Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

07/01/21

Masuk Dalam Zona Latihan TNI AL, Wisata Pulau Mahitam Ditutup

Masuk Dalam Zona Latihan TNI AL, Wisata Pulau Mahitam Ditutup


Pesawaran - Pulau Mahitm (Maitem) merupakan salah satu pulau yang berada di wilayah Kabupaten Pesawaran ditutup sementara untuk kegiatan wisata sejak 4 Januari 2021 oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung.


Komandan Lanal (Danlanal) Kolonel Laut (P) Nuryadi mengatakan, bahwa Pulau Maitem masuk dalam daerah latihan TNI Angkatan Laut berdasarkan keputusan Menteri/Kepala Staf TNI AL tanggal 18 Juli 1961 yang dituangkan dalam peta laut nomor 94 dan Berita Pelaut Indonesia Nomor : 40/369/ Tahun 1961.

“Peta laut nomor 94 diakui secara internasional dan pulau yang masuk itu ada Pulau Maitem, Pulau Kelagian, sebagian Pahawang, dan sebagian Pulau Tegal Mas. Sampai sekarang belum ada perubahan sejak ditetapkan tanggal 18 Juli 1961,” ujar Danlanal saat ditemui di Mako Lanal Lampung. Selasa, 5 Januari 2021.


Atas dasar tersebut, Lanal Lampung mengambil dua kebijakan terkait adanya kegiatan di Pulau Mahitam yang diketahui tidak memiliki izin resmi dari Kementerian Pertahanan.


Pertama, Lanal Lampung tidak mengizinkan dan tidak memberikan rekomendasi dalam hal pemanfaatan Pulau Mahitam sebagai tempat wisata, karena masuk dalam daerah latihan tempur TNI Angkatan Laut.


Kedua, seluruh pemanfaatan daerah latihan TNI Angkatan Laut diluar fungsi pertahanan, harus mendapatkan izin dari Kementrian Pertahanan dengan tembusan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL).


“Kalau nantinya pihak pengelola sudah mendapatkan izin resmi dari Kemenhan, ya kami persilahkan untuk kembali melaksanakan kegiatan wisata di Mahitam. Kami disini hanya melaksanakan tugas untuk pengamanan aset negara saja,” kata Danlanal.


Pemberhentian kegiatan di Pulau Maitem juga bukan dilakukan secara serta merta. Danlanal mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pengelola sejak Maret 2020 namun tidak diindahkan.


“Atas dasar tersebut, Senin 4 Januari 2020 saya (Danlanal) memerintahkan perwira staf, untuk segera memberhentikan seluruh kegiatan yang ada disana hingga surat izin resmi dari Kementrian Pertahanan dikeluarkan,” katanya.


Selanjutnya, pemberhentian sementara wisata Pulau Maitem murni atas pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak pengelola.


“Kami tidak memiliki tendensi apapun selain untuk mengamankan aset negara yang juga merupakan tugas pokok TNI Angkatan Laut Indonesia,” kata Kolonel Laut (P) Nuryadi. (*/KN)


01/12/19

Nunik Inginkan Festival Pahawang Masuk Kalender Event Nasional

Nunik Inginkan Festival Pahawang Masuk Kalender Event Nasional


PESAWARAN -- Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengajak semua pihak bersinergi agar Festival Pahawang dapat masuk kalender event nasional pada tahun 2021. "Kita akan upayakan untuk mengusulkan di tahun 2021 (masuk kalender event nasional, Red) kepada Kementerian Pariwisata. Saya kira ini bisa masuk dan diterima oleh Kementerian Pariwisata, sangat memungkinkan," ujar Wagub Nunik saat membuka Festival Pahawang Tahun 2019 di Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (30/11/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Pahawang Tahun 2019 yang selain menjadi ajang promosi daerah juga meningkatkan kesejahteran masyarakat.

"Semakin tahun semakin kreatif, ini menjadi ajang promosi kita untuk memasarkan Pulau Pahawang yang semakin hari terus dikenal," ujar Wagub.

Festival ini berlangsung pada tanggal 30 November -1 Desember 2019 dengan berbagai agenda kegiatan yang menampilkan kesenian budaya Lampung yakni Bersih Pantai, Music Performance, Traditional Dance, Fun Water Games, Camping, Barbeque Night, Fireworks dan Pop Up Market.

Menurut Nunik, peran masyarakat sekitar semakin aktif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada. "Bupati Pesawaran juga begitu mendorong peran masyarakat untuk memanfaatkan segala kelebihan potensi yang ada di Pulau Pahawang untuk efek ekonomi kesejahteraan warga," katanya.

Nunik meminta segala potensi yang dimiliki oleh Pulau Pahawang, agar terus dimaksimalkan serta dijaga dan dikelola dengan baik dan tidak meninggalkan local wisdom/kearifan lokal. "Dengan tidak meninggalkan kearifan lokal tetapi bisa menambah kesejahteraan warga di sekitar baik di pinggiran pantai maupun wilayah di dalam pulau," ujarnya.

Nunik menyebutkan dengan menggeliatnya kepariwisataan di Provinsi Lampung, diharapkan pariwisata bisa menjadi salah satu bidang yang diharapkan efek kesejahteraan masyarakat bisa berkali lipat.

"Kalau di Pemerintah Provinsi Lampung, bidang pariwisata menjadi salah satu dari bidang yang super prioritas dan ini juga menjadi komitmen dari Gubernur Arinal Djunaidi. Karena pariwisata ini akan memberikan efek pada bidang lainnya seperti perekonomian dan lainnya," katanya.

Dalam Festival ini, Wagub Nunik mengkampanyekan perang terhadap penggunaan sampah plastik dan mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

"Kita harapkan kepada seluruh wisatawan untuk menjaga keberlanjutan dari Pulau Pahawang sendiri terutama terhadap sampah plastik. Buang sampah jangan sembarangan, ini menjadi masukan juga untuk wilayah lain karena datangnya sampah kewilayah sini juga bukan hanya dari warga sekitar," katanya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa dari tahun ke tahun antusias masyarakat terhadap Festival Pahawang dan kemandirian warga masyarakat terus meningkat.

Menurutnya, Pulau Pahawang menjadi destinasi unggulan Kabupaten Pesawaran dimana banyak sekali menyimpan potensi alam, bukan hanya laut tetapi juga didarat atau d idalam pulau.

"Di dalam Pulau Pahawang pun luar biasa banyak, diharapkan wisata tidak hanya dilaut tetapi juga didaratnya, sehingga ada dampak ekonomi yang baik ditengah-tengah masyarakat disemua dusun yang ada di Pulau Pahawang," ujar Dendi.

