Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan

07/05/21

Edarkan Narkotika, Seorang IRT Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulang Bawang

Edarkan Narkotika, Seorang IRT Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulang Bawang



Tulang Bawang - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial NJ (37), warga Kampung Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang karena mengedarkan narkotika.

IRT tersebut ditangkap hari Rabu (05/05/2021), pukul 19.30 WIB, saat sedang berada di rumahnya di Kampung Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru.

"Rabu malam petugas kami berhasil menangkap seorang IRT yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Kampung Suka Bhakti," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Jumat (07/05/2021).

Lanjut AKP Anton, dari tangan IRT tersebut petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,53 gram, satu bungkus plastik klip yang masih terdapat sisa sabu, dua buah plastik klip kosong, lakban warna hitam, kain, handphone (HP) merk Nokia warna hitam dan sepeda motor Yamaha Verza warna hitam.

AKP Anton menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap IRT yang mengedarkan narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Gedung Aji Baru.

"Informasi yang didapat bahwa rumah milik IRT tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu," jelasnya.

IRT yang berhasil ditangkap oleh petugas kami, saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(Holidi/KN)

Bawa Narkotika di Depan Balai Desa, Seorang Pria Ditangkap Tim Macan Polres Tulang Bawang

Bawa Narkotika di Depan Balai Desa, Seorang Pria Ditangkap Tim Macan Polres Tulang Bawang

 


Tulang Bawang - Tim Macan Satuan Sabhara (Satsabhara) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap seorang pria yang membawa dan memiliki narkotika jenis sabu.

Pria tersebut ditangkap hari Rabu (05/05/2021), pukul 02.00 WIB, di depan Balai Desa, Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.

"Rabu dini hari Tim Macan Polres Tulang Bawang berhasil menangkap seorang pria yang membawa dan memilik narkotika jenis sabu. Pria tersebut berinisial CS (25), berprofesi wiraswasta, warga Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasat Sabhara Iptu Samsul Bahri, S.AP, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Jumat (07/05/2021).

Lanjut Iptu Samsul, dari tangan pria tersebut Tim Macan berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,13 gram, tabung kaca pyrex, plastik klip kosong dan handphone (HP) merk Vivo warna hitam kombinasi biru.

Keberhasilan Tim Macan dalam mengungkap pelaku yang membawa dan memiliki narkotika jenis sabu ini, saat sedang melaksanakan patroli hunting pencegahan curas, curat dan curanmor (C3).

"Saat Tim Macan sedang berpatroli dan melintas di depan balai desa, Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, melihat seorang pria dengan gerak gerik mencurigkan, lalu dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan BB berupa narkotika jenis sabu," ungkap Iptu Samsul.

Saat ini pelaku tersebut masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(Holidi/KN)

30/04/21

Curi Uang di Kotak Amal Masjid, Dua Pemuda Ini Langsung Ditangkap

Curi Uang di Kotak Amal Masjid, Dua Pemuda Ini Langsung Ditangkap



Tulang Bawang - Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulang Bawang berhasil menangkap dua pemuda yang mencuri uang di dalam kotak amal masjid.

Dua pemuda tersebut ditangkap hari Rabu (28/04/2021), pukul 09.00 WIB, di rumahnya masing-masing yang ada di Kampung Tunggal Warga.

"Dua pemuda yang berhasil ditangkap ini berinisial BN (22), berstatus pengangguran dan AP (16), berstatus pelajar. Mereka merupakan penduduk Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Kamis (29/04/2021).

Kasat Reskrim menjelaskan, pertama kali diketahuinya kalau uang yang berada di dalam kotak amal milik Masjid Nurul Hidayah yang berada di Kampung Tunggal Warga telah hilang, saat pelapor H. Kohar Abdurrahman (38), berprofesi wiraswasta, yang merupakan pengurus masjid dan tinggal di kampung setempat, usai melaksanakan sholat magrib, hari Senin (26/04/2021) malam.

Pelapor melihat kotak amal yang berada di teras samping pintu masjid sudah dalam keadaan dijebol oleh orang, yang mana pencurian uang di dalam kotak amal masjid ini sudah yang kedua kalinya terjadi.

"Setelah pelapor melihat rekaman CCTV, terlihat ada dua orang pemuda yang mencongkel kotak amal masjid dan mencuri uang di dalamnya. Pelapor lalu melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tulang Bawang," jelas AKP Sandy.

Berbekal laporan tersebut, petugas kami langsung melakukan penyelidikan. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan, akhirnya dua pemuda pencuri uang di dalam kotak amal Masjid Nurul Hidayah berhasil ditangkap.

Dari tangan dua pemuda ini berhasil disita barang bukti (BB) berupa uang tunai sisa hasil kejahatan sebanyak Rp. 1.477.000,- (satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).

Dua pemuda tersebut saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana Jo Pasal 64 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan yang dilakukan berulang. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (Holidi/KN)

21/04/21

Kemiskinan Picu Maraknya Narkoba dan Kriminalitas di Lampung Utara

Kemiskinan Picu Maraknya Narkoba dan Kriminalitas di Lampung Utara

 


Lampung Utara - Makin maraknya peredaran Narkoba, seiring kembali meningkatnya angka kriminalitas, membuat Kabupaten Lampung utara, menjadi Zona Darurat Narkoba. Banyaknya bandar narkoba dari pada pemakai yang ditangkap, tim anti Narkoba Polres Lampung utara, dalam Oprasi Anti Narkotika minggu lalu, telah membuat berbagai kalangan warga masyarakat terhenyak dan mengelus dada, peningkatan yang kondisinya kian hari kian menghawatirkan, menjadi fakta yang tak terbantahkan, bahwa Kabupaten Lampung Utara telah menjadi pasar potensial bagi peredaran dan Perdagangan Gelap Narkoba.

Mirisnya lagi, Peredaran Narkoba yang kian meningkat ternyata memicu kerawanan sosial lainya. Kriminalitas kembali menghantui rasa aman warga masyarakat, mulai dari mencuri singkong karena pelaku perutnya lapar, hingga kejahatan Korupsi yang pelakunya memiliki status sosial tinggi dan mapan secara ekonomi namun miskin akan keimanan.

Berdasarkan data dan pengakuan para pelaku, yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh penyidik Kepolisian hingga fakta persidangan yang terungkap, dapat dipastikan hampir seluruh pengakuan serta faktor penyebab pelaku melakukan kejahatanya semua karena terpaksa demi untuk memenuhi Kebutuhan hidup Keluarga lantaran tak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Akibat miskin ilmu pengetahuan dan kemampuan karena tak pernah sekolah.

Berbeda dengan pengakuan dan faktor penyebab kejahatan korupsi. Sang koruptor yang memiliki status sosial dan berpendidikan tinggi, akan berupaya semaksimal mungkin agar dirinya dapat lolos dari hukum yang akan menjeratnya dengan menyewa jasa lawyeer dan menggunakan segala kemampuan yang di milikinya agar dapat lepas bebas. Hal inilah yang membedakan faktor niat dan kesempatan antara koruptor dan pelaku kriminal dalam melakukan kejahatan, persamaan yang ada pada semua pelaku, hanya miskin akan keimanan.

Latar belakang status sosial, juga menjadi perbedaan antara pemakai dan kurir pengedar Bandar Narkotika, menurut data pihak Kepolisian Polres Lampung Utara serta banyaknya penghuni lembaga pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara Kotabumi, yang di dominasi kurir pengedar dan Bandar Narkoba, sementara pemakai (Korban) lebih sedikit jumlahnya.

Pada umumnya, pemakai Narkoba dari kalangan remaja dan belum memiliki pekerjaan, kebanyakan mereka menjadi korban Narkotika, akibat dari salah pergaulan dan kurangnya perhatian dari keluarga serta faktor usia masa pubertas dan mencari jati.

