangkan komite adalah pelaksana kebijakan.

2. pasal 40 sudah sangat jelas Mengatakan Bahwa Komite Olahraga Nasional, provinsi dan Kabupaten Bersifat Mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan Jabatan struktural dan jabatan Publik,  Pertanyaannya apakah di sebut mandiri jika pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Tanggamus di laksanakan di Kantor DISPORA Kabupaten Tanggamus sedangkan DISPORA adalah Jabatan Struktural dan di Penjelasan Pasal 40 Mandari adalah Bebas Dari Pengaruh dan Intervensi dari Pihak Manapun untuk Menjaga Netralitas dan Menjamin Keprofesionalan keolahragaan. 

sebutkan Undang - Undang yang Mengatur Secara Tegas Bahwa Pejabat Publik di Perbolehkan Untuk Mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI? 

Statement pejabat public yang menyatakan bahwa” sekalipun dilaksanakan di bawah pohon, yang penting esiensinya rapat itu terlaksana” menunjukan ketidakseriusan dalam hal pengembangan secara professional. 

Dalam hal mempermasalahkan ketua sebelumnya kenapa tidak dipermasalahkan merupakan pemikiran yang mundur, karena masyarakat telah melihat itu sebagai sebuah hal yang dianggap melanggar aturan, maka dalam kesempatan ini kami selaku masyarakat tentu memiliki tanggungjawab untuk mengingatkan terhadap kesalahan yang sudah lalu dan tidak ingin kesalahan itu terulang kembali.

Kami Meminta Kepada Dewi Handajani Bupati Tanggamus Untuk tetap Fokus Memimpin Kabupaten Tanggamus dan Menjadi Contoh Bagi segenap Masyarakat dalam Mentaati Hukum dan tidak Meneruskan Menjadi Ketua Umum KONI Kabupaten Tanggamus dan jika masih Bertahan maka kami akan tetap Membawa permasalahan Ini kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) Pusat.

Semoga Tanggamus Semakin Maju dan Sejahtera. (RLS/KN)