Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan

18/07/21

Polres Tulang Bawang Tangkap Bandar Narkotika di Menggala Kota

Polres Tulang Bawang Tangkap Bandar Narkotika di Menggala Kota

 


Tulang Bawang - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap seorang bandar narkotika jenis sabu yang beraksi di wilayah hukumnya.

Bandar narkotika ini ditangkap hari Kamis (15/07/2021), pukul 14.30 WIB, di belakang sebuah rumah yang berada di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota.

"Adapun identitas dari bandar narkotika tersebut berinisial PR (32), berprofesi wiraswasta, warga Pasar Atas Menggala, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Minggu (18/07/2021).

Lanjut AKP Anton, dari lokasi penangkapan petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,46 gram, dua bungkus plastik klip kosong ukuran kecil, satu bungkus plastik klip kosong ukuran besar, tabung kaca pyrex, kertas timah rokok berwarna silver, kotak rokok merk Rastel, dompet warna coklat dan handphone (HP) merk Hammer warna biru.

Kasat menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap pelaku peredaran gelap narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Menggala. Informasi yang didapat bahwa di belakang sebuah rumah yang berada di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota, sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

"Anggota kami langsung menuju ke lokasi dan disana ditemukan seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan BB narkotika jenis sabu," jelas AKP Anton.

Saat ini bandar narkotika tersebut masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan dan paling banyak Rp 10 Miliar.(Holidi/KN)

12/07/21

Pelaku Curat di Kagungan Dalam Ditangkap Tekab 308 Polres Tulang Bawang

Pelaku Curat di Kagungan Dalam Ditangkap Tekab 308 Polres Tulang Bawang



TULANG BAWANG - Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulang Bawang berhasil menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dengan sasaran handphone (HP).

Pelaku curat ini ditangkap hari Sabtu (10/07/2021), pukul 23.00 WIB, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Tua, Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala.

"Pelaku curat yang berhasil ditangkap tersebut berinisial EA (25), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Kagungan Dalam, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Senin (12/07/2021).

Kasat Reskrim menjelaskan, aksi curat yang dilakukan oleh pelaku ini terjadi hari Kamis (17/06/2021) dini hari di dalam rumah korban Rina Wati (45), berprofesi Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Kampung Kagungan Dalam. Korban baru mengetahui kalau HP Vivo tipe Y20 S miliknya telah hilang pukul 06.24 WIB saat bangun tidur.

"Malamnya HP tersebut dipinjam oleh anaknya dan digunakan sebagai hotspot tethering, setelah itu anaknya tertidur dan HP diletakkan di tempat tidur. Saat bangun tidur ternyata HP milik korban sudah hilang," jelas AKP Sandy.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa HP Vivo tipe Y20 S yang ditaksir seharga Rp 3 juta dan langsung melaporkannya ke Mapolres Tulang Bawang.

Berbekal laporan dari korban, petugas kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelakunya. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.(Holidi/KN)

Dalam rangka Operasi Sikat Krakatau 2021, Team Tekab 308 Polres Tubaba ungkap kasus Curat

Dalam rangka Operasi Sikat Krakatau 2021, Team Tekab 308 Polres Tubaba ungkap kasus Curat

 


TULANG BAWANG - Pada Hari Sabtu tanggal 10 Juli 2021, Reskrim Polsek Lambu Kibang dan Tekab 308 Polres Tulang Bawang Barat Ungkap Kasus Non TO Ops Sikat Krakatau 2021 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) , dengan tersangka yang bernama (RA) Bin WARDOYO yang bertempat tinggal di Tiyuh Indraloka II, Rt. 07 RW.02 Kec. Way Kenanga Kab. Tulang Bawang Barat .

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Hadi Saepul Rahman S.IK yang didampingi oleh Kasat Reskrim IPTU Andre Try Putra S.IK mengatakan, Pada hari Minggu tanggal 04 Juli 2021, sekira jam 10.00 wib, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan satu unit kendaraan sepeda motor jenis RX KING tahun 2016 di kediaman pelapor Tiyuh Indraloka II, Rt. 07 Rw.02 Kec. Way Kenanga Kab. Tulang Bawang Barat, pada saat Itu korban sedang melaksanakan kerja menderes pohon karet di ladang dengan Istrinya An. NAWEN Binti SANRANI, Kemudian Sekira Pukul 12.00 Wib Korban Di Hubungi Degan Anaknya An. TEGUH JUNIANTO Bin TEGUH BUDI MULYONO melalui Hand Phone kemudian anaknya menanyakan kepada korban, apa kendaraan sepeda motor jenis Rx King di bawa bapak, saya menjawab tidak, lalu anak saya an. TEGUH JUNIANTO Bin TEGUH BUDI MULYONO menjawab lagi kok kendaraan tersebut tidak ada, setelah Itu saya pulang kerumah dengan istri saya An. NAWEN Binti SANRANI dan setelah saya sampai di rumah memang benar kendaraan tersebut sudah tidak ada pada tempatnya yang terpakir di dapur dan Kemudian Istri saya An. NAWEN Binti SANRANI menyampaikan kepada saya bahwa uang yang di simpan di dalam lemari kamar depan sejumlah rp.1.035.000,-(satu juta tiga puluh lima ribu rupiah) juga tidak ada pada tempatnya, kemudian saya mengecek seluruh kamar dan saya lihat pelaku masuk rumah saya dengan cara mencongkel jendela kamar belakang, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar rp.9.035.000,-(sembilan juta tiga puluh lima ribu rupiah) dan kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lambu Kibang.

Pada hari sabtu tanggal 10 juli 2021 sekira jam 04.00 wib kanit Reskrim Polsek Lambu Kibang Ipda Norman Nontiko Amd beserta anggota tekab 308 Polres Tubaba mendapat informasi tentang keberadaan tersangka (RA) bin wardoyo yang di duga pelaku pencurian selanjutnya sekira jam 06.30 wib unit reskrim Polsek Lambu Kibang yang dipimpin oleh Ipda Norman Nontiko, amd  selaku Kanit Reskrim Polsek Lambu Kibang beserta anggota tekab 308 polres tubaba langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka an.rio adi saputra bin wardoyo yang  pada saat itu sedang tidur di mesjid tiyuh indraloka jaya, kec.way kenanga kab.tubaba  tanpa perlawanan kemudian di lakukan interogasi dan tersangka mengakui telah melakukan perbuatan tsb kemudian  membawanya ke kantor polsek lambu kibang guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. (Holidi/KN)

11/07/21

Tekab 308 Polres Tulang Bawang Tangkap Komplotan Pelaku Curas di Jalintim Astra Ksetra, Satu Diantaranya Anak Dibawah Umur

Tekab 308 Polres Tulang Bawang Tangkap Komplotan Pelaku Curas di Jalintim Astra Ksetra, Satu Diantaranya Anak Dibawah Umur

 


TULANG BAWANG - Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulang Bawang berhasil mengungkap komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Astra Ksetra.

Komplotan pelaku curas ini ditangkap hari Sabtu (10/07/2021), pukul 01.30 WIB, di dua lokasi yang berbeda.

"Pertama ditangkap pelaku berinisial AA als AR (21), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Pelaku ini ditangkap saat sedang berada di Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba)," ujar Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Minggu (11/07/2021).

Lanjut AKP Sandy, kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil ditangkap dua pelaku yakni berinisial SJ (18) dan AF (17), di rumahnya masing-masing. Dua pelaku ini sama-sama berprofesi wiraswasta dan merupakan warga Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai.

Kasat Reskrim menjelaskan, aksi curas yang dilakukan oleh komplotan pelaku ini terjadi pada Rabu (18/10/2017), pukul 02.30 WIB, saat itu korban Ariyanto (27), berprofesi sopir, warga Pekon Kedaung, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dari arah mesuji hendak pulang dengan mengendarai mobil pick up L300, BE 9946 NJ, warna hitam.

Dalam perjalanan tepatnya di Jalintim, Kampung Astra Ksetra, kendaraan korban diberhentikan oleh 5 orang pelaku yang tidak dikenal. Salah satu pelaku ambil kunci kontak mobil, dua pelaku todong korban dengan senjata api (senpi) dan dua pelaku lainnya di belakang mobil korban.

"Korban dipaksa duduk dibawah kursi mobil dan dibawa ke salah satu pabrik singkong di wilayah Lampung Tengah. Korban ditinggal oleh para pelaku dalam keadaan tangan terikat di belakang dan mulutnya tertutup. Para pelaku lalu membawa kabur mobil milik korban," jelas AKP Sandy.