Dendi berharap ke depannya, warga masyarakat Pulau Pahawang bisa menyelenggerakan sendiri festival tersebut dan tidak lagi mengandalkan Pemerintah Daerah. "Tinggal masyarakatnya sudah bisa menggelar secara mandiri dan hasil serta keuntungan yang didapat masuk kedalam kas desa," katanya.

Dendi menyampaikan terimakasih atas dukungannya Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan di Kabupaten Pesawaran. "Terimakasih kepada Provinsi yang selama ini sudah mendukung Kabupaten Pesawaran disegala bidang tidak hanya pariwisata," katanya. (Red)

29/07/19

AYUDIA DAN JALAN PULANGNYA

AYUDIA DAN JALAN PULANGNYA


Pesawaran, (Lampung) - Satu lagi karya ditelurkan Komunitas Film Indie Pesawaran berupa Teaser Film yang berjudul Ayudia & Jalan Pulangnya, dilaunching resmi pada sabtu 27 Juli 2019 di kanal Ruang Kreatif Pesawaran. Teaser produksi  KFIP berkolaborasi dengan Genia Studio ini berlokasi di destinasi wisata dan kampung adat Makhga Punduh Pesawaran pada 21 – 24 Juli 2019 yang lalu.

Dalam teaser ini dikisahkan tentang perjalanan Ayudia mencari ayah kandungnya berbekal ingatan masa kecilnya kepada teluk lumba-lumba.  Perjalanan mencari masa lalu Ayudia ditemani calon suaminya, Bayu. Hingga mereka bertemu seorang guide wisata bernama Pak Anwar yang menawarkan jasa dalam pencarian Ayah Ayudia, Samsuddin.

Penulis sekaligus sutradara film ini Rizqon Agustia Fahsa berharap teaser ini dapat memberikan informasi awal tentang rencana produksi film ini. Proses syuting film berdurasi panjang ini direncanakan akan dimulai bulan Desember 2019 selama 21 hari di beberapa lokasi destinasi wisata dan kampung adat di daerah Lampung.


Doni Andika, produser film ini mengajak banyak pihak untuk tergabung dalam menyukseskan rencana ini. Banyak dibutuhkan sukarelawan dan donator untuk merealisasikan proyek film ini. Keterlibatan masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta sangat menentukan kualitas hasil dari film yang berupaya mengenalkan Lampung dengan segala potensi wisata dan budayanya ini. (Rls)

20/04/19

Yustin Ficardo Kunjungi Seluruh Stan Kabupaten/Kota dalam Acara Pembukaan Lampung Fair 2019

Yustin Ficardo Kunjungi Seluruh Stan Kabupaten/Kota dalam Acara Pembukaan Lampung Fair 2019


BANDAR LAMPUNG -- Ketua Umum Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Yustin Ridho Ficardo mengunjungi Stan PKK seluruh Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung pada acara pembukaan (Opening Ceremony) Lampung Fair 2019, di PKOR Way Halim, Jumat (19/4/2019) malam. 

Meski dalam kondisi hujan, Ibu Yustin tampak antusias mengunjungi setiap stan. Dia datang dengan menggendong sang putri bungsu Aisha Ratu Medina Ficardo. Ibu Yustin juga tampak mengunjungi Stan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung.

Turut mendampingi Ibu Yustin Ibunda Gubernur Lampung Agustina Fauzi Toha dan Istri Kapolda Lampung Sarie Purwadi Arianto. 

Usai melakukan kunjungan, Yustin beserta rombongan menaiki mobil odong-odong menuju panggung utama.
Lampung Fair 2019, akan berlangsung 19 April - 3 Mei 2019 dan dimeriahkan banyak artis ibu kota, salah satu nya band "Padi Reborn" yang akan tampil malam ini. (*)
Gubernur Ridho Buka Lampung Fair 2019 dan Mengapresiasi Nuansa Kearifan Lokal Setiap Daerah

Gubernur Ridho Buka Lampung Fair 2019 dan Mengapresiasi Nuansa Kearifan Lokal Setiap Daerah


BANDAR LAMPUNG -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo membuka secara resmi pagelaran Lampung Fair 2019, di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Jum'at (19/4/2019). Dalam kesempatan itu, Gubernur sangat tertarik terhadap kearifan lokal yang ditampilkan masing-masing daerah. 

Pembukaan tandai dengan penekanan tombol sirine. Sebelumnya, Gubernur Ridho melakukan kunjungan ke beberapa anjungan, di antaranya Kabupaten Pringsewu, Kota Metro, dan Kabupaten Way Kanan, serta Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan mobil odong-odong. 

Dalam sambutannya, Gubernur Ridho menyampaikan terimakasih atas antusiasme jajaran Forkopimda, Bupati/Walikota, seluruh masyarakat dan berbagai pihak terkait yang turut mensukseskan Lampung Fair 2019. "Terimakasih kepada seluruh masyarakat dan berbagai pihak terkait yang telah turut hadir mensukseskan Lampung Fair 2019. Walaupun tadi hujan, tapi tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk hadir dalam pembukaan Lampung Fair 2019," ujar Gubernur Ridho.

Ia menjelaskan kegiatan Lampung Fair ini sebagai upaya menyampaikan informasi positif yang sifatnya membangun dan memberikan informasi terkait pembangunan di Provinsi Lampung, serta sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat Lampung. "Lampung Fair ini sebagai media dalam menyampaikan informasi pembangunan Provinsi Lampung dan sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat Lampung usai pelaksanaan Pemilu 2019 yang berjalan aman, damai, dan kondusif dengan partisipasi masyarakat sekitar 81%," ujar Gubernur Ridho.

Terkait perkembangan Lampung, Gubernur Ridho menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengubah keunggulan komparatif Provinsi Lampung dan segenap potensinya menjadi keunggulan kompetitif untuk dapat maju dan bersaing ke depannya. "Ke depan, Lampung harus siap menjadi titik tumpu tongkat estafet pertumbuhan Indonesia. Dan keberadaan Lampung di Sumatera harus mampu menjadi lokomotif dan booster (pendorong) bagi Sumatera," jelas Gubernur Ridho.

Untuk itu, Gubernur Ridho menekankan agar Kepala Daerah di Provinsi Lampung menyiapkan wilayahnya dengan segenap potensinya sehingga dapat menjadikan Lampung sebagai lokomotif Sumatera. 

Lebih dari itu, Gubernur Ridho menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Lampung atas dukungannya terhadap Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, sehingga pembangunan Provinsi Lampung dapat berjalan dengan lancar. 

