19/01/20

SHARING TIME: MEGALITHIC MILLENNIUM ART

Loading...

Tulang Bawang Barat - Kabupaten Tubaba, Lampung, akan menggelar acara bertajuk Sharing Time: Megalithic Millennium Art pada tanggal 22-26 Januari 2020, bertempat di sejumlah venue: Kota Budaya Ulluan Nughik, Sessat Agung, Las Sengok (Tiyuh Karta) dan Situs Patung Megouw Pak. 

Acara ini berisi beberapa sesi kegiatan, di antaranya sarasehan, workshop, dan pementasan seni.

Rencananya acara ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim. Pejabat Negara yang juga akan hadir adalah Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang akan menjadi pembicara dalam sarasehan dengan tajuk “Membangun Manusia lewat jalan Kebudayaan”.

Para penyaji yang akan hadir adalah; Andy Burnham (arkeolog, pendiri dan editor web Megalithic Portal, Inggris), Alex Gebe (seniman, anggota Teater Kober, Lampung), Ari Rudenko (seniman lintas disiplin  dari Amerika Serikat), Anna Thu Schmidt (penari asal Jerman yang menyelesaikan studi masternya di Throndeim, Norwegia), Agus Sangishu (Rumah Tari Sangishu, Lampung), dan Bettina Mainz  (penari, guru dan terapis trauma berbasis di Berlin, Jerman) yang akan pentas kolaborasi bersama suaminya Rodolfo Mertig (fisikawan) dan putra mereka Sebastian Mainz-Mertig (usia 11 tahun). 

Juga akan hadir Daniel Oscar Baskoro (periset asal Yogyakarta yang berbasis di Univesitas Columbia, New York, Amerika Serikat), Dian Anggraini (penari dan dosen asal Lampung), Diantori Dihan (koreografer, pimpinan Gar Dancestory, Lampung), Edhyitia Rio (komposer, anggota Orkes Ba’da Isya, Lampung), Frances Rosario (seniman, Amerika Serikat), Prof Dr Haris Sukendar (mantan kepala Badan Arkeologi Nasional), Diane Butler (seniman gerak, pimpinan Dharma Nature Time, Bali), Halilintar Latief (antroplog, Universitas Negeri Makassar), Keith Miller (Inspektorat Monumen Kuno  untuk English Heritage, Inggris), Katsura Kan (seniman Butoh asal Jepang), Margit Galanter (Penyair Tari dan Instigator Kebudayaan, Amerika Serikat), Mara Poliak (perfomer, Amerika Serikat), Moris Shakaia (Performer, Russia), Peter Chin (Performer, Kanada), Rianto (penari asal Solo berbasis di Jepang), Sandrayati Fay (komposer dan penyanyi asal Ubud, Bali), Transpiosa Riomandha (antropolog, Yogyakarta) dan Mariana Isa (arsitektur dan peneliti, Malaysia).

Siswa-siswa Tubaba yang terpilih  juga akan menjadi pembicara dalam acara sarasehan dengan tajuk “Tubaba 100 Tahun Kemudian”. Pada pembukaan acara sejumlah 70 siswa-siswa Sekolah Seni Tubaba akan membawakan Tari Nenemo, selain itu akan ditampilkan pementasan musik Q-Thik, tari Sigeh Pengunten dan Seni Kulintang. Prosesi lain adalah: penanaman bibit pohon bersama, pelepasan ikan, pelepasan kerbau (panitia masih mikir-mikir) dan peletakan batu di Las Sengok, sebuah wilayah yang kelak akan dikembangkan menjadi hutan lindung Q-Forest, terletak di Tiyuh Karta. 

Dijelaskan oleh Ketua Panitia, Semi Ikra Anggara, bahwa acara ini digagas oleh Suprapto Suryodarmo (Alm) dan Umar Ahmad. 

“Suprapto Suryodarmo adalah seniman yang dikenal luas melalui sebuah metode performance yang bernama “Joget Amerta”. Sebagai metode olah gerak, Joget Amerta menekankan pada pencarian ke dalam (inner), dari kedalaman diri lalu membangun kesadaran akan hubungan dengan lingkungan, manusia dan Tuhan. Joget Amerta bukanlah tari dalam pengertian teknis, memiliki teknik-teknik gerak yang baku,  tapi seperti apa yang dikatakan oleh maestro Sardono W Kusumo apa yang dilakukan Suparpto Suryodarmo justru menjadi lebih penting karena dia mampu menciptakan atmosfer tari. Sebagian orang menyebut Joget Amerta sebagai meditasi gerak,” demikian kata Semi. 

Sedangkian Umar Ahmad, lanjut Semi, adalah Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang memiliki visi menjadikan Tubaba sebagai satu wilayah yang memiliki atmosfer kebudayaan sekaligus wilayah yang memiliki wawasan ekologis. Dia percaya bahwa melalui pendidikan kesenian dan lingkungan manusia bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi lebih berada. (Jahari)

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.