Sedangkan kurir pengedar serta Bandar Narkotika, mereka umumnya adalah oknum yang telah lama menjadi sahaya Narkoba, hingga tak kuasa melepaskan diri dari pengaruhnya, sampai nekat mengambil keputusan, untuk menjadikan Narkoba sebagai bidang profesi, sekaligus demi melampiaskan hasrat ketergantunganya pada Narkoba.

Latar belakang pendidikan dan status sosial serta keluarga, juga menjadi faktor perbedaan antara pemakai dan kurir pengedar serta Bandar Narkotika, sama dengan para pelaku Kriminal dan Koruptor, masing-masing memiliki latar belakang dan faktor berbeda. Kesamaan kesemuanya hanya pada soal kemiskinan, miskin akan keimanan.

Faktor penyebab dan alasan melakukan, pelaku Kriminal serta Koruptor dengan pemakai Narkoba dan kurir pengedar hingga bandar, memiliki perbedaan dan kesamaan, sesemuanya terjadi akibat dari kemiskinan, tiga hal kemiskinan yang harus dihilangkan adalah," Miskin Keimanan, akan membuat Orang Menghalalkan segala cara demi memuaskan Nafsu Duniawinya, sedangkan Miskin Ilmu, akan membuat orang bodoh dan tak mampu berkarya, Sedangkan musuh Nyata yang sangat ditakutkan adalah miskin ekonomi yang membuat kita selalu dalam kesulitan dan kesengsaraan," Semoga kita semua, selalu diberikan Iman Ilmu yang bermanfaat dan dijauhkan dari segala Kufur akan nikmat yang telah di berikan oleh Allah swt, amin, amin, amin. 

Dilansir dari media sinarmetro.com (Albet/KN)

19/04/21

BPN Kantah Bandar Lampung Diduga Maladministrasi, Seno Aji Sanggah BA Pengembalian Batas No. 07/BA-08.01/II/2021

BPN Kantah Bandar Lampung Diduga Maladministrasi, Seno Aji Sanggah BA Pengembalian Batas No. 07/BA-08.01/II/2021

Seno Aji


Bandar Lampung - Seno Aji sebagai kuasa pemohon atas nama Srinatun Puji Astuti terhadap pengguna/pengakses layanan publik pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung menyampaikan surat sanggahan untuk berita acara pengukuran pengembalian batas/penetapan batas Nomor ; 07/BA-08.01/II/2021 yang diterbitkan oleh BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung terhadap sertifikat hak milik Nomor 937/B.Kdm/Bumi Kedamaian atas perubahan hak milik Nomor 7943/KD/Kedamaian atas nama Srinatun Puji Astuti. 

Srinatun Puji Astuti merupakan pemilik lahan/tanah yang terletak di Jalan Pelita II, RT 09, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung. Lahan/tanah tersebut, dirawat oleh Srinatun Puji Astuti sejak tahun 1982 sampai dengan tahun 2019 dan telah ada tanda-tanda batas tanah berupa patok besi 1 sampai dengan 4, pondasi keliling berada di luar Persil, plang nama kepemilikan di lokasi obyek tanah dan setiap tahun selalu melunasi/membayar PBB. 

Surat sanggahan itu, selain ditujukan kepada Kepala BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung, juga ditujukan ke Kepala BPN Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Lampung dan ditembuskan ke Gubernur Provinsi Lampung. Selain itu, tembusan surat sanggahan rencana akan diteruskan ke Presiden RI, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia dan Satgas Anti Mafia Tanah. 

Demikian, disampaikan oleh Seno Aji sebagai kuasa dari pemohon atas nama Srinatun Puji Astuti melalui siaran pers resminya di Bandar Lampung pada Senin (19/4/2021) sore.

"Bersama ini Saya sampaikan sejumlah dugaan permasalahan yang menyimpulkan pemohon untuk menyampaikan SANGGAHAN terhadap berita acara pengukuran pengembalian batas/penetapan batas Nomor 07/BA-08.01/II/2021 kepada BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung sebagai penyelenggara pelayanan publik dan berpotensi menimbulkan kerugian materiil dan atau immaterial terhadap pemohon", kata Seno Aji. 

Dia melanjutkan, bahwa Permasalah ini berawal saat tanah milik Srinatun Puji Astuti diserobot/dikuasai tanpa izin oleh pihak lain sekira Bulan Desember 2019 dengan etikat tidak baik yaitu merusak tanaman, merusak plang nama yang dipasang oleh Srinatun Puji Astuti, merusak pondasi dan merusak patok besi 1 sampai dengan 4 dan kemudian membangun rumah permanen di atas lahan/tanah milik Srinatun Puji Astuti dimulai sekira Bulan November 2019 sampai dengan Desember 2020. 

Terhadap peristiwa ini, kemudian Sirnatun Puji Astuti telah memberikan teguran kepada pihak penyerobot (Andi/Anita-red) berulang kali namun mereka tidak menghiraukan. Justru, pihak yang menguasai lahan tanpa izin berupaya melakukan pengukuran terhadap tanah milik Srinatun Puji Astuti bersama petugas ukur dari BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung bernama Reza Iskandar (NIP. 199407232018011001).  Kemudian Srinatun Puji Astuti melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Republik Indonesia Daerah Lampung, Resor Kota Bandar Lampung melalui tanda bukti laporan Nomor ; TBL/B-1/114/1/2020/LPG/RESTA BALAM tanggal 14 Januari 2020. 

Pada tanggal 20 Januari 2020, pemohon menyampaikan surat pengaduan tertulis adanya pihak yang menyerobot/menguasai lahan/tanah tanpa izin milik Srinatun Puji Astuti kepada Kepala BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung yang diterima oleh petugas loket bernama Puput. Kemudian, menjawab surat tersebut, melalui petugas loket memberikan keterangan bahwa Sertifikat hak milik (SHM) 7943/KD tahun 1982, Surat ukur Sementara (SUS) 1675/1982 yang telah diubah menjadi SHM nomor 937/B.KDM, SUS 930/2019 atas nama Srinatun Puji Astuti tidak tercatat/terdaftar di BPN Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bandar Lampung. 

Setelah pemohon meminta klarifikasi, dijelaskan oleh pihak BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung bahwa, telah terjadi kesalahan dari petugas, yang akhirnya diterbitkanlah surat keterangan pendaftaran tanah Nomor ;110/2020 tanggal 06 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan, Masnah, SH (NIP. 19620623 198303 2 001). 

Kemudian, dalam rangka kepentingan penyidikan atas laporan Srinatun Puji Astuti pada Kantor Polisi Resor Kota Bandar Lampung, maka penyidik polisi meminta kepada pelapor untuk mengakses layanan pengukuran pengembalian batas/penetapan batas di BPN, sebagai penguat berita acara pelaksanaan pengkuran pengembalian batas pada tanggal 6 November 2006.

Perlu diketahui, pada berita acara pengembalian batas 06 November 2006 tersebut, menyatakan bahwa ; 

1. Terhadap bidang tanah tersebut telah ditunjukan kembali batas-batas sesuai dengan SUS. Nomor 1675/1982 tanggal 04/06/1982 yang menjadi lampiran SHM milik Nomor 7943/KD. 

2. Tanda-tanda batas tanah berupa tembok/pondasi berada di luar batas Persil.

3. Bidang tanah tersebut sesuai dengan SHM tersebut di atas.

4. Bahwa sesuai dengan data-data yang ada di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung. 

Maka, atas dasar permintaan penyidik polisi, pada tanggal 22 Juli 2020 melalui kuasa pemohon mengajukan permohonan pengembalian batas dengan nomor permohonan 27272/2020  atas nama pemohon Seno Aji untuk Srinatun Puji Astuti. 