"Terimakasih kepada seluruh masyarakat Lampung atas dukungannya dan kepercayaannya selama ini. Saya berharap keberagaman yang ada di Provinsi Lampung bukan menjadi suatu penghalang, namun justru dapat menjadi potensi dan keunggulan Lampung untuk dapat bersaiang ke depannya," harap Gubernur Ridho.

Dalam kesempatan itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menjelaskan Pekan Raya Lampung Fair 2019 bertemakan "Kilau Lampung Semarak Sumatera" berarti bahwa Pekan Raya Lampung Fair 2019 bukan hanya dipersembahkan untuk masyarakat Lampung tetapi juga dipersembahkan untuk masyarakat Pulau Sumatera.

"Lampung Fair ini juga bertujuan sebagai sarana untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang hasil-hasil pembangunan atau prestasi yang telah dicapai dan yang akan dilaksanakan da|am berbagai sektor sebagal informasi tentang potensi daerah," jelas Taufik.

Ia menambahkan acara LF ini juga sebagai media Pameran dagang, promosi investasi dan ekspo, serta menyajikan hiburan untuk masyarakat Provinsi Lampung. "Kegiatan LF ini turut dimeriahkan artis Ibu kota diantaranya Padi Reborn, Marion Jola, Ghea Indrawari, Fourtwenty, Siti Badriah, Pusakata, Cakra Khan, Duo Gobas, Virgoun, Azmi, dan Armada. Serta diikuti 14 anjungan dan 455 stand, baik itu dari pemkab, pemkot, Pemprov Lampung, BUMN, BUMD, UKM, dan lainnya," jelasnya. (*)

06/03/19

Gubernur Ridho: Ayo Ramaikan Festival Lalang Waya Market di Lampung Elephant Park

Gubernur Ridho: Ayo Ramaikan Festival Lalang Waya Market di Lampung Elephant Park


BANDAR LAMPUNG -- Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo mengajak warga Lampung mengunjungi dan meramaikan Festival Lalang Waya Market di Lampung Elephant Park, Bandar Lampung, mulai 8-17 Maret 2019. Ajang ini merupakan festival kuliner kedua racikan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung dan masuk Lampung Calender Events 2019.

"Mudah-mudahan kegiatan ini jadi pengalaman menyenangkan buat semua. Nanti bisa dilihat bagaimana kreasi teman-teman komunitas GenPI Lampung," ujar Gubernur Ridho saat menerima kunjungan GenPI Lampung, di ruang rapat kerjanya, Selasa (5/3/2019).

Ridho mengatakan komunitas masyarakat di Lampung terus diberikan ruang untuk berkreasi menggerakkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Sekaligus menjadi bagian dari kegiatan destinasi wisata, salah satunya adalah kontribusi GenPI Lampung.

"Sebagian promosi pariwisata harus dilakukan semangat dan kesadaran luar biasa, bahwa kemajuan pariwisata adalah kemajuan Provinsi Lampung. Ini penggerak perekonomian melalui ekonomi kreatif yang membawa kesejahteraan untuk warga Lampung," kata Ridho.

Dia berharap Festival Lalang Waya Market juga dapat dilaksanakan saat Ramadan. "Coba kegiatan seperti ini dilakukan pada puasa. Di Lampung Elephant Park juga ada musala yang bisa digunakan untuk salat berjamaah," ujar Gubernur.

Terkait hal itu, Ketua GenPI Lampung, Dito Dwi Novrizal, mengatakan Festival Lalang Waya Market ini adalah destinasi digital GenPI Lampung yang berpindah-pindah tempat. Penyelenggaraan Festival Lalang Waya Market kedua ini, berbeda dengan sebelumnya.

Kali ini, selain menyajikan puluhan stan kuliner, tema yang diangkat yaitu 'Kids and Family'. "Jadi didalamnya ada kegiatan anak-anak bersama keluarga. Ada lomba mewarnai dan fashion anak-anak mulai dari PAUD, TK, dan SD dengan tema negeri dongeng. Selain itu ada atraksi menarik yang melibatkan berbagai komunitas di Lampung," ujar Dito. 

Dito berharap kehadiran Gubernur Ridho memberikan nuansa positif terhadap antusias warga masyarakat yang akan berkunjung. "Kami minta berkenan Pak Gubernur Ridho untuk hadir pada kegiatan itu," kata Dito. (*)

11/01/19

Cipatkan Destinasi Wisata, Kades Merambung  dan Warganya Bangun Jalan Menuju Arter

Cipatkan Destinasi Wisata, Kades Merambung dan Warganya Bangun Jalan Menuju Arter

Warga Desa Merambung Saat Membangun Jalan Menuju Air Terjun Sumber Asri

Lampung Utara - Kepala desa Merambung Susan Hilal beserta warganya bergotong royong membuat jalan menuju Air Terjun  (Arter) yang berada di dusun Sumber Asri desa Merambung kecamatan Tanjung Raja kabupaten Lampung Utara, Jumat (11/1/2019).

Turut hadir dalam kegiatan gotong royong tersebut adalah komandan Koramil dan beberapa anggotanya, mahasiswa/i KKN dari Universitas Lampung (UNILA), serta warga sekitar yang juga ikut bersama-sama membuat jalan untuk menuju ke lokasi air terjun Sumber Asri.

Destinasi wisata air terjun tersebut sudah sering dikunjungi warga dari daerah setempat maupun dari luar daerah. Saat ini pemerintah desa Merambung mulai melakukan pengembangan dengan membangun jalan agar akses menuju lokasi Air terjun menjadi mudah. 

Dalam kesempatan tersebut, kepala desa Merambung menghimbau kepada warga yang ikut bergotong royong agar berhati-hati, karena lokasi tersebut sedikit curam, licin dan berbatu.

Susan Hilal, Kepala Desa Merambung

“Saya bersama masyarakat akan terus bekerjasama supaya dalam pelaksanaan pembangunan jalan air terjun ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai hasil yang memuaskan," jelas Susan Hilal kepada konkritnews.com.

Disamping itu juga, pemerintah desa Merambung berharap air terjun Sumber Asri bisa menjadi destinasi wisata yang diminati oleh banyak kalangan dan bisa dijadikan sebagai pendapatan asli desa.(Arman/KN)

29/11/18

Yustin Ficardo Apresiasi Kreativitas Desainer Lampung Fashion Show 2018

Yustin Ficardo Apresiasi Kreativitas Desainer Lampung Fashion Show 2018


BANDAR LAMPUNG -- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Yustin Ridho Ficardo mengapresiasi kreativitas desainer yang tampil di ajang Lampung Fashion Show 2018 di Mall Transmart Lampung, Bandar Lampung, Rabu (28/11/2018). Menurut Yustin, gelaran kreativitas anak Lampung ini meningkat setiap tahun.