Para pelaku curas yang berhasil ditangkap saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.(Holidi/KN)

07/07/21

Ketua PWRI TUBA Apresiasi Kinerja Kapolsek Teluk Betung Timur

Ketua PWRI TUBA Apresiasi Kinerja Kapolsek Teluk Betung Timur


Bandar Lampung,  - Atas penangkapan pelaku (curat) yang menimpa MA (21) warga Tulang Bawang yang tak lain merupakan anak ketua PWRI Tulang Bawang, 

"Apresiasi setinggi-tingginya nya atas kinerja satuan polsek teluk betung timur terhadap pelaku curat yang meninpa putra kami, semoga kedepan semakin Jaya dalam melaksanakan tugas mengayomi masyarakat, " kata Junerdi,  Rabu (7/07).

Junerdi meminta agar pelaku di berikan hukuman seberat-beratnya, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

"Saya berharap semoga pelaku dapat di berikan hukum yang setimpal.  Sebab atas kejadian tersebut anak kami hingga saat ini mengalami trauma," harapnya. 

Semoga dengan kejadian ini menjadi asbab hidayah bagi pelaku agar bisa bertaubat tidak mengulanggi kesalahan Yang sama dikemudian hari. 

(Red)

06/07/21

Gedung D Disdikbud Lampung Diduga Jadi Tempat Setor Pungli KPB

Gedung D Disdikbud Lampung Diduga Jadi Tempat Setor Pungli KPB


Lampung - Semakin terbuka, dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum kepala sekolah yang mengatasnamakan Dinas dan MKKS kian terang benderang. Pasalnya, tidak hanya disatu kabupaten saja, kini pengakuan Guru Honorer tentang adanya potongan uang bagi penerima Kartu Pendidik Berjaya (KPB) hampir di setiap kabupaten/kota. Berawal dari Pesawaran, Lampung Barat, Pesisir Barat, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan lainnya bergerak masif seoalah ada yang mengomandoi.

“Kalau kami diperintahkan menyetor satu orang Rp75 ribu dan diserhakan ke oknum Disdik Lampung ke Gedung D yang ada di kantor tersebut, dan ini memang diperintahkan kepala sekolah untuk menyetorkan uang itu,” ungkap salah satu tenaga honorer yang ada di Bandar Lampung, Selasa (6/7).

Katanya uang potongan tersebut merupakan potongan pajak yang diterima dari keseluruhan honor mereka selama enam bulan.

“Ya katanya untuk potongan pajak , tapi bingung juga untuk pajak apa, PPN atau PPh tidak jelas ya kami hanya disuruh mengantar saja,” ungkapnya.

Saat disinggung nama oknum tempat menyerahkan uang tersebut Ia mengaku lupa hanya ingat jika disruh membawa sejumlah uang potongan ke gedung D kantor Dinas Pendidikan Provinisi Lampung.

“Waduh lupa saya namanya Mas, Cuma ingat kata Kepseknya bawa saja ke gedung D kantor Disdik Lampung,” ucap guru honor yang enggan disebutkan namanya itu.

Terpisah, Kepala Dians Pendidikan Provinsi Lampung, Sulpakar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya akan segera membentuk investigasi terkait dugaan tersebut.

“Hari ini sudah saya rapatkan. Dan saya bentuk tim investigasi. Segera turun kelapangan mencari fakta sebenarnya," singkat Sulpakar.

Sebelumnya diberitakan, Kartu Pendidik Berjaya yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung sejak Juli 2020 lalu diduga menjadi ajang pungli. Pasalnya, beberapa guru honor yang menerima dana tersebut mengaku saat pencairan ada pemotongan untuk disetorkan ke MKKS dan Dinas. 

Berdasarkan keterangan beberapa tenaga pendidik honorer yang menerima program itu di beberapa SMK/SMA yang ada di Provinsi Lampung mengatakan bahwa tiap bulan mendapatkan Rp.204.300,- namun dibayarkan per enam bulan sekali jadi total tiap pencairan berjumlah Rp.1.225.800, namun yang mereka terima tidak utuh dikarenakan adanya potongan rata-rata diatas Seratus Ribu Rupiah.  

Menurut keterangan beberapa guru honor tersebut, potongan itu diperuntukan untuk disetor ke Dinas dan MKKS. "Iya, ketika saya tanya potongan itu untuk apa, kepala sekolah hanya menjawab uang tersebut untuk Dinas dan MKKS," terang guru honor yang enggan disebutkan namanya itu," Senin (5/7/2021). 

Untuk pencairan uang tersebut dilakukan di Bank melalui rekening penerima masing-masing. Kemudian para penerima dikumpulkan di sekolah untuk dilakukan pemotongan, sambungnya.  

Ditempat berbeda, Mantan Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Lampung Juniradi S.I.P.,M.H. saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut mengatakan jika memang benar terjadi, itu adalah tindakan dzolim terhadap guru-guru honor penerima program tersebut.

Menurut Juniardi, pemotongan itu sarat dengan tindakan pungli yang dilakukan kepala sekolah dengan mengatasnamakan MKKS dan Dinas terkait.  

"Program Kartu Pendidik Berjaya sangat bagus untuk membantu para guru-guru honor yang memang pendapatannya sangat minim. Jangan sampai program mulia yang di luncurkan oleh pemerintah provinsi Lampung tercoreng karena adanya dugaan ajang pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di tingkat Dinas sampai ke MKKS melalui Kepala Sekolah," ucap Juniradi. 

Diketahui, penerima program Kartu Pendidik Berjaya berjumlah 4849 orang dengan jumlah total anggaran Rp.5.943.904.200,- tiap pencairan. 

Jika dikalkulasikan, total pemotongan dana tersebut kurang lebih hampir satu miliar tiap pencairan atau persemester. 

Sebelumnya, dalam arahan saat lonching kartu pendidik berjaya beberapa waktu lalu, Gubernur Arinal menyebutkan bahwa Provinsi Lampung sedang giat giatnya membangun, salah satunya bidang pendidikan. Kartu Pendidik Berjaya bertujuan sebagai identitas penerima bantuan kesejahteran tenaga pendidik bagi guru honor murni.

“Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Butuh kesabaran dalam menghadapi anak didik serta niat yang kuat untuk berkecimpung di dalam dunia pendidikan. Bukan hanya itu jasa guru begitu luar bisa ketika anak didiknya menjadi manusaia yang benar dan berprestasi,” ujar Gubernur.

Gubernur minta Kadis Pendidikan Sulpakar serius dalam memperhatikan pemberian dana peningkatan kesejahteraan bagi guru ini. “Saya berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai program yang dicanangkan. Dari pemberian insentif beruapa tunjangan profesi, hingga dana BOS yang cukup membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengimbau Dinas Pendidikan fokus pada pemberian tunjangan kesejahteraan guru lewat berbagai program seperti sertifikasi guru, insentif, atau bantuan lainnya, terutama para guru yang belum Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Mereka benar- benar harus diperhatikan agar bisa menjalankan tugas mengajar dengan baik. Tunjangan diberikan dalam bentuk uang yang dapat dimanfaatkan guru untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus juga untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya,” ujar Arinal.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi Lampung, Sulfakar menyampaikan bahwa dana kesejahteraan bagi Guru Honor Murni SMA, SMK, PKLK sebesar Rp204.300 per orang per bulan selama 6 bulan yaitu Januari - Juni dengan total anggaran sebesar Rp.5.943.904.200. 

“Adapun jumlah penerima dana kesejahteraan bagi Guru Honor Murni SMA, SMK, PKLK sebanyak 4.849 orang dengan Guru Honor Murni SMA sebanyak 2.508 orang, Guru Honor Murni SMK sebanyak 2.192 orang dan Guru Honor Murni PKLK sebanyak 149 orang,” ujar Sulpakar waktu itu. (Red/KN)

05/07/21

Dzolim, Kartu Pendidik Berjaya Diduga Jadi Ajang Pungli

Dzolim, Kartu Pendidik Berjaya Diduga Jadi Ajang Pungli

Gambar Ilustrasi


Lampung - Kartu Pendidik Berjaya yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung sejak Juli 2020 lalu diduga menjadi ajang pungli. Pasalnya, beberapa guru honor yang menerima dana tersebut mengaku saat pencairan ada pemotongan untuk disetorkan ke MKKS dan Dinas. 

Berdasarkan keterangan beberapa tenaga pendidik honorer yang menerima program itu di beberapa SMK/SMA yang ada di Provinsi Lampung mengatakan bahwa tiap bulan mendapatkan Rp.204.300,- namun dibayarkan per enam bulan sekali jadi total tiap pencairan berjumlah Rp.1.225.800, namun yang mereka terima tidak utuh dikarenakan adanya potongan rata-rata diatas Seratus Ribu Rupiah.  