Sebelum dokumen permohonan pengembalian batas beserta lampirannya diterima oleh petugas loket bernama Bay Nur Muawanah (NIP. 1871055209850004) terlebih dahulu mengecek plotting melalui GPS,  diketahui hasil plotting sesuai lokasinya/titik koordinat sesuai dengan SHM atas nama Srinatun Puji Astuti. 

Walaupun proses permohonan ditindaklanjuti terkesan berlarut-larut dan atau ada unsur penundaan, pemohon tetap sabar. Pada tanggal 13 Januari 2021 pekerjaan pengukuran pengembalian batas/penetapan batas dapat dikerjakan oleh BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung melalui petugas ukur yaitu ; 

1. Ahmad Gerri Novrian

2. Alfa Richy 

3. Roby Surya Saputra

4. Citra Adhiguna

5. Reza Iskandar

6. Kurnia Rahman

7. Zulkifli,

Selain itu, turut hadir juga Takam (Suami Srinatun Puji Astuti), Andi Sukamto (Anak Kandung Srinatun Puji Astuti), Seno Aji untuk Srinatun Puji Astuti, Andi (pihak penyerobot dan atau menguasai lahan tanpa izin), Harun Al Rasyid (batas tanah sebelah barat), Dwi Adi Saputra (Batas tanah sebelah timur), Agus Purwanto (Kasi Tantrib Kelurahan Bumi Kedamaian), Heri Kurniawan (ketua RT 09, LK II), AIPDA Eko P (Polresta/Harda). 

kemudian, setelah sekian lama sejak pekerjaan pengukuran di mulai, pada tanggal 14 April 2021 pihak BPN Kantah Kota Bandar Lampung baru menerbitkan berita acara pengukuran pengembalian batas Nomor 07/BA-08.01/II/2021 yang ditandatangani oleh 7 orang petugas juru ukur dan diketahui oleh Plt. Kasi Infrastruktur Pertanahan Edy Rianto A. Ptnh (NIP. 19680919 198903 1 005).

Karena isi berita acara tersebut, tidak sesuai dan atau bertentangan serta melalaikan terhadap SHM Nomor 7943/KD, SUS 1675/1982, yang telah diubah menjadi SHM 937/B.KDM, SUS 930/2019 atas nama Srinatun Puji Astuti dan berita acara pelaksanaan pengukuran pengembalian batas pada hari Senin (06 November 2006), yang ditandatangani oleh petugas ukur Akhmad Suandi dan mengetahui Kasi Survey dan Pemetaan Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung, Ir. Irwan Lubis, maka Pemohon merasa telah dirugikan secara materiil dan immaterial.

Adapun berita acara pengukuran pengembalian batas/penetapan batas nomor ; 07/BA-08.01/II/2021 salah satu diantaranya yaitu ; Hasil pengukuran pengembalian batas tidak dapat dikembalikan batas dikarenakan lokasi tanah yang diakui oleh pemohon berdiri bangunan permanen yang tidak dikuasai pemohon dan tanah tidak berada pada lokasi menurut Warkah ukur di Kantah Kota Bandar Lampung. 

Atas dasar ini, pemohon menyanggah bahwa, pemohon pernah menyampaikan laporan pengaduan kepada pihak BPN Kantah Kota Bandar Lampung, terhadap awal peristiwa yaitu tanggal 20 Januari 2020 terkait penyerobotan atau menguasai lahan tanpa izin yang dilakukan oleh pihak lain terhadap tanah milik Srinatun Puji Astuti kemudian telah dilakukan juga pengrusakan tanda-tanda batas tanah berupa patok besi 1 sampai dengan 4, pondasi berada di luar batas Persil, dan plang nama kepemilikan atas nama Srinatun Puji Astuti, sehingga atas peristiwa tersebut penyerobot melanggar ketentuan PP 10 tahun 1961 pasal 42 ayat (1) menyatakan barang siapa dengan sengaja merusak atau memindahkan tanpa hak tanda-tanda batas yang dimaksud dalam pasal 3 ayat (7) dipidana dengan hukuman kurungan selama-lamanya 2 Bulan dan atau denda 5.000,- , pasal 42 ayat (2) perbuatan yang dimaksud dalam ayat (1) adalah pelanggaran. Sementara menanggapi laporan tersebut, dari pihak BPN Kantah Kota Bandar Lampung tidak ada upaya solusi, justru melalui 2 orang petugas ukur salah satunya bernama Reza Iskandar, pada tanggal 13 Januari 2020 melakukan upaya untuk mengukur lahan/tanah milik Srinatun Puji Astuti. 

Seharusnya, laporan pengaduan pemohon menjadi masukan bahwa bangunan yang dibangun oleh penyerobot merupakan bangunan baru, dan sebelum ada bangunan yang dimaksud dalam berita acara, Srinatun Puji Astuti selaku pemilik lahan/tanah tersebut telah merawat lahan/tanah tersebut dibuktikan dengan adanya patok besi 1 sampai dengan 4, pondasi berada di luar Persil, dan plang nama kepemilikan atas nama Srinatun Puji Astuti. Tentunya hal ini sebagai acuan Kantah Kota Bandar Lampung dalam menerbitkan berita acara pengukuran pengembalian batas Nomor 07/BA-08.01/II/2021, sehingga tanah milik Srinatun Puji Astuti mendapat kepastian hukum. 

Kemudian, berita acara tersebut juga, melalaikan berita acara pengembalian batas yang pernah diterbitkan oleh BPN Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung pada tanggal 06 November 2006 lalu", tandas Seno Aji. 

Lanjut dia, sebagai pemohon Seno Aji menyimpulkan adanya dugaaan Maladministrasi maka pihaknya  menyampaikan surat sanggahan agar Kepala Kantah Kota Bandar Lampung meninjau kembali keputusan berita acara pengembalian batas nomro 07/BA-08.01/II/2021. (Red/KN)

05/04/21

Inspektorat Oku Selatan Periksa Oknum Camat Yang Diduga Wik-wik, Ini Hasilnya

Inspektorat Oku Selatan Periksa Oknum Camat Yang Diduga Wik-wik, Ini Hasilnya

Oknum Camat FR (topi hitam) usai diperiksa Inspektorat Oku Selatan


Oku Selatan - Inspektorat Oku Selatan memanggil oknum camat yang diduga telah melakukan tindak asusila bersama teman wanitanya yang digerbek anggota Polsek Sekincau, Lampung Barat, di salah satu kamar hotel beberapa waktu lalu.


Berawal dari viralnya pemberitaan yang beredar di media sosial saat itu mengatakan bahwa oknum camat (FR) adalan seorang PNS yang bertugas di Warkuk Ranau Selatan, Oku Selatan, tengah kedapatan sedang berduaan di dalam kamar hotel 525 yang ada di Lampung Barat bersama lawan jenis bukan pasangan suami istri. 


Berdasarkan pemberitaan tersebut dan konfirmasi awak media akhirnya Inspektorat Oku Selatan memanggil yang bersangkutan guna diminta keterangan prihal kebenaran adanya dugaan tindakan yang sangat memalukan itu. 


Diketahui oknum camat (FR) berasal dari desa Kota Batu, kecamatan Warkuk Ranau Selatan, itu telah melakukan wik-wik  bersama wanita berambut pirang (HT) yang di bawa oknum camat menggunakan mobil dinas Daihatsu Terios warna hitam. Mobil yang harusnya memakai plat merah bernopol BG 1820 VZ, diduga telah diganti plat hitam pribadi BE 2127 X guna untuk mengelabui petugas dan masyarakat saat menuju hotel di daerah Sekincau Lampung Barat. Namun didapat informasi bahwa plat nomor polisi BE 2127 X ternyata tidak terdata disamsat daerah Lampung.