"Alhamdulilah tahun ini merupakan yang keempat Lampung Fashion Show. Saya melihat setiap tahun terjadi peningkatan. Terutama ada progres yang sangat besar dari para desainer," ujar Yustin, saat membuka acara itu.

Yustin mengatakan Lampung Fashion Show menyajikan aneka tampilan busana motif khas Lampung. Dia mengapresiasi para desainer yang berkontribusi pada gelaran tahunan tersebut. "Semua perancang mengangkat desain baik dari tapis, sulam usus, tenun, hingga batik khas Lampung," kata Yustin yang juga Ketua Tim Pembina PKK Provinsi Lampung itu.

Rancangan tersebut, sambung Yustin sangat cocok dikenakan masyarakat sehari-hari. "Baik pakaian dengan nuansa pakaian Muslim, kasual, yang semuanya dipakai untuk ready to wear (siap pakai), sehingga memang ini dibutuhkan masyarakat Lampung," ujar istri Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo itu.

Dia berharap setiap tahun acara tersebut menjadi ajang para desainer menampilkan kreasi. Dia juga meminta agar terus mampu menampilkan inovasi baru guna mengembangkan rancangan sesuai arus zaman. "Setiap tahun kami memperkenalkan pakaian khas Lampung yang harus kita lestarikan. Untuk itu, harapannya bagaimana setiap tahun kita harus berinovasi dan mengikuti zaman," kata Yustin.

Acara tersebut, kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto, merupakan wadah peningkatan kreatifitas desainer asal Lampung. "Kita patut bangga para perancang dan desainer menjadi motor penggerak kearifan lokal untuk diaplikasikan dalam berbagai bentuk karya yang menarik dan moderen," ujar Budiharto.

Dia menyebutkan ada 13 desainer ikut ambil bagian. "Acara ini juga guna ingin mengangkat desainer Lampung agar lebih kreatif dan muncul desainer muda. Sehingga, kita tidak kehilangan orang-orang yang ahli merancang pakaian," kata dia.

Dengan tapis sebagai ikon motif rancangan busana di acara tesebut, Budiharto mengatakan tapis mampu mendunia dan semakin eksis ditampilkan dalam berbagai even nasional bahkan internasional yang mampu mencuri perhatian dunia. "Tapis itu fashion dan karya luar biasa. Bahkan bisa dipakai pada ajang Miss Universe dan mendapat juara. Begitu luar biasa bagusnya, tapis menuai banyak pujian dan bahkan memenangkan perhelatan tingkat internasional. Ini harus dipertahankan," kata dia. 

Budiharto menilai tahun ini para perancang Lampung konsisten menjadi lebih baik. Para desainer mampu mengombinasikan aneka warna, sehingga pakaian yang ditampilkan terlihat anggun dan moderen. "Saya lihat tahun ini semakin baik dari segi kombinasi warna, lalu pola yang mereka buat," ujar Budiharto di akhir wawancara. (*)

13/10/18

Gubernur Ridho : Lampung Fair 2018 Terbesar Se-Sumatera

Gubernur Ridho : Lampung Fair 2018 Terbesar Se-Sumatera


BANDAR LAMPUNG -- Ribuan masyarakat antusias menyaksikan pembukaan Lampung Fair 2018 yang diresmikan secara langsung oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo di Pusat Kebudayaan dan Olah Raga (PKOR), Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (12/11) malam. Acara yang menjadi kalender tahunan Pemerintah Provinsi Lampung ini dilaksanakan mulai tanggal 12 – 27 Oktober 2018.

Gubernur Ridho dalam sambutannya menyatakan bahwa Lampung Fair 2018 adalah yang terbesar Se-Sumatera.

"Lampung Fair merupakan kebanggan masyarakat Lampung, dimana semua potensi-potensi serta keberhasilan pembangunan di Provinsi Lampung ditampilkan kepada masyarakat luas. Lampung Fair kali ini kita mengangkat tema The Bigest Fair in Sumatera, tidak hanya di Sumatera, saya berharap kedepan Lampung Fair juga dapat menyamai Jakarta Fair," papar Ridho.

Setelah mengunjungi stand-stand pembangunan Lampung Fair, Gubernur Ridho juga menyatakan bahwa perkembangan Lampung semakin pesat dan membanggakan.

"Saya tadi jalan-jalan melihat stand-stand pembangunan, saya lihat berbagai perkemvangan Provinsi Lampung yang semakin pesat, oleh karenanya saya juga ingin berterimakasih atas kerja keras aparatur negara, baik itu jajaran Pemprov, Pemkab, maupun Pemkot yang telah berhasil mengawal pembangunan di Provinsi Lampung dengan sangat baik," ucap Gubernur termuda tersebut.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Ridho berharap Provinsi Lampung kedepan bukan hanya menjadi Gerbang di Pulau Sumatera, tapi juga menjadi Provinsi yang paling unggul di sumatera.



Tahun ini Lampung Fair memang digelar lebih besar dan semarak dari tahun-tahun sebelumnya. Secara keseluruhan Pentas Spektakuler Lampung fair 2018 diikuti oleh kurang lebih 600 stand, baik itu dari pemkab, pemkot, Pemprov Lampung, BUMN, BUMD, UKM, kuliner, berbagai sektor industti dan semua lini sektor ekonomi lainnya.

Lampung Fair kali ini juga melibatkan 10 Provinsi di sumatera, negara-negara sahabat, dan yang tidak kalah menarik adalah hadirnya Trans Studio mini serta deretan artis ibukota seperti Judika, tipe-X, Citra Sholastica, Wali Band, dan sebagainya yang akan menambah keseruan Lampung Fair 2018.

Project Manager Lampung Fair 2018 Richo Tambuse mengatakan Lampung Fair kali ini merupakan kegiatan yang terbesar, terlama, dan terlengkap yang diadakan di Pulau sumatera. Poin yang membedakan Lampung Fair 2018 dengan pergelaran yang sebelumnya adalah semua sajian kelas satu, baik dari bintang tamu, susunan acara, dan kemasan event-nya. Hal ini dilakukan untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Lampung. (*)

12/10/18

Persiapan Opening Lampung Fair 2018 Sudah 97,5% Persen

Persiapan Opening Lampung Fair 2018 Sudah 97,5% Persen


Bandar Lampung, (konkritnews.com) - Puncak persiapan Lampung Fair 2018 di PKOR Wayhalim Bandarlampung telah masuk 97,5 persen setelah dilakukan gladi bersih di panggung utama.