Menurut keterangan beberapa guru honor tersebut, potongan itu diperuntukan untuk disetor ke Dinas dan MKKS. "Iya, ketika saya tanya potongan itu untuk apa, kepala sekolah hanya menjawab uang tersebut untuk Dinas dan MKKS," terang guru honor yang enggan disebutkan namanya itu," Senin (5/7/2021). 

Untuk pencairan uang tersebut dilakukan di Bank melalui rekening penerima masing-masing. Kemudian para penerima dikumpulkan di sekolah untuk dilakukan pemotongan, sambungnya.  

Ditempat berbeda, Mantan Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Lampung Juniradi S.I.P.,M.H. saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut mengatakan jika memang benar terjadi, itu adalah tindakan dzolim terhadap guru-guru honor penerima program tersebut.

Menurut Juniardi, pemotongan itu sarat dengan tindakan pungli yang dilakukan kepala sekolah dengan mengatasnamakan MKKS dan Dinas terkait.  

"Program Kartu Pendidik Berjaya sangat bagus untuk membantu para guru-guru honor yang memang pendapatannya sangat minim. Jangan sampai program mulia yang di luncurkan oleh pemerintah provinsi Lampung tercoreng karena adanya dugaan ajang pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di tingkat Dinas sampai ke MKKS melalui Kepala Sekolah," ucap Juniradi. 

Diketahui, penerima program Kartu Pendidik Berjaya berjumlah 4849 orang dengan jumlah total anggaran Rp.5.943.904.200,- tiap pencairan. 

Jika dikalkulasikan, total pemotongan dana tersebut kurang lebih hampir satu miliar tiap pencairan atau persemester. 

Sebelumnya, dalam arahan saat lonching kartu pendidik berjaya Gubernur Arinal menyebutkan bahwa Provinsi Lampung sedang giat giatnya membangun, salah satunya bidang pendidikan. Kartu Pendidik Berjaya bertujuan sebagai identitas penerima bantuan kesejahteran tenaga pendidik bagi guru honor murni.

“Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Butuh kesabaran dalam menghadapi anak didik serta niat yang kuat untuk berkecimpung di dalam dunia pendidikan. Bukan hanya itu jasa guru begitu luar bisa ketika anak didiknya menjadi manusaia yang benar dan berprestasi,” ujar Gubernur.

Gubernur minta Kadis Pendidikan Sulpakar serius dalam memperhatikan pemberian dana peningkatan kesejahteraan bagi guru ini. “Saya berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai program yang dicanangkan. Dari pemberian insentif beruapa tunjangan profesi, hingga dana BOS yang cukup membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengimbau Dinas Pendidikan fokus pada pemberian tunjangan kesejahteraan guru lewat berbagai program seperti sertifikasi guru, insentif, atau bantuan lainnya, terutama para guru yang belum Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Mereka benar- benar harus diperhatikan agar bisa menjalankan tugas mengajar dengan baik. Tunjangan diberikan dalam bentuk uang yang dapat dimanfaatkan guru untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus juga untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya,” ujar Arinal.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi Lampung, Sulfakar menyampaikan bahwa dana kesejahteraan bagi Guru Honor Murni SMA, SMK, PKLK sebesar Rp204.300 per orang per bulan selama 6 bulan yaitu Januari - Juni dengan total anggaran sebesar Rp.5.943.904.200. 

“Adapun jumlah penerima dana kesejahteraan bagi Guru Honor Murni SMA, SMK, PKLK sebanyak 4.849 orang dengan Guru Honor Murni SMA sebanyak 2.508 orang, Guru Honor Murni SMK sebanyak 2.192 orang dan Guru Honor Murni PKLK sebanyak 149 orang,” ujar Sulpakar waktu itu. (Red/KN)

03/07/21

Tipu Temannya Sendiri, Warga Lamsel Ditangkap Polsek Banjar Agung

Tipu Temannya Sendiri, Warga Lamsel Ditangkap Polsek Banjar Agung

 


TULANG BAWANG - Polsek Banjar Agung berhasil menangkap pelaku tindak pidana penipuan dengan sasaran telepon genggam yang terjadi di wilayah hukumnya.

Pelaku penipuan tersebut ditangkap hari Jumat (02/07/2021), pukul 16.30 WIB, di daerah Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

"Pelaku penipuan yang ditangkap ini berinisial DM (42), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel)," ujar Kapolsek Banjar Agung Kompol Devi Sujana, SH, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Sabtu (03/07/2021).

Lanjut Kompol Devi, dari tangan pelaku penipuan ini petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa telepon genggam merk Xiaomi type Readmi Note 7 warna biru, telepon genggam merk Nokia type 105 warna hitam, baju kaos warna hijau merk Begreet, celana levis warna hitam, dan sepasang sandal jepit warna biru merk Orto.

Kapolsek menjelaskan, mulanya hari Minggu (27/06/2021), pukul 19.00 WIB, pelaku yang tidak lain adalah temannya sendiri datang dari Bandar Lampung menemui korban Ahmat Koypat (55), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, di rumahnya.

Pelaku kemudian menginap selama 3 hari di rumah korban, lalu meminjam telepon genggang merk Xiaomi type Readmi Note 7 warna biru milik korban dengan alasan ingin main facebook (FB) dan WhatsApp (WA).

Tanpa curiga korban meminjamkan telepon genggam miliknya. Pada Jumat (02/07/2021), pukul 10.00 WIB, pelaku kembali meminjam telepon genggam merk Nokia type 105 warna hitam milik korban dengan alasan ingin menghubungi kakaknya yang ada di Bandar Lampung.

"10 menit kemudian, korban sudah tidak melihat lagi pelaku di rumahnya. Korban berusaha mencari pelaku disekitar rumahnya tetapi tidak berhasil ditemukan. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian dua unit telepon genggam dan langsung melaporkannya ke Mapolsek Banjar Agung," jelas Kompol Devi.

Berbekal laporan dari korban, petugas kami langsung bergerak cepat mencari keberadaan pelaku. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan akhirnya pelaku berhasil ditangkap dengan BB dua unit telepon genggam milik korban.

Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Banjar Agung dan akan dikenakan Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana. Diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.(Holidi/KN)

24/06/21

Dituduh Sebagai Ekstrimis dan Radikal, Mahasiswa Teknokrat Gugat Rektor di PTUN

Dituduh Sebagai Ekstrimis dan Radikal, Mahasiswa Teknokrat Gugat Rektor di PTUN


Bandar Lampung - Empat mahasiswa menggugat Rektor Universitas Teknokrat Indonesia di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandar Lampung. Sidang kedua yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan TUN Bandar Lampung Tedi Romyadi, S.H., M.H. pada Rabu (23/6/2021) masih pada tahap dismissal prosedur atau proses penelitian terhadap gugatan yang masuk di Pengadilan Tata Usaha Negara oleh Ketua Pengadilan. Yang menjadi objek gugatan tersebut adalah Surat Keputusan DO dan Skorsing yang diterbitkan oleh Rektor Universitas Teknokrat.

Gugatan dengan nomor 23/G/2021/PTUN.BL, 24/G/2021/PTUN.BL, 25/G/2021/PTUN.BL, 26/G/2021/PTUN.BL dilayangkan oleh LBH Bandar Lampung sebagai kuasa dari empat mahasiswa Teknik Sipil yang diberikan sanksi DO dan Skorsing pada 8 Juni 2021 kepada Rektor Universitas Teknokrat Indonesia melalui Pengadilan TUN Bandar Lampung. Gugatan tersebut adalah salah satu upaya hukum yang dilakukan empat mahasiswa tersebut, setelah upaya-upaya non litigasi dilakukan. Sebelumnya pada tanggal 22 April 2021 telah dilakukan upaya mediasi, namun kampus tetap kukuh dengn keputusannya untuk memberikan sanksi dengan dalih melanggar ketentuan akademik.

Namun klarifikasi yang diberikan pihak kampus senyatanya sangat berbeda dengan apa yang menjadi dasar objek gugatan. Bahwa yang menjadi dasar penerbitan SK tersebut sangat mengada-ada dan sama sekali tidak berdasar. Kampus menuduh mahasiswa yang tergabung di dalam Hima Teknik Sipil telah menggagu ketentraman dan ketertiban masyarakat serta berpotensi menjadi kegiatan yang bersifat ekstrimisme dan radikalisme. Bahwa tuduhan dan stigma negatif tersebut diketahui berkaitan dengan aktifitas Hima Teknik Sipil yang mendirikan sekretariat di luar kampus.