"Benar hari ini kami memanggil oknum camat tersebut, sebelumnya jumat (2/4/2021), kami telah berkoordinasi dengan Polsek Sekincau Lampung Barat," ucap H. Ramin Hamidi kepada awak media, Senin (5/4/2021).


"Kami harap untuk bersabar, kami akan menyandingkan informasi dari berbagai sumber dan rencananya juga akan memanggil untuk meminta keterangan terhadap teman wanitanya HT, hasil dari pemeriksaan nanti akan kami laporkan ke Bupati," tambah Inspektur Inspektorat Oku Selatan Itu. 


Sambung Ramin Hamidi, bila terbukti maka akan dikenakan sangsi menurut yang tertera pada PP.53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, pungkasnya. 


(YL/SA/KN)

02/04/21

Adanya Korban Filler Payudara, Polres Jakbar Buka Posko Pengaduan

Adanya Korban Filler Payudara, Polres Jakbar Buka Posko Pengaduan


Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat telah menerima laporan dari dua wanita korban gagal filler payudara berinisial T dan D pada Rabu (31/3/2021) kemarin. Keduanya datang dengan membawa sejumlah bukti seperti foto luka pada bagian dada paska disuntik filler. 


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi didampingi kanit Krimsus Polres metro jakarta barat Akp Fahmi Fiandri membenarkan pihaknya telah menerima laporan dua wanita yang mengaku menjadi korban dari kegiatan penyuntikan filler payudara yang berakibat terjadi infeksi. 


"Saat ini pihak Satreskrim Polres Jakarta Barat sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku dan untuk mengembangkan jaringan ini karena diduga korbannya cukup banyak dan sangat membahayakan masyarakat," kata Arsya Kamis (1/4/2021). 


Selain menerima laporan, pihaknya juga bakal membuka posko pengaduan korban filler payudara di Polres Metro Jakarta Barat. Sehingga, siapa saja korban yang alami hal serupa, bisa melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat untuk ditindak lanjuti. 


"Saat ini pelaporannya terkait dengan kegiatan melakukan perbuatan tenaga kesehatan tapi tidak dilengkapi dengan ijin. Jadi saat ini kita akan cek dulu terkait dengan pelaku tersebut, kegiatan ini menyebabkan adanya infeksi di area yang di suntik filler tersebut," tutup dia. 


Sebelumnya, D mengaku mengalami infeksi pada bagian payudara di mana mengeluarkan cairan dan nanah paska disuntikan filler oleh seseorang yang awalnya mengaku sebagai dokter. 


Ia pun harus menjalani operasi payudara demi mengeluarkan cairan filler dari payudaranya paska terinfeksi.


( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Malingggg!!!, Dua Warga Desa Bumijaya di Tangkap Polisi

Malingggg!!!, Dua Warga Desa Bumijaya di Tangkap Polisi


Lampung Utara - Nasib apes menimpa korban Arifin (30) warga Desa Bumijaya Kecamatan Abung Timur Kab. Lampung Utara, pada Kamis 1/4/2021 dini hari sekira pukul 04.00 wib.  Uang hasil jerih payahnya bekerja yang tersimpan dalam almari sejumlah Rp 8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah) Raib di gondol pencuri. 


Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho M.SIK,MSi yang di wakili Kapolsek Abung Timur Iptu Suherman menyampaikan terkait peristiwa pencurian tersebut pada Jumat (02/04/2021). 


Berdasarkan laporan Korban Nomor : LP/57/V/IV/2021/Polda Lpg/Res Lamut/Sektor Abung Timur tanggal 1 April 2021, tentang telah terjadi kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan korban atas nama Arifin, kitapun menindak lanjuti. 


"Kita lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan korban dan saksi-saksi selanjutnya kita lakukan penyelidikan," ucap kapolsek. 


Hari Kamis juga 1/4/2021 sekira pukul 16.00 wib kita berhasil meringkus dua orang terduga pelaku di Desa Bumijaya Kecamatan Abung Timur, berikut barang bukti yang diduga dipergunakan saat beraksi berupa sebuah linggis


Kedua terduga masing-masing SBR (38), SRD (15) dan keduanya warga desa Bumijaya Kecamatan Abung Timur


Lanjut Iptu Suherman, kronologis kejadian, pelaku mendongkel pintu jendela dapur menggunakan linggis dan masuk, kemudian mengambil uang yang tersimpan di almari kamar korban sejumlah Rp 8 juta setelahnya pelaku kabur. 


Masih menurut Kapolsek, mengutip keterangan terduga pelaku, 'bahwa uang tersebut dikantongi dan jatuh/hilang saat kabur'. 


Kini kedua terduga pelaku telah kita amankan di Mapolsek Abung Timur guna dilakukan proses hukum, pelaku dapat di jerat dengan pasal 363 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, "tutup Iptu Suherman. (Albet/KN)

30/03/21

Bang Jund Minta Kapolda Lampung Tindak Oknum Polisi Intimidasi Wartawan Lampost

Bang Jund Minta Kapolda Lampung Tindak Oknum Polisi Intimidasi Wartawan Lampost


Lampung - Wakil Ketua PWI Lampung Bidang Pembelaan Wartawan Juniardi SIP MH meminta Kapolda Lampung untuk segera menindak oknum anggota Polri, yang diduga melakukan kekerasan verbal dengan intimidasi terhadap wartawan Lampung Post Ahmad Sobirin yang melakukan tugas tugas jurnaliatik. Apalagi kekerasan verbal itu terkait berita kejahatan migas, drngan modus pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di Tulang Bawang Barat.


“Selain mengecam segala bentuk kekerasan terhadap wartawan berkaitan dengan aktivitas jurnaliistik, kita minta Kapolda segeta menindak oknum anggota yang justru merusak citra Polri, dan tidak mendukung program Kapolri. Jangan sampai menambah panjang rentetan citra polri selama ini," kata Juniardi yang akrab disapa Bang Jund, Selasa, 30 Maret 2021 malam. 


Juniardi juga meminta semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik. Sebagai bagian dari pers, jurnalis memiliki peran yang sangat spesifik dalam masyarakat. Tugas para jurnalis adalah mempersenjatai publik dengan informasi. Tujuannya, memberdayakan warga negara untuk memperkuat institusi demokrasi dan demokrasi itu sendiri.


“Tugas Wartawab dilindungi UU 40/1999 tentang Pers. Tindak kekerasan akan menghambat jurnalis memenuhi tujuan jurnalisme, yakni menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa mengatur hidupnya secara bebas, dan menghambat kemerdekaan pers," katanya.


Pimred sinarlampung.co itu juga mengingatkan bahwa  jurnalis perlu mendapat perlindungan dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik. Sebab, keberadaan jurnalis untuk menjamin dan memastikan hak-hak publik terpenuhi, di antaranya hak atas informasi. "Aksi kekerasan dalam bentuk apapun adalah menghambat tugas jurnalis, menghalangi kerja jurnaliarik menghambat akses informasi sama artinya melanggar undang undang dan melawan hukum. Hak publik memperoleh informasi yang dijamin konstitusi," katanya.


Menurut Juniardi,, Sobirin mengalami intimidasi sepulang meliput pengoplosan BBM pada Jumat 27 Maret 2021. Waktu itu, dia menerima telepon dari nomor tak dikenal. Belakangan diketahui, orang yang menelepon itu adalah oknum anggota Polres Tulang Bawang Barat.  Dalam percakapan via telepon, oknum polisi itu berbicara dengan nada tinggi kepada Sobirin, “Kamu ini enggak sepandangan lagi. Sudah itu, kamu ajak anggota dewan pula. Nanti, kamu ketemu saya. Jangan kau lihat saya baik-baik.” 


Oknum aparat itu juga berkata, “Kamu kayaknya mau tahu betul sama saya. Nanti ketemuanlah ya. Nanti saya cari kamu. Biar kamu tahu saya.”