Puncak persiapan baik tenda maupun insfrastruktur kami nyatakan masuk 96,5 persen dan 2,5 persen dipastikan siap pada sekitar pukul 15.00 wib pada hari ini, Jum`at (11/10), kata Event organizer PT Jaris Jasmine Wijaya Rico Tambuse.

Menurutnya, kesiapan perhelatan Lampung Fair kali ini berkat kerja keras tim guna mensukseskan acara tersebut untuk masyarakat Lampung.

"Artis Judika dan lainnya telah siap dan Alhamdulillah pagi ini telah diterima ibu Yustin Ficardo di Mahan Agung rumah dinas Gubernur," jelas Rico Tambuse kepada media.

Untuk peserta asal luar Negara hingga saat ini belum ada titik temu,namun untuk peserta antar provinsi tentu akan ada sebagai perwakilan provinsi, kata dia.

Perhelatan Lampung Fair (LF) tahun 2018 merupakan pesta rakyat. Maka semua tampilan baik hiburan hingga kuliner semua telah benar benar dinyatakan siap, tandas dia.

Sebelumnya, penyanyi papan atas Indonesia Judika Nalon Abadi Sihotang menyatakan siap memeriahkan Lampung Fair 2018, Jumat malam ini (12/10) di PKOR Way Halim dan diterima dalam sambutan ibu Ketua TP PKK Provinsi Lampung Aprilani Yustin Ficardo.

Kehadiran Judika pagi ini disambut Ibu Yustin Ridho Ficardo dengan mengalungkan selendang tapis khas Provinsi Lampung.

Tampak hadir pada kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Theresia Sormin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Budiharto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung Lukmansyah, Kepala Biro Perlengkapan Fauziah  dan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Lampung, Ratna Dewi.

Judika akan menggebrak warga masyarakat Lampung di ajang Lampung Fair 2018 yang merupakan festival kebanggaan warga Bumi Ruwa Jurai. Tahun 2017 lalu, Lampung Fair menjadi tempat kunjungan favorit masyarakat. Ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan masyarakat yang sangat besar.

Diharapkan kehadiran Judika dapat menambah semarak suasana. Judika merupakan anak muda yang sukses dalam ajang pencarian bakat. Dia biasa menyanyikan tembang-tembang andalan dengan suara khasnya. (*)
Malam Ini Judika Siap Meriahkan Pembukaan Lampung Fair 2018 di PKOR Way Halim

Malam Ini Judika Siap Meriahkan Pembukaan Lampung Fair 2018 di PKOR Way Halim


BANDAR LAMPUNG -- Penyanyi papan atas Indonesia Judika Nalon Abadi Sihotang siap memeriahkan Lampung Fair 2018, Jumat malam ini (12/10/2018) di PKOR Way Halim. Kehadiran Judika pagi ini disambut Ibu Yustin Ridho Ficardo dengan mengalungkan selendang tapis khas Provinsi Lampung.

Tampak hadir pada kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Theresia Sormin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Budiharto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung Lukmansyah, Kepala Biro Perlengkapan Fauziah  dan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Lampung, Ratna Dewi.

Judika akan menggebrak warga masyarakat Lampung di ajang Lampung Fair 2018 yang merupakan festival kebanggaan warga Bumi Ruwa Jurai. Tahun 2017 lalu, Lampung Fair menjadi tempat kunjungan favorit masyarakat. Ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan masyarakat yang sangat besar.

Diharapkan kehadiran Judika dapat menambah semarak suasana. Judika merupakan anak muda yang sukses dalam ajang pencarian bakat. Dia biasa menyanyikan tembang-tembang andalan dengan suara khasnya. (*)

26/09/18

Lampung Fair 2018 Ditargetkan Lakukan Transaksi Sampai 15 Miliyar

Lampung Fair 2018 Ditargetkan Lakukan Transaksi Sampai 15 Miliyar


Bandar Lampung (konkritnews.com) - Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan terjadi transaksi atau perputaran uang pada kegiatan Lampung Fair 2018 mendatang sekitar 15 miliar. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro (Karo) Perekonomian, Lukmansyah dalam rapat lanjutan persiapan acara pembukaan dan penutupan Lampung Fair, di ruang rapat Karo Perekonomian, Rabu (26/9).

Menurut Lukman, target tersebut sangat mungkin tercapai mengingat persiapan yang sudah dilakukan baik oleh panitia maupun EO sudah mencapai 85 persen.

"Persiapannya sudah 85 persen, mulai dari sarana-prasana, promosi. Tinggal eksekusi di lapangan yang rencananya dalam 2 hari ini akan dilaksanakan," bebernya.

Lukmansyah juga mengharapkan kerjasama baik dengan media, baik cetak maupun elektronik, sehingga kegiatan besar Lampung ini lebih terdengar gaungnya.

"Kita tidak ingin seperti yang sudah-sudah, keakrabannya hanya hangat diawalnya saja, tapi saya harap bisa berlangsung selamanya," harap Lukman.

Sementara itu, Ketua PT. Jaris Jasmine Wijaya, Richo Tambuse mengatakan, yang menarik dan beda pada pelaksanaan Lampung Fair kali ini adalah pihaknya mendatangkan artis-artis papan atas Indonesia pada event yang bertema 'The Biggest Fair in Sumatera'

"Jadi artis yang akan hadir dan mengisi acara kita nanti itu ada Judika, Tipe-X, Wali dan juga Citra Scholastika juga ditambah 16 artis ibu kota lainnya yang mengisi genre SKA, Pop, Reagge, Dangdut, Rock. Ini adalah salah satu hal yang menarik," ungkapnya.

Selanjutnya kata Richo, barang produksi yang akan ditampilkan pada ajang Lampung Fair 2018 sudah siap semua. "Artinya kami sudah benar-benar matang dalam persiapan. Juga berbicara tampilan, mulai dari lighting, estetika juga akan ditampilkan dengan semenarik mungkin," ungkapnya.

Tak lupa Richo juga meminta kerjasama yang baik dengan media agar kegiatan ini benar-benar terekspose dengan baik. "Saya minta tolong kepada media, kerjasama kita berbentuk friendly, karenanya saya minta untuk hadir dan memberitakan kemegahan acara Lampung Fair 2018," tutupnya. (*)

29/08/18

Kemenpar Gelar Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona 2018 Di Pantai Klara Kabupaten Pesawaran

Kemenpar Gelar Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona 2018 Di Pantai Klara Kabupaten Pesawaran


Pesawaran - Anggota Komisi III, DR. Azis Syamsuddin  sangat mendukung gerakan masyarakat dalam melestarikan lingkungan wisata di Kabupaten Pesawaran yang di adakan oleh Kemenpar yang di wakili oleh Bapak Budi Suprianto.