Pendirian sekret di luar kampus tentu beralasan, karena pihak kampus sendiri tidak menyediakan sekret khusus yang dapat digunakan untuk kegiatan organisasi dan kemahasiswaan. Pihak Hima sendiri telah melakukan upaya permohonan sekret khusus namun tidak digubris oleh pihak kampus. Bukan memberikan fasilitas bagi kegiatan organisasi dan kemahasiswaan serta menjamin kebebasan akademik, berekspresi dan berserikat pihak kampus justru memberangus hak dasar mahasiswa yang semestinya dijamin, dilindungi dan dihormati oleh pihak kampus. Sanksi DO dan Skorsing dengan pemberian stigma mengganggu kettenraman dan ketertiban masyarakat serta berpotensi menjadi kegiatan yang bersifat ekstrimisme dan radikalisme sangat merugikan mahasiswa yang selama ini berkontribusi aktif dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Upaya dengan mengajukan gugatan ke PTUN diambil sebagai langkah strategis yang dilakukan oleh LBH Bandar Lampung sebagai pendamping hukum untuk mendapatkan kepastian dan penyelesaian yang berkeadilan bagi mahasiswa yang menjadi korban kediktatoran kampus. Namun sangat disayangkan baru pada agenda sidang kedua, mahasiswa diduga telah mendapatkan intervensi dalam bentuk intimidasi dan iming-iming dari pihak kampus melalui senior ke empat mahasiswa teknik sipil tersebut. Dugaan intimidasi dan iming-iming pencabutan sanksi akan dilakukan dengan syarat menyutujui dan menandatangani surat pernyataan bahwa telah mengakui kesalahan dan mencabut gugatannya.

LBH Bandar Lampung sangat mengecam dengan adanya upaya tersebut, karena telah mengingkari proses-proses hukum formil yang sedang berjalan dengan mengintervensi pihak yang sedang berperkara di luar persidangan sehingga mencederai proses-proses peradilan yang bersih dan adil. Perbuatan yang diduga oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkara tersebut mencerminkan tidak profesionalnya pihak kampus karena tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Padahal sebelumnya LBH Bandar Lampung telah membuka pintu komunikasi seluas-luasnya kepada pihak kampus untuk mempertimbangkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa tersebut. Bahwa mahasiswa merupakan korban pelanggaran HAM karena dicap mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat dan melakukan kegiatan yang berpotensi ekstrimisme dan radikalisme sehingga harus kehilangan hak atas pendidikan, bereskpresi, berserikat dan berkumpul yang seharusnya dijamin, dilindungi dan dihormati oleh kampus sebagai bentuk tunduk dan patuhnya terhadap konstitusi. (Rls/KN)

23/06/21

Perbaikan Jalan Tegal Mukti-Tajab Diduga Berbau Korupsi, TEC: Sudah Sesuai Prosedur

Perbaikan Jalan Tegal Mukti-Tajab Diduga Berbau Korupsi, TEC: Sudah Sesuai Prosedur

Foto Jalan Tegal Mukti-Tajab


Bandar Lampung - Tony Eka Candra (TEC), politisi senior Partai Golkar, Mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung mengklarifikasi dan menjelaskan bahwa perbaikan jalan Tegal Mukti-Tajab Kabupaten Way Kanan telah sesuai prosedur, dan mekanisme, serta ketentuan yang ada.

Hal ini disampaikan Tony setelah mendapatkan penjelasan langsung Via Telepon dari Bapak Mulyadi Irsan, Kepala Bappeda Provinsi Lampung yang juga sebagai mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, dan Bapak Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Senin, (22/06/2021).

Tony mengungkapkan, Peningkatan ruas jalan Tegal Mukti-Tajab Kabupaten Way Kanan tersebut bukanlah pekerjaan pengaspalan atau hotmix, tetapi baru tahap pertama untuk pondasi, atau pekerjaan lapis pondasi Base A, agar jalan menjadi padat, dan pekerjaan tersebut disiram aspal agar tidak berdebu, sehingga tidak mengganggu masyarakat dan pengguna jalan. 

H. Tony Eka Candra


"Untuk tahap selanjutnya pada tahun 2021 ini akan dilaksanakan pelaksanaan struktur pengaspalan hotmix dengan anggaran sekitar Rp. 9 M dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2021," ujar Tony.

Sehingga keliru bila ada anggapan masyarakat bahwa jalan tersebut sudah di aspal hotmix kemudian rusak, itu adalah miskomunikasi dan kesalah pemahaman semata, sebab pembangunan jalan tersebut dilakukan bertahap, saat ini pada tahap struktur lapis pondasi Base A dan di siram aspal prime coat, tahapan selanjutnya pelaksanaan struktur pengaspalan hotmix pada tahun ini. 

“Kekeliruan masyarakat tersebut dimaklumi karena ada siraman aspal yang dianggap pekerjaan pengaspalan atau hotmix, padahal pekerjaan tersebut disiram aspal agar tidak berdebu, dengan maksud agar masyarakat dan pengendara yang melintas tidak terganggu dengan debu yang dihasilkan”, imbuh Tony.

"Dengan dibangunnya pengaspalan hotmix ruas jalan Tegal Mukti-Tajab tahun ini, apa yang menjadi dambaan dan harapan masyarakat memiliki jalan beraspal hotmix akan terwujud," pungkas Tony. 

Diberitakan sebelumnya bahwa Pekerjaan dengan nama tender Peningkatan Jalan Ruas Tegal Mukti - Tajab di Kabupaten Way Kanan, melalui Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dengan satuan kerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), APBD Tahun Anggaran (TA) 2020, dengan nilai pagu paket Rp 5.700.000.000,00  dimenangkan oleh PT. Mita Utama Prima asal Kota Bandar Lampung melalui tender, pascakualifikasi file - harga tender satu pintu, berbau tindak korupsi, selasa (22/06/2021).

Hal tersebut ditengarai oleh beberapa oknum pemerintahan provinsi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), tidak bisa memberikan keterangan secara detail dan mencoba melindungi kontraktor PT. Mita Utama Prima tidak bisa konfirmasi oleh pihak media.

Ditemui di kantornya, selasa (15/06/2021) Kabid Pembangunan BMBK Hendry, hanya bisa menjelaskan secara global saja tentang pembangunan Peningkatan Jalan Ruas Tegal Mukti - Tajab di Kabupaten Way Kanan tersebut.

"Ya benar, jalan yang ada di pemberitaan tersebut benar lokasinya, tapi memang pengerjaannya hanya sampai Base saja sepanjang 2,5 Km dengan ketebalan 30 cm kemudian kami siram aspal sedikit agar tidak berdebu" ujar Hendry.

Namun ketika ditanya mengenai gambar teknik, dan no Hp kontraktor atau pihak ke tiga yang bertanggung jawab atas pengerjaan tersebut Hendry mengelak dan berdalih, terlebih lagi ketika ditanya mengenai perhitungan harga /M3 pengerjaan jalan tersebut, Hendry gugup tak mau menjelaskan.

"Klo gambar teknik saya gak pegang, minta ke belakang sama pak marriot, klo no hp kontraktor atau yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut saya gak berani ngasihnya. Untuk perhitungan lebih rincinya liat aja di RAB" ucap Hendry.

Di lain tempat Marriot (staf bidang pembangunan Dinas BMBK) yang didatangi untuk meminta diperlihatkan gambar teknik pun berdalih seolah tidak mau memperlihatkan gambar teknik tersebut dengan alasan gambar ada di Hendry.

Seperti kita ketahui UU KIP, atau UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan pertama, hak setiap orang untuk memperoleh Informasi; kedua, kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan Informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan / proporsional, dan cara sederhana; ketiga, pengecualian bersifat ketat dan terbatas; keempat, kewajiban Badan Publik untuk membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan Informasi.


Kondisi Jalan Tegal Mukti-Tajab 


Dari kejadian tersebut menimbulkan kecurigaan, terlebih lagi hingga berita ini diturunkan pihak kontraktor/ yang bertanggungjawab atas pengerjaan tersebut tidak dapat di konfirmasi, masyarakat meminta pihak Kejaksaan dan Kepolisian turun untuk melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan peningkatan jalan poros provinsi Tegal Mukti Tajab yang dikerjakan pihak kontraktor PT. Mita Utama Prima asal Kota Bandar Lampung, yang diberikan kuasa pengerjaan oleh Dinas BMBK.  (Tim/KN)

16/06/21

Tim Serigala Utara Polres Lampung Utara Berhasil Ringkus DPO Curat

Tim Serigala Utara Polres Lampung Utara Berhasil Ringkus DPO Curat

 

Lampung Utara - Tim Serigala Utara Sat Reskrim Polres Lampung Utara, kembali berhasil meringkus DPO pelaku pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

DPO pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan jenis sepeda motor ini ditangkap Tim Serigala Utara ketika berada di rumahnya atas dasar laporan korban yang tertuang di dalam LP/42/B/ V /2019/ Polda Lampung/Res LU/ Sek Sungkai Selatan, tanggal 27 Mei 2019 silam.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Bambang Yudho Martono, S.I.K, M. Si, melalui Kasat Reskrim, AKP Gigih Andri Putranto, S.H, S.I.K, menjelaskan, tersangka HH (26) salah seorang warga Desa Tatakarya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara diamankan atas laporan korbannya, dan peristiwa pencurian itu terjadi pada, Kamis 16 Mei 2019 sekira pukul 15.00 WIB.