Selain dihubungi oknum polisi, Sobirin juga didatangi dua pria pada malam harinya. Salah satu dari mereka mantan anggota TNI. Maksud kedatangan mereka ke kediaman Sobirin masih terkait pengoplosan BBM. Mereka minta Sobirin untuk berhenti memberitakan pengoplosan BBM.


"Aksi oknum polisi ini aneh, bukan menangkap para pelaku pengoplos bbm itu, kok malah mengancam wartawan. Ini ada apa, atau karena menjadi backing atau memang pelakunya," kata Juniardi, yang juga salah satu kandidat Ketua PWI Lampung itu.  (Red/KN)

29/03/21

JAJARAN ANGGOTA POLSEK BANDING AGUNG CIDUK PELAKU PENCURIAN MOTOR

JAJARAN ANGGOTA POLSEK BANDING AGUNG CIDUK PELAKU PENCURIAN MOTOR


OKU Selatan - Keberhasilan dalam menumpas kejahatan pelaku pencurian ditunjukkan oleh anggota kepolisian dalam mengungkap kasus tindak pidana kriminal seperti yang terjadi di wilayah hukum Polsek Banding Agung, dibuktikan dengan adanya tindakan cepat untuk memberikan pelayanan dalam menangani proses suatu perkara laporan pengaduan dari masyarakat. Seperti hal perkara tindak pidana pencurian yang tertuang dalam berita acara nomor LP:B/03/11/2021/SEK.BDA tentang Pencurian tertanggal 19 Februari 2021 yang lalu.


Korban atas nama  JP (24 thn) bin SMN (alm) yang berpropesi sebagai wiraswasta  warga kelurahan Simpang Sender , Kecamatan BPR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan.

  

Jajaran kepolisian sektor Banding Agung telah berhasil menangkap tersangka pelaku yaitu CD ( 31 thn), laki-laki, bekerja sebagai petani, beralamat kelurahan Simpang Sender, Kecamatan BPR Ranau Tengah.


Berdasarkan kronologis kejadian terjadinya tindak pidana yaitu pada hari jum'at (19/02/2021) sekira dini hari pukul 01.30 Wib. Saat korban sedang tertidur, pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara mencongkel kunci pintu melalui celah papan yang terbuka dengan menggunakan potongan kayu papan,suasana lingkungan rumah korban yang sepi membuat pelaku leluasa menjalankan aksinya,kemudian pelaku mengambil motor milik korban. Atas kejadian tersebut saksi pelapor JP melaporkan pelaku ke Polsek Banding Agung. 


Kemudian jajaran anggota Polsek Banding Agung melakukan pengintaian selama beberapa minggu dan setelah diperoleh informasi serta dipastikan pelaku berada dititik yang dicurigai,anggota polsek Banding agung melakukan penangkapan disertai tindakan tegas terukur,pada hari jum'at 26 maret 2021 di kediaman orang tuanya pelaku dengan barang bukti berupa satu unit sepeda motor beat berwarna merah putih.

 

Kapolsek Banding Agung IPTU. ABUSAMA.SH saat di konfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya senin(29/03)  mengatakan bahwa :"saat ini jajaran kepolisian Polsek Banding Agung berhasil membekuk satu orang tersangka pelaku atas nama CD, pada hari jum'at, (26/03) yang lalu.


"Pelaku sudah kami tahan, adapun sangsi yang dikenakan yaitu melanggar pasal 363 ayat (1) butir ke (3) KUHP Pidana dengan ancaman kurungan paling lama 7 ( tujuh) tahun penjara," pungkas Kapolsek.


( Yeli/SA/Kn)

25/03/21

Tekab 308 Polres Tulang Bawang Tangkap Pelaku Spesialis Curat Dengan 25 TKP

Tekab 308 Polres Tulang Bawang Tangkap Pelaku Spesialis Curat Dengan 25 TKP


Tulang Bawang - Team Khusus Anti Bandit (Tekab 308) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap pelaku spesialis tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), dengan puluhan tempat kejadian perkara (TKP).


Pelaku spesialis curat ini ditangkap hari Selasa (23/03/2021), pukul 14.00 WIB, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.


"Pelaku spesialis curat yang berhasil ditangkap ini berinisial PE als YI (37), berprofesi sopir, warga Simpang 5, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Kamis (25/03/2021).


AKP Sandy menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku spesialis curat ini berdasarkan laporan dari korban Ngadi (39), berprofesi tani, warga Desa Sido Mulyo, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.


Aksi curat yang dilakukan pelaku ini terjadi hari Senin (21/12/2020), pukul 02.00 WIB, di rumah saksi Tejo, berprofesi karyawan swasta, warga Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo.


Mulanya korban dan saksi istirahat di ruang tamu dan ketiduran. Setelah bangun tidur, handphone (HP) Android Oppo F9 warna ungu milik korban dan HP Android Oppo A12 warna biru milik saksi sudah hilang yang mengakibatkan kerugian ditaksir senilai Rp. 9 Juta.


"Saat ditangkap, dari tangan pelaku ini berhasil disita barang bukti (BB) berupa HP Android Oppo A12 warna biru milik saksi Tejo," jelasnya.


Hasil pemeriksaan terhadap pelaku ini, selain TKP yang berhasil diungkap, ternyata pelaku ini juga telah melakukan aksi curat sebanyak 24 TKP yang semua sasarannya HP berbagai merk, dengan rincian 22 TKP berada di Kabupaten Tulang Bawang dan 2 TKP berada di Kabupaten Tulang Bawang Barat.


"Ketika sedang dilakukan pengembangan, pelaku ini berusaha melarikan diri sehingga dengan terpaksa petugas kami melakukan tindakan tegas dan terukur pada betis kaki kanan pelaku," tambah AKP Sandy.


Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (Tekab 308) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap pelaku spesialis tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), dengan puluhan tempat kejadian perkara (TKP).


Pelaku spesialis curat ini ditangkap hari Selasa (23/03/2021), pukul 14.00 WIB, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.


"Pelaku spesialis curat yang berhasil ditangkap ini berinisial PE als YI (37), berprofesi sopir, warga Simpang 5, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Kamis (25/03/2021).


AKP Sandy menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku spesialis curat ini berdasarkan laporan dari korban Ngadi (39), berprofesi tani, warga Desa Sido Mulyo, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.


Aksi curat yang dilakukan pelaku ini terjadi hari Senin (21/12/2020), pukul 02.00 WIB, di rumah saksi Tejo, berprofesi karyawan swasta, warga Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo.


Mulanya korban dan saksi istirahat di ruang tamu dan ketiduran. Setelah bangun tidur, handphone (HP) Android Oppo F9 warna ungu milik korban dan HP Android Oppo A12 warna biru milik saksi sudah hilang yang mengakibatkan kerugian ditaksir senilai Rp. 9 Juta.


"Saat ditangkap, dari tangan pelaku ini berhasil disita barang bukti (BB) berupa HP Android Oppo A12 warna biru milik saksi Tejo," jelasnya.


Hasil pemeriksaan terhadap pelaku ini, selain TKP yang berhasil diungkap, ternyata pelaku ini juga telah melakukan aksi curat sebanyak 24 TKP yang semua sasarannya HP berbagai merk, dengan rincian 22 TKP berada di Kabupaten Tulang Bawang dan 2 TKP berada di Kabupaten Tulang Bawang Barat.


"Ketika sedang dilakukan pengembangan, pelaku ini berusaha melarikan diri sehingga dengan terpaksa petugas kami melakukan tindakan tegas dan terukur pada betis kaki kanan pelaku," tambah AKP Sandy.


Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.(HOLIDI/KN)

22/03/21

Polsek Tumijajar Ringkus Pelaku Penyalahgunaan Sabu

Polsek Tumijajar Ringkus Pelaku Penyalahgunaan Sabu



Tulang Bawang Barat - (BS) 35 Tahun ditangkap lantaran terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba jenis Sabu. Ipda Uchida,S.Km Kanit Reskrim Polsek Tumijajar mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan informasi masyarakat.


"Berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada rumah yang sering dijadikan tempat menggunakanguna narkotika, mengetahui itu anggota kepolisian langsung melakukan penggerebekan," ungkapnya, Sabtu, (20/3/2021).


Ipda Uchida juga mengatakan saat dilakukan penggeledahan dikediamannya didapati sejumlah barang bukti sabu-sabu lengkap dengan alat hisapannya.


"Saat penangkapan anggota menemukan barang bukti 2 bungkus plastik klip berisi sisa pakai Shabu, 15 bungkus plastik kecil kosong, 1 buah kaca pirek, 1 buah jarum/sumbu pembakar, 2 buah jarum suntik, dan 1 perangkat alat hisap shabu," ujarnya.


Usai penangkapan, Selanjutnya petugas personil Polsek Tumijajar menyerahkan pelaku Budi Setiawan kepada Satresnarkoba Polres Tubaba untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan.


Akibat perbuatannya mengkonsumsi barang haram ini, Pelaku dijerat pasal 114 sub 112 dengan hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara. 



(RIKI/KN)

17/03/21

Maling Dikandang Sendiri, Dua Pelaku Diringkus Polsek Sungkai Selatan

Maling Dikandang Sendiri, Dua Pelaku Diringkus Polsek Sungkai Selatan


Lampung Utara - Kasus pencurian kendaraan sepeda motor (Curat Ranmor) yang terjadi lebih kurang satu bulan lalu (26/2/2021) TKP Desa Way Isom Kecamatan, Kecamatan Sungkai Barat, Kabupaten Lampung Utara berhasil di ungkap Polsek Sungkai Selatan. 


Hal ini disampaikan Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Arjon Syafrie R.SH mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho M SIK.MSi, Rabu (17/03/2021). 


Diterangkan oleh Kompol Arjon, kejadian bermula dari korban Rusli (15) warga Desa Way Isom pada hari Jumat 26/2/2021 sekira pukul 19.30 wib datang berkunjung ke rumah rekannya Apri yang juga merupakan warga se desanya menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Revo warna merah No.Pol A.6452.KQ masuk daftar pencarian barang (DPB). 


Kendaraan di parkirkan di halaman depan rumah, sekira pukul 23.00 wib saat korban hendak kembali, diketahui sepeda motor sudah raib, korban melaporkan kepada orang tuanya Asroni dan selanjutnya di laporkan ke Polsek Sungkai Selatan


Berdasarkan laporan korban dan hasil pemeriksaan saksi-saksi, tim opsnal yang di pimpin Panit 2 Reskrim melakukan penyelidikan kepada terduga pelaku yang identitasnya telah kita ketahui. 


Lanjut Arjon, pada Selasa 16/3/2021 pukul 16.00 wib, terhadap terduga pelaku  inisial KRM (20) warga Desa Way Isom Kec. Sungkai Barat berhasil kita ringkus di sebuah rumah Desa Way Isom


Dari hasil pemeriksaan terhadap KRM terkait barang bukti kendaraan sepeda motor korban, diterangkan oleh nya telah dijual ke wilayah Kabupaten Way Kanan seharga Rp 1,2 juta dengan di antar oleh rekannya BS (20) warga desa Way Isom menggunakan kendaraan sepeda motor Suzuki Satria FU tanpa plat Nomor polisi,  yang pada waktu bersamaan juga ikut kita amankan," papar Kompol Arjon. 


Kini kedua terduga pelaku KRM dan BS berikut barang bukti yang dipergunakan telah diamakan di Mapolsek Sungkai Selatan guna dilakukan proses hukum lebih lanjut, "Terhadap pelaku dapat di jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan," Tegas Kompol Arjon.  (Albet)

14/03/21

Curi HP di Menggala Kota, Seorang Residivis Ditangkap Polisi

Curi HP di Menggala Kota, Seorang Residivis Ditangkap Polisi


Tulang Bawang - Seorang pria berinisial HA (25), berprofesi wiraswasta, warga Jalan 4 Kibang, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, ditangkap petugas gabungan dari Polsek Menggala dan Tekab 308 Polres Tulang Bawang.


Pria ini ditangkap hari Jum'at (12/03/2021), pukul 14.00 WIB, tanpa perlawanan saat sedang berada di rumahnya di Jalan 4 Kibang, Kelurahan Menggala Kota.


"Jum'at siang petugas kami bersama Tekab 308 Polres berhasil menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pelaku ini merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada tahun 2018 dan divonis hukuman 1 tahun 10 bulan," ujar Kapolsek Menggala Iptu Holili mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Minggu (14/03/2021).


Kapolsek menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan oleh pelaku ini terjadi hari Sabtu (06/02/2021), pukul 02.00 WIB, di Jalan Cokroaminotor, Kelurahan Menggala Kota. Korbannya Ahmad Turmidi (25), berprofesi buruh bangunan, warga Ruktiharjo, Kecamatan Seputih Rahman, Kabupaten Lampung Tengah.


Mulanya hari Jum'at (05/02/2021), pukul 22.00 WIB, korban bersama dengan dua rekannya yang bekerja sebagai buruh bangunan setelah ngobrol masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, korban lalu meletakkan handphone (HP) Oppo A5S warna hitam di dekat kepalanya dan tertidur.


"Pukul 02.00 WIB, korban terbangun dan melihat HP miliknya telah hilang, selain itu tas warna coklat yang berisi KTP dan STNK milik korban juga ikut hilang, akibatnya korban mengalami kerugian yang ditaksir sebesar Rp. 2,6 Juta, lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Menggala," jelas Iptu Holili.


Berbekal laporan tersebut, petugas kami langsung melakukan penyelidikan. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan, akhirnya pelaku berhasil ditangkap dengan barang bukti (BB) berupa Oppo A5S warna hitam milik korban.


Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Menggala dan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (Holidi/KN)

08/03/21

Polisi Tangkap Tiga Bandar Narkotika, AKBP Andy : 9,54 Gram Narkotika Disita

Polisi Tangkap Tiga Bandar Narkotika, AKBP Andy : 9,54 Gram Narkotika Disita

 


Tulang Bawang - Sebuah rumah yang berada di Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, digerebek petugas gabungan dari Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 dan Satresnarkoba Polres Tulang Bawang.


Pergerbekan rumah ini berlangsung hari Selasa (02/03/2021), pukul 23.00 WIB dan berhasil menangkap tiga orang pelaku terdiri dari dua pria dan satu wanita.


"Selasa malam petugas kami menggerbek sebuah rumah yang ada di Kampung Bujuk Agung, di rumah tersebut berhasil ditangkap tiga orang yang diduga kuat sebagai bandar narkotika jenis sabu," ujar Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Minggu (07/03/2021).


Lanjut AKBP Andy, adapun ketiga orang bandar narkotika tersebut berinisial YS als NS (41), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Wiralaga, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, YX als BX (38), berprofesi tani, warga Kampung Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo dan RA (26), berprofesi ibu rumah tangga (IRT), warga Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.


Selain berhasil menangkap para pelaku, petugas kami juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 9,54 gram dan handphone (HP) merk vivo warna hitam.


Kapolres menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap para pelaku peredaran gelap narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Banjar Margo. Didapat informasi bahwa sebuah rumah di Kampung Bujuk Agung sering digunakan sebagai tempat transaksi narkotika jenis sabu.


"Petugas kami langsung berangkat menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penggerbekan, hasilnya berhasil ditangkap tiga orang bandar narkotika berikut BB narkotika jenis sabu," jelas AKBP Andy.