Hal itu ditegaskan DR. Azis Syamsuddin saat menghadiri Kegiatan Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona 2018 yang digelar di Wisata Pantai Klara Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, acara itu juga di hadiri oleh Kadis perhubungan, Danlanal kol widodo, Rabu (29/08/2018).

DR. Azis Syamsuddin  mengatakan kehadiran dirinya dalam acara tersebut karena dirinya sebagai penikmat pariwisata yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Karena itu, dirinya sangat mendukung adanya gerakan sadar wisata dan sapta pesona yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam hal ini Dinas Pariwisata.

"Kami sangat mendukung sekali gerakan sadar wisata yang membangkitkan semangat masyarakat terutama kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Apalagi di Pantai Klara yang sejuk ini," kata DR. Azis Syamsuddin .

DR. Azis Syamsuddin menjelaskan wilayah Kabupaten Pesawaran letaknya sangat strategis dimana dikelilingi pegunungan hutan dan pantai. Karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk membangun dan mempromosikan potensi wisata terutama di wilayah Kecamatan Teluk Pandan.

"Saya melihat bahwa potensi wisata di Way Ratai ini sangat luar biasa sekali khususnya di Pantai Klara," ungkapnya.

Lebih lanjut DR. Azis Syamsuddin  menilai bahwa potensi wisata Klara ini memberikan kesan yang berbeda dengan wisata lainnya. Dengan potensi itu masyarakat di wilayah Teluk Pandan harus menjual potensi wisatanya secara bersama-sama dengan desa wisata lainnya.

"Kami sudah melihat sebuah kemajuan disini para pelaku wisatanya sudah berhasil membuat wisata sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pesawaran," ujarnya.

DR. Azis Syamsuddin juga berterima kasih kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran serta Camat Teluk Pandan dan Pemerintah Desa dalam mendukung pariwisata di Kabupaten Pesawaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, yang di wakili oleh Kabid destinasi dan industri wisata, Yudian mengatakan agar pariwisata pesawaran dapat bersaing di sektor pariwisata dan bisa berkembang serta para pelaku wisata dan pokdarwis pesawaran bisa saling bersinergi
menambahkan bahwa gerakan sapta pesona sangat penting bagi masyarakat. Terutama pokdarwis untuk diterapkan di sebuah destinasi wisata.

"Gerakan Sapta pesona itu sangat penting dalam memberikan kenyamanan kepada wisatawan dan menjaga kelestarian lingkungan wisata yang bersih. Sapta pesona meliputi rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan," kata Yudian usai acara tersebut.

Yudian menjelaskan bahwa maksud dan tujuan acara ini untuk memberikan apresiasi kepada pokdarwis yang mampu mengembangkan dan mewujudkan desa wisata yang mandiri di Kabupaten Pesawaran.

Selain itu juga memberikan transfer ilmu kepada pelaku pariwisata tentang implementasi sadar wisata dan sapta pesona.

"Kami berharap kedepan ada sinergitas antar pelaku pariwisata untuk mengembangkan potensi desa wisata di Kabupaten Pesawaran semakin meningkat. Sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat melalui desa wisata tersebut," ujarnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan bersih-bersih lingkungan di area wisata Klara yang diikuti oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pesawaran. (Dody/Okto-KN)

27/07/18

Tim Jurnalis KWRI Pesawaran Mengeksplorasi Air Terjun Sukma Hilang

Tim Jurnalis KWRI Pesawaran Mengeksplorasi Air Terjun Sukma Hilang

Foto Saat Menikmati Sejuknya Air Terjun Sukma Hilang

Pesawaran - Sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Lembaga KWRI DPC Kabupaten Pesawaran melakukan Eksplorasi Air terjun Sukma Hilang di Desa Talang Mulya Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Selain menggoreskan kesan rasa kebersamaan antar wartawan, perjalanan ini juga dapat menambahkan wawasan para jurnalis dan pengalaman tentang alam yang menarik. (25/07/2018).

Perjalanan yang sangat melelahkan terobati setelah tim jurnalis KWRI Pesawaran sampai ke Air Terjun Desa Talang Mulya. Salah satu Jurnalis, Rohmat mengatakan Keindahan Air terjun Desa Talang Mulya ini mampu mengobati lelahnya perjalanan yang di tempuh bersama timnya.

"Kebersamaan tim Pewarta sangat terasa saat itu, kami melalui jalan sambil melihat panorama yang indah dan menarik," ungkapnya.

Foto Saat Istirahat Usai Menikmati Keindahan Air Terjun Sukma Hilang

Hal senada juga di sampaikan oleh tim jurnalis lainnya, Dody dan Deni yang ikut melakukan perjalanan ke Air terjun Sukma Hilang Desa Talang Mulya Bersama Kepala Desa Salim yang ikut menemani  perjalanan mereka.

"Kami sangat tertarik dengan Panorama Alam yang ada di sekitar Air terjunnya, Salah satu Destinasi Wisata di Kabupaten Pesawaran yang layak untuk di kunjungi para wisatawan, kami sebagai Jurnalis akan melakukan publikasi untuk mewujudkan impian Kepala Desa Talang Mulya untuk menjadikan Air Terjun Sukma Hilang sebagai salah satu Wisata yang Mendunia," ungkapnya.

Kepala Desa Talang Mulya, Salim sangat mengapresiasi kegiatan Jurnalis KWRI Pesawaran.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan Eksplorasi yang di lakukan oleh para Jurnalis KWRI Kabupaten Pesawaran, semoga dengan adanya kegiatan ini Air Terjun Sukma Hilang akan lebih di kenal lagi oleh Dunia, serta menjadi salah satu destinasi wisata yang di unggulkan," ungkap Salim. ( Suprihadi)

21/07/18

26/02/18

Untuk Tingkatkan Pengunjung, Wisata Teluk Paku Butuh Akses Jalan Yang Baik

Untuk Tingkatkan Pengunjung, Wisata Teluk Paku Butuh Akses Jalan Yang Baik


Tanggamus - Mahasiswa Univeraitas Lampung (UNILA) yang sedang melaksanakan KKN bersama Pokdarwis setempat membenahi destinasi wisata Teluk Paku yang ada di kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus, Minggu (25/2/2018). Pembenahan itu difokuskan pada kelengkapan sarana prasarana dan kebersihan lingkungan objek wisata.