"Tersangka di ringkus pada saat berada di rumahnya oleh Tim Serigala Utara yang dipimpin Kanit Pidum Satreskrim Polres Lampung Utara, M. Anton Prabowo S, bersama anggotanya," ujar Kasat, Rabu (16/6/2021).

Untuk modus operandi pelaku melancarkan aksinya, sambung Kasat, ketika itu anak korban setelah pulang sekolah memarkirkan kendaraannya di teras rumah di Desa Sukamaju, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara. Namun kunci sepeda motor tersebut tertinggal di atas sepeda motornya.

Sekita pukul 15.00 WIB, istri korban yang hendak keluar rumah dan akan menggunakan sepeda motor itu tidak lagi melihat sepeda motor mereka tersebut alias sepeda motornya telah hilang di bawa pencuri. 

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan didapati bahwa pelaku tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHPidana itu berinisial HH, yang telah ditetapkan sebagai DPO Polisi. 

"Kini tersangka sudah diamankan di Polres Lampung Utara guna proses penyesikan lebih lanjut," jelas Kasat. (AlbeT/Kn)

Satuan Narkoba Polres Tubaba Ciduk Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Satuan Narkoba Polres Tubaba Ciduk Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

 


Tulang Bawang Barat - Team Satuan Narkoba Polres Tulang Bawang Barat berhasil menangkap 1 (satu) orang pelaku penyalahgunaan Narkotika warga Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dasar Sprin/13/VI//2021, tanggal 13 Juni 2021 dan Lp/A- 231 / VI /2021/polda lampung/res tubaba,tanggal 13 Juni 2021.

Waktu kejadian di Hari Minggu tanggal 13 Juni 2021 sekira pukul 14.30 WIB. Team Res Narkoba Polres Tubaba mengamankan 1 (satu) orang pelaku Di rumah kediaman Madia warga Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat. 

Madia (20) yang tinggal di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat berhasil diamankan Team Satuan Narkoba Polres Tubaba.

Adapun saksi-saksi AS (34) dan GM Anggota Polri Aspol Polres Tulang Bawang Barat.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman. S.IK melalui Kasat Narkoba AKP anjaitan mengatakan, Berdasararkan keterangan masyarakat anggota Satuan Narkoba Polres Tulang Bawang Barat mendapatkan informasi bahwa ada salah satu rumah warga yang sering terjadinya transaksi Narkoba di wilayah Tiyuh Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat selanjutnya berdasarkan informasi tersebut anggota langsung melakukan penangkapan terhadap Madia (20) 1 (satu) orang yang saat itu berada di dalam rumah di desa Cahyo Randu. 

"Selanjutnya di lakukan penggeledahan dan di temukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip besar berisi 9 (sembilan) bungkus plastik klip kecil berisi kristal putih yang di duga jenis Shabu, 15 (lima belas) bungkus plastik klip kecil kosong,1 (satu) lembar tisu  warna putih dan 1 (satu) buah sendok Shabu, dan 1 (satu) buah handphone android merek realme warna biru", tuturnya.

Selanjutnya tersangka berikut barang bukti  diamankan dan dibawa kekantor polres tulang bawang barat untuk dilakukan pemeriksaan  lebih lanjut.

(Rls/KN)

Polsek Banjar Agung Tangkap Pemuda Yang Bakar Messnya Sendiri, Ini Motifnya

Polsek Banjar Agung Tangkap Pemuda Yang Bakar Messnya Sendiri, Ini Motifnya

 


Tulamg Bawang - Polsek Banjar Agung berhasil mengungkap pelaku tindak pidana pembakaran terhadap mess karyawan yang dilakukan dengan sengaja.

Pelaku pembakaran ditangkap usai dimintai keterangan hari Senin (14/06/2021), pukul 20.00 WIB, di Mapolsek Banjar Agung.

"Pelaku pembakaran ini berinisial PM (19), berprofesi karyawan, warga Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kapolsek Banjar Agung Kompol Devi Sujana, SH, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Rabu (16/06/2021).

Lanjut Kompol Devi, dari tempat kejadian perkara (TKP) pembakaran petugasnya menyita barang bukti (BB) berupa dua lembar uang kertas terbakar yakni pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, taplak meja berwarna pink, dan kelambu warna putih orange.

Kapolsek menjelaskan, mulanya hari Senin (14/06/2021), pukul 09.00 WIB, telah terjadi kebakaran di mess karyawan di areal gudang tempat usaha penampungan drum, tower dan jerigen, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Banjar Agung, milik korban Denny Perianto (40), berprofesi wiraswasta, warga Jalan Bumi Manti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Kota, Kodya Bandar Lampung.

Korban mengetahui kalau mess karyawan yang berada di areal gudang miliknya telah terbakar saat istrinya di telepon oleh pelaku berinisial PM yang merupakan karyawannya, pukul 09.00 WIB, yang mana saat kejadian kebakaran tersebut korban sedang berada di rumahnya di Bandar Lampung.

Petugas kami yang mendapatkan informasi tentang kejadian kebakaran ini langsung menuju ke TKP dan melakukan olah TKP, kemudian dua orang karyawan yang berada di TKP langsung dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.

"Hasil olah TKP ditemukan adanya kejanggalan karena di TKP tercium bau minyak pertalite dan ditemukan plastik pembungkus minyak pertalite. Dari sini petugas kami menduga kalau mess yang terbakar di bagian kamar tidur ini sengaja dibakar," jelas Kompol Devi.

Kompol Devi mengungkapkan, dari temuan hasil olah TKP tersebut petugas kami melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap dua orang karyawan yang berada di TKP.

Pukul 20.00 WIB, salah satu karyawan berinisial PM, mengaku kalau dirinya sengaja membakar mess tersebut dan dilakukannya seorang diri.

"Motif dari pembakaran ini karena pelaku ingin memiliki uang sejumlah Rp 25 juta milik korban yang merupakan hasil usaha penjualan barang-barang. Modusnya pelaku mengaku seolah-olah uang tersebut yang disimpan di atas plafon ikut terbakar," ucapnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Banjar Agung dan dikenakan Pasal 187 ayat 1 KUHPidana. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.(Rls/KN)

15/06/21

Team Satuan Narkoba Polres Tubaba Berhasil Mengamankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Team Satuan Narkoba Polres Tubaba Berhasil Mengamankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

 


Tulang Bawang Barat - Team Satuan Narkoba Polres Tulang Bawang Barat berhasil menangkap 2 (dua) orang pelaku penyalahgunaan warga Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang. 

Dasar Sprin/13/VI//2021, tanggal 13 Juni 2021 dan Lp/A- 232 / VI /2021/Polda Lampung/Res Tubaba, tanggal 13 Juni 2021.

Waktu kejadian di Hari Minggu tanggal 13 Juni 2021 sekira pukul 15.30 WIB. Team Res Narkoba Polres Tubaba mengamankan 2 (dua) orang pelaku Di rumah kediaman Usuf warga Desa Dwi Warga Tunggal Jaya Rt. 004 Rw 009 Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang.    

Usuf (31) yang tinggal di Desa Dwi warga Tunggal Jaya Rt 004 Rw 009 dan Junaidi (34)  tempat tinggal di Desa Dqi warga Tunggal Jaya Rt 004 Rw 008 Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang.

Adapun saksi-saksi AS (34) dan GM Anggota Polri Aspol Polres Tulang Bawang Barat.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman. S.IK melalui Kasat Narkoba AKP Panjaitan mengatakan, Berdasararkan keterangan pelaku  Madia bahwa narkotika jenis sabu yang ada padanya di dapatkan dengan membeli dari nama Usuf (31) warga Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang.