Para pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (Holidi/KN)

04/03/21

Perkara Mustafa, Nunik Bantah Terima Uang 1 Miliar

Perkara Mustafa, Nunik Bantah Terima Uang 1 Miliar


BANDARLAMPUNG – Sidang lanjutan perkara suap Mustafa terus bergulir di Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Kamis (4/3/2021) sore. Menghadirkan saksi Chusnunia Chalim (Nunik) Wakil Gubernur (Wagub) Lampung yang juga Ketua DPW PKB Lampung.


Dalam kesaksiannya, Nunik membantah terkait pemberian uang Rp.1 Miliar yang disebut oleh saksi Midi Iswanto dalam keterangan sebelumnya. Namun mengakui uang Rp.150 juta itu bunyinya pinjam, yang diperuntukkan tukang dalam membangun kantor DPC PKB Lampung Tengah. Namun hal itu sudah dikembalikan ke Midi Iswanto 100 juta.


“Sudah 100 juta, saya kasih ke saudara Midi Iswanto, 50 juta belum dibayar sampai sekarang karena Midi punya hutang sama saya,” tegas Nunik dalam persidangan.


JPU KPK pun kembali bertanya untuk menegaskan prihal uang Rp.1 miliar, apakah Nunik menerimanya.


“Tidak ada,” aku Nunik.


Kemudian JPU KPK kembali bertanya apakah Nunik mengetahui terkait uang yang diserahkan Mustafa?.


“Pada saat itu tidak. Setelah berjalan pilkada sudah menjelang posisi menjelang Pilgub, dari Oktarijaya, mendapat pesan dari Midi dan Bujung untuk membantu pengembalian uang Mustafa,” kata Nunik.


“Saya tidak tahu uangnya kemana. Karena sejak September tersebut tidak pernah ketemu karena hubungan kami tidak lagi baik. Yang saya tahu, saya tidak bersedia untuk membantu terkait administrasi. Saya mengetahuinya saat persoalan ini ada, baru tahu saat pertama saat proses penyidikan di KPK,” tegas Nunik. (*/KN)


Sidang Lanjutan Mustafa, Midi Iswanto Sebut Nunik Terima 1 Miliar 150 Juta

Sidang Lanjutan Mustafa, Midi Iswanto Sebut Nunik Terima 1 Miliar 150 Juta


Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) hadir sebagai saksi dalam perkara suap gratifikasi terdakwa Mustafa eks Bupati Lampung Tengah, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (4/3/2021).


Dilansir dari Topikindonesia.id, Nunik hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa tampak hadir di PN Tipikor Tanjungkarang untuk memberikan kesaksian, dia tampak di dampingi oleh suaminya Erry Ayudhiansyah. 


Selain Nunik, hadir juga sebagai saksi yakni ajudan Mustafa dari anggota Brimob Polda Lampung Erwin Musalim, Midi Iswanto dan Khaidir Bujung Mantan DPRD Provinsi Lampung Fraksi PKB. Mantan Wakil Bupati Lampung Utara yang juga Mantan Ketua Partai Hanura Lampung Sri Widodo hadir secara virtual. Mantan Ketua DPW PKB Lampung Musa Zainuddin juga hadir secara virtual.


Dalam keterangannya, saksi Midi Iswanto membeberkan bahwa uang Rp.18 Miliar itu sudah dikembalikan sebanyak 14 Miliar, dan sisanya 3,7 Miliar mengalir ke pengurus PKB yang lain.


“Dan Nunik terima sekitar 1 Miliar dan 150 juta,” kata Midi Iswanto terungkap dalam persidangan. (*/KN)

25/02/21

Penjual Senjata Ilegal Berhasil Diciduk Polisi

Penjual Senjata Ilegal Berhasil Diciduk Polisi

 


Tulang Bawang Barat - Dalam rangka Operasi Cempaka Krakatau 2021, team tekab Polsek Gunung Agung berhasil mengamankan tersangka penjual senjata illegal yang berinisial (RO) 26 tahun yang bertempat tinggal di desa Tulung Kupang Rt/Rw 004/- Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara.


Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Hadi Saepul Rahman S.IK melalui Kapolsek Gunung Agung AKP Tri Handoko, SH mengatakan, Pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2016 sekira pukul 11.30 wib di peladangan karet Tiyuh Marga Jaya, Kec. Gunung Agung, Kab. Tuba Barat, saudara Sunardi telah diamankan oleh masyarakat dan Polsek Gunung Agung karena mengambil sepeda motor yamaha vixion  warna putih milik orang yang sedang nyadap karet diladang daerah Mesuji, karena pada waktu itu Sunardi merasa tertekan dikejar oleh polisi dan masyarakat, akhirnya Sunardi mengeluarkan senjata api rakitan jenis Revolver miliknya pada saat itu dan langsung dibawa ke Polsek Gunung Terang, setelah sampai Polsek dan di introgasi oleh polisi, Sunardi mengaku mendapat Senjata Api rakitan jenis revolver tersebut dari saudara (RO) dengan membeli sebesar Rp.1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Setelah mendapat informasi tersebut polisi langsung mencari saudara Rohmansyah tetapi tidak ditemukan dan langsung dibuatkan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polsek Gunung Terang pada waktu itu. 


Kemudian pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2021, team Tekab Polsek Gunung Agung bersama Tekab 308 polres tubaba mendapat informasi bahwa saudara RO berada di wilayah Polsek Gunung Agung  tidak lama dan langsung melakukan penyelidikan dan tidak lama team Tekab Polsek dan Tekab Polres langsung menuju rumah di Tiyuh Panca Marga Kec. Batu Putih Kab. Tuba barat, dan langsung menangkap saudara (RO) yang sedang berada didalam rumah tersebut dan langsung dibawa ke Polsek Gunung Agung guna menjalani hukuman yang berlaku. 


"Dengan ini terduga pelaku berinisial (RO) terjerat Pasal 1 ayat 1 UU darurat NO 12 tahun 1951 tentang penjualan senjata illegal dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara," tegas AKBP Hadi Saepul Rahman S.IK.

(Riki/KN)

23/02/21

Kasak-kusuk Cari Pembenaran, Dugaan Korupsi Dana BUMDes Karya Bersama Kian Panas

Kasak-kusuk Cari Pembenaran, Dugaan Korupsi Dana BUMDes Karya Bersama Kian Panas


Oku Selatan - Polemik dugaan korupsi dana BUMDes Karya Bersama, Desa Gunung Raya, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Oku Selatan, makin banyak kejanggalan. Pasalnya para pengurus BUMDes sampai kepala desa terus saling lempar dan mencari pembenaran padahal tidak bisa menunjukan bukti yang jelas terkait laporan atau SPJ penggunaan anggaran yang bersumber dari negara tersebut. 


Berdasarkan penulusuran tim media di lapangan, Ketua BUMDes Ahmad Tunisi mengaku tidak tahu sama sekali soal penggunaan dana BUMDes tersebut meskipun dirinya sebagai ketua, dan menuding itu semua mainan bendahara dan kepala desa. 


Sejak tahun 2019 lalu sejumlah anggaran yang sudah menjadi tanggung jawab pengurus BUMDes dan Kepala Desa, tidak memiliki laporan pertanggungjawabkan yang jelas dan tidak transparan dalam penggunaannya. 


Adapun kronologisnya, pada tahun 2019 BUMDes Karya Bersama mendapat kucuran dana dari APBN melalui program Dana Desa sebesar 250 juta  yang katanya digunakan untuk tambahan modal usaha Pengadaan 6 Unit Pom Mini Digital, Usaha Peternakan Kambing dan untuk Simpan Pinjam. Namun anehnya saat dimintai keterangan oleh awak media, para pengurus BUMDes saling lempar tanggungjawab. Ketua BUMDes Ahmad Tunisi mengatakan pengelolaan anggaran itu bukan tanggungjawabnya.