"Kita lakukan pembenahan objek wisata bersama rekan rekan pokdarwis teluk Paku. Pembenahan objek wisata terutama melengkapi sarana prasarana berupa anjungan, papan nama spot wisata dan sapta pesona. Selain membenahi sarana prasarana kami juga menata kebersihan lingkungan objek wisata untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung," kata Abdul aziz, Koordinator desa KKN Unila Pekon Paku.

Abdul Aziz menambahkan pihaknya melaksnakan kegiatan itu sesuai dengan program kerja KKN Pekon paku dimana program kerja yang telah disusun mengacu pada tema KKN Unila periode 1 tahun 2018 yakni "Pariwisata dan meningkatkan kemandirian Desa". 

Citra Marista mahasiswa KKN lainnya, berharap setelah dibenahi dan ditata, objek wisata teluk paku dapat meningkatkan pengunjung yang lebih ramai lagi. Menurut Citra, view yang ada di Teluk Paku sangat bagus dan masih sangat alami, lingkungan masyarakat setempat juga sangat ramah, ungkap mahasiswi jurusan ekonomi pembangunan Unila itu.

"Saya berharap ada dukungan instansi terkait untuk memajukan destinasi wisata Teluk Paku. Untuk mendukung memajukan wisata juga diperlukan transportasi yang memadai ke lokasi wisata, teluk paku ini indah sekali tapi kondisi jalan menuju kesini masih terkendala jalan buruk, harapannya pemerintah dapat segera memperbaiki jalan agar mudah menuju lokasi wisata," ungkap Citra Marista.

Sekretaris Pokdarwis Teluk Paku Zidhaunuddin, mengatakan Kehadiran mahasiswa KKN unila mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Program KKN Unila kali ini sangat tepat sasaran, dimana program kerja yang mereka lakukan sangat membantu kami khususnya dalam hal pengembangan objek wisata.

"Kami Pokdarwis Teluk Paku merasa sangat terbantu dengan kehadiran rekan rekan KKN Unila ini, selain terbantu dalam hal pembenahan objek wista, kami juga terbantu dalam hal sosialisasi sadar wisata pada masyarakat, karena salah satu tugas pokdarwis itu melakukan sosialisasi tentang kepariwisataan yang tujuan akhirnya bagaimana masyarakat sekitar sadar dan berperan memajukan wisata, sehingga akan tercipta sapta pesona wisata (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan)," tutupnya. (Red/Kn)

16/01/18

Era Gubernur Ridho, Kunjungan Wisatawan Ke Lampung Melonjak Jadi 11.7 Juta di Akhir Tahun 2017

Era Gubernur Ridho, Kunjungan Wisatawan Ke Lampung Melonjak Jadi 11.7 Juta di Akhir Tahun 2017


Lampung - Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyatakan optimis bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung akan terus meningkat pada Tahun 2018. Hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata RI, yang menunjukan bahwa jumlah kunjungan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Pada 2016, kunjungan wisatawan mancanegara di Lampung mencapai 155.053 pengunjung. Capaian tersebut meningkat sekitar 40 ribu dari tahun 2015, yakni 114.907 wisatawan. 

Kepala Dinas Pariwisata Lampung Budiharto, mengatakan, pada oktober 2017 lalu, kunjungan wisatawan ke Lampung mencapai delapan juta kunjungan. Namun data terakhir yang diterima dari kementerian pariwisata per Desember 2017 memperlihatkan angka yang lebih mengejutkan.

Kunjungan wisatawan nusantara Ke Provinsi Lampung pada bulan desember 2017 berjumlah 11.734.804 kunjungan. Menempatkan Provinsi Lampung diposisi peringkat 10 Nasional, mengalahkan Bali yang berada di posisi 11 Nasional (10jt). Angka tersebut juga jauh melebih target yang ditetapkan, yakni tujuh juta.

Sebelumnya, Provinsi Lampung menempati posisi ke sembilan untuk kunjungan wisatawan nusantara pada Oktober 2017. Posisi tersebut juga mengalahkan Bali yang berada di posisi sebelas. Data tersebut dihitung menggunakan  teknik lalu lintas pergerakan wisatawan melalui telepon seluler oleh Kementerian Pariwisata dan PT Telkom.


Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, menyatakan capaian tersebut tidak terlepas dari makin mudahnya akses ke Lampung, baik melalui darat maupun melalui Bandara Radin Intan II.

selain itu beberapa event berskala nasional dan internasional yang di gelar oleh Provinsi Lampung turut mendongkrak jumlah kunjungan Wisatawan ke Provinsi Lampung. Di antaranya Hari Keluarga Nasional, Hari Kopi Internasional, dan sejumlah acara nasional lainnya yang mulai gencar memilih Lampung sebagai tuan rumah.

"Peningkatan kunjungan ini juga merupakan prestasi bagi seluruh pelaku pariwisata, mulai pengelola hotel, restoran, pengelola tempat wisata, dan transportasi. Sektor-sektor ini yang punya efek ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Ridho.

Pertumbuhan hotel di Lampung sendiri naik. Beberapa di antaranya bahkan ditopang dengan lokasi yang tidak jauh dari destinasi wisata. "Beberapa dekat dengan Pulau Pahawang dan pulau-pulau di sekitar Teluk Lampung, sehingga bisa dikemas menjadi one day tour." pungkas Gubernur Ridho. (Red/KN)

15/01/18

Era Gubernur Ridho, Pariwisata Lampung Terus Meningkat

Era Gubernur Ridho, Pariwisata Lampung Terus Meningkat


LAMPUNG - Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, melalui Dinas Pariwisata Lampung, meyakini jumlah wisatawan akan selalu meningkat pada Tahun 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung Budiharto, mengatakan, tahun 2017, kunjungan wisata ke Lampung mencapai delapan juta. Angka tersebut melebih target yang ditetapkan, yakni tujuh juta. Pihaknya merasa yakin bahwa tingkat kunjungan wisata akan meningkat pada Tahun 2018. Kata Budi

Dia mengatakan, target kunjungan wisata Lampung terus mengalami kenaikan, bahkan over target. Pada 2016, target lima juta kunjungan wisata tembus hingga enam juta. Tahun 2017 target kunjungan wisata tujuh juta Tapi, ternyata mencapai delapan juta. 

“Yang merilis angka delapan juta kunjungan wisata Lampung itu kan Kementerian Pariwisata dan Telkom. Sehingga, keluarlah berita bahwa kunjungan wisata Lampung mengalahkan Bali pada waktu itu. ujarnya.