"Kemudian dilakukan pengembangan oleh Team Satuan Narkoba Polres Tulang Bawang Barat dan dirumah kediaman Usuf (31) dapat diamankan tersangka tersebut dan padanya didapatkan satu bungkus rokok sampurna yg didalamnya berisikan 1(satu) paket besar sabu yang dibungkus tisu dan dari Junaidi yang ada dirumah tersebut didapatkan 1(satu) paket kecil narkotika diduga sabu yang diselipkan atau disimpan didalam casing HP didalam kantong nya", paparnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku Usuf (31) dan Junaidi (26), 1 (satu) bungkus plastik klip besar-besar berisi kristal putih yang diduga Shabu berat bruto 5,46 Gram, 300 buah (Tiga ratus) bungkus plastik klip kecil kosong, 1 (satu) buah kotak rokok merk sampurna tempat simpan sabu, 3 (tiga)lembar tisu pembungkus sabu, 1 (satu) buah handphone merk samsung, dan 1 (satu) buah Hp android merk vivo warna yg didalam casingnya disimpan 1 (satu) paket kecil sabu seberat 0,15 gram narkoba diduga sabu.

"Untuk selanjutnya tersangka berikut barang bukti diamankan dan dibawa kekantor Polres Tulang Bawang Barat untuk dilakukan guna pemeriksaan lebih lanjut", pungkasnya. 

(Rls/KN)

09/06/21

Hendak Dikonfirmasi, Pihak Sekolah SMAN 1 Natar Diduga Malah Tawarkan Uang

Hendak Dikonfirmasi, Pihak Sekolah SMAN 1 Natar Diduga Malah Tawarkan Uang


Lampung - Dugaan Pungli yang dilakukan oknum komite dan pihak sekolah SMAN 1 Natar, Lampung Selatan, menemui babak baru. Pasalnya saat beberapa awak media yang mendatangi sekolah tersebut hendak mengkonfirmasi agar berita yang disajikan berimbang pada Rabu (9/6/2021), malah ditawari uang sebelum melakukan wawancara. 

Hal itu diungkapkan langsung oleh (W) dan (M) di media center tempat para awak media berkumpul sepulangnya mereka mendatangi sekolah tersebut. 

"Sebetulnya kami sangat heran kenapa cara mereka mengahadapi wartawan seperti itu. Belum kami melakukan wawancara konfirmasi terkait pemberitaan dugaan pungli yang dilakukan pihak sekolah dan komite SMA tersebut, malah kami terlebih dahulu ditawari uang," ungkap W dan M.

"Ini dananya berapa," ucap W menirukan tawaran yang dilakukan oleh pihak sekolah SMAN 1 Natar. 

Lanjut W dan M, kemudian pihak sekolah juga bercerita bahwa sudah ada beberapa media yang datang bahkan LSM pun sudah pernah datang untuk mengkonfirmasi terkait berita yang telah beredar. 

"Namun mereka seoalah merasa apa yang dilakukan oleh komite dan pihak sekolah itu sudah benar karena merujuk pada aturan Pergub yang membolehkan pihak sekolah meminta sumbangan pendanaan sekolah kepada masyarakat, dan sudah disepakati oleh para wali murid dan tidak ada paksaan," terang W. 

Meskipun demikian, W dan M merasa profesinya telah direndahkan oleh oknum Kepala dan Waka Kesiswaan SMA tersebut karena sudah mencoba melakukan dugaan suap dengan cara menawarkan uang terlebih dahulu. 

"Ini dananya berapa," ulang W menirukan ucapan pihak sekolah.

"Padahal jelas kehadiran kami hanya ingin mengkonfirmasi terkait berita," pungkas W. 

Diberitakan sebelumnya, Sungguh Ironisn, ditengah sulitnya keadaan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19, lagi-lagi ada oknum komite dan kepala sekolah di kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang diduga telah melakukan praktik pungli dengan cara meminta sumbangan terhadap anak didik yang mengakibatkan beban hidup orang tuanya semakin bertambah. 

Kali ini terjadi di SMA N 1 Natar, Lampung Selatan, bahwa berdasarkan keterangan beberapa wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan pihak komite dan sekolah tersebut telah meminta sumbangan yang kurang jelas peruntukannya, bahkan di bukti pembayaran hanya tertulis "Sumbangan Masyarakat Dalam Pendanaan Pendidikan SMA Negeri 1 Natar Tahun Pelajaran 2020/2021". 

“Benar, sumbangan itu ada, setiap siswa/i diwajibkan membayar untuk kelas X diwajibkan membayar sebesar Rp.1.600.000,- kelas XI sebesar satu juta lebih dan kelas XII sebesar Rp.1.245.000,-.

Namun anehnya dalam kertas bukti pembayaran yang kami terima tidak ada rincian peruntukan uang yang telah kami bayarkan, dan jika tidak mebayar itu akan terhitung hutang oleh pihak sekolah. menurut kami sebenarnya nominal sumbangan yang ditetapkan pihak sekolah sangat besar, apalagi dimasa seperti ini yang mana semua masyarakat sedang merasa kesulitan ekonomi karena dihadapkan oleh Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai,” ucap wali murid saat ditemui awak media konkritnews, beberapa waktu lalu.

Atas dasar ketidaktahuan para wali murid terhadap aturan yang berlaku dan yang tertuang dalam Perpres No. 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar dan Permendikbud No. 75 tahun 2016 tentang komite sekolah, yang mengakibatkan wali murid setuju-setuju saja meskipun sangat berat dengan keputusan rapat komite yang digelar SMA N 1 Natar beberapa waktu lalu. 

“Terus terang sebenarnya kami keberatan, apalagi sumbangan itu diwajibkan untuk bayar. Seandainya kami tau sejak awal aturan yang tertuang dalam Perpres No. 87 tahun 2016 dan Permendikbud No.75 tahun 2016, jelas kami akan menolak adanya sumbangan yang telah ditentukan nominal dan waktu pembayarannya itu,” ucap beberapa wali murid sambil mengeluh. 

Hal ini juga berdampak negatif terhadap siswa/i yang belum membayarkan uang sumbangan atau dalam kata lain menunggak. Anak-anak tersebut cendrung malas kesekolah karena malu belum membayar uang sumbangan yang diwajibkan, dan khusus untuk anak kelas XII, mereka takut jika tidak membayar ijazahnya akan di tahan pihak sekolah karena isu yang beredar seperti itu. 

Perlu diketahui, berdasarkan Permendikbud No.75 tahun 2016 tentang komite sekolah dalam pasal 1 ayat 5 mengatakan bahwa sumbangan pendidikan yang selanjutnya disebut sumbangan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orangtua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama masyarakat ataupun lembaga secara sukarela dan tidak mengikat satuan pendidikan. Atau bisa dikatakan bila pihak komite sekolah meminta sumbangan artinya tidak bisa ditentukan nominalnya dan batas waktunya karena bersifat sukarela. 

Dan jika merujuk dalam Perpres No.87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar, maka ada 58 item yang tidak diperboleh untuk dilakukan pungutan di sekolah. Adapun Jenis Pungli di sekolah diantaranya;

1. Uang pendaftaran masuk

2. Uang SSP / komite

3. Uang OSIS

4. Uang ekstrakulikuler

5. Uang ujian

6. Uang daftar ulang

7. Uang study tour

8. Uang les

9. Buku ajar

10. Uang paguyupan

11. Uang wisuda

12. Membawa kue/makanan syukuran

13. Uang infak

14. Uang foto copy

15. Uang perpustakaan

16. Uang bangunan

17. Uang LKS dan buku paket

18. Bantuan Insidental

19. Uang foto

20. Uang biaya perpisahan

21. Sumbangan pergantian kepala sekolah

22. Uang seragam

23. Biaya pembuatan pagar/fisik dll

24. Iuran untuk membeli kenang-kenangan

25. Uang bimbingan belajar

26. Uang try out

27. Iuran pramuka

28. Asuransi (walau nihil kecelakaan uang tidak dikembalikan

29. Uang kalender

30. Uang partisipasi masyarakat untuk mutu pendidikan

31. Uang koprasi (uang tidak di kembalikan)

32. Uang PMI

33. Uang dana kelas

34. Uang denda ketika siswa tidak mengerjakan PR

35. Uang UNAS

36. Uang menulis ijazah

37. Uang formulir

38. Uang jasa kebersihan

39. Uang dana social

40. Uang jasa menyebrangkan siswa

41. Uang map ijazah

42. Uang STTB legalisir

43. Uang ke UPTD

44. Uang administrasi

45. Uang panitia

46. Uang jasa guru mendaftarkan ke sekolah selanjutnya

47. Uang listrik

48. Uang computer

49. Uang bapopsi

50. Uang jaringan internet

51. Uang Materai

52. Uang kartu pelajar

53. Uang Tes IQ

54. Uang tes kesehatan

55. Uang buku TaTib

56. Uang MOS

57. Uang tarikan untuk GTT {Guru Tidak Tetap/Honor}

58. Uang Tahunan {kegunaan tidak jelas}.

Demi pemberitaan yang berimbang, awak media Konkritnews langsung mengkonfirmasi pihak komite atau sekolah SMA N 1 Natar, melalui pesan Whatsappnya, Senin (22/3/2021). Namun sampai berita ini diterbitkan, belum ada jawaban atau tanggapan dari pihak sekolah. Berdasarkan itu pula besar dugaan telah terjadi praktik pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut. 

Pada tanggal (04/05/2021), awak media dari tim investigasi gabungan Konkritnews dan Doktorhukumtv menyambangi SMA N 1 Natar. 

Kepala Sekolah yang tidak ada ditempat, lantas pihak sekolah yang menerima awak media diruang Waka, seseorang yang tidak menyebutkan identitasnya mengarahkan bertemu Waka Kurikulum dan akademik, namun sayangnya yang bersangkutan juga sedang tidak ada.

Akhirnya Waka Sarana Prasarana Toto Juniarto yang dapat diwawancara membenarkan dana sumbangan tersebut.

"Betul, ya penggunaannya seperti kata kami, ya kayak pegawai honor. Itu kan tidak bisa dibiayai oleh Dana bos, itu kan harus dari dana komite, siapa nanti yang mau bayar," jelas Toto sembari tangannya menunjuk kesana-kemari.

Saat ditanya kembali, selain untuk membayar pegawai honor dana tersebut digunakan untuk apa lagi, toto hanya menjawab masih banyak lagi sembari enggan menjelaskan lebih detail apa yang dipertanyakan awak media.

"Misalnya begini, intinya begini pendanaan yang tidak bisa didanai oleh bos. Kan didanai oleh masyarakat," kata toto dengan ekspresi terkesan gugup.

Selain memberikan keterangan yang terkesan ditutupi, toto juga tanpa mensyukuri adanya program Milik Pemerintah yaitu Dana Bos, Malah terkesan merendahkan program tersebut.

"Mestinyakan, idealnyakan biaya pendidikan satu siswa itu sekitar 4 - 5 juta itulah ya. Terus Dana yang diberikan Pemerintah hanya satu juta lima ratus, apakah cukup," tutur toto sembari ditanya kembali kegunaan yang masih banyak itu bagaimana? Lantas ia tetap enggan menjelaskan dan meninggalkan awak media begitu saja serta masuk keruangan dengan terlihat menghubungi seseorang diponselnya.

Tak lama kemudian, seseorang yang tidak mau menyebutkan namanya. ikut menyahut dan menjelaskan bahwa hal itu tergantung kemampuan wali murid.

Namun faktanya, hal itu sungguh berbeda dengan kwitansi yang diberikan oleh narasumber. Disinggung pula siapa MH selaku yang tertera menerima dana, apakah ASN atau bagaimana.

Ia menangguk saat ditanya apa MH ASN, ia juga mengatakan bahwa peran MH sebagai pihak sekolah yang membantu mengumpulkan dana yang diketahui oleh ketua komite sekolahan.

Selang kurang lebih setengah jam, toto yang masih saja sibuk menelpon seseorang dan keluar ruangan berpindah tempat. Akhirnya awak media pun mendatangi toto.

Ia menjelaskan bahwa, ia tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut dan menyarankan untuk kembali besok menemui kepala sekolah.

Dikarenakan keterbatasan waktu, pihak media pun meninggalkan no ponsel untuk memberikan ruang pihak sekolah memberikan hak jawabnya, namun hingga berita ini diturunkan pihak sekolah belum juga menghubungi dan memberikan klarifikasi.

Untuk itu, maka masyarakat mengharapkan agar pihak dinas terkait dan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas menyelidiki dugaan tersebut.

Untuk itu, masyarakat meminta agar pihak dinas terkait dan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas bila mana memang telah terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang oleh sekolah karena diduga telah melakukan praktik pungli di masa Pandemi Covid-19.  (Red/KN)

08/06/21

Setengah Telanjang, Guru Honor SMP PGRI Kalianda Ditemukan Tak Bernyawa

Setengah Telanjang, Guru Honor SMP PGRI Kalianda Ditemukan Tak Bernyawa


Lampung Selatan - Guru honor SMP PGRI Kalianda, Abu Bakar (43), warga Desa Jondong, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, ditemukan tewas setengah telanjang, di bibir pantai wisata Setigi Heni, Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (8/06/2021) sekitar pukul 09.15 WIB pagi.

Jasad Abu Bakar kali pertama ditemukan Abdurahman (64), yang sedang membersihkan pantai di tempat wisata tersebut. Kondisi mayat mengenakan baju kaos lengan pendek berwarna biru, dan tanpa mengenakan celana, dengan posisi badan telungkup.

Saya sedang menyapu daun kering di sekitar pantai. Saya kaget lihat mayat terdampar. Awalnya saya kira kayu besar, setelah saya dekati ternyata mayat. Lalu saya minta tolong dengan dua anak SMK yang PKL di pantai ini, karena saya gemetaran. Saya suruh anak sekolah itu laporan ke aparatur Desa Canggung,” kata Abdurahman.

Sekitar pukul 10.38 WIB, mayat dievakuasi oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bob Bazaar Kalianda dengan menggunakan mobil Ambulans Puskesmas Rajabasa, untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

Kepala Desa Canggung, Tarmizi membenarkan adanya penemuan mayat berjenis laki-laki dipantai tersebut dan saat ini telah dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda. “Iya benar, kita sudah sampaikan kepetugas dan saat ini mayat sudah dievakuasi ke RS Bob Bazar Kalianda,” kata Tarmizi.

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Polres Lampung Selatan. Tim Inafis Polres Lamsel Bripka Iedrus Hasby menyebutkan, mayat tersebut merupakan warga Desa Jondong Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, yang bernama Abu Bakar, yang merupakan Guru Honor SMP PGRI Kalianda. “Dugaan sementara tenggelam, saat ini mayat masih di RSUD Bob Bazar Kalianda. Kasusnya dalam penyelidikan,” katanya. (*/KN)

01/06/21

Polsek Tanjung Karang Timur Ringkus Dua Spesialis Pembobol Rumah

Polsek Tanjung Karang Timur Ringkus Dua Spesialis Pembobol Rumah


Bandar Lampung - Tim Reskrim Polsek Tanjung Karang Timur, meringkus dua dari empat orang tersangka kasus pencurian sejumlah barang berharga yang terjadi pada 18 April 2020 lalu, di sebuah rumah di jalan way sabu, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung.

Tersangka yang berhasil dibekuk ini,diketahui bernama Samsul alias Acung (42 th) dan Imron (26 th) warga Tanjung Gading Bandar Lampung. Sementara dua orang rekannya berinisial AC (Aceng) dan An (Andi) kini masih diburu polisi

Kapolsek Tanjungkarang Timur  kompol Dony Ariyanto menjelaskan, penangkapan terhadap komplotan Pelaku Spesialis pembobol rumah yang ditinggal penghuninya ini, setelah Petugas Tim Reskrim Polsek Tanjung Karang Timur melakukan penyelidikan selama lebih dari satu bulan. Pasalnya para pelaku kala itu berhasil menggasak hampir seluruh barang berharga di dalam rumah korban. 

Lanjutnya, kemudian Petugas berhasil mengidentifikasi tersangka Acung yang merupakan otak pelaku dari aksi pencurian tersebut. Tersangka Acung diringkus di lokasi persembunyiannya di Kawasan Rawa laut, Enggal Bandar Lampung. Saat proses penangkapan, tersangka malah mencoba melawan dan berupaya melarikan diri.

Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki kanan tersangka. Usai dilarikan ke Rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, tersangka Acung kemudian memberitahu jika aksi pencurian itu dilakukan bersama tiga orang rekannya, jelas Dony, Senin (31/5/2021).

Petugas kemudian bergerak menangkap tersangka Imron. Tanpa perlawanan, tersangka Imron kemudian dibawa petugas ke Mapolsek Tanjung Karang Timur guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara dua tersangka lainnya AC dan AN belum berhasil ditangkap,lantaran saat saat digerebek keduanya tidak berada di rumah.

Dari pengakuan tersangka Acung,aksi pencurian itu sudah direncanakan dua hari sebelumnya. Pasalnya komplotan spesialis pembobol rumah ini, mengetahui jika korban sedang berada di luar kota. Mengetahui rumah target sasarannya sedang sepi, para pelaku kemudian melancarkan aksi kejahatannya dengan cara masuk kedalam rumah korban pada malam hari.

Bahkan menurut tersangka,untuk masuk kedalam rumah korban, komplotan pencuri ini merusak bagian pintu samping rumah korban. Setelah berhasil masuk, para pelaku dengan leluasa menggasak hampir seluruh barang berharga di dalam rumah yang ditinggal pergi pemiliknya.

Saat itu para pelaku berhasil menggasak Lemari es, TV, Treadmill atau alat olahraga, kipas angin, seperangkat komputer, sepeda gunung, kompor berikut tabung gas, kamera handycam, serta dua buah kain tapis. Seluruh barang berharga korban,diangkut secara berulang kali oleh komplotan pencuri ini dengan menggunakan sepeda motor dan sebuah gerobak.

Sementara dari pemeriksaan awal polisi, para pelaku merupakan spesialis pembobol rumah yang sudah melakukan aksi kejahatannya lebih dari tiga lokasi berbeda di Wilayah Kota Bandar Lampung. Modusnya yakni dengan cara mengintai situasi dan kondisi rumah calon korbannya, serta masuk kedalam rumah dengan cara mencongkel bagian pintu maupun jendela.

Dari catatan kepolisian, Tersangka Samsul Alias Acung merupakan seorang residivis yang sudah pernah dua kali masuk penjara dengan kasus pencurian dan narkoba. Bahkan dari keterangan Tersangka Acung, Aksi pencurian itu dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan tetap usai bebas dari penjara pada akhir tahun 2020 lalu.

Selain berhasil meringkus dua dari empat orang tersangka spesialis pembobol rumah ini, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa, lemari es, Treadmill atau alat olahraga, kipas angin, seperangkat komputer, dan kamera handycam yang belum sempat dijual oleh tersangka, serta satu unit sepeda motor dan sebuah gerobak yang digunakan saat beraksi. Sementara barang bukti lainnya sudah dijual,dan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Polisi hingga kini masih memburu dua orang rekan tersangka yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Atas perbuatannya itu, komplotan Pelaku Spesialis pembobol rumah ini terpaksa harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Tanjung Karang Timur. Polisi bakal menjerat tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, serta terancam hukuman pidana maksimal 7 tahun kurungan penjara.  (*/KN)

31/05/21

Tim Tekab 308 Polres Tubaba Amankan Pelaku Curanmor

Tim Tekab 308 Polres Tubaba Amankan Pelaku Curanmor

 

Tulang Bawang Barat - Tim Tekab 308 polres Tubaba berhasil mengamankan seorang pria bernama (TI) 40 tahun Bin Memed yang diduga melakukan pencurian motor yang bertempat tinggal di Tiyuh Jaya murni Kec. Gunung agung Kab. Tuba Barat. Senin, (31/05/2021).


Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Hadi Saepul Rahman S.IK yang di dampingi oleh Kasat Reskrim IPTU Andre Try Putra S.IK, mengatakan Pada hari Jumat tanggal 23 April 2021 sekira pukul 01.00 wib Telah terjadi tindak pidana Pencurian dengan pemberatan berupa sepeda motor Honda Versa warna Hitam dengan nopol BE 7632 QK noka : MH1KO5211EK182803 dan Nosin : KO52E-1181007 An. MESWANTO Di dalam  rumah korban Tiyuh Jaya murni RT/RW 006/002 Kec. Gunung Agung Kab.Tubaba . Pada hari kamis tanggal 22 april 2021 sekira pukul 21.30 wib korban pulang dari rumah tetangga kemudian langsung istirahat ( Tidur ) dengan keadaan rumah korban terbuka ( lupa menutup pintu ), sekira pukul 03.00 wib korban di bangunkan oleh Saksi An. MESWANTO yang merupakan kakak kandungnya, kemudian saksi menanyakan “ Motor Kamu kemana ? “ karena saksi mendapati rumah korban sudah dalam keadaan terbuka, lalu setelah itu korban dan saksi mencari di sekitar rumah namun tidak mendapati motor korban.akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa hilangnya 1 ( satu ) unit sepeda motor Honda Versa warna Hitam dengan nopol BE 7632 QK noka : MH1KO5211EK182803 dan Nosin : KO52E-1181007 senilai Rp. 10.000.000,- ( Sepuluh juta rupiah ) dan atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Mapolsek Gunung Agung .


Kasat Reskrim Polres Tubaba IPTU Andre Try Putra S.IK juga mengatakan, Pada hari jumat tanggal 28 Mei 2021 sekira pukul 22.00 wib berdasarkan hasil penyelidikan Unit reskrim polsek gunung agung diketahui pelaku berada di Desa Purwotani Kec.Jati agung kabupaten Lampung Selatan lalu team tombak dan team badik langsung menuju tempat persembunyian pelaku dengan di pimpin oleh Ipda A.Batubara, SH untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pada saat dilakukan penangkapan Tersangka melakukan perlawanan secara aktif terhadap petugas, Setelah itu pelaku diamankan ke Polsek Gunung Agung.


Sesuai dengan Pasal 363 KUHPidana kini terduga pelaku terkena ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara. Pungkasnya

(Rls/KN)

Bawa Narkotika di Kampung Bugis, Dua Pemuda Ditangkap Polres Tulang Bawang

Bawa Narkotika di Kampung Bugis, Dua Pemuda Ditangkap Polres Tulang Bawang

 

Tulang Bawang - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap dua orang pemuda yang menjadi pelaku peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika yang terjadi di wilayah hukumnya.


Dua pemuda ini ditangkap hari Jumat (28/05/2021), pukul 14.00 WIB, di sebuah jalan yang ada di Kampung Bugis, Kelurahan Menggala Kota.


"Jumat siang petugas kami berhasil menangkap dua pemuda pelaku peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dua pemuda yang berhasil ditangkap yakni berinisial RL (25), warga Kelurahan Menggala Kota dan RA (20), warga Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Senin (31/05/2021).


Lanjut AKP Anton, dari tangan kedua pemuda ini petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,15 gram dan handphone (HP) merk Vivo warna biru.


Kasat menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap pelaku peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Menggala.


Informasi yang didapat bahwa sebuah jalan yang ada di Kampung Bugis, Kelurahan Menggala Kota, sering dijadikan tempat transaksi narkotika.


"Petugas kami langsung menuju ke jalan tersebut dan disana didapati dua orang pemuda dengan gerak gerik yang mencurigakan. Setelah dilakukan penggeledahan badan didapati BB berupa narkotika jenis sabu," jelas AKP Anton.


Para pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar.(*)

Polsek Sungkai Utara Ringkus Tiga Pelaku Pencurian Kelapa Sawit

Polsek Sungkai Utara Ringkus Tiga Pelaku Pencurian Kelapa Sawit

 

Lampung Utara - Tiga orang terduga pelaku pencurian kelapa sawit milik  PT.KAP Miraranti Desa Negara Ratu Kecamatan Sungkai Utara di ringkus Tim Srigala Utara Polsek Sungkai Utara.


Ketiga terduga masing masing JKR (43) warga Desa Gedung Batin Kecamatan Sungkai Utara, BJ (21) warga Desa Gedung Batin Kecamatan Sungkai Utara dan JP (22) warga Desa Baturaja Kecamatan Sungkai Utara.


Barang bukti yang turut disita berupa 180 tandan buah kelapa sawit, 1 unit kendaraan Truck Colt Diesel warna kuning No.Pol BE 9903 JG, 1 unit sepeda motor Honda Astrea tanpa plat No.Pol dan 1 unit sepeda motor Honda Supra tanpa plat Nomor Polisi.


Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho M SIK MSi yang di wakili Kasat Reskrim AKP Gigih Andi Putranto SH.SIK membenarkan perihal penangkapan tersebut, Senin (31/05/2021).


Lanjut Gigih, "ketiga terduga pelaku di tangkap berdasarkan Laporan dari pihak PT.KAP Miraranti tentang telah terjadi pencurian buah kelapa sawit (TKP) di wilayah I3/III Jambongan Blok B," jelasnya.


Terkait kronologis, pada hari Minggu 30/5/2021 pukul 11.30 wib Polsek Sungkai Utara menerima laporan tentang adanya pencurian buah kelapa sawit, kemudian agt Polsek bersama-sama dengan petugas pengamanan PT Miraranti lansung menuju TKP, ternyata benar, di lokasi didapati 3 orang pelaku sedang memuat buah kelapa sawit kedalam kendaraan Truck Colt Diesel, "selanjutnya para pelaku berikut barang bukti lansung diamankan ke Polsek Sungkai Utara," ujar AKP Gigih.


Saat ini ketiganya tengah dilakukan proses pemeriksaan/ penyidikan dan terhadap pelaku dapat dijerat dengan Pasal 363 KUHP Tentang pencurian dengan pemberatan. (AlbeT/Kn)