Sedangkan Bendahara BUMDes Rohman, menerangkan dana 250 juta semuanya sudah habis dibelanjakan diantaranya 150 juta habis untuk pengadaan 6 Unit Pom Mini Digital, 50 juta habis untuk biaya Peternakan Kambing dan 50 juta untuk Simpan Pinjam, sehingga saldo yang tersisa hanya 5 ribu rupiah, tapi anehnya Rohman tidak bisa menunjukkan bukti rekening BUMDes yang dirinya pegang sehingga timbul kecurigaan adanya indikasi korupsi dalam pengelolaan Dana BUMDes tersebut. 


Bulan dan tahun berganti, kisruh soal pengelolaan dana BUMDes tidak terelakan lagi, pengelolaan dana tersebut semakin dipertanyakan warga masyarakat desa Gunung Raya kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Oku Selatan, Sumatera Selatan.


Seharusnya anggaran yang dikucurkan pada tahun 2019 tersebut ada laporan pertanggungjawaban kepada kepala desa dan juga masyarakat di akhir tahunnya, tapi ternyata baru di awal bulan februari tahun 2021 ini para pengurus BUMDes mengadakan rapat pertanggungjawaban yang diadakan di Gedung Serba Guna desa Gunung Raya.


Sangat mengherankan, bagaimana bentuk Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Dana Desa oleh pemerintah desa Gunung Raya, manakala anggaran tahun 2019 baru dilaksanakan atau baru terealisasi di akhir tahun 2020, dan bahkan hingga memasuki awal tahun 2021 SPJ dari BUMDes belum pernah sama sekali ada yang mengakibatkan banyak pertanyaan dari masyarakat setempat. 


"Diduga ada rekayasa laporan oleh kepala desa saat pengajuan SPJ 2019 yang lalu," ungkap seorang tokoh masyarakat saat ditanya setelah kasak - kusuk para pengurus BUMDes mengadakan rapat pertanggungjawaban anggaran beberapa waktu yang lalu.


Baru-baru ini beredar di medsos selebaran berkas dokumen berupa laporan tertulis atas nama ketua BUMDes Ahmad Tunisi, tertulis jelas bahwa ketua BUMDes sudah pernah melakukan penarikan dana tunai sebesar 170 juta yang dilakukan 2 kali,  pertama penarikan dana 20 juta dan kedua penarikan dana 150 juta. Di dalam selebaran berkas tersebut juga diuraikan rincian pengeluarannya, sehingga dari total dana 170 juta tersebut masih tersisa dana sebesar 80 juta. Kemudian cerita dimasyarakat pun berkembang bahwa sisa saldo dari ketua BUMDes  tersebut diambil oleh Kepala desa Zulamin.


Sementara Zulamin selaku Kepala Desa setempat saat dikonfirmasi via whatsApp mengatakan itu tidak benar. "Itu tidak benar pak, semua dana BUMDes sepenuhnya dikelola oleh bendaharanya," elak Zulamin, Sabtu (20/2/2021).


Menyikapi pemberitaan sebelumnya, seseorang berinisial (Z) yang mengaku sebagai pengacara dari ketua BUMDes sempat menghubungi awak media via whatsApp, Minggu (21/02/21), (Z) mengatakan bahwa kliennya tidak bersalah.


"Saudara Ahmad Tunisi selaku ketua BUMDes hanya nama diatas kertas namun tidak dikasih kemudi. Permasalahan timbul karena pengelolaan BUMDes bukan ditangan ketua," ujar Z membela Ahmad Tunisi.


Z menambahkan, perealisasian peternakan dan simpan pinjam itu dilakukan tanpa persetujuan ketua atau kliennya, dan berapa jumlah dananya juga tidak tahu," tambah pengacara Z  yang terkesan menuding kades dan bendahara lah yang lebih bertanggungjawab atas kekisruhan tersebut.


"Semua dokumen bukti ada di kita bang, selaku media sudah tepatlah untuk memberikan informasi dan memberikan kejelasan apalagi menyangkut uang negara. Jika tidak ada keterbukaan terutama dari kades, sebagai media berhak untuk melanjutkan koordinasi ke penegak hukum dan bila ada yang dibutuhkan kami siap bantu dan siap memberikan data atau dokumen tentang pengelolaan dana BUMDes,"  tegas Pengacara dari Ahmad Tunisi itu. 


Senin (21/02/20), saat dikonfirmasi ulang ke segenap pengurus BUMDes dan Kades tentang kelanjutan pertanggungjawaban anggaran 2019 itu, rupanya keterangan yang disampaikan ke awak media sudah berubah, melalui bendahara BUMDes Rohman menyampaikan bahwa dana untuk Pom Mini lebih kurang habis 110 juta, dibelanjakan untuk peternakan sekitar 20 juta, kalau untuk simpan pinjam habis 15 juta, ujar Rohman dengan plin plan.


Kemudian saat ditanyakan kemana sisa saldo dana BUMDes lainnya, Rohman secara lisan mengatakan dana sekitar 94 juta ada padanya. Tetapi lagi-lagi saat awak media meminta menunjukkan bukti pendukung berupa uang tersebut atau rekening koran/buku rekening BUMDes, Rohman hanya bisa tertunduk malu. Disisi lain, ketua, sekretaris, BPD, Kades dan anggota BUMDes yang juga hadir ditempat yang sama, masing- masing  hanya bisa terdiam.


Menyikapi tidak jelasnya anggaran yang dikelola BUMDes Karya Bersama, dan supaya ada ketransparanan pertanggungjawaban anggaran, secepatnya instansi terkait dan juga penegak hukum agar dapat segera turun langsung dan menindak tegas jika memang benar ditemukan adanya permainan yang merugikan negara dalam pengelolaan dana BUMDes tersebut. (YL/SA/KN)

Pelaku Curanmor di Alfamart Berhasil Ditangkap Polsek Walantaka

Pelaku Curanmor di Alfamart Berhasil Ditangkap Polsek Walantaka



Serang - Polsek Walantaka Polres Serang kota Polda Banten berhasil menangkap salah satu pelaku pencuri motor, yang satunya berhasil melarikan diri, pelaku ranmor ditangkap ketika di pergoki warga saat merusak konci kontak sepeda motor yang ditinggalkan pemilik saat belanja masuk kedalam Alfamart di jln raya petir Ciruas tepatnya di kampung tegalkembang kelurahan pipitan kecamatan Walantaka kota Serang, Selasa (22/02/2021).

Pelaku berinisial UK (18), asal Desa Sobang Lebak berhasil diamankan setelah amankan warga dan diserahkan ke reskrim Polsek Walantaka.

Kapolres Serang kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, S.IK., M.Si., melalui Kapolsek Walantaka Akp. sudibyo dan kanit Reskrim Ipda maryono mengatakan, sebelum melakukan aksinya pelaku bolak-balik sekitar depan Alfamart dan para pelaku melihat sepeda motor yang terparkir di depan alfamart dan dirasa aman kemudian para pelaku melancarkan aksinya, ketika pelaku menyalakan lampu motor di ketahui pemilik dan berteriak-teriak maling, pada saat tersebut pelaku di tangkap oleh masa, dan teman Pelaku berhasil melarikan diri.

"Benar, kami mengamankan salah satu pelaku pencurian motor yang sebelumnya ditangkap oleh warga, kini pelaku si tahan di Polsek Walantaka untuk proses lebih lanjut, Atas kejahatan yang dilakukan pelaku diancam pasal 363 KUHP yaitu pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun", ungkap Sudibyo.

Lanjut Sudibyo mengatakan hingga kini pihaknya juga masih melakukan pengejaran terhadap teman pelaku yang melarikan diri, dari  Pengakuan pelaku mengatakan selalu menjual motor curian tersebut kepada penadah dan masyarakat. (SHR)