Sebelumnya, Provinsi Lampung menempati posisi ke sembilan untuk kunjungan wisatawan nusantara pada Oktober 2017. Posisi tersebut mengalahkan Bali, yakni di posisi sebelas. Data tersebut dihitung menggunakan  teknik lalu lintas pergerakan wisatawan melalui telepon seluler oleh Kementerian Pariwisata dan PT Telkom.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, mengatakan, capaian tersebut lebih banyak ditunjang oleh beberapa acara yang digelar di Lampung. Di antaranya Hari Keluarga Nasional, Hari Kopi Internasional, dan sejumlah acara nasional lainnya yang mulai gencar memilih Lampung sebagai tuan rumah. “Ini tak lepas dari makin mudahnya akses ke Lampung, baik melalui darat maupun melalui Bandara Radin Intan II,” kata dia.

Pada Oktober 2017 lalu, kunjungan wisatawan nusantara di Lampung mencapai 8,8 juta. Sedangkan Bali mencapai 8,5 juta pengunjung. Kunjungan ke Lampung tersebut didominasi oleh wisatawan dari Jakarta, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi.

Ridho menambahkan, meskipun tidak termasuk dalam program Bali Baru yang dicanangkan pemerintah pusat, Lampung terus mengalami peningkatan kunjungan wisatawan. Bahkan pada 2016, kunjungan wisatawan mancanegara di Lampung mencapai 155.053 pengunjung. Capaian tersebut meningkat sekitar 40 ribu dari tahun 2015, yakni 114.907 wisatawan. 

“Ini prestasi seluruh pelaku pariwisata, mulai pengelola hotel, restoran, pengelola tempat wisata, dan transportasi. Sektor-sektor ini yang punya efek ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ridho.

Pertumbuhan hotel di Lampung sendiri naik. Beberapa di antaranya bahkan ditopang dengan lokasi yang tidak jauh dari destinasi wisata. “Beberapa dekat dengan Pulau Pahawang dan pulau-pulau di sekitar Teluk Lampung, sehingga bisa dikemas menjadi one day tour,” kata Gubernur. 

Untuk diketahui, kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera ikut mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Lampung, karena daerah sekitarnya bakal berubah. Untuk itu, dibutuhkan penyempurnaan RTRW agar lebih baik mampu menjawab perubahan.

Dengan demikian, Gubernur Ridho sangat konsen membangun wilayah ketahanan pangan, industrialisasi, dan sektor jasa khususnya pariwisata. Hal tersebut tentu harus didukung rencana detail tata ruang (RDTR) guna membentuk daerah unggul, aman, dan sejahtera, sesuai visi Gubernur.

RTRW nantinya juga disusun secara detil, seperti wilayah Teluk Nipah, Lampung Selatan, yang merupakan kawasan budidaya. Ke depan, wilayah tersebut akan menjadi kawasan pariwisata, sehingga dibutuhkan penataan ulang RTRW. (Red/KN)

29/12/17

100 % Jalan Mulus, Pemprov Lampung Mengharapkan TNWK Menjadi Incaran Berlibur

100 % Jalan Mulus, Pemprov Lampung Mengharapkan TNWK Menjadi Incaran Berlibur


LAMPUNG - Menjelang hari libur tahun baru 2018 pembangunan ruas jalan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur telah selesai di perbaiki.

"alhamdulilah pekerjaan sudah mencapai 100 persen," hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan M. Budi Setiawan, Jumat (29/12/2017).

Pemerintah Provinsi Lampung mengharapkan  Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi incaran berlibur warga Lampung maupun warga luar kota pada pada liburan tahun ini.

Pengunjung yang ingin berlibur  ke TNWK dapat Menempuh perjalanan berkendara hanya dua jam dari Bandar Lampung, sebab kondisi jalan menujuh kesana sudah mulus dan mantap dilalui.

"Warga Lampung sudah dapat menikmati Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur," Ujar Budi.

Sementara Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas Subakir mengatakan bahwa Sebagai pusat konservasi gajah sumatra, TNWK menyajikan pemandangan gajah yang dibiarkan lepas di area yang berbaur dengan pengunjung. 

Tempat wisata yang berada di Kabupaten Lampung Timur ini menargetkan jumlah pengunjung selama Tahun Baru 2018 lebih banyak lagi, sebab kondisi jalan menujuh TNWK sudah mulus atas bantuan dan perhatian Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dalam mengembangan infrastruktur pariwisata.

Menurut Subakir pengelolaan Kawasan Wisata TNWK telah kita persiapkan beberapa hiburan dan wahana bagi pengunjung yang datang.

"Kami sudah persiapan jauh hari untuk pengunjung. bermacam-macam hiburan dan atraksi Gajah. Hiburan ini supaya pengunjung yang datang ke sini dapat terhibur tidak bosan," kata Subakir.(Red/KN)

16/12/17

Resmi Dibuka, Gubernur Ridho Berharap Lampung Fair Dapat Menjadi Ajang Promosi Potensi Daerah

Resmi Dibuka, Gubernur Ridho Berharap Lampung Fair Dapat Menjadi Ajang Promosi Potensi Daerah


Bandar Lampung - Gubernur Lampung Ridho Ficardo resmi membuka gelaran ivent tahunan Lampung Fair 2017 di PKOR Way Halim Bandar Lampung,  Jumat (15/12/2017) malam. 

Dalam sambutannya,  Gubernur muda itu mengungkapkan bahwa event Lampung Fair bukan sekadar kegiatan untuk rutinitas tahunan saja, melainkan etalase Provinsi Lampung yang dapat dijadikan sebagai tempat promosi wisata, ekonomi kreatif dan usaha lainnya. 

“Saya berharap dengan diadakannya event ini dapat lebih mengangkat dunia pariwisata ataupun dunia usaha agar semakin banyak yang tertarik berinvestasi ke Lampung,” ungkapnya. 

Sebab dengan banyaknya investasi yang masuk ke Lampung,  lanjut Ridho,  secara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan dan tentu akan mengurangi angka kemiskinan di Lampung.


"Melalui kegiatan ini, saya mengharapkan kepada seluruh kepala daerah se-Lampung agar mempercepat masuknya investasi guna membuka lapangan pekerjaan," tegas Gubernur Ridho. 

Menurutnya, di Provinsi Lampung bukan hanya pantainya saja yang menarik, tetapi juga banyak usaha ekonomi kreatif yang perlu didorong sehingga berdampak baik dalam kehidupan masyarakat dalam segi ekonomi.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Kapolda Lampung, Forkopimda Provinsi Lampung, dan para Bupati dan Wakil Bupati Se-Lampung, serta antusias masyarakat Lampung yang berbondong-bondong mengunjungi event tersebut. Tidak ketinggalan, acara semakin terlihat meriah ketika Danang D'Academy menghibur ribuan masyarakat dengan lantunan suara merdunya. (Putra/